Kamis, 25 November 2010

Ngenes ! Telung Tahun Ngenteni


Di Uncategorized dalam Desember 26, 2006 pada 06:20 am12
Kekurangan Kelas, Siswa SDN Kandat Belajar di Gudang dan
Tempat Parkir
KEDIRI-RADAR- Harapan siswa Sekolah Dasar Negeri I
Kandat, Kabupaten Kediri yang sejak tahun 2003 belajar di
gudang dan tempat parkir sepeda untuk bisa menikmati
gedung baru pupus sudah. Sebab pengajuan penambahan gedung
baru tak juga direalisasikan oleh Pemkab Kediri.
Ketua Komite Sekolah SDN I Kandat Choirul Anam mengaku
setelah berjalan dua tahun dengan kondisi yang
memprihatinkan pada tahun 2005 lalu pihaknya sudah
berupaya mengajukan anggaran ke Pemkab Kediri.
“ Namun semuanya sia-sia pengajuan yang kami ajukan tak
kunjung direalisasikan. Bahkan beberapa sekolah yang
mengajukan anggaran baru-baru ini justru malah disetujui
dan sekarang sudah terealisasi. Padahal jelas-jelas
kondisi yang ada di sekolahan kami cukup memprihatinkan,”
katanya pada RADAR Surabaya, Minggu (24/12)
Ditambahkan Anam, sebenarnya pasca pengajuan tersebut tim
ada dari Dinas Pendidikan Pemkab Kediri dan DPRD Kabupaten
Kediri turun dan berjanji akan segera merealisasikan,”
Namun setelah kami tunggu lama tak juga direalisasikan dan
semuanya tinggal janji,apalagi bangunan sekolahan ini
adalah bangunan tua yakni dibangun pada tahun 1927”
tambahnya.
Diungkapkan Anam, karena karena ruang kelas terbatas
dengan kondisi sangat memprihatinkan, sedang jumlah siswa
lambat laun semakin banyak, maka pilihan menempati tempat
sepeda dan gudang adalah pilihan terakhir.
“Di sekolah ini hanya ada enam ruang kelas, sedang jumlah
siswa
sampai saat ini sebanyak 275 orang. Tentu tidak mungkin
kalau enam ruang kelas itu kami paksakan untuk kegiatan
belajar 275 siswa,” papar Anam
Untuk satu ruang kelas idealnya bisa digunakan belajar
oleh sedikitnya 30 siswa, karena itu untuk mencukupi
kebutuhan belajar siswa lainnya, pihak sekolah mencoba
memanfaatkan tiga ruang kosong yang bisa untuk kegiatan
belajar, yakni tempat parkir sepeda, gudang barang-barang
keterampilan siswa dan ruang perpustakaan.
Sebanyak 50 siswa kelas II belajar di dua ruang terpisah,
yakni di tempat parkir sepeda dan ruang perpustakaan,
sedang 25 siswa kelas I belajar di gudang. Khusus untuk
siswa kelas II pihak sekolah menerapkan aturan secara
bergantian selama dua hari sekali. “Dua hari kelas II A
belajar di tempat parkir sepeda, sementara kelas II B
belajar di ruang perpustakaan. Ini berlaku bergilir dan
bergantian,” tandasnya.
Sementara itu Ayu Utami, seorang siswa kelas III,
mengeluhkan suasanabelajar yang dialaminya selama ini.
“Apalagi kalau ada teman-teman yang berolahraga sudah
pasti ruangkelas kami berdebu karena memang tempatnya
berada di samping halaman sekolah,” ujar Ayu yang belajar
di tempat parkir.
Menariknya meski ruang kegiatan belajar dan mengajarnya
darurat, namun siswa SDN I Kandat berkali-kali memperoleh
prestasi dan penghargaan baik di tingkat kabupaten maupun
propinsi.
Karena prestasi itulah, maka tidak hanya warga
Desa/Kecamatan Kandat
yang bersekolah di SDN I Kandat, tetapi ada juga warga
dari beberapa desa lainnya seperti Sumberjo, Karangrejo,
Selosari, Tegalan bahkan juga ada siswa dari beberapa desa
lainnya di Kecamatan Ringinrejo. (aro)

Ulang Tahun Hari Embok

Di Uncategorized dalam Desember 24, 2006 pada 06:20 am12
Peringati Hari Ibu Aktifis Perempuan Turun Jalan
*Kecam APBD Soal Anggaran Untuk Perempuan
KEDIRI-RADAR – Sedikitnya 30 aktifis perempuan yang tergabung dalam Aliansi Peduli Perempuan (APP), Jumat pagi ( 22/12) turun jalan k menuntut Pemerintah Kota Kediri (Pemkot) Kediri, lebih memperhatikan kaum perempuan. Sebab total anggaran untuk pemberdayaan perempuan dalam APBD 2007 hanya Rp90 juta
“Selama ini peran perempuan terkesan dikesampingkan. Pemerintah tidak punya perhatian sama sekali. kurang perhatian Pemkot Kediri terhadap perempuan dapat dilihat dengan minimnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD yang nilainya tak lebih dari Rp90 juta dalam satu tahun,” kata Alfi Zairoh, u koordinator aksi dalam orasinya di Alun-alun Kota Kediri pada RADAR Surabaya.
Jumlah tersebut lebih menurut Afi lebih sedikit dibandingkan dengan anggaran Persik Kediri yang mencapai rp15 miliar,” Anggaran Persik saja Rp15 miliar . Disinilah kurang perhatiannya pemerintah terhadap kaum perempuan,” tambah Afi yang juga mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri itu.
Padahal, lanjut dia, peran perempuan sangat signifikan, terutama keikutsertaannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain menyikapi masalah minimnya anggaran Persik yang tidak sebanding dengan pemberdayaan perempaun.
Dalam aksi itu, Alfi Zairoh, juga menyoroti permasalahan yang dihadapi kaum perempuan, mulai dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sampai maraknya lalu lintas perdagangan perempuan (trafficking).
“Eksploitasi terhadap perempuan seperti cendawan di musim hujan, padahal Undang-undang KDRT sudah lama diterapkan. Hal ini sebagai indikator lemahnya penegakan hukum di Indonesia,” ujarnya.
Oleh karena itu aktifis APP yang merupakan gabungan dari Unit Kegiatan Mahasiswa STAIN Kediri bersama PC Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) Kota Kediri mendesak Pemkot Kediri untuk merealisasikan program Pengarusutamaan Gender sebagaimana yang direkomendasikan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan.
Selain melakukan aksi, para aktifis dalam aksi tersebut juga membagi-bagikan sekuntum bunga dan selebaran berisi refleksi kaum perempuan kepada para pengguna jalan yang melintas di depan alun alun Kota Kediri Jl Panglima Sudirman, (aro)

Guru Nguyuh Ngadek !

Di Uncategorized dalam Desember 24, 2006 pada 06:20 am12
Kepala Sekolah SLTPN 6 Kediri Tersangka
*Selingkuh Di Hotel Diamankan Polisi Polwil
KEDIRI-RADAR- Drs Abdullah Mun’im SPd MPdi Kepala Sekolah SLTPN 6 Kediri menjadi tersangka dalam kasus perselingkuhan dengan salah satu guru SLTPN 6 Kml (inisial,red) dan kasusnya saat ini sudah dinyatakan P-21 oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk setalah berkasnya dilimpahkan Polwil Kediri.
Informasi yang diperoleh RADAR Surabaya , Mun’im diamankan petugas Polwil Kediri saat chek in di Hotel Sinta Kertosono Nganjuk sekitar pertengahan tahun lalu atas laporan seseorang. Diduga pihak yang melaporkan tersebut adalah oknum kepolisian yang tidak lain adalah suami Kml.
Karena statusnya PNS kedua orang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Kediri ini akhirnya diamankan untuk proses penyidikan.“ Saat ini kasusnya sudah P-21 dan sudah saya limpahkan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk. Tersangka kita kenai pasal 294 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara kata Kompol Gigih Swasana Kasubag Reskrim Polwil Kediri pada RADAR Surabaya, Jumat (22/12).
Anehnya setelah Mun’im diamankan, beberapa waktu kemudian muncul surat permintaan dari Yayasan Al Huda Kediri tertanggal 9 September 2006 yang intinya meminta Mun’im agar bisa diperbantukan menjadi staf pengajar di yayasan tersebut. Bak gayung bersambut, Wali Kota Maschut pada 20 Oktober 2006 meloloskan permintaan dari Yayasan Al Huda dengan SK Walikota Nomor : 800/142/419/2006. Keputusan walikota tersebut dikeluarkan setelah mendapat laporan kronologis dari Bawaskot.
“ Sejak keputusan itulah Pak Mun’im kita perbantukan di Yayasan Al Huda dan untuk Kepala Sekolah SLTPN 6 sementara digantikan PLT dari SLTPN I Kediri atas nama Noto. Tapi soal kasus pelolosan dia dipindah oleh walikota terus terang saya tidak tahu kasusnya,” kata Drs H Maki Ali yang terkesan menutup-nutupi kasus tersebut. (aro)
”Keduanya Telah Kita Pindah dan Itu Adalah Bentuk Hukumannya”
Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kepala Bawaskot Kediri Drs Bambang Sumaryono membenarkan kasus tersebut dan pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut .
”Selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) kami telah melakukan tugas kami. Berdasarkan penyelidikan yang kami lakukan keduanya terbukti bersalah dengan perbuatan melanggar moral,” kata Bambang pada RADAR Surabaya, Jumat (22/12).
Ditambahkan Bambang, bentuk hukuman kepada Mun’im dia dicopot dari jabatan kepala sekolah yang kemudian diminta oleh Yayasan Al Huda Kediri untuk mengajar di tempat tersebut. Sementara Kml dipindah dari guru SLPTN 6 ke Perpustakaan Pemkot Kediri.” Untuk proses hukum selanjutnya kami menyerahkan kasus tersebut kepada polisi yang menangani kasus tersebut,” tambah Bambang. (aro

Oh Brantasku Bagian II

Di Uncategorized dalam Desember 11, 2006 pada 06:20 pm12
Sungai Brantas Jernih dan Sehat Tinggal Kenangan (Bagian Kedua/ Tamat)
Semua Dibuang ke Sungai
* 90 Persen Sempadan Sungai di Perkotaan Menjadi Tempat Hunian
Mungkin kita perlu mencermati apakah lagu tradisional yang syairnya “ eee dayohe teko…eee beberno kloso,eee… klosone bedah, eee … tembelen jadah, eee jadahe mambu, eee… pakakno asu, eee…asune mati, eee…buangen kali….” Juga telah menjadikan mindset masyarakat kita (Jawa) sehingga ini kemudian menimbulkan pandangan yang menganggap bahwa sungai adalah tempat sampah besar dan karenanya harus dieksploitasi ?
Akibat pandangan yang keliru tersebut itulah, Sungai Brantas sepanjang 420 km yang menghidupi jutaan manusia dari Malang hingga ke Selat Madura yang harusnya dijaga, benar-benar dijadikan tempat membuang sampah, limbah dan berbagai macam kotoran lain. Akibatnya pencemaran merajalela, baku mutu air Sungai Brantas turun drastis.
Belum terlambat, seandainya semuanya merasa memiliki dan turut menjaga dan terus menerus memberikan penyadaran kepada masyarakat, pengusaha dan semua pihak yang memanfaatkan Sungai Brantas. Tugas ini bukan hanya tugas Perum Jasa Tirta pihak yang berwenang mengelola air di Sungai Brantas ini.
Dari perjalanan yang dilakukan RADAR Surabaya dengan naik perahu dari mulai kawasan Kali Tengah Kabupaten Gresik yang airnya masuk ke Kali Surabaya warna air sudah tak lagi bening seperti di Sumber Brantas di kaki Gunung Anjasmara Kota Batu Malang.
Bau anyir dan busuk yang menyengat hidung, air warna hitam menjadikan pemandangan yang menjijikkan. Peringatan Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi Pemkab Gresik dalam sebuah baliho besar di pinggir Kali Tengah seakan menjadi hiasan yang tidak perlu dihiraukan. Wal hasil semuanya terus dibuang ke sungai.
“Baku mutu air di Kali Tengah di daerah Gresik ini adalah kelas D. Dimana sudah tidak layak untuk digunakan untuk apapun. Bahkan untuk pengairan pertanian dipastikan tanaman akan mati,” kata Kabag Hukum dan Humas Perum Jasa Tirta I Wahyu Dutonoto pada RADAR Surabaya.
Bagaimana dengan air Kali Tengah yang akhirnya masuk ke Kali Surabaya yang juga merupakan kelanjutan Sungai Brantas , apakah menjadikan baku mutu Kali Surabaya masuk kelas D juga ?,” Untuk Kali Surabaya yang masuk dalam kewenangan gubernur, maka kelasnya bukan lagi D tetapi B. Yakni air baku dengan perlakuan khusus yang dapat digunakan untuk dikonsumsi dengan diolah lagi,” tambah Wahyu.
Meski masuk kelas B, dari pantuan RADAR Surabaya seharusya Kali Surabaya tidak masuk kelas B, tetapi C yakni hanya untuk pengairan pertanian. Sebab selaian tidak layak untuk dikonsumsi airnya juga sangat menjijikkan.Padahal air itulah yang hampir dikonsumsi oleh warga Surabaya dan sekitarnya
Semua sampah, limbah bahkan bangkai berbagai macam binatang banyak ditemukan di Kali Surabaya,” Karena banyaknya bangunan di sempadan sungai kita akhirnya tidak bisa melakukan pemeliharaan. Inilah yang menjadi kendala kita,” jelas Wahyu Dutononoto.
Dijelaskan Wahyu, saat ini khususnya di daerah perkotaan hampir 90 persen sempadan sungai ditempati rumah-rumah warga dan juga perusahaan-perusahaan yang kesemuanya illegal alias tidak memiliki ijin.
Berdasarkan data yang diperoleh RADAR Surabaya ada 53 perusahaan yang turut menyumbang limbah di DAS Sungai Brantas. Rincianya adalah sebagai berikut di Devisi JASA ASA I wilayah Kabupaten dan Kota Malang ada 16 perusahaan terdiri dari perusahaan penyamakan kulit, pabrik karet, pemotongan hewan, pabrik gula, rokok, tapioca, kertas dan limbah ternak babi.
Untuk Wilayah Kabupaten Tulungagung yang masa wilayah Devisi JASA V ada 5 perusahaan yang turut menyumbang limbah DAS Sungai Brantas yakni terdiri dari pabrik tekstil, pabrik kertas, pabrik gula dan ternak babi.
Sedangkan di Devisi JASA ASA III Kota/Kabupaten Kediri, Nganjuk dan Jombang ada 11 industri yang menjadi pantauan akibat limbang buangan yang ditiumbulkan. Antara lain , rumah pemotongan hewan, pabrik rokok, pabrik gula, pabrik kertas , IMP dan pabrik tapioca.
Di Devisi JASA ASA IV yang meilputi wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Surabaya ada 21 perusahaan/industri yang juga ikut mencemari Sungai Brantas. Antara lain terdiri dari , pabrik gula, kertas, MSG, tahu, tekstik, makanan, teh botol, perusahaan mur baut dan lain sebagainaya.
Pencemaran oleh perusahaan ini masih 40 persen dari total pencemaran yang ada di Sungai Brantas. Sementara 60 persen diproduksi oleh limbah domestik mulai dari limbah MCK terdiri dari ammonium, nitrat, fosfat, diterjen, bakteri koli dan limbah anargonik yang yang sulit diurai seperti logam dan plastik. Belum lagi ditambah limbah pertanian seperti pestisida dan pupuk buatan.
Sementara itu disoal bagaimana dengan bangunan yang ada di sempadan sungai apakah Perum Jasa Tirta juga memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban,” Itu adalah wewenang kita, namun karena banyak yang pihak yang kita hadapi akhirnya kita tidak bisa berbuat banyak melihat kenyataan seperti itu. Sebab ketika kita melakukan penggusuran maka akan berhadapan denga masyarakat, dengan LSM –LSM,” ujar Wahyu.
Dicontohkan Wahyu Perum Jasa Tirta pernah menggusur warga yang ada Kali Wonokromo khususnya yang bertempat tinggal diatas dam. Oleh warga korban penggusuran akhirnya Perum Jasa Tirta dituntut ganti rugi Rp12,5 miliar.
“Kejadian tersebut tahun 2004 dan sampai sekarang kasusnya belum selesai yakni masih kasasi di Pengadilan Tinggi. Di tingkat Pengadilan Negeri Surabaya kita menang. Makanya kita masih mencari akal bagaimana mengatasi masalah-masalah seperti ini,” terangnya.
Salah satu usaha yang dilakukan Perum Jasa Tirta I untuk melakukan penertiban adalah bekerjasa dengan pemerintah setempat untuk mengadakan penertiban,” Pemerintah daerah kan memiliki wewenang untuk melakukan penertiban berdasarkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Inilah yang menjadi andalan kita saat ini untuk penertiban,” katanya.
Selain menghadapi masalah limbah, Perum Jasa Tirta yang juga memiliki wewenang mengelola air juga banyak dirugikan oleh perusahaan yang memanfaatkan air Sungai Brantas.
“Banyak perusahaan yang enggan membayar padahal mereka sudah mengambil kemanfaatan dari Sungai Brantas. Sebut saja yang mokong antara lain PDAM Tulungagung, PDAM Sidoarjo dan lain –lain,” tambahnya.
Padahal selama ini Perum Jasa Tirta I menjual murah air kepada 100 perusahaan yang mengambil keuntungan besar dari pemanfaatan Sungai Brantas. Untuk PDAM Perum Jasa Tirta hanya mamatok harga Rp85 rupiah per m3, untuk industri Rp100 per m3 dan untuk PLN Rp38,- per Kwh.
“ Karena banyak yang bangkang inilah akibatnya biaya pemeliharaan tidak maksimal. Bayangkan dari Sungai Brantas kita hanya mendapatkan jasa kurang lebih Rp60 miliar per tahun, itupun sangat minim sebab yang kita pelihara tidak hanya air tapi juga bendungan-bendungan yang ada,” pungkasnya. (Imam Mubarok Muslim/ Tamat)

Oh Brantasku Bagian I

Di Uncategorized dalam Desember 10, 2006 pada 06:20 am12
Sungai Brantas Jernih dan Sehat Tinggal Kenangan (Bagian Pertama)
*Sumber Brantas Terancam
Jika kita melihat Arboretum Sumber Brantas atau cikal bakal Sungai Brantas yang terletak lebih kurang 18 km sebelah utara kota Batu tepatnya di Dukuh Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Malang. Maka yang ada dalam bayangan kita air Sungai Brantas yang menurut sejarahnya dibuat oleh Empu Baradah atas perintah Prabu Airlangga untuk memecah Kerajaan Kadiri menjadi dua bagian yakni Jenggala dan Panjalu adalah airnya jernih, sehat dan dapat diminum.
Namun sayang, bayangan itu hilang ketika RADAR Surabaya menjadi peserta Workshop dan Field Trip Peliputan Sumber Daya Air yang diadakan AJI Malang dan Perum Jasa Tirta I dengan menyusuri sungai yang mengalir melalui kota Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, Surabaya dan bermuara di selat Madura sejauh 420 km.
Air Sungai Brantas khusunya di Kali Surabaya sudah berubah warna dan rasanya. Dan semua itu dikarenakan akibat pencemaran yang merajelela, dimana hampir 60 persen diakibatkan limbah domestik dan 40 persen lainya oleh limbah industri.
Atas kenyataan itu berbagai prediksi bermunculan, salah satunya hasil Simposium Lingkungan pada 13 September 2006 lalu di Jakarta. Bahwa pada tahun 2015 Pulau Jawa akan mengalami krisis air yang sangat serius. Dimana ketersediaan air hanya 30,569 juta m3 per tahun, jauh di bawah kebutuhan air penduduk yang jumlahnya 164,672 juta m3 per tahun.
Krisis air ini terjadi juga sebagai akibat hilangnya “habitat air” dimana sebenarnya air memiliki tempat hidup dan habitat. Air hidup di akar – akar pohon, di danau-danau, di situ-situ, di alur-alur sungai. Dan sekarang habitat air itu di rusak, situ-situ diuruk menjadi industri, mal-mal dan pemukiman mewah.
Kenyataan pahit itu setidaknya tidak hanya terjadi di sepanjang aliran Sungai Brantas yang kemudian dicemari oleh penduduk yang bertempat tinggal di sempadan sungai dan industri-industri yang ada di sekitarnya. Tetapi juga di Arboretum Sumber Brantas atau cikal bakal Sungai Brantas yang terletak di sebelah timur kaki Gunung Anjasmoro Kota Batu Malang.
Penebangan hutan liar dan diubah menjadi lahan-lahan pertanian semakin merajelela. Dan saat ini yang bisa dilihat hanyalah pemandangan gunung gundul yang tanahnya berjenis andosol dengan tekstur debu dan strukturnya remah, solum tebal, siap merenggut nyawa warga sekitar jika terjadi longsor akibat hujan .
Akibat penebangan liar itu air di Sumber Brantas yang berada pada 1580 diatas permukaan air laut itu yang dulunya mampu menghasilkan 12 liter per detik kini hanya 2,5 liter per detik. Tidak hanya itu suhu udara yang sebelumnya 10,22 derajad celcius kini tidak dingin lagi sebab suhu udaranya hampir mencapai 28 derajad celcius
“ Sebenarnya kita sudah memberikan penyadaran kepada masyarakat betapa pentingnya melestarikan lingkungan demi anak cucu nantinya. Gerakan penghijauan juga sering kita lakukan, namun ketika tanaman sudah mulai besar dan menutupi lahan tanaman pertanian khususnya tanaman keras oleh pemilik lahan malah ditebang, ini yang menjadi problem serius kita,” kata Samsul Hidayat Kasub Devisi Jasa Air ASA 1/1 Arbeterum Tugurejo Bumiaji Kota Batu Malang pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Samsul, untuk mengatasi masalah-masalah tersebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Antara lain rehabilitasi mata air Sumber Brantas yang dimulai tahun 1982. Pembebasan lahan seluas : ± 11 Ha pada tahun 1983 melalui ganti rugi oleh Proyek Brantas dan pada tahun 1995 ada tambahan lahan seluas ± 1 ha melalui ganti rugi oleh Perum Jasa Tirta.
Penanaman pohon penghijauan mulai dilaksanakan secara simbolik pada tahun 1983 berupa 22 ( dua puluh dua) jenis tanaman kayu dan 1 (satu) jenis tanaman buah, kemudian tahun 1985 penanaman pohon dilanjutkan secara bertahap sampai dengan saat ini.
Pelaksanaan penanamam pohon dilakukan oleh tamu-tamu dinas yang berkunjung ke Arboretum Sumber Brantas, dan nama penanam diabadikan untuk melengkapi data nama pohon yang ditanam dimana di lahan 12 hektar tersebut diharapkan mampu menampung 10.000 pohon.
Jumlah pohon yang telah ditanam di Arboretum sampai dengan saat ini telah mencapai lebih kurang 3.200 pohon, dengan jenis-jenis tanaman sebagai berikut Kaju manis (Cinnanonum burmani) , Kayu Putih (Eucalyptussp) , Gagar (Fraxinusgriffiti),Cemara duri (Araucariasp), Cemara gunung (Casuarinajunghuhniana),Cemara pine trees , Kina ( Chinchona sp ) ,Cempaka/Locari (Michelia champaka) Senaon (Albizziafalcata).
Pinus (Pinus merkusii) Waker Kaspanye Elo (Ficus glomerata), Klampok (Eugenia Sp ) , Pule (Alstoniasp) , Beringin (Ficus benjamina) Dadap Duri (Erythrina sp ) , Bendo (Entada phaseoloides) ,Dadap minyak (Erythrina Sp) Klerek(CurciligoSp) ,Mahoni (Swietenia mahagoni) , Mindi (Meliaazedarach).
Oliander Salam (Eugeniapolyantha) , Tarena (Tarenna laxiflora) , Wadang (Pterospermumjavanicum) , Damar (Agathis alba) , Kemi (Aleurites moluccana) , Bottle brush (Callistemon sp) , Cannon ball (Couroupitageuanensis) , Kakrok (Curciligo archioides ) Kesek tanjang (Dodoneae angustifolia) Juwet (Eugenia cumini) , Ketapang (Ficus pandurata)
Tanjung (Mimusop elengi) Apokat (Persea americana) Puspa (Schima norohnae) , Suren (Toonasureni)
”Namun inipun belum mencukupi, karena terbatasnya dana jika ingin daerah disekitar Sumber Brantas hijau kembali, karena ganti rugi yang diminta warga sangat tinggi. Namun kita tetap akan berusaha agar bagaimana air di Sumber Brantas ini tetap mengalir demi anak cucu kita nanti,” tambahnya.
Sebagaimana disinggung di atas salah satu habitat air bagi kita adalah sungai, sungai merupakan sumber daya alam air permukaan yang menyediakan air cukup besar dan memiliki ciri yang khas, yakni mengalir tanpa batas –batas wilayah administrasi.
Dengan melihat potensinya yang cukup besar, sungai sangat memiliki arti penting bagi manusia dan makhluk hidup lainya karena merupakan sumber daya alam yang bepotensi ekonomi dan ekologis yang dapat menunjang kesejahteraan maupun keberlangsungan hidup dirinya dan makhluk hidup lainya. Pertanyaan besarnya adalah, apakah kita akan mewarisi kepada anak cucu kita i dengan air limbah akibat keserakahan kita ? (Imam Mubarok Muslim/Bersambung)

Normal

Di Uncategorized dalam Desember 7, 2006 pada 06:20 am12
Diperiksa Psikiater 1.5 jam, Irfan Pelaku Pembunuhan Balita Dinyatakan Normal
KEDIRI–RADAR- Irfan Efendi (12) tersangka pembunuhan Fisal Amanullah (4) Kamis (7/12) menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa di RS Bhayangkara Kota Kediri. Bocah kelas 6 SDN Sidomulyo Kecamatan Semen itu diperiksa Kompol Dr Ronny Subagyo SpKj selama 1.5 jam di ruang psikiatri.
”Setelah melakukan serangkaian tes seperti wawancara dan menyuruh Irfan menggambar, saya tak mendapatkan tanda-tanda gangguan jiwa pada anak itu. Ia melakukan hal itu, karena jengkel dan marah kepada korban,” ungkap Ronny Subagyo seusai memeriksa kondisi kejiwaan tersangka pembunuhan itu.
Irfan tiba di RS Bhayangkara pukul 10.45 didampingi dua penyidik Satuan Reskrim Polres Kediri. Ia mengenakan seragam sekolah batik biru, dan celana cokelat. Sejumlah wartawan yang menunggu di pintu gerbang, kecolongan meliput kedatangan Irfan.
Kedatangan tersangka baru diketahui setelah Ny Supraptini (41) duduk di depan ruang psikiatri. Ibu dua anak itu, hanya bisa menutupi wajahnya ketika ditanya keberadaan IRF. ”Ia sudah masuk ke dalam ruang dokter bersama ayahnya,” ungkapnya sambil beranjak menuju ke dalam ruangan.
Seperti diberitakan, Irfan merupakan tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan dengan korban Fisal Amanullah, warga Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kediri, Selasa (5/12) sore.
Korban pembunuhan ditemukan di dalam mobil VW Combi yang diparkir di dalam gudang bengkel milik Suwardi. Saat ditemukan, korban sudah tak bernyawa. Dugaan sementara, pembunuhan dilakukan karena tersangka jengkel dan marah kepada korban karena sering diejek dengan kalimat goblok.
Kini tersangka Irfan diamankan di Mapolres Kediri guna dilakukan penyidikan. Pemeriksaan kondisi kesehatan jiwa Irfan dilakukan dengan didampingi kedua orang tuanya. Awalnya hanya Irfan yang duduk berhadapan dengan Dr Ronny di dalam ruang konsultasi berukuran 3 x 3 m2.
Setelah berbicara sekitar 15 menit, Irfan kemudian didampingi Ahmad Yani, ayah kandungnya. Pemeriksaan yang melibatkan ayah kandung itu, berjalan selama 30 menit. Selanjutnya, sulung dua bersaudara itu didampingi Supraptini hingga pemeriksaan selesai sekitar pukul 12.30 .
Selanjutnya tersangka dibawa kembali ke Mapolres Kediri. ”Anak ini hanya berkembang pada lingkungan yang pola asuhnya cukup keras,” kata dr Ronny mencoba menganalisa kejiwaan Irfan.
Ia melanjutkan, pola asuh yang cukup keras kemudian ditambah tayangan-tayangan kekerasan di media cetak maupun elektronik seperti smack down, sangat berdampak bagi perkembangan Irfan. Dalam terori perkembangan, seusia Irfan merupakan fase identifikasi atau mencari idola.
Nah karena sering menonton smack down, maka Irfan terinspirasi gulat ketika marah. ”Tersangka ini jengkel atau marah karena korban tidak hormat pada orang lebih tua,” terangnya.
Irfan tak bisa menahan kejengkelannya, hingga terjadi tragedi memilukan Selasa (5/12) sore. Soal perasaan tidak merasa bersalah, mandi, kemudian berangkat mengaji, menurut dr Ronny, bukan tanda-tanda psikopatologi. Itu hanya kecenderungan kelainan jiwa. ”Hal itu bisa dianalisa ketika umurnya mencapai 18 tahun,” tukasnya.
Dr Ronny mengimbau, kepada orang tua harus mewaspadai tayangan-tayangan kekerasan di televisi. Jika tak ada pembatasan, akan merangsang anak-anak untuk terinspirasi dengan tayangan itu. Seperti alibi tersangka yang mengaku melihat dua orang mendatangi Fisal, menurut Irfan hal itu diperolehnya dari membaca koran.”Orang tua setidaknya harus memperhatikan ini. Sebisa mungkin anak-anak merasakan benar kasih sayangnya,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Didit Prihantoro, mengatakan, pihaknya memang membawa IRF ke psyikiater. Ini dilakukan guna mengetahui kondisi kejiwaan bocah itu. Jika kesehatan jiwanya normal maka penyidikan berjalan terus. Ia akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara ”Kita akan berkoordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan) Kediri untuk mendampingi pemeriksaan tersangka,” ungkapnya.
Sementara itu, orang tua tersangka akhirnya pindah dari rumahnya di dekat rumah korban. Sejak Rabu kemarin, kondisi rumah keluarga Ahmad Yani dalam kondisi kosong. Pindahnya orang tua Irfan dipicu penolakan pihak keluarga korban ketika hendak melayat saat pemakaman Fisal, Rabu pagi.
Sedangkan untuk mendukung moral Irfan selama menjalani penyidikan, pihak orang tua tersangka akan mengadu ke Komnas Anak di Jakarta. ”Memang benar, tetapi silakan tanya kepada pengacara kami,” pinta Ahmad Yani.
Dihubungi terpisah M Ridwan SH, kuasa hukum tersangka Irfan , membenarkan rencana itu. ”Memang benar ada rencana itu, tetapi kita lebih memfokuskan pada pendampingan Irfan,” jawab Ridwan (aro)

Pelaku dan Korban Adalah Korban

Di Uncategorized dalam Desember 6, 2006 pada 06:20 am12
Irfan Nakal Sejak Kelas Satu dan Maniak Nonton Smackdown
Tidak ada turunan pembunuh, lahir dari seorang ibu bernama Supraptini (41) yang keseharian ahli dalam membuat sate dan ayah yang bernama Ahmad Yani (38) bekerja sebagai makelar. Irfan Efendi (12) pembunuh berdarah dingin yang tega menghabisi Fisal Amanullah (4) tetangga sendiri ternyata korban tontonan smackdown di salah salah satu TV swasta yang saat ini menui kritik.
Setidaknya itulah pengakuan Supraptini sang ibu yang melahirkan Irfan yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatnya itu diusia menginjak remaja.
“Kami tidak memiliki televisi, sebab uang baru saja untuk membeli rumah yang baru kita tempati tiga bulan ini. Untuk mencari hiburan Irfan biasa menonton televisi di rumah para tetangga sejak acara itu mulai ditayangkan di televise. Namun setelah mendengar banyak korban yang terluka karena ditirukan anak-anak dia mulai saya batasi melihat acara smackdown,” kata Supraptini pada RADAR Surabaya.
Larangan dari ibunya untuk menonton smackdown teryata bukan sesuatu yang harus dipatuhi oleh Irfan. Sebab ternyata ia berulang kali lewat jalan belakang untuk kembali menonton.
“ Padahal ketika saya panggil pulang saya selalu membawa sapu dan saya hajar agar tidak menonton tayangan yang membahayakan itu. Namun ia tetap saja bandel meski saya hajar habis-habisan,” jelasnya.
Apakah Supraptini juga sering melakukan kekerasan pada kedua anaknya yakni Irfan Efendi (12) dan Hafid Pranari (11) diluar kesalahan anak-anaknya menonton smackdown,”Dia sering saya hajar kalau bertengkar dengan adiknya atau sebaliknya adiknya saya hajar jika mengajak bertengkar dengan kakaknya. Kadang saya gebuk dengan sapu, saya cubit,” aku Supraptini.
Lalu apakah itu membuat jera mereka,” Tidak dia malah menjadi jadi biasanya,” tukasnya. Lalu bagaimana akibat dampak dari itu semua akhirnya melahirkan anak yang bandel dan suka kekerasan dengan bukti tega membunuh Fisal anak usia empat tahun ?
“ Saya belum yakin dan tidak akan percaya jika Irfan anak saya melakukan pembunuhan sekeji itu. Pokoknya apapun kenyataanya saya tidak akan percaya, karena saya tidak mendidik seperti itu,” ujar Suppartini berkali-kali membantah perbuatan anaknya itu.
Keterangan beberapa tetangga tersangka termasuk salah satunya Ketua RT 03 RW 03 Suprayitno Prihadi, Irfan nakal akibat pergaulan yang tidak jelas,” Orang tuanya rumahnya selalu berpindah-pindah dan kurang mendapat perhatian karena orang tuanya sibuk sendiri-sendiri sehingga karakternya terbuktur dari lingkungan yang berbeda-beda,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Sukirno Kepala Sekolah SDN Sidomulyo Kecamatan Semen pada RADAR Surabaya, Rabu (6/12),” Sebenarnya anak itu sudah ada perbaikan berkaitan dengan tingkah lakunya. Memang dulunya dia sangat nakal sekali khususnya mulai kelas satu, bentuk kenakalan itu antara lain suka mengajak berkelai dengan temannya dan kadang suka berani kepada bapak ibu gurunya, selain itu dia juga kurang pandai dibandingkan teman-temannya yang lain” kata Sukirno.
Dirinya mengaku kaget ketika mendengar kabar bahwa anak didiknya tersebut kini harus menjadi tersangka pembunuhan,” Saya sebenarnya tidak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Tapi apalah daya kami sebab ketika pulang dan tidak sekolah kami juga tidak bisa memantau anak tersebut,” tambah Sukirno.
Bagaimana dengan tanggapan teman-temannya seperti diungkapkan Sukirno Kepala Sekolah SDN Sidomulyo Kecamatan Semen ?,” Iya mas dia suka main smackdown. Pernah suatu ketika saya di smackdown hingga mata saya bengkak. Ulah itu tidak hanya dilakukan kepada adik-adik kelasnya tapi juga sesama teman sekelasnya,” kata Riyo siswa kelas V yang pernah menjadi korban Irfan.
Hafid Pranari adik Irfan yang juga siswa kelas V SDN Sidomulyo Semen ditemui RADAR Surabaya juga terkesan bandel. Saat ditemui ia sedang menawar-nawar gambar tokoh-tokoh smackdown yang masih dijual bebas di sekolah tersebut meski kepala sekolah telah membuat larangan agar para pedagang tidak menjual,” Saya ndak mau ikut-ikut mas Irfan dan saya tidak tahu apa yang dilakukan mas Irfan kemarin karena saya waktu itu sedang mengaji,” sambut Hafid sebelum RADAR Surabaya melayangkan pertanyaan padanya.
Sementara itu psykiater RS Bhayangkara Kediri Kompol dr Rony Subagio SpKjSmackdown menyatakan bahwa kenekatan yang dilakukan Irfan itu adalah akibat IQ nya yang rendah. Dimana cirri-ciri IQ rendah adalah kejiwaanya labil, cepat marah atau tersinggung dan juga gampang meniru
” Tayangan smackdown ini adalah dampak, dimana karekter pelaku ini terbentuk karena kecerdasan yang rendah dan anak yang kecerdasanya rendah karakternya biasanya gampang emosi. Makanya perlu pemeriksaan lebih lanjut terhadap Irfan sendiri, dan kami siap menunggu kapan polisi membawa ke rumah sakit. Selain itu kami himbau kepada orang tua agar melarang tayangan-tayangan di televis yang bersifat kekerasan salah satunya smackdown ini,” katanya
Sedikit diketahui smackdown adalah sebuah program hiburan wrestling yang merupakan bagian dari World Wrestling Entertainment (WWE). Di Amerika Serikat, Smackdown! lazim dikenal dengan nama WWE Friday Night SmackDown.
Smackdown kini tidak hanya ditayangkan di AS, tapi juga berbagai negara lainnya seperti Kanada, Australia, Britania Raya, dan Indonesia. Smackdown seringkali disebut sebagai “B shownya” WWE (Monday Night RAW lebih sering dirujuk sebagai “A shownya” WWE).
Di AS, Smackdown biasanya direkam pada hari Selasa setiap pekan dan ditayangkan hari Jumat malam pada pekan yang sama. Smackdown ditayangkan pertama kali pada tahun 1999. Smackdown ditayangkan di Indonesia sejak tahun 2000; pada waktu itu ditayangkan di RCTI, dan sejak saat itu Smackdown kerapkali berpindah stasiun TV, antara lain TPI dan terakhir di Lativi. Namun karena banyak memakan korban khususnya anak banyak pihak banyak yang menuntut agar tayangan tersebut dihentikan karena tidak mendidik. (Imam Mubarok Muslim)

Kehilangan

Di Uncategorized dalam Desember 6, 2006 pada 06:20 am12
Teman-Teman Sekolahnya Tahlilkan Fisal
* Tiga Hari Sebelum Meninggal Ngalem Saat di Sekolahan
Rasa kehilangan atas meninggal Fisal Amanullah (4) tidak hanya dirasakan keluarga korban. 80 anak siswa TK Kusuma Mulia Petok I Kecamatan Mojo Kabupaten mengaku juga merasa kehilangan teman yang dikenal sebagai anak periang, pintar dan pemberani itu. Bahkan untuk mengenang Fisal mereka menggelar tahlil yang dipimpin oleh para guru.
“ Tadi semua teman-temanya sudah membacakan Tahlil dengan dipimpin para guru. Saya berikan penjelasan kepada anak-anak kalau Fisal telah berpulang menghadap Allah dan dioakan agar masuk Surga,” kata Mashitoh guru kelas Fisal.
Ditambahkan Mashitoh di kelas nol kecil, Fisal merupakan anak yang cerdas dan pandai bernyanyi seperti yang diungkapkan Dewi Ratnasari ibuda Fisal,” Dia duduk paling depan sendiri, jadi setiap ada pertanyaan selalu paling dahulu menjawab pertanyaan,” tambahnya.
Bahkan tiga hari sebelum meninggal Fisal terlihat aneh dari hari-hari biasanya,” Saya dan guru-guru yang lain baru sadar ternyata keanehan Fisal itu merupakan tanda-tanda perpisahan dengan kami para guru dan teman-temannya di sekolahan,” kata Mashitoh sambil meneteskan air matanya.
Keanehan yang ditunjukkan Fisal tersebut antara lain, belum diperintah menyanyi ia terlebih dahulu maju ke depan menyanyi. Dan lagu yang paling disukai Fisal di sekolah adalah Bintang Kecil ,” Tidak hanya itu PR belum waktunya ditumpuk sudah ia selesaikan,” jelasnya.
Keanehan yang lain juga sempat menjadi pengamatan guru yang lain. Yakni tiga hari sebelum meninggal Fisal terlihat ngalem dengan ibunya Dewi Ratnasari yang selalu menungguinya di kelas,” Dia minta gendong pada ibunya meski pada jam pelajaran. Padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti itu dan itu lagi-lagi baru kita sadari setelah Fisal tidak ada,” kata Khalimah guru Fisal yang lain pada RADAR Surabaya. (Imam Mubarok Muslim)

Tuntut Hukuman Mati

Di Uncategorized dalam Desember 6, 2006 pada 06:20 am12
Dikubur di Belakang Rumah di Pemakaman Keluarga
*Ibunya Tuntut Irfan Dihukum Seberat-Beratnya
Suasana duka masih nampak menyelumuti rumah keluarga Fisal Amanullah ( bukan M Faisal Amrullah seperti yang tertulis kemarin) bocah berumur empat tahun yang tewas secara mengenaskan ditangan Irfan Efendi (12) tetangganya sendiri akibat diejek dengan kalimat goblok. Sanak saudara yang rumahnya jauh masih terus berdatangan menyampaikan ucapan bela sungkawa pada keluarga Fisal.
Ditemui RADAR Surabaya di rumah duka, Dewi Ratnasari (21) ibunda Fisal nampak tegar meski anaknya baru saja dimakamkan di pemakaman keluarga belakang rumahnya. Dewi memperisilahkan RADAR Surabaya bertanya tentang anak pertamannya tersebut.
“ Silahkan mas, Fisal baru saja dimakamkan kira-kira tadi jam 06.30. Alhamdulillah semua berjalan lancar, sebab kalau pemakaman menunggu saudara yang jauh-jauh kelamaan, apalagi menunggu bapaknya yang masih perjalanan dari Batam,” kata Dewi dengan tegar menceritakan prosesi pemakaman Fisal.
Fisal Amanullah adalah pertama dari dua bersaudara anak pasangan Dewi Ratnasari (21) dan Joni Dwi Cahyono (27), adik Fisal Nuriwana Nisa Zara’ masih berumur 1,5 tahun.
Atas meninggalnya Fisal yang baru duduk di bangku Sekolah Taman Kanak-Kanak Kusuma Mulia kelas nol kecil Dewi mengaku sangat kehilangan,” Siapapun ibu yang ditinggal mati anaknya pasti akan seperti yang saya alami. Apalagi kematian anak saya sangat tidak wajar dan mengenaskan. Oleh karena itu tuntutan saya hanya satu nyawa harus dibayar dengan nyawa, Irfan harus dihukum mati,” pinta Dewi.
Ditambahkan Dewi, dalam keseharian Fisal adalah anak yang penurut dan rajin dalam belajar. Diusianya yang baru empat tahun anak kelahiran 7 April 2003 ini sudah cukup pandai.
” Dia sudah bisa menulis meskipun belum lancar, pandai bernyanyi, sudah cukup banyak lagu yang telah dihafalnya. Tidak hanya lagu-lagu yang diajarkan di sekolahannya saja tetapi juga lagu-lagu campursari dan yang paling disuka lagu yang judulnya Iwak Louhan,” ujar Dewi mengenang tentang keseharian Fisal.
Meski bertetangga dekat, menurut Dewi anaknya Fisal jarang bermain dengan Irfan. Seperti diketahui keluarga Irfan bertetangga dengan keluarga Dewi baru tiga bulan lalu.
“ Anak saya tidak begitu akrab dengan Irfan, si Irfan itu kayak anak hilang kalu dirumah. Sebab kedua orang tuanya jarang dirumah akhirnya seperti anak tidak terurus,” jelasnya.
Menurut Dewi seandainya anaknya pada sore itu tidak bermain ke bengkel milik Suwardi tempat dimana Fisal dibantai tentunya anaknya tidak akan mengalami nasib yang begitu tragis.
“Sore itu saya dan keluarga lagi duduk-duduk di beranda rumah dan irfan bermain sepeda. Dia sempat pamitan main ke rumah Deni temannya TK. Namun karena Deni tidak ada di tempat akhirnya dia pamitan cari buah kersen di belakang rumah pak Suwardi. Dia berjalan kaki karena mengaku capek naik sepeda,” ungkap Dewi.
Setelah ditunggu hingga sore tidak pulang- pulang, Dewi sang ibu sempat bertanya pada Supraptini (41) ibu tersangka Irfan. Karena menjawab tidak tahu akhirnya sang kakek Suhadi (70) mencari kesana kemari.
Hingga akhirnya saat Suhadi (70) mencari sang cucu di bengkel milik Suwardi tetangganya ia melihat darah menetes di bagasi mobil VW Kodok milik Suwardi (45).
Setelah dibuka dengan meminta bantuan Suwardi tubuh Fisal yang juga cucu Suhadi sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan mengalami luka jeratan pada leher, bekas pukulan benda tumpul pada paha, dan goresan silet pada tangan dan leher.
“Dikabari anak saya mati saya langsung lari ke TKP, saat saya datang bapak saya sudah menggendong Fisal yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Namun akhirnya dilarang dibawa pulang oleh beberapa warga menunggu polisi datang karena beberapa warga lapor ke Polsek Mojo. Saat itu saya bagaikan disambar petir di siang bolong,” kata Dewi.
Disoal kapan memberitahukan perihal nasib anaknya yang meninggal secara mengenaskan kepada suaminya,” Beberapa saat setelah anak saya ditemukan keluarga langsung menghubungi suami yang bekerja di Batam sebagai instalatir listrik. Dia sempat kaget dan ingin segera pulang, namun kerena jadwal penerbangan jam segitu di Batam tidak ada akhirnya perjalanan pulang ditunda, dan Insya Allah nanti sudah datang,” katanya.
Sementara itu Irfan Efendi tersangka yang duduk di kelas VI SDN Sidomulyo Kecamatan Semen, hingga kemarin masih diperiksa Sat Reskrim Polres Kediri. Keterangan dari Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Didit Prihantoro dikonfirmasi saat RADAR Suraabaya menyatakan tersangka saat ini masih diperiksa dengan didampingi pensehat hukumnya M Ridwan.
“ Hasil pemeriksaan tersangka sudah merencanakan membunuh Fisal karena dendam sering diolok-olok. Pembunuhannya sendiri dilakukan usai mencari buah karsen, setelah turun Fisal dibekap hingga pingsan. Setelah pingsan korban dibawa kedalam mobil VW Kodok milik Suwardi yang kebetulan saat itu sedang sepi,” kata Didit.
Ditambahkan Didit, setelah berhasil dibawa masuk tersangka berusaha bagaimana cari menghabisi nyawa Fisal,” Dia menemukan tali rafia dibawah setir mobil kemudian dia gunakan untuk menjerat Fisal hingga akhirnya tewas. Tidak puas melihat Fisal yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa Irfan juga melukai kaki, tangan, dan leher korban dengan menggunakan silet yang ia temukan dalam kotak peralatan mobil,” jelasya.
Untuk sementara Fisal ditahan di ruang penyidikan sambil menunggu koordinasi Badan Pengawasan Lapas. Terkiat akan dijerat pasal-pasal yang menjerat tersangka atas perbuatan sadisnya. Didit mengaku belum bisa memberikan penjelasan,” Tunggu mas kita pelajari kasusnya,” katanya( Imam mubarok)

Dobok Kowe…! Berujung Maut

Di Uncategorized dalam Desember 5, 2006 pada 06:20 am12
Dibilangi Goblok, Bocah 9 Tahun Bunuh Teman
KEDIRI-RADAR- Hanya karena sering diejek dan diolok-olok goblok, Irfan Efendi (12) siswa kelas VI SDN Sidomulyo Semen, tega membunuh Mohammad Fisal Amanullah (4) tetangganya warga Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kediri, Selasa (5/12).
Saat ditemukan kali pertama oleh Suhadi (70) di bagasi mobil VW Combi di bengkel mobil milik Suwardi (45) tetangganya ,tubuh korban yang juga cucu Suhadi sudah dalam kondisi tidak bernyawa . Putra pasangan Joni Suprayitno dan Dewi Ratnasari itu itu mengalami luka jeratan pada leher, bekas pukulan benda tumpul pada paha, dan goresan silet pada tangan.
“ Kami sudah mengamankan Irfan. Dia diduga membunuh Fisal, karena diejek korban,” ungkap Kapolres Kediri AKBP Aris Wahyu S, dihubungi melalui telepon, Selasa (5/12)
Sementara itu, menurut Suwardi, penemuan jenazah berawal ketika dia hendak menutup bengkel sekitar pukul 16.00. Setelah selesai menutup bengkel tiba-tiba muncul Suhadi, kakek Fisal dari kejauhan,” Ia mengaku kehilangan cucunya. Kemudian bertanya kepada saya tetapi saya jawab tidak tahu,” ungkapnya.
Suhadi tak putus asa. Selanjutnya, ia berusaha mencari cucu kesayangannya di sekitar bengkel. Pada saat melintas mobil VW Combi di depan bengkel, Suhadi melihat ceceran darah. Ia kemudian meminta bantuan Suwardi untuk membuka begasi mobil.
Di dalamnya, mayat Fisal ditemukan dalam kondisi luka parah. Melihat cucunya mati mengenaskan Suhadi tak kuat melihat kenyataan itu, Suwardipun langsung mencari pertolongan, termasuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Mojo.
Selisih 30 menit kemudian polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil sementara, korban meninggal akibat pukulan benda tumpul, dan goresan senjata tajam. Pada leher korban ditemukan jeratan tali rafia.
Sedangkan pada paha terdapat luka pukulan benda tumpul. Sementara pada pergelangan tangan terdapat goresan silet. Pembunuhan sadis itu menggemparkan desa berpenduduk sekitar 500 kepala keluarga (KK) itu. Dewi, ibu korban, berteriak histeris melihat putra pertamanya terkapar.
Polisi sempat kebingungan mencari pelaku pembunuhan. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan saat di TKP. Salah satunya, irfan, teman korban. Saat itu, ia mengatakan, sempat bermain dengan Fisal. Ketika itu ada dua orang mengendarai motor.Satu mengenakan helm teropong, dan seorang lagi mengenakan masker.,” Seorang diantaranya mengasihkan uang Rp2 ribu kepada Faisal. Setelah diberi uang itu, Faisal hilang,” tutur irfan sebelum akhirnya diamankan.
Ternyata pengakuan Irfan kepada polisi dan sejumlah wartawan hanya untuk mengelabuhi. Setelah didesak petugas kepolisian, akhirnya Irfan mengakui kalau hal itu perbuatannya. Bahkan Irfan berdasarkan keterangan polisi, sempat berangkat mengaji.
”Kita langsung mengamankan tersangka untuk dimintai keterangan,” kata Kapolres AKBP Aris Wahyu S setelah mengamankan tersangka sekitar pukul 21.30 . Sebelumnya, sekitar pukul 19.30 , jenazah korban dibawa ke RSUD Gambiran untuk dilakukan otopsi. Menurut rencana jenazah akan dimakamkan hari ini Rabu (6/12) sekitar pukul 09.00 (aro)

Profesional 44

Di Uncategorized dalam Desember 4, 2006 pada 06:20 am12
4 Jam 4 Rumah di Kecamatan Mojoroto di Maling
Akibat Konsentrasi Polisi Menjaga Pertandingan Persik v Persibo 
KEDIRI-RADAR- Prestasi tersendiri dalam waktu empat jam pada Minggu (3/12)  antara pukul 15.00 – 19.00 diduga pencuri yang yang sama berhasil mengobok-obok empat rumah warga yang ditinggalkan penghuninya bepergian di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.            

 Uang jutaan rupiah, perhiasan, BPKB, HP, VCD/DVD amblas dibawa kabur si pencuri yang memanfaatkan lengahnya petugas saat menjaga pertandingan Persik v Persibo di Stadion Brawijaya
Kediri

pemilik rumah rata-rata mengetahui rumahnya dibobol maling setelah pulang dari bepergian antara pukul 22.00 malam, Minggu (3/12). Para korban sial tersebut antara lain Sugiaminanto (40) Warga Perum Griya Indah Permatasari  Lirboyo Kota
Kediri. Sebuah HP, uang tunai Rp 1 juta dan telpon rumah berhasil digasak pencuri di kamar rumah korban saat ditinggalkan bepergian ke Tulungagung

Korban kedua, rumah milik Ir Sudarsono (57) warga Jl Penanggungan  Gang Pemandian No 01 Kota Kediri atau berjarak 200 meter dari rumah korban pertama. Si pencuri berhasil masuk dengan cara merusak pintu pagar rumah dan pintu rumah korban dengan cara dirusak seperti kasus pertama.           
 Setelah berhasil masuk pencuri berhasil menggasak perhiasan milik Sutik (45) istri korban yakni berupa perhiasan (gelang,kalung, cincin,anting-anting) seberat 40 gram dan uang  tunai Rp600 ribu. Barang-barang berharga tersebut menurut Sutik ia simpan di bawah baju di almari kamarya.” Rumah memang kosong karena saya menjenguk anak di Malang, kita tahu rumah dibobol maling ya ketika kita pulang itu,” kata Sutik pada RADAR
Surabaya.
           
 Korban ketiga tak kalah sial dengan korban kedua, dia adalah Hariadi (55) warga Jl Penanggungan No 11/H RT 33 RW 07. Rumah ditinggalkan karena mengantarkan anaknya ke Bandara Juanda Surabaya yang akhirnya juga harus menjadi korban maling. Uang tunai Rp6.400.000, HP Nokia 6030, BPKB dua sepeda motor, CPU komputer, VCD/ DVD player dan tas kulit perempuan yang menurut keterangan korban mahal juga dibawa kabur maling.           
 Korban terakhir adalah rumah keluarga Agus Winarno (40) Pegawai BRI Cabang Kediri warga Perum Mojoroto Indah M2-8 Kota Kediri yang berjarak 1 km dari rumah korban ketiga. Uang  tunai Rp 1 juta, perhiasan emas senilai Rp1,5 juta juga amblas dibawa kabur pencuri saat si pemilik rumah putar-putar keliling kota Kediri.          
  Kontan kejadian ini membuat meradang jajaran kepolisian wilayah hukum Polresta
Kediri khususnya Polsekta Mojoroto. Bahkan Kapolsekta Mojoroto AKP Irwantono yang baru menjabat 2 bulan menjadi kapolsek saat dikonfirmasi mengaku malu dengan kejadian tersebut,” Jangan konfirmasi saya mas, karena ini bukan prestasi, kecuali si pencurinya tertangkap tangan. Silahkan tanya pada Kanit Reskrim saja dia yang pegang datanya,” Kata Irwantono  saat dikonfirmasi via telpon celularnya.
           
 Kanit Reskrim Polsekta Mojoroto  Aiptu Sujarwo menjelaskan berdasarkan keterangan beberapa saksi pencurian di empat tempat dilakukan orang yang sama, yakni segerombolan orang dengan naik mobil Isuzu Panther warna biru,” Saat ini anggota kami masih terus melakukan pengejaran berdasarkan motif pencurian, keterangan saksi dan korban,”katanya. (aro) 

Ngaplo…plooooo

Di Uncategorized dalam Desember 3, 2006 pada 06:20 pm12
Warga Miskin Ngaplo, Janji Rumah Tidak Layak Huni Direnovasi Tidak Terealisasi
KEDIRI-RADAR- Mimpi indah masyarakat miskin di Kota Kediri harus tergadaikan dengan janji manis Pemerintah Kota Kediri. Pasalnya sebelum puasa Ramadan 1427 Hijriyah kemarin Pemkot Kediri berjanji bakal merenovasi puluhan rumah warga miskin yang tidak layak huni, namun janji itu hingga sekarang tinggal janji.
“ Kami warga miskin yang rumahnya tidak layak huni sangat senang sekali dengan usaha Pemkot Kediri mengangkat derajad kami. Janji itu diberikan jauh-jauh hari sebelum puasa bahwa lebaran rumah kami akan direnovasi dan pada lebaran sudah bisa dipakai,” kata Mujiko salah seorang warga miskin Kelurahan Ngronggo Kota Kediri pada RADAR Surabaya, Minggu (3/12).
Ditambahkan Mujiko janji Pemkot Kediri tersebut disampikan dihadapan puluhan warga miskin yang rumahnya tidak layak huni di Balai Kelurahan Ngronggo,” Setiap warga nantinya bakal mendapat uang renovasi Rp3 juta dan ditambah Rp1 juta dari walikota untuk ongkos tukang,” tambahnya.
Harapan memiliki rumah yang layak huni pasca pertemuan tersebut langsung menjadi bayangan indah di kepala Mujiko dan puluhan warga Ngronggo lainya,” Apalagi setelah pulang kami diberi amplop masing-masing diberi uang Rp50 ribu sebagai bukti keseriusan Pemkot Kediri, namun ternyata semua mimpi indah kami lenyap, apalagio sampai sekarang pihak kelurahan kita mintai keterangan juga tidak bisa memberikan jawaban yang pasti,” ungkap Mujiko menyesalkan.
Menanggapi keluhan warga Kelurhan Ngronggo tersebut Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Ir Haris Candra Purnama dikonfirmasi menjelaskan bahwa program tersebut adalah program dari Dinas Kessos KB Pemkot Kediri,
” Inilah yang kurang dipahami , yang direnovasi oleh Dinas Kessos KB Pemkot Kediri bukan hanya di Kelurahan Ngronggo tapi dikelurahan-kelurahan lain. Intinya pasti akan dibangun tetapi tidak seperti yang dijanjikan waktunya tetapi menunggu giliran. Kalau ada yang janji lebaran sudah bisa dipakai saya kira yang memberi janji itu kurang paham,” katanya. (aro)

Panas Ah….!

Di Uncategorized dalam Desember 3, 2006 pada 06:20 am12
VCD Panas YZ-ME dan PNS Klaten Beredar di Kediri 
KEDIRI- VCD  mesum anggota Partai Golkar DPR RI berinisial YZ dengan salah seorang penyanyi dangdut ME saat ini sudah menyebar di Kota Kediri. Tidak hanya itu VCD dua PNS Dinas Pendidikan Pemkab Klaten yang melakukan “kuda-kudaan” di sebuah rumah makan juga sudah beredar di masyarakat, masing-masing VCD oleh penjualnya di patok Rp30 ribu per keeping.           
Memang tidak mudah mendapatkan VCD panas yang saat ini lagi hangat menjadi pembicaraan tersebut. Si penjual sementara hanya menawarkan kepada orang-orang yang dikenalnya melalui SMS.
Dihubungi RADAR Surabaya si penjual mengaku mendapatkan rekaman gambar panas tersebut dari temannya di Jakarta,” Kebetulan saya bertemu teman di Jakarta dan diberi dua rekaman video panas terbaru ini. Karena mengandung uang  saya langsung pulang ke
Kediri, setelah itu saya gandakan dalam kepingan VCD dan diberi sampul bagus. Lumayan saya jual Rp30 ribu per keping laris manis meski durasinya singkat. Bahkan dalam waktu satu hari  sudah terjual 50 keping,” kata si penjual yang enggan disebutkan namannya. (aro)
           

5 Anak Masih Dirawat

Di Uncategorized dalam Desember 3, 2006 pada 06:20 am12
Polisi Masih Selidiki Kasus Keracunan Massal di Banyakan
* 5 Anak  Masih Dirawat di Rumah Sakit

KEDIRI-RADAR- Kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa di SDN Negeri Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri oleh polisi terus diselidiki dengan mengirimkan sample ke Labfor Polda Jatim. Selain itu polisi sementara ini masih mengamankan dua orang yang bagian pendistribusian susu di SDN Tiron.           
 “ Sisa susu cup dan muntahan siswa yang keracunan sedang kita bawa ke Labfor Polda Jatim. Selain itu kita juga sudah mengamankan dua orang bagian pendistribusian susu berikut mobil yang digunakan untuk mengangkut susu. Dan kasus ini selanjutnya langsung ditangani Sat Reskrim Polres Kediri,” kata AKP Rahmat Kapolsek Banyakan pada RADAR
Surabaya, Minggu (3/12)
    
        Ditambahkan Rahmat saat ini dari puluhan siswa yang keracunan masih tersisa lima anak yang masih dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Kediri. Yakni dua di RSUD Gambiran dan tiga di RS Muhamadiyah Kota Kediri.         
    Seperti diketahui Puluhan siswa di  Sekolah Dasar Negeri  Tiron  Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri Sabtu pagi  (2/12)  mengalami keracunan setelah mengkonsumsi susu yang diberikan pihak sekolah. Diduga susu tersebut  salah  dalam proses produksi  sehingga mengandung toksin  atau racun.
Para siswa yang mengalami keracunan ini  langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri  untuk mendapatkan perawatan.  Tidak sedikit para siswa yang menangis karena tidak kuat menahan sakit perut dan pusing. Dimana sebagian besar korbannya adalah siswa kelas dua dan tiga  Mendengar kejadian keracunan   para orang tua murid ikut panik  dan langsung  mendatangi sekolahan.  Sebagian siswa yang mengalami keracunan oleh orang tuanya dibawa ke puskesmas setempat  untuk segera mendapatkan pertolongan.
Suryani  salah seorang  siswa mengeluh pusing dan mual – mual  bahkan muntah – muntah  sesaat setelah minum susu  produksi Kediri tersebut,” Tidak tahu tiba-tiba setelah minum susu saya langsung pusing dan muntah-muntah, beberapa teman saya juga mengalami hal yang sama” kata Suryani menceritakan.Menurut  Kalyubi  salah seorang  Guru kelas di SDN Tiron pemberian susu tersebut merupakan penunjang program peningkatan gizi siswa  yang diberikan  pihak sekolah kepada   siswanya  setiap hari rabu dan sabtu  dan  baru berlangsung dua minggu,” Kita tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang jelas susu yang kita berikan pada siswa ini belum kadaluarsa,” katanya. (aro) 

Keracunan

Di Uncategorized dalam Desember 3, 2006 pada 06:20 am12
Minum Susu, Siswa SDN Tiron Banyakan Keracunan 
KEDIRI- Puluhan siswa di  Sekolah Dasar Negeri  Tiron  Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri Sabtu pagi  (2/12)  mengalami keracunan setelah mengkonsumsi susu yang diberikan pihak sekolah. Diduga susu tersebut  salah  dalam proses produksi  sehingga mengandung toksin  atau racun.
Para siswa yang mengalami keracunan ini  langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri  untuk mendapatkan perawatan.  Tidak sedikit para siswa yang menangis karena tidak kuat menahan sakit perut dan pusing. Dimana sebagian besar korbannya adalah siswa kelas dua dan tiga  Mendengar kejadian keracunan   para orang tua murid ikut panik  dan langsung  mendatangi sekolahan.  Sebagian siswa yang mengalami keracunan oleh orang tuanya dibawa ke puskesmas setempat  untuk segera mendapatkan pertolongan.Suryani  salah seorang  siswa mengeluh pusing dan mual – mual  bahkan muntah – muntah  sesaat setelah minum susu  produksi
Kediri tersebut,” Tidak tahu tiba-tiba setelah minum susu saya langsung pusing dan muntah-muntah, beberapa teman saya juga mengalami hal yang sama” kata Suryani menceritakan.
Menurut  Kalyubi  salah seorang  Guru kelas di SDN Tiron pemberian susu tersebut merupakan penunjang program peningkatan gizi siswa  yang diberikan  pihak sekolah kepada   siswanya  setiap hari rabu dan sabtu  dan  baru berlangsung dua minggu,” Kita tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang jelas susu yang kita berikan pada siswa ini belum kadaluarsa,” katanya.Namun diduga  susu – susu tersebut sebagian salah dalam produksi  sehingga saat proses fermentasi   susu  ini  menghasilkan  toksin  atau racun. Selanjutnya untuk  memastikan penyebab keracunan  petugas dari Polsek Banyakan  membawa sampel susu jenius ke RSUD Gambiran  untuk  dilakukan penelitian. (***) 

Boyong Duo Arema

Di Uncategorized dalam Desember 3, 2006 pada 06:20 am12
Persik Akhirnya  Boyong Duo Arema, Erol Iba dan Aris Budi Prasetyo
* Dikontrak Antara Rp500 – Rp700 juta dan                                     
 KEDIRI- RADAR- Teka-teki akan direkrutnya winger Arema yang baru saja memperkuat timnas dalam BV Cup di Vietnam Irol FX Iba di tim kesebelasan Persik Kediri terungkap sudah. Jumat (1/12) setelah habis masa kontraknya di Arema pada Kamis (30/11) Irol menandatangani kontrak untuk satu musim kompetisi mendatang dengan Persik Kediri dengan nilai kontrak kurang lebih Rp700 juta.           
Tidak hanya Irol yang diboyong oleh tim kesebelasan Macan Putih Persik Kediri dari Arema, Aris Budi Prasetyo pun juga ikut diboyong untuk memperkuat kesebelasan yang menjadi juara Ligina XII/2006. Untuk lelaki kelahiran Pasuruan yang lahir pada 22 Oktober 1975 ini harganya tak jauh dengan harga Irol yakni dibawah lebih sedikit.           
“ Dengan bergabungnya Irol dan Aris ini maka tim inti kita sudah oke yakni terdiri dari 18 pemain lokal dan tiga pemain asing. Kita berharap dengan bergabungnya Irol dan Aris ini akan membuat  Persik lebih gemilang baik dalam Ligina muapun Liga Champions,” kata Iwan Budianto Manager Persik Kediri pada RADAR Surabaya.           
Disinggung soal kepastian harga kontrak kedua pemain Ketua Umum Persik HA Maschut hanya menjawab singkat,” Sesuai harga kesepakatan kedua pemain ini kita hargai antara Rp500 juta hingga Rp700 juta untuk satu musim kompetisi,” katanya. (aro) 

Korban AIDS Terus Bertambah

Di Uncategorized dalam Desember 2, 2006 pada 06:20 am12
Tahun 2006, 12 TKI Asal Kabupaten Kediri Poisitif HIV/AIDS
* Empat Meninggal Dunia
KEDIRI- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau yang lebih dikenal dengan pahlawan devisa asal Kabupaten Kediri mendominasi penyebaran penyakit HIV/AIDS hingga 50 persen. Dalam tahun 2006 saja ditemukan kurang lebih 12 orang positif terkena HIV/AIDS, dimana empat diantaranya meninggal dunia.
Penjelasan tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Adi Laksono, Kamis (30/11). Menurut Adi hal ini perlu segara untuk diantisipasi, sebab kurangnya penanganan terhadap penderita penyakit ini memicu tingginya jumlah ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Kabupaten Kediri.
Apalagi perilaku masyarakat yang cenderung mengucilkan mereka membuat para penderita malu memeriksakan ke dokter,” Fenomena ini seperti gunung es, yang hanya tampak kecil di permukaannya saja. Padahal perbandingannya bisa 1:100 dari yang tidak diketahui,” kata Adi Laksono pada wartawan.
Ditambahkan Adi dari penelitian yang dilakukan institusinya, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menyumbang peran yang cukup besar, yakni sebanyak 50 persen. Data Dinas Kesehatan menyebutkan, jumlah penderita HIV/AIDS pada tahun 1996 – 2005 sebanyak 13 orang, dengan 2 orang meninggal dunia.
Sedangkan pada tahun 2006 ini, jumlahnya mencapai 12 orang, dengan 4 orang meninggal dunia. Hal ini diketahui dari banyaknya TKI asal Kabupaten Kediri yang dipulangkan oleh negara tempat bekerja karena terbukti menderita HIV/AIDS.
Celakanya, sesampainya di rumah, kabar tersebut segera tersebar ke masyarakat sehingga membuat kehadirannya tertolak dan menjadi terkucil. Selain TKI, kelompok masyarakat yang memiliki potensi terserang HIV/AIDS adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK).
“ Dan hampir dapa dipastikan yang meninggal akibat AIDS baru diketahui beberapa hari menjelang kematian. Ini menunjukkan masyarakat masih malu untuk memeriksakan diri jika memang terkana penyakit yang mematikan itu,” kata Adi. (***)

Diduga Tilep Raskin !!!

Di Uncategorized dalam Desember 1, 2006 pada 06:20 pm12
Kepala Kelurahan Pesantren Bermasalah
* Juga Diduga Nilep Raskin
KEDIRI-RADAR- Budi Sriono Kepala Kelurahan Pesantren Kecamatan Pesantren Kota Kediri dimasalahkan warganya. Mereka menuntut kepada Pemkot Kediri untuk mengganti Budi yang dianggap tidak transparan dalam melaksanakan tugas kepala kelurahan salah satunya terkait kasus dugaan korupsi dan beras untuk warga miskin (raskin).
Akibatnya warga sudah seringkali mengancam melakukan aksi unjuk rasa namun karena banyak pihak yang mencoba meredam kemarahan warga tersebut salah salah satunya di mediatori Kapolsek Pesantren AKP Slamet Pujiono aksi dapat diredam.
“ Ada dugaan korupsi dan juga kasus raskin dan juga masalah-masalah lain yang hingga sekarang belum jelas apa yang terjadi. Sebab tuntutan warga hanya satu yakni mengganti kepala kelurahan dengan yang baru. Berulang kali mereka mengancam akan melakukan aksi salah satunya ancaman yang mungkin tidak dapat dibendung adalah aksi tanggal 4 Desember mendatang,” kata Slamet pada RADAR Surabaya, Kamis (30/11).
Didik Catur HP Kepala Wilayah Kecamatan Pesantren dikonfirmasi RADAR Surabaya juga membenarkan adanya kemelut di Kelurahan Pesantren tersebut,” Saat ini kami terus berusaha bagaimana agar masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kami memandang ini hanyalah masalah kepemimpinan Kepala Kelurahan yang kurang dikehendaki warga,” kata Didik.
Sementara itu Wali Kota kediri Drs HA Maschut melalui Kabag Humas Pemkot Kediri Haris Candra Purnama menanggapi masalah tuntutan agar Kepala Kelurahan Pesantren segera diganti menyatakan pihaknya telah menyerahkan masalah tersebut ke Bawaskot.
“ Yang jelas yang bersangkutan telah dipanggil oleh Bawaskot terkait pengaduan warga kepada Pemkot Kediri. Dan saat ini kasusnya masih dipelajari dan kita tunggu hasilnya bagaimana,” kata Haris pada RADAR Surabaya.
Seperti diberitakan RADAR Surabaya, Gunawan Kepala Urusan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri juga bermasalah dengan kasus beras miskin yang kasusnya kini di tangani Sat Reskrim Polresta Kediri.
Polisi sudah menetapkan Gunawan sebagai tersangka karena terbukti menggelapkan beras miskin 1,1 ton yang diperuntukkan untuk warga. Gunawan yang rencananya diperiksa Rabu (29/11) kemarin gagal diperiksa dikarenakan Kepala Kelurahan Burengan memintakan ijin karena ada masalah yang harus diselesaikan di internal kelurahan,” Sabtu (2/12) dia baru akan kita periksa,” kata AKP Isbari Kasat Reskrim Polresta Kediri. (aro)

Awas Intim Dengan Sesama =AIDS

Di Uncategorized dalam Desember 1, 2006 pada 06:20 am12
Waria Turun Jalan Peringati Hari AIDS
KEDIRI-RADAR- Memperingati hari AIDS sedunia yang ke-18 sedikitnya 15 orang waria turun ke jalan di perempatan Bank Indonesia Kota Kediri, Kamis pagi (30/11).Mereka melakukan aksi damai dengan membagi-bagikan selebaran dan setangkai bunga mawar kepada para pengguna jalan.
Aksi tersebut menyita perhatian publik karena para waria itu mengenakan pakaian minimalis dengan dandanan yang cukup menyolok dan berjalan lenggak-lenggok mengitari para pengguna jalan layaknya peragaan busana di tengah jalan.
Menurut koordinator aksi, Siswoyo, para waria merupakan kalangan yang
beresiko tinggi terinveksi virus HIV yang dapat merusak system kekebalan tubuh.
“Dari 25 kasus HIV/AIDS di Kabupaten dan Kota Kediri, sekitar 15 persen adalah kaum waria,” kata Siswoyo yang juga salah satu pengurus Forum Peduli HIV/AIDS Kediri.
Oleh sebab itu pihaknya melibatkan para waria yang tergabung dalam Persatuan Waria se-eks Karesidenan Kediri (Perwaka) dalam aksi damai tersebut.
Selain waria, kasus HIV/AIDS di Kediri lebih banyak didominasi oleh para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik, disamping para pekerja seks komersial dan TKI/TKW yang baru pulang dari luar negeri.
“Sebenarnya penyakit mematikan ini sekarang tidak memandang golongan masyarakat tertentu karena di Indonesia HIV/AIDS sudah menjadi epidemi,” ujarnya menjelaskan.
Untuk itu dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya HIV/AIDS yang dapat mengancam siapa saja
dan dimana saja.
Sementara itu peringatan HIV/AIDS di Kediri akan dilanjutkan malam nanti dengan menggelar aksi teatrikal dan renungan yang rencananya akan diikuti ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat di parker timur Stadion Brawijaya.
Hari AIDS se-dunia yang sudah 18 tahun diperingati setiap tanggal 1 Desember itu bermula dari kesepakatan sejumlah negara yang terkena kasus HIV/AIDS secara massal pada tahun 1988. (aro)

Eh… Guru Main Tampar ! Nggak Jamannya Coy..

Di Uncategorized dalam November 29, 2006 pada 06:20 pm11
Tampar Siswa, Guru SD Dilaporkan Polisi
KEDIRI-Kejadian kekerasan terhadap siswa terulang kembali setelah di SMPN II Gurah Kediri beberapa waktu lalu yang berujung di Kantor Polisi. Rabu (29/11) giliran PR (inisial,red) salah satu guru matematika SDN Pamenang Pagu dilaporkan muridnya gara-gara menampar pipinya hingga bengkak.
Priyo Wicaksono siswa kelas V sekolahn tersebut yang juga korban mengaku ditampar gara-gara dituduh melakukan “sliding” pada teman-temanya sedang bermain. Hingga akhirnya ada salah satu temannya yang mengalami patah tulang pada tangan kananya,” Saya padahal tidak melakukan tapi tetap dituduh hingga akhirnya ditampar. Ibu saya tidak terima kemudian melaporkan ke polisi,” kata Priyo.
Kapolsek Pagu AKP Suparlan dikonfirmasi terkait pemukulan terhadap salah satu siswa SDN Pamenang Pagu Kediri tersebut membenarkan,” Kita telah menerima pengaduan dari korban dan orang tua korban terkait pemukulan yang dilakukan salah satu guru di sekolahan korban,” kata Suparlan. (aro)

Biadab !

Di Uncategorized dalam November 29, 2006 pada 06:20 pm11
Bayi Perempuan Berumur Sehari Dibuang
BLITAR-RADAR- Warga Desa Sidorejo, Kecamatan. Ponggok, Kabupaten Blitar Rabu pagi (29/11) terusik dengan penemuan bayi yang diduga masih berumur 1 hari. Bayi ditemukan oleh Kusri (48) warga setempat di atas pot yang berada di dalam teras rumahnya.
Kusri si penemu bayi mengaku saat ditemukan sekitar pukul 07.00 bayi berjenis kelamin perempuan ini hanya dibalut kain jarik dan masih banyak darah ditubuhnya dan plasentanya belum terpotong,” Bagi kami ini adalah rejeki, sebab anak saya tiga laki-laki semua,” katanya.
Setelah menemukan bayi mungil tanpa dosa ini Kusri kemudian melaporkan kejadian ini pada perangkat desa. Saat dirawat di Puskesmas Ponggok, bayi tersebut mempunyai berat 3.5 kg, panjang 52 cm. Sepintas bayi ini merupakan keturunan orang berada. Bentuk wajahnya oval serta berkulit kuning langsat. Rambutnya lurus, sehingga menggoda para ibu-ibu yang khusus datang menjenguknya.
Tak heran bila diantara mereka ingin mengadopsi bayi yang masih merah itu. Tetapi sayang, Kusri ingin membesarkannya sendiri. ”Saya ingin mengadopsinya,” tandas Kusri.
Kapolsek Ponggok Iptu Sunardi, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan siapa orang tua bayi yang tega membuang anak kandungnya. Untuk sementara bayi tersebut sedang dirawat di Puskesmas Ponggok. Dr Andik Eko Susanto, Kepala Puskesmas Ponggok, mengatakan, kondisi bayi dalam keadaan sehat. Sebelum dipotong plasentanya, kondisi bayi memang agak lemah. Tetapi setelah dirawat kesehetannya semakin membaik. ”Untuk sementara kita beri susu sebagai pengganti air susu ibu ,” jelasnya.(aro)

Boyong Erol Buang Soares

Di Uncategorized dalam November 29, 2006 pada 06:20 pm11
Persik Siap Boyong Erol Iba dari Arema, Sandro Soares Resmi Dicoret
KEDIRI-RADAR- Winger Arema yang baru saja memperkuat timnas dalam BV Cup di Vietnam Irol Iba ada kabar akan bergabung ke Persik Kediri, meski Miroslav “Miro” Janu pelatih Arema ada keinginan mempertahankan pemain asal Papua itu.
Kepastian Erol masuk kandang Macan Putih dijelaskan Iwan Budianto manager Persik Kediri pada RADAR Surabaya, Rabu (29/11),” Kita lihat saja tanggal 1 Desember nanti apakah dia akan bergabung atau tidak,” kata Iwan memberi teka-teki.
Seperti diketahui kontral Erol sendiri habis di Arema pada Kamis (30/11) hari ini. Dan hingga sekarang belum ada kejelasan apakah dia akan tetap main di Arema atau harus hengkang ke tempat lain
Hanya saja, Arema sendiri tampaknya harus benar-benar mengerahkan segala daya untuk merayu Erol. Betapa tidak, Persik Kediri sendiri sempat mengklaim kalau Erol nantinya akan bergabung bersama tim Macan Putih.
Hal itu sangat wajar, karena antara Erol dan Manajer Persik, Iwan Budianto, konon sudah saling sepakat soal harga. Meski ikatan kerja antara Erol dan Persik, baru bisa dilakukan setelah kontranya dengan Arema sudah berakhir.
Sementara itu terkait Sandro Soares pemain belakang Persik asal Brazil dipastikan dicoret oleh managemen Persik. Soares yang kini pulang kampung karena anaknya mengalama kecelakaan lalu lintas,” Sebagai pemain belakang gerakannya lamban dan mudah dilewati oleh pemain-pemain lainya. Selain itu skilnya juga biasa-biasa saja,” kata Iwan Budianto. (aro)

Banyak Pihak Terlibat

Di Uncategorized dalam November 29, 2006 pada 06:20 pm11
Libatkan Istri Polisi, Internal Polresta dan Pegawai Pemkab Kediri
* Tindak Lanjut Pemalsuan Surat-Surat Calon TKW oleh PJTKI
KEDIRI-RADAR- Setalah mengamkan 14 orang tersangka dalam kasus pengungkapan pemalsuan surat-surat untuk kelengkapan para TKW ke luar negeri yang dilakukan sejumlah Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Kediri, Rabu (29/11) kembali mengamankan tiga orang tersangka lainya.
Mereka yang diamankan tersebut antara lain Bagus Riyanto honorer daerah Bagian Catatan Sipil Dinas Kependudukan Kabupaten Kediri warga Jl Letjen Sutoyo III/13 Kota Kediri, Samsul Azhar warga Jl Klanding Mojo Kabupaten Kediri dan Sr (inisial,red) istri anggota Polres Kediri. Bagus dan Samsul adalah kaki tangan Hilman Eka Sujaya, sedangkan Sr adalah PL salah satu PJTKI dari sejumlah PJTKI yang diduga memalsukan data.
Sehari sebelumnya Polresta Kediri telah mengamankan sedikitnya 10 orang mulai dari sendikat pembuatan surat palsu untuk kelengkapan PJTKI dan PJTKI sendiri. Mereka antara lain, Hilman Eka Sujaya warga Balowerti Kota Kediri yang juga otak pemalsuan surat palsu. Maskun warga Jl Wahid Hasyim 219 Kota Kediri dan M Anshori warga Bandar Kidul Kota Kediri , keduanya juga kaki tangan Hilman untuk mencari berkas.
Sedangkan dari 8 PJTKI yang diamankan antara lain Munir dan Khoiron Ali keduanya warga Bandar Kidul, Wiryono dan Sudarwiyatiningsih keduanya warga Manisrenggo Kota Kediri, Muhammad warga Manisrenggo, Ali Ismani dan Mujiati keduanya warga Rejomulyo Kediri, Mamik warga Bandar Kidul, Sukandar warga Bangsal Kediri, Siti Khotijah warga Selosari Kandat dan Sakur Efendi warga Jemekan Kras Kediri. Sedangkan Prapto warga Karangrejo Kandat Kediri belum berhasil diamankan dan dinyatakan DPO.
Para tersangka ini rata-rata memalsukan akte kelahiran, KTP, Kartu Susunan Keluarga dan Ijazah. Hasil investigasi yang dilakukan RADAR Surabaya di Polresta Kediri (Sr ) salah satu tersangka yang juga istri anggota Polres Kediri saat penangkapan sempat tidak ditahan. Namun karena banyaknya protes dari para tahanan lainya, polisi akhirnya tidak bisa berbuat banyak untuk “menyelamatkan”
“ Saya jamin dia juga akan ditahan, pokoknya jangan kuatir terhadap yang satu itu,” kata Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Isbari pada RADAR Surabaya meyakinkan.
Selain dugaan pemalsuann akte kelahiran, KTP, Kartu Susunan Keluarga dan Ijazah. Ada dugaan kuat ada keterlibatan orang dalam Polresta Kediri yang terlibat dalam pembuatan surat asli tapi palsu alias aspal untuk Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluargan Intelkam Polresta Kediri.
Masih menurut sumber RADAR Surabaya SKCK yang dijadikan barang bukti dari hasil ungkap kasus banyak yang tidak disertai foto identitas diri bahkan ada beberapa yang fotonya keliru. Selain itu juga ditemukan berkas sidik jari yang sama antara SKCK yang satu dengan yang lainya. Yang mencurigakan lagi SKCK tersebut tidak disertai surat pengantar dari kelurahan/desa dan juga polsek setempat.
“ Dari jaringan ini pokoknya ada yang khusus mengantar berkas dan diserahkan ke bagian Intelkam Polresta Kediri. Biasanya berkas-berkas itu dikirim secara kolektif tanpa harus si pembuat datang ke Polresta Kediri. Ini kan kesalahan besar, bagaimana dengan sidik jari dan tanda tanganya,” kata Sumber RADAR Surabaya yang wanti-wanti namanya tidak dikorankan.
Menanggapi kenyataan tersebut, AKP Isbari Kasat Reskrim Polresta Kediri sempat mengelak,” Dari jaringan ini tidak ada yang menggunakan SKCK, jadi apa yang anda tahu bahwa Intelkam mengeluarkan SKCK aspal adalah tidak benar,” kata Isbari membantah hasil keterangan sumber dan investigasi yang dilakukan RADAR Surabaya.
Menariknya dari bos-bos PJTKI yang ditahan ini banyak juga yang dibantu oleh para “perwira” yang merayu Isbari agar mereka ditahan diluar. Namun karena Kapolwil Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki telah memerintahkan mereka ditahan , akhirnya mereka tetap ditahan.
“Sebenernya itu adalah hak mereka untuk mengajukan tahanan luar, namun karena status mereka adalah tersangka mereka tetap kita tahan, dan kita tidak main main dalam kasus ini,” kata Tjuk Basuki pada RADAR
Seperti diberitakan RADAR Surabaya pengungkapan kasus pemalsuan surat-surat palsu kelengkapan PJTKI ini bermula dari kecurigaan polisi pada Senin (27/11) sekitar pukul 08.00 terhadap mobil Isuzu Panther warna biru yang melintas di Jl Letjen S Parman Kota Kediri. Dimana di dalam mobil Panther warna biru tersebut banyak perempuan dan penuh dengan barang-barang bawaan.
“ Kita coba hentikan, dan setelah kita periksa ternyata mereka akan menuju penampungan PJTKI di Surabaya yakni PT Bama Mapan Mandiri. Penanggungjawab atau Petugas Lapangannya yakni Siti Khodijah warga Selosari Kecamatan Kandat. Selain itu kita juga amankan 4 orang calon TKW ke Hongkong,” kata Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Isbari pada RADAR Surabaya, Selasa (28/11).
Ditambahkan Isbari setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Kediri ternyata banyak ditemukan data-data yang sengaja dipalsukan terkait identitas para TKW ini.“Dari situlah kita minta keterangan Siti Khodijah, ternyata dia memang memalsukan surat-surat untuk para TKW ini lewat jasa seseorang yang selama ini membantu memalsukan data hampir diseluruh PJTKI di Kediri dan sekitarnya,” tambah Isbari
Dari keterangan Siti inilah kemudian polisi mendatangi rumah Hilman Ika Sujaya warga Balowerti II/64 Kota Kediri,” Dari dia kita temukan seperangkat alat computer, blangko kartu keluarga palsu, blangko KTP palsu dan surat-surat lain sebagai persyaratan berangkat ke luar negeri yang memang disiapkan untuk dipalsukan,” jelas Isbari. (aro)

Memalsukan Data !

Di Uncategorized dalam November 28, 2006 pada 06:20 am11
Polresta Kediri Ungkap Kasus Pemalsuan Surat-Surat PJTKI
KEDIRI-RADAR- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Kediri, Selasa (28/11) berhasil mengungkap pemalsuan surat-surat untuk persyaratan para TKW ke luar negeri yang dilakukan sejumlah Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi mengamankan sedikitnya 10 orang tersangka dan 8 saksi yang terdiri dari para TKW.
Pengungkapan kasus pemalsuan surat-surat ini bermula dari kecurigaan polisi pada Senin (27/11) sekitar pukul 08.00 terhadap mobil Isuzu Panther warna biru yang melintas di Jl Letjen S Parman Kota Kediri. Dimana di dalam mobil Panther warna biru tersebut banyak perempuan dan penuh dengan barang-barang bawaan.
“ Kita coba hentikan, dan setelah kita periksa ternyata mereka akan menuju penampungan PJTKI di Surabaya yakni PT Bama Mapan Mandiri. Penanggungjawab atau Petugas Lapangannya yakni Siti Khodijah warga Selosari Kecamatan Kandat. Selain itu kita juga amankan 4 orang calon TKW ke Hongkong,” kata Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Isbari pada RADAR Surabaya, Selasa (28/11).
Ditambahkan Isbari setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Kediri ternyata banyak ditemukan data-data yang sengaja dipalsukan terkait identitas para TKW ini.“Dari situlah kita minta keterangan Siti Khodijah, ternyata dia memang memalsukan surat-surat untuk para TKW ini lewat jasa seseorang yang selama ini membantu memalsukan data hampir diseluruh PJTKI di Kediri dan sekitarnya,” tambah Isbari
Dari keterangan Siti inilah kemudian polisi mendatangi rumah Hilman Ika Sujaya warga Balowerti II/64 Kota Kediri,” Dari dia kita temukan seperangkat alat computer, blangko kartu keluarga palsu, blangko KTP palsu dan surat-surat lain sebagai persyaratan berangkat ke luar negeri yang memang disiapkan untuk dipalsukan,” jelas Isbari.
Dikonfirmasi terpisah, Hilman mengaku sudah satu tahun menjalankan aksi pemalsuan ini,” Setiap data palsu calon TKW atau TKI baik itu KPT, KK dan lainya saya jual Rp50 ribu,” kata Hilman pada RADAR Surabaya.
Menariknya meski dijual murah oleh Hilman ternyata oleh Petugas Lapangan (PL) dari PJTKI dijual dengan harga Rp350 ribu. Seperti pengakuan Ftn (20) calon TKW ke Hongkong warga Dadapan Desa Tawang Kecamatan Wates Kediri yang ikut diamankan sebagai saksi saat akan berangkat ke Surabaya ke PT Bama Mapan Mandiri,” Oleh bu Siti saya ditarik untuk perlengkapan persyaratan ke Hongkong Rp350 ribu,” katanya pada RADAR Surabaya
Dari berbagai keterangan dan bukti berkas yang disita dari rumah Hilman inilah polisi kemudian mengembangkan kasus ini . Antara lain menggrebek PJTKI PT Tri Ganda yang beralamat di Jl Sersan Suharmaji Ngronggo Kota Kediri milik Wiryono yang diketahui selama ini melakukan memanfaatkan jasa Hilman untuk memalsukan surat-surat.
“Pada Selasa dini hari (28/11) kita lakukan penggrebekan dirumah Wiryono sekaligus membawa 4 calon TKW yang bakal diberangkatkan ke Singapura,” kata Isbari.
Dari berkas-berkas data yang ditemukan dirumah Hilman, Isbari mengaku masih mengincar 6 PJTKI yang masuk dalam jaringan ini,” Tunggu saja nanti akan kami beritahu terkait data-data para tersangka dan PJTKI mana saja yang bermasalah,” jelasnya.
Disoal apakah pengungkapan kasus ini sudah ada yang mengarah kea rah trafiking (penjualan manusia,red) ?,” Kelihatanya belum ada yang mengarah ke trafiking, yang jelas mereka hanya memalsukan data-data itu saja,” kata Isbari. (aro)

Anggaran Nyantol Rp12 Miliar ? Lho Kok Iso

Di Uncategorized dalam November 28, 2006 pada 06:20 am11
Overload RSUD Gambiran Akibat Dana Pembangunan Rp12 Miliar Nyantol
KEDIRI-RADAR- Kelebihan pasien di RSUD Gambiran Kediri dalam beberapa bulan terakhir ternyata akibat lambanya pembangunan penambahan ruangan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Kediri. Padahal untuk APBD 2006 RSUD Gambiran memperoleh anggaran pembangunan fisik Rp12 Miliar.
Akibat keterlambatan tersebut, rumah sakit yang menjadi rujukan rumah sakit lain di eks Karesidenan Kediri ini selalu menolak pasien, karena rumah sakit yang berada di Jl KH Wahid Hasyim ini hanya memiliki 211 kamar.
“Idealnya sebenarnya kita harus memiliki 250 kamar untuk pasien, namun karena hingga sekarang Dinas PU juga belum juga membangunkan ruang untuk lantai III yang juga persyaratan Rumah Sakit Type B kita terpaksa ya tidak bisa berbuat banyak,” kata dr Endang Wahyu Laksmiwati MARS Dirut RSUD Gambiran pada RADAR Surabaya, Selasa (28/11).
Disoal mengapa harus mempermasalahkan PU ?,” Ya sesuai dengan dalam draft APBD tahun 2006 penambahan kamar itu kan pembangunan fisik, maka pelaksanannya adalah Dinas PU, nilainya kurang lebih 12 miliar” tambahnya.
Disoal apakah anggaran tersebut tidak kuatir hilang , sebab tahun anggaran 2006 akan habis apalagi nilainya tidak sedikit,” Saya tidak tahu soal itu, makanya itu yang juga saya bingungkan” jelas Endang.
Sementara itu Kepala Dinas PU, Ir Widodo dikonfirmasi RADAR Surabaya melalui Kabag Humas Pemkot Kediri Ir Haris Candra Purnama menyatakan “nyantolnya” anggaran pembangunan fisik di RSUD Gambiran ini diakibatkan karena belum adanya waktu saja dari Dinas PU,” Yang jelas itu hanya masalah administrasi saja yang mungkin masih ada masalah, saya kira itu akan segera dilaksanakan,” kata Haris tanpa menyebutkan kapan pembangunan akan dimulai. (aro)

Aja Ditiru !!!

Di Uncategorized dalam November 27, 2006 pada 06:20 am11
Ajak Bicara Istri Orang, Kepala Sekolah Dihujani Bogem
KEDIRI- Seto Cahyono Kepala Sekolah SDN Blabak Kecamatan Kandat Kediri terpaksa harus dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri akibat dihujani bogem mentah oleh Sutrisno warga Dusun Bulur Ngreco Kandat,saat makan di Jl Perintis Kemerdekaan Kota Kediri.
Pengakuan korban, saat itu dia sedang makan dan didatangi Watik istri Sutrisno yang datang bersama adiknya,” Saat itu dia curhat masalah rumah tangganya, ndak tahunya tiba-tiba Sutrisno datang dan langsung menghujani pukulan ke wajah saya dan setelah itu melarikan diri,” kata Seto
Tidak terima dengan kejadian tersebut Seto menghubungi HP istrinya yang langsung mengantarkanya ke RS Bhayangkara. Setelah mendapat perawatan istri korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Kediri dengan membawa visum.
“Sutrisno saat ini sedang dalam pengejaran petugas, sebab dia terbukti melakukan penganiayaan. Yang melapor ke mapolsek adalah istri korban setalah mengantarkan dari rumah sakit untuk dilakukan visum. Menurut keterangan istri korban antara suaminya dengan istri tersangka tidak ada hubungan kecuali hanya kenal saja,” kata AKP Harry Mujiarso Kapolsekta Kediri. (aro)

Kuwalat Nda !!! Ngedol Berase Wong Mlarat

Di Uncategorized dalam November 27, 2006 pada 06:20 am11
Jual Raskin, Perangkat Kelurahan Dipolisikan
KEDIRI-RADAR- Gunawan Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri rencanannya Rabu besok (29/11) akan diperiksa terkait penggelapan beras miskin (raskin,red) seberat 1,1 ton yang diperuntukkan untuk keluarga miskin.
Pemeriksaan terhadap Gunawan sebagai tersangka tersebut terakait laporan Pujiono Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) ke Polresta Kediri.
“Rabu Gunawan akan kita panggil sebagai satu-satunya tersangka dalam kasus penggelapan raskin ini. Sebab terbukti Gunawan tidak mendistribusikan beras tersebut kepada keluarga miskin malah ia jual untuk kepentingan pribadi,” kata AKP Isbari Kasat Reskrim Polresta Kediri pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Isbari terungkapnya kasus penggelapan raskin ini ketika pengajuan yang dilakukan Kelurahan Burengan kepada Pemkot Kediri yang diteruskan ke Dolog atas dasar jumlah keluarga miskin yang ada di Kelurahan Burengan tidak segera turun.
“LPMK kemudian melakukan pengecekan ke Pemkot Kediri dan disitu dijelaskan bahwa beras sudah cair yang diambil oleh Gunawan. Namun ternyata oleh Gunawan beras tersebut tidak didistribusikan dan diteruskan melapor ke Mapolresta,” tambah Isbari.
Pemanggilan Gunawan pada Rabu besok itu setelah sebelumnya Reskrim Polresta Kediri melakukan pemeriksaan kepada para saksi antara lain RT, RW, Kepala Kelurahan dan Kabag Kesra Pemkot Kediri. (aro)

SMUN 5 Kediri Angker !!!

Di Uncategorized dalam November 27, 2006 pada 06:20 am11
Tempati Bekas Lahan Kuburan, Siswa SMU 5 Kediri Kesurupan Massal
 KEDIRI-RADAR- Sedikitnya 5 siswi SMUN 5 Kediri yang menempati eks kuburan Cina (Bong Cina,red) di kaki Gunung Mas Kumambang di Keluarahan Pojok Mojoroto Kota Kediri, Senin (27/11) kesurupan massal. Satu persatu para siswi tak sadarkan diri tanpa sebab hingga membuat para guru dan siswa yang usai melaksanakan upacara bendera berhamburan untuk memberikan pertolongan dan membawanya ke ruang UKS dan Mushola. Para siswa yang keserupan tersebut antara Atik Nuprastiana kelas 10-4 Priska F kelas 12-IPS, Diah Ayu kelas 11 IPA 1, Eva Kelas 11 IPA 1 dan Siti Fathihatun Ika kela 11 IPS 1. “ Yang pertama kesurupan adalah Atik dan Priska yakni usai melaksanakan upacara bendera dan hendak mau masuk kelas. Tiba-tiba teriak-teriak kemudian tak sadarkan diri. Stelah itu kita bawa ke UKS diobati dan diberi doa-doa oleh salah satu guru yang memang pintar nangani masalah gituan,” kata Suko Diseno Guru BP SMUN 5 Kediri pada RADAR Surabaya. Ditambahkan Suko setelah lumyan baik keluarga korban datang dan membawannya pulang. Saat RADAR Surabaya wawancara dengan Suko tiba-tiba dikejutkan lagi dengan masuknya Diah Ayu di ruang BP dengan kondisi sudah tak sadarkan diri yang dibawa oleh teman-temannya usai bermain di lapangan basket.“Maaf mas saya harus menolongnya,” kata Suko meminta ijin RADAR Surabaya. Beberapa menit setelah Diah tak sadarkan di lapangan basket yang oleh sebagian siswa dianggap tempat paling angker di tempat tersebut, tiba-tiba muncul kembali siswa tak sadarkan diri yakni Eva. Sebelum tak sadarkan diri dan tiba-tiba berteriak Eva terlihat berjalan bersama dua orang temannya di depan ruang guru, dia berjalan di tengah dengan pandangan menerawang. Tiba-tiba Eva berteriak-teriak lalu tak sadarkan diri, oleh teman-temannya langsung dibawa ke ruang UKS. Tapi kemudian tersadar dan berlari dengan kencang minta diantaran ke Mushola. Tepat di halaman Mushola ia kembali tak sadarkan diri. Mengetahu Eva tak sadarkan diri Siti Fathihatun Ika yang juga baru datang dan berencana membantu Eva karena dia merupakan tim UKS tiba-tiba pingsan yang sebelumnya sempat meronta-ronta ketika ditolong. Kontan kejadian keserupan tersebut membuat siswa yang sedang mengikuti jam pelajaran panik dan berhamburan keluar kelas. Atas kejadian tersebut tampak beberapa guru langsung mengambil air wudlu dan membaca doa-doa diantara anak-anak yang kesurupan,” Di sekolah ini sudah sering kali kejadian seperti ini, ini bukan yang pertama kali. Kami sudah sering manggil orang ngerti, namun juga belum berhasil. Ini karena sekolahan ini yang didirikan pada tahun 1982 adalah bekas kuburan China, jadi wajar jika agak angker,” tambah Suko Diseno. (aro)

Persedikab Keok Nda !

Di Uncategorized dalam November 26, 2006 pada 06:20 am11
Persik Gunduli Persedikab 6 : 0
* Babak Penyisihan Grup B East Java’s Governor Championship
KEDIRI- Kesebelasan Persik Kota Kediri berhasil menggunduli “saudara tuanya” Persedikab Kabupaten Kediri dengan skor 6-0 (5-0) dalam babak penyisihan Grup B ajang Piala Gubernur V atau East Java’s Governor Championship (EJGC V) di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (25/11)
Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 15 ribu pasang mata itu striker asal Uruguay Christian Gonzales berhasil mencetak empat gol (quattrick) masing-masing di menit 5, 7, 38, dan 83.
Sedang dua gol lagii dicetak melalui kaki pemain asal daratan Amerika Latin lainnya yang turut mengantarkan Persik meraih juara Divisi Utama Ligina XII/2006, Danillo Fernando, di menit 10 dan 43.
Sejak peluit kick off babak pertama dibunyikan wasit Suwartono asal Mojokerto, Persik menunjukkan kelasnya dengan tampil menekan ke jantung pertahanan lawan melalui Ronald Fagundez dan Budi Sudarsono.
Sementara meski dalam tekanan, Persedikab yang merupakan kontestan Divisi I Ligina sendiri bukan tanpa peluang dalam pertandingan tersebut. Kapten Persedikab tercatat dua kali memperoleh peluang emas di babak pertama, yakni menit 14 ketika tendangan bebas tipis di atas mistar gawang lawan dan di menit 36 ketika tendangan kerasnya berhasil ditepis kiper Persik Kurnia Sandy.
Dalam pertandingan itu wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning untuk pemain Persedikab Agung Wahyudi yang melakukan pelanggaran terhadap Christian Gonzales di menit 26.
Kendati kalah telak, namun manajer Persedikab Sony Sandra mengaku tidak terlalu kecewa lantaran kelasnya jauh di bawah lawannya yang telah dua kali menjuarai kompetisi Divisi Utama Ligina. Selain itu meski Persedikab yang bermarkas di Pare, Kabupaten Kediri lebih dulu berkiprah di pentas Divisi Utama Ligina pada 1993 dan 1997 ketimbang Persik yang baru sepuluh tahun kemudian, yakni pada Ligina IX/2003, tidak bisa menjadi jaminan . Sebab keberadaan Persedikab memang kurang mendapat dukungan khususnya dari Pemkab Kediri
“Soal kalah sampai 6-0 itu karena pemain kami masih muda dan mereka
menjadikan ajang ini untuk menimba ilmu saja. Permainan mereka lumayan dan tidak terlalu mengecewakan,” ujarnya.
Berbeda dengan pelatih Persik Daniel Roekito yang mengaku belum puas dengan penampilan anak asuhnya meski menang dengan skor cukup telak.
“Masih banyak kekurangan yang perlu segera dibenahi, terutama pada lini belakang. Belum seluruh kekuatan pemain dikerahkan, mereka baru memperlihatkan sekitar 60 persen saja,” ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut lini pertahanan Persik terlihat kewalahan, karena hanya ada Aris Indarto dan Zaenuri sambil sesekali Ronald Fagundez ikut turun membantu.Beruntung serangan-serangan yang dibangun oleh para pemain Persedikab tidak terlalu membahayakan bagi lini pertahanan Persik sehingga dapat dengan mudahnya membantai suadara tuanya itu. (***)

Over Dosis, Meninggal

Di Uncategorized dalam November 26, 2006 pada 06:20 am11
Istri Polisi Tewas Over Dosis
KEDIRI-RADAR- Suprihatin (43) warga Jl Kapten Tendean 112 Ngronggo Kota Kediri, Sabtu (25/11) ditemukan tewas diduga akibat over dosis minum obat penghilang sakit kepala yang dibeli di Toko Obat Redjo Jl HOS Cokroaminoto Kota Kediri.
Korban yang juga istri anggota Samapta Polresta Kediri Brigadir Suprianto (45) ditemukan kali pertama oleh Didit Alfianto (17) anak kandungnya sekitar pukul 06.00. Saat ditemukan korban mulutnya sudah dalam keadaan berbusa dan disampingnya ditemukan sisa obat yang baru diminumnya terdiri dari stanza (sama dengan ponsdtan,red), Dumin (sejenis paracetamol) dan Carbidu (berisi asam mefenamat atau sejenis dexametason).
“ Keterangan dari anak korban Ibunya sering mengeluh sakit kepala akibat darah tinggi dan minta dibelikan obat di Toko Redjo. Atas dasar keterangan dan keluhan yang didirita ibu korban si anak menyampaikan ke penjual obat dan diberi obat tersebut,” kata KBO Reskrim Polresta Kediri Iptu Edi H pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Edi, Anaknya mengetahui ibunya meninggal saat ia meminta uang saku sekolah,” Karena pintu terkunci dari dalam ia memanggil lewat jendela. Dari situlah dikatehui ibunya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan dia memanggil –manggil bapaknya yang persiapan mau berangkat kerja,” tambah Edi.
Melihat istrinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa Suprianto langsung menghubungi Polsek Kota Kediri,” Setelah dilakukan olah TKP dan barang yang disentuh korban terakhir termasuk sisa air minum dan obat yang tersisa kita bawa ke RS Bhayangkara Kediri. Sementara untuk jenazah hanya kita visum luar, karena suaminya tidak menghendaki dilakukan otopsi,” jelas Edi.
Keterangan dari dokter RS Bhayangkara Kediri seperti dijelaskan KBO Reskrim Edi Herwiyanto obat yang diminum korban adalah obat bebas dan bukan termasuk daftar obat keras yang pembelianya harus dengan resep dokter.“ Dugaan awal kami korban sebelum minum obat belum makan akibatnya seperti itu, tapi kami akan terus menyelidiki,” katanya
Sementara itu terkait obat yang dibeli di Toko Redjo Kediri, Ir Kirono pemilik toko obat kini dimintai keterangan di Mapolresta Kediri,” Ia kita mintai keterangan sementara sebatas saksi, selain itu obat-obatan yang terkait dengan obat yang diminum korban kita bawa ke Polrsta untuk dijadikan barang bukti,” ungkap Edi. (aro)

Rusak ! Anggota TNI Edarkan Upal

Di Uncategorized dalam November 26, 2006 pada 06:20 am11
Anggota TNI Edarkan Uang Palsu
KEDIRI-RADAR- Pratu Sutari anggota TNI AD Yonkaf Malang ditangkap bersama komplotanya, setelah pada Sabtu (25/11) dikejar ratusan massa karena diketahui membeli rokok dengan menggunakan uang palsu di Pasar Wonorejo Wates. Dari komplotan ini polisi mengamankan kurang lebih uang Rp70 juta uang pecahan Rp100 ribu.
Menurut keterangan Suwarno saksi yang mengetahui aksi tersangka kali pertama, tersangka berencana membeli rokok di warungnya. Namun karena uang yang diberikan kepada Suwarno tidak ada kembaliannya, maka uang tersebut ditukarkan di pedagang ayam di dalam pasar.
“Justru penjual ayam yang mengetahui kalau uang yang saya tukarkan adalah uang palsu. Tanpa menunggu komando saya dan penjual ayam langsung meneriaki orang tersebut dan sebagian mengejarnya,” kata Suwarno.
Mengetahui dikejar massa, pembeli rokok tersebut langsung melarikan diri dengan naik motor yang dikemudikan temannya. Ditambahkan Suwarno tidak semua pedagang ikut mengejar tersangka, ada juga sebagaian pedagang yang melapor ke Mapolsek Wates saat kejadian tersebut berlangsung. Dalam beberapa menit polisi datang sehingga terjadi kejar-kejaran antara warga, polisi yang sama-sama mengejar tersangka.
“ Dua orang tersebut ditangkap saat bersembunyi dirumahnya ketika mereka dikejar anggota Polsek Wates dan Warga. Penangkapan kedua orang ini berdasarkan keterangan Suwarno saksi yang melihat keduanya saat membeli rokok di warungnya,” kata Kombes Pol Tjuk Basuki Kapolwil Kediri pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Basuki, setelah ditangkap keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Wates,” Dari kedua tersangka yang ditangkap ini salah satunya ternyata anggota TNI berpangkat Pratu yakni Sutari. Dia bertugas di Yonkaf Malang, sedangkan yang satunya Bukhori adik tersangka,” tambah Basuki.
Dari penangkapan keduanya ini polisi langsung mengembangkan kasusnya. Dimana diketahui ternyata Sutari memiliki kaki tangan di daerah Kresek Tempurejo Gampengrejo
” Dia bernama Nanang Kusminatoro (30), dia yang dipercaya Sutari mencetak uang karena memiliki keahlian dalam hal itu. Selain itu polisi juga mengamankan Lusianto warga Talun Blitar yang turut membantu Nanang,” jelas Tjuk Basuki.
Ditambahkan Kapolwil yang asli putra Kediri ini, di TKP selain mengamankan kedua tersangka dan alat mencetak uang. Polisi juga mengamankan uang siap edar senilai Rp10 juta pecahan Rp 100 ribu dan uang lembaran senilai kurang lebih Rp60 juta.
“ Kita masih terus mengembangkan kasus ini, sebab ada dugaan kuat para tersangka ini merupakan jaringan yang selama ini sudah tertangkap, salah satunya yang terbesar di Polresta Kediri beberapa waktu lalu dengan BB Rp600 juta,” kata Tjuk Basuki. (aro)

Lho Kok Iso ! LP Dadi Nggon Bakulan Pil Asu

Di Uncategorized dalam November 25, 2006 pada 06:20 am11
LP Kelas II A Kediri Dijadikan Tempat Peredaran Narkoba
Siapa bilang lembaga pemasyarakatan sebagai tempat orang taubat. Sebab banyak juga penghuninya yang ternyata masih belum jera dengan hukuman yang ia jalani, sebagai bukti banyak narapidana mengkonsumsi narkoba yang dipasok dari luar. Dan ini sebagai bukti keamanan LP dipertanyakan ?
Wajar jika kemudian polisi menaruh kecurigaan di lembaga yang ada dibawah Departemen Hukum dan HAM ini. Atas dasar kecurigaan itulah, Kamis sore ( 23/11) tim Buser Polwil Kediri melakukan pengendusan di sekitar LP Kelas II A Kediri Jl Jaksa Agung Suprapto hingga memperoleh hasil yang memuaskan yakni 25. 840 pil koplo jenis lexotan dan double L.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan Suprianto (23) warga Tulungrejo Pare yang ditangkap petugas di depan LP dalam keadaan kopler. Dari penggeledahan yang dilakukan terhadap tersangka petugas mengamankan pil jenis double L sebanyak 480 butir, uang tunai Rp250 ribu dan hand phone sony ericsson jenis K-300.
Pengakuan Suprianto pil – pil tersebut rencananya akan diberikan kepada adik Iparnya atas nama Sidiq yang kini ditahan di LP Kelas II A Kediri yang ditahan dalam kasus perampokan. Selain itu tersangka mengaku telah berulang kali berhasil menyelundupkan barang haram tersebut ke LP dengan cara dimasukkan ke dalam bungkus rokok.
Selain menemukan BB yang cukup bisa mencoreng LP. Polisi juga menemukan nomor HP yang disimpan di dompet Suprianto. Polisi menduga nomor HP tersebut adalah milik komplotan Suprianto.
Benar setelah ditunggu 30 menit setelah di hubungi Suprianto dengan pengawasan petugas, pemilik nomor HP tersebut datang di depan LP mendatangi Suprianto. Hingga akhirnya diketahui pemilik nomor HP tersebut adalah Ferry (24) warga Babakan Tugurejo Gampengrejo Kediri
Tanpa menunggu kesempatan petugas langsung mengamankan Ferry. Dari penggeledahan yang dilakukan petugas hanya menemukan kunci kamar yang disimpan di saku celanannya.
“Dari situlah awal mula kecurigaan kenapa dia membawa kunci kamar. Kamar kalau dikunci biasanya kan ada barang yang sifatnya rahasia. Dengan sedikit kita rayu akhirnya Ferry mau diajak ke rumahnya bersama Suprianto untuk barang yang rahasia itu,” kata Kompol Tulus Wahyu Widodo Kabag Bina Mitra Polwil Kediri pada RADAR Surabaya, Jumat (24/11).
Benar dugaan polisi ternyata setelah dibuka kamar Ferry petugas menemukan ribuan pil yang disimpan di bawah kolong tempat tidur Ferry. Pil tersebut terdiri dari 18.400 jenis lexotan dan 7000 jenis double L,” Saya yang selama ini memasok kebutuhan Suprianto ,” kata Ferry berterus terang.
Lalu dari mana Ferry mendapat pil kirik sebanyak itu ? Ternyata diketahui barang tersebut adalah warisan Hambar tersangka pil koplo dengan BB ribuan yang ditangkap Res Narkoba Polres Kediri beberapa waktu yang lalu. “Barang-barang tersebut adalah titipan Hambar sebelum ia ditangkap dan saya diserahi untuk memasarkan,” tukas Ferry.
Kedua tersangka kini diamankan di Mapolwil Kediri dan bersiap-siap tidur dalam jangka waktu yang lama dalam tahanan. Sedangkan polisi masih mempunyai PR yakni mengembangkan kasus tersebut di lembaga pemasyarakat kelas II A Kediri.
“ Pokoknya kita akan terus kembangkan kasus ini hingga kini menemukan titik terang komplotan ini. Selain itu kita akan mencoba masuk untuk mengadakan razia ke LP. Sebab selama ini LP kurang kooperatif dengan pemberantasan penyakit masyarakat yang merusak moral generasi bangsa ini. Kita berharap LP bersedia diajak kerjasama,” kata Tulus menambahkan.
Sementara Agus Joko Suhardono BcIp Kepala Lembaga Pemasyarakatan LP Kelas II A Kediri dikonfirmasi RADAR Surabaya membantah jika LP Kelas II A Kediri adalah tempat peredaran pil koplo.“Yang saya tahu LP yang saya pimpin sangat ketat, jadi tidak mungkin ada orang yang bisa memasukkan pil kedalam LP,” kata Agus.
Lalu bagaimana jika kenyataanya demikian ? Apakah pihak LP memperbolehkan polisi melakukan razia di LP,” Sebenarnya selama ini kami telah melakukan kerjasama dengan Bina Mitra Polresta Kediri terkait MoU antara Departemen Hukum dan HAM dan Polri terkait razia di LP, namun mereka tidak koopretif melaksanakan,” jelas Agus balik menyalahkan aparat kepolisian. (Imam Mubarok Muslim)

Wartawan Bakulan Pil Asu !

Di Uncategorized dalam November 25, 2006 pada 06:20 am11
Oknum Wartawan Jadi Pengedar Pil Koplo
KEDIRI-RADAR- Hampir bersamaan dengan ditangkapnya jaringan pengedar pil koplo di LP Kelas II A Kediri dengan BB 25.840 pil jenis double L dan lexotan. Jajaran Reskoba Polresta Kediri juga bergasul mengamankan 11.584 pil jenis lexotan dan double L, dimana salh satu tersangkanya diketahui seorang oknum wartawan sebuah tabloid di Kediri.
Penangkapan jaringan pil kirik ini bermula dari ditangkapnya Suwito alias Boyo (31) warga Jl Sersan KKO Harun Kelurahan Dandangan Kota Kediri pada Kamis siang (23/11). Tersangka ditangkap dalam keadaan kopler di Pasar Ngaglik Unit III PT GG Tbk.
Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 25 butir pil jenis lexotan dan 2000 pil jenis double L,”Setelah kita minta keterangan kepada dia ternyata dia memiliki banyak komplotan,” kata Iptu Sudadi Kasat Reskoba Polresta Kediri pada RADAR Surabaya, Jumat (24/11).
Setelah dimintai keterangan Widodo menyebut nama Arif Eko Yuwono (32) warga Kwadungan Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Tersangka Arif diamankan di rumahnya dan didalam almari kamarnya petugas mengamankan BB 300 butir pil jenis lexotan dan 3000 pil jenis double L.
Tidak puas polisi terus melakukan pelacakan, dari keteranga Arif dia menyebut tiga nama yakni Dhemes Tarmawan (27) yang diketahui ternyata seorang oknum wartawan sebuah tabloid di Kabupaten Kediri. Polisi melakukan pelacakan dirumah Dhemes namun hasilnya nihil, ditunggu sampai sore, tersangka yang mengaku baru pulang dari liputan di Tulungagung akhirnya ditangkap di depan rumahnya.
Dari penggeledahan yang dilakukan petugas ditemukan barang bukti 6 butir pil jenis lexotan dan 10 butir pil jenis double L serta uang Rp50 ribu,” Saya memang wartawan tabloid, namun karena tidak dibayar oleh perusahaan selain mbodrek saya juga berjualan pil,” kata Dhemes yang terlihat tetap “kemlinti” dan menganggap dirinya kebal hukum karena dia seoarang wartawan.
Dari pengakuan Dhemes , polisi kembali mendapat dua nama pelanggan Dhemes yakni Yudhi Muharsono (23) dan Agus Syafii (25) keduanya warga Jl Ngadisimo Utara Kelurahan Ngadisimo Kota Kediri. Kedua tersangka diamankan dirumahnya masing-masing. Dari tangan Yudhi petugas berhasil mengamankan 3 butir lexotan dan uang Rp30 ribu, sedangkan dari tangan Agus petugas berhasil mengamankan 6 butir lexotan dan 10 butir double L.
Dari hasil penangkapan para tersangka berdasarkan keterangan Arif Eko Yuwono, ternyata tersangka Arif masih mengaku memiliki anak buah yang rencanannya tidak ia sebutkan,” Dari pada yang kena kita-kita lebih baik saya sebutkan sekalian,” kata Arif.
Orang terakhir yang disebutkan Arif tersebut adalah Hariyanto (27) warga Sambi Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Tersangka ditangkap dirumhanya tanpa perlawanan beberapa saat setelah Arif memberikan keterangan. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 1000 butir pil jenis double L dan 4200 butir jenis lexotan.“ Yang jelas kita belum puas dan akan terus mengembangkan kasus ini,” kata Sudadi.
Sementara itu dimintai keterangan terkait terlibatnya oknum wartawan yang terlibat dalam komplotan pengedar pil kirik ini, Drs Zaenal Arifin Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri menyatakan sangat menyesalkan.
“Inilah repotnya menata wartawan dan para pemilik media saat ini, kemudahan membuat media kadang tidak terfikirkan oleh perusahaan bagaiama cara mensejahterakan wartawan. Akibat wartawan tidak digaji atau gajinya tidak memenuhi standart UMK maka yang terjadi wartawan akan mbodrek dan menghalalkan segala cara salah satunya jualan pil koplo. Oleh karena itu kami berharap kepada pemilik modal jangan membuat media jika memang tidak bisa menggaji karyawan, sebab akan membuat dan mendidik wartawan menjadi tidak benar,” kata Zaenal pada RADAR Surabaya. (aro)

Ediaaan Tenan Alun Alun Dikepras !!!

Di Uncategorized dalam November 24, 2006 pada 06:20 am11
Alun Alun Kota Kediri Akhirnya Tergusur
KEDIRI-RADAR- Kebanggan warga Kota Kediri untuk memiliki ruang terbuka hijau sirna sudah. Sebab alun alun yang ada sejak zaman kerajaan Kediri kini dimanfaatkan untuk kios PKL sebanyak 100 buah menyusul tergusurnya mereka di sekitar alun alun akibat pembangunan Plasa Dhaha.
Dari pantuan RADAR Surabaya, Kamis (23/11) para pekerja nampak mulai menggali pondasi kios-kios di alun alun sebelah utara dibawah pengawasan Bagio RT setempat sekaligus pengawas proyek orang yang dahulunya menentang dibangunnya kios-kios tersebut. Namun setelah didekati dan diberi berbagai janji akhirnya Bagio menurut.
Menurut Ir H Syaiful Muslimin Asisten II Sekkota Bagian Pembangunan menyatakan pembangunan kios-kios tersebut ditargetkan akan selesai dalam waktu 30 hari.“ Karena tidak ada kendala, maka kita kebut pembangunan kios-kios tersebut. Sebab sebentar lagi Plasa Dhaha akan diresmikan,” kata Syaiful pada RADAR Surabaya.
Sementara Ahmad Tsalis anggota Komisi C DPRD Kota Kediri yang sejak awal menolak dibangunya kios-kios tersebut mengaku prihatin dengan langkah pemkot yang terkesan tidak mengindahkan sejarah dan ruang terbuka untuk publik.
“ Saya tetap seperti semula bahwa apa yang dilakukan Pemkot Kediri untuk membangun kios alun alun tersebut adalah hal yang salah yang seharusnya alun alaun dijaga malah dirusak,” kata Tsalis yang juga satu- satunya dewan dari PKS itu menyesalkan.
Ditambahkan Tsalis terkait penolakan tersebut dirinya bersama anggota Komisi C akan meminta keterangan kepada eksekutif,” Dan kebetulan besok (hari ini,red) ada undangan dari Bapekko terkait Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) dan kita akan meminta keterangan kepada mereka,” tambah Tsalis.
Seperti diketahui anggota DPRD selain Tsalis dan kawan-kawan yang ada di Komisi C menyatakan setuju dengan dimanfaatkanya sebagian lokasi alun alun untuk kios PKL, sebab anggota dewan menganggap keputusan Pemkot tersebut sudah tepat karena tidak ada tempat alternatif tempat untuk para PKL (aro)

Dewan Tambah Sugih Nda.. !

Di Uncategorized dalam November 24, 2006 pada 06:20 am11
Tunjangan Komunikasi Intensif Untuk DPRD Ditentang Warga Kota Kediri
KEDIRI-RADAR- Seluruh wakil rakyat di DPRD Kota Kediri tertawa gembira dengan terbitnya PP No 37/2006 yang mengatur tambahan dana berupa tunjangan komunikasi intensif Rp 6,3 juta per bulan atau ditentang sejumlah elemen masyarakat di Kota Kediri.
Pemberian tunjangan yang jika dirapel sejak awal tahun 2006 mencapai Rp 75,6 juta itu dianggap sangat tidak berpihak kepada rakyat.
“Pemberian tunjangan itu sangat menyakiti hati rakyat. Seharusnya para wakil rakyat harus menolak tunjangan itu. Jika mereka menerima, sama dengan menari-nari di atas penderitaan rakyat,” kata Abdul Aziz, pengurus Yayasan Madani Kediri di gedung DPRD Kota Kediri, Kamis (23/11).
Menurut Aziz, lembaganya tengah menggalang kekuatan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menolak pemberlakukan PP tersebut, hingga peraturan itu dicabut kembali. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengajukan judicial review atas PP No 37/2006 itu.
“Selain menggalang kekuatan untuk terus menekan wakil rakyat tidak menerima tunjangan itu, kami akan mengajukan judicial review kae Mahkamah Agung,” tandas Abdul Aziz.
Di sisi lain, para wakil rakyat justru menyatakan gembira dan bersuka-cita atas adanya tunjangan komunikasi intensif. Menurut Muhaimin, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kediri, dengan adanya tambahan tunjangan itu bisa dipakai untuk memingkatkan komunikasi dengan konstituen.
“Tidak ada masalah dengan tambahan tunjangan itu. Prinsipnya kami menerima dengan senang hati tambahan itu. Dengan uang itu kami bisa semakin sering turun ke bawah,” kata Muhaimin dengan muka berseri-seri.
Sementara Zen Fanani, rekannya di Fraksi PKB yang juga Ketua DPC PKB Kota Kediri menyatakan, tambahan tunjangan itu bisa dipakai untuk menambah anggaran partai. Menurutnya selama ini tiap wakil rakyat wajib memberikan 50 persen uang representatif yang diterima dari DPRD.
“Tiap bulan saya dapat uang representatif Rp 2,1 juta. Selama ini yang Rp 1 juta saya berikan ke partai. Dengan adanya keniakan tunjangan komunikasi intensif, uang yang masuk ke partai pasti jadi semakin banyak. Jadi bagi kami tidak ada masalah,” kata Zen Fanani.
Meskipun selama ini sebagian uang representative diserahkan ke partai, namun para wakil rakyat tiap bulan mendapatkan sejumlah uang tambahan, diantaranya tunjangan jabatan, keluarga dan anak, beras, dan lain-lain.
Sementara Ketua DPRD Kota Kediri, Bambang Harianto menolak diwawancarai terkait PP No 37/2006 itu. Melalui ajudannya, dia tidak bersedia menemui untuk dimintai keterangan.
Padahal, menurut pegawai Sekretariat DPRD Kota Kediri, dengan adanya PP 37/2006 itu, Ketua DPRD mendapat tunjangan operasional Rp 12,6 juta (enam kali uang representasi) per bulan. Sedangkan Wakil Ketua DPRD mendapat Rp 8,4 juta (empat kali).
“Jika dirapel, Ketua DPRD bisa mengantongi Rp 226,8 juta dan wakilnya Rp 176,4 juta. Tapi jangan bilang-bilang ya, nanti saya dimarahi ketua,” kata
salah seorang pegawai di Sekretariat DPRD Kota Kediri.
Sementara itu Kepala Bagian Keuangan Pemkot Kediri Drs Soeprapto menyatakan belum mengehaui apakah Pemkot bisa membayar kepada dewan terkait pemberlakukan PP 37/2006 yang mulai diberlakukan per 14 Nopember kemarin,” Belum ada pembahasan khusus terkait masalah tersebut dan saya sendiri juga belum membaca secara detail PP tersebut,” kata Soeprapto pada RADAR Surabaya. (aro)

Dicatut PKNU

Di Uncategorized dalam November 24, 2006 pada 06:20 am11
KH Idris Marzuqi Lirboyo Mengaku Namanya Dicatut PKNU 
KEDIRI-RADAR- Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Idris Marzuqi mengaku namanya dicatut PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) meski ia telah menyatakan tidak akan bergabung dengan partai yang dideklarasikan di Ponpes Langitan Tuban beberapa waktu lalu. Kiai Idris baru tahu namanya dicatut ketika di salah satu media memuat namannya di jajaran Muhtasyar Menurut ulama yang akrab disapa Mbah Idris itu, sejak PKNU didirikan dan didaftarkan secara sepihak oleh Choirul Anam, dirinya telah menyatakan tidak akan bergabung atau bersedia menjadi pengurus.“Sejak awal saya katakan saya tidak akan begitu mudah menentukan sikap bergabung ke PKNU. Apalagi dalam perkembangannya, melalui forum ulama yang digelar di Kediri hingga diputusakan di Langitan, Tuban, banyak hal yang membuat saya cenderung memilih tidak bergabung,” kata KH Idris Marzuqi, pada RADAR
Surabaya, Kamis (23/11).
Menurut Mbah Idris, salah satu hal yang membuatnya tidak mau bergabung dengan PKNU adalah dari sisi nama. Dalam pertemuan di Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur yang berlangsung Jumat (10/11) malam hingga Sabtu (11/11) dini hari, disepakati membentuk partai baru, namun bukan PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) seperti yang telah didaftarkan Choirul Anam ke Departeman Hukum dan Hak Azasi Manusia.“Ternyata dalam pertemuan di Langitan, Tuban nama itu disepakati tetap dipakai. Saya sendiri sempat mengusulkan nama Partai Bintang Sembilan, tapi ditolak. Makanya saya menolak nama saya dicantumkan dalam kepengurusan PKNU, karena saya ingin berkonsentrasi mengurus pesantren,” kata Mbah Idris.Tentang kemungkinan masuk ke PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Mbah Idris menadaskan bahwa pilhan itu sangat tidak mungkin dia lakukan. Menurutnya, dia sama sekali tidak pernah bergabung ke partai berlambang Ka’bah itu. Satu-satunya pilihan yang dia ambil adalah memutar haluan untuk mengasuh para santri.Keluhan pencatutan nama ulama dalam struktur kepengurusan PKNU yang didaftarkan Choirul Anam, juga pernah diakui KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Menurutnya, namanya dicatut Choirul Anam sebagai salah seorang pendiri PKNU. Padahal dia sama sekali tidak pernah dikontak Anam terkait pendaftaran PKNU,” Saya hanya tanda tangan daftar hadir di Ponpes Lirboyo pada 20 September lalu, tapi tiba-tiba nama tanda tangan dan nama saya dicatut untuk pendaftaran partai,” kata Gus Dah panggilan KH Nurul Huda Djazuli. (aro) 



Janji Dijadikan CPNS

Di Uncategorized dalam November 23, 2006 pada 06:20 am11
Ratusan GTT / PTT Diberi Angin Surga
* Tahun 2008-2009 Dijanjikan Jadi PNS
KEDIRI-RADAR- Setelah berulang kali melakukan audensi dengan DPRD Kota Kediri dan yang terakhir dengan Sekkota HM Zaini dan anggota Komisi C DPRD Kota Kediri di ruang Joyoboyo Pemkot Kediri, Rabu (22/11) akhirnya ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap diusulkan menjadi CPNS pada 2008-2009 mendatang
Selain dijanjikan akan dijadikan PNS dalam waktu tiga tahun mereka juga akan dijanjikan akan dijadikan honorer daerah sementara sambil menunggu pengangkatan.
Sebab sudah bertahun-tahun mereka mengabdi di sekolah-sekolah negeri, namun tak jelas apakah mereka tenaga sukuan atau honorer daerah,” Bayangkan pak kami sudah 12 tahun mengabdi tetapi juga tidak ada kejelasan nasib kami,” kata Komala salah satu GTT kepada Zaini yang memimpin audensi.
Audensi yang digelar tersebut selain dihadiri Komisi C DPRD Kota Kediri juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Drs H Maki Ali dan mantan Kepala Dinas Pendidikan Drs Bambang Sumaryono MM yang kini menjadi Kepala Bawasko,
Sebab belum didaftarkanya mereka menjadi tenaga honorer oleh kepala sekolah masing-masing terjadi pada massa kepemimpinan Bambang Sumaryono yang pada waktu itu menjabat sebagai Kakandiknas.
Akibat merasa bersalah karena menelantarkan para GTT/PTT tersebut Bambang dihadapan ratusan GTT/PTT menyatakan berani tanda tangan untuk merekomendasikan mereka untuk diangkat menjadi tenaga honorer daerah atas nama Kepala Dinas Pendidikan.
Namun karena hal tersebut melanggar aturan oleh Kakandiknas yang sekarang yakni Maki Ali hal tersebut tidak disetujui karena akan menjadi keputusan yang cacat hukum, sebab Bambang tidak lagi menjabat sebagai Kakandiknas.
“ Saya telah mendengar semuanya dan semuanya bersedia membantu semua keluhan GTT/PTT. Oleh karena itu kami harapkan dalam waktu dekat GTT/PTT untuk mengumpulkan data untuk kemudian kita rekomendasikan susulan untuk bisa menjadi CPNS pada tahun 2008 – 2009 nanti. Sebab Pemkot Kediri tidak bisa memberikan putusan yang berwenang memberikan putusan adalah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara,” kata Sekkota HM Zaini.
Ditambahkan Zaini mengapa mereka baru diusulkan pada tahun 2008-2009, sebab saat ini Pemkot Kediri menghabiskan target honorer daerah yang telah didaftarkan ke BKN sebagai CPNS hingga akhir 2007 mendatang.
Jumlah honorer daerah yang diusulkan Pemkot menjadio CPNS secara keseluruhan berjumlah 1534 orang. Dimana untuk tahun 2005 sebanyak 430 orang telah diangkat menjadi CPNS, Tahun 2006, 524 orang dan sisanya untuk tahuan 2007, 580 orang
Sementara itu sekedar diketahui jumlah GTT dan PTT di Kota Kediri baik yang ada di swasta maupun negeri berjumlah 1995 orang. Rincianya yang berada di instansi negeri untuk GTT berjumlah 212 sedangkan PTT 256 total 469 orang. Sedangkan mereka yang berada di instansi swasta jumlah GTT mencapai 1191 dan PTT 335 total 1426 orang.
“Karena sesuai dengan SE Menpan Nomor 01/M.PAN/1/2006 tertanggal 11 Janurai 2006 maka yang akan kita perjuangkan adalah mereka yang selama ini dibiayai APBD atau APBN maka honorer daerah dulu yang kita perhatikan dan untuk GTT/ PTT harus bersabar,” jelasnya.
Namun demikian dari total GTT/PTT baik yang swasta dan negeri yang akan diperhatikan untuk diangkat menjadi honorer daerah dan selanjutnya diusulkan menjadi CPNS adalah mereka yang bekerja di instansi swasta yang jumlahnya mencapai 469 orang.
Joko Suprianto anggota Komisi C yang juga turut hadir dalam acara tersebut mendesak kepada Pemkot Kediri agar benar-benar memperhatikan nasib GTT/PTT.
” Salah satu langkah yang harus segera dilakukan Pemkot Kediri untuk mengatasi keresahan GTT/PTT adalah segera mengangkat mereka menjadi honorer daerah. Sebab sumbangsih mereka untuk dunia pendidikan tidak diragukan lagi. Selain itu ketika mereka gagal diusulkan menjadi CPNS sudah punya pegangangan,” kata Joko yang langsung disambut teriakan oleh ratusan GTT/PTT sebagai bukti dukungan pada Joko yang telah membantu mereka. (aro)

Guk Tris Diprotes Warga

Di Uncategorized dalam November 22, 2006 pada 06:20 am11
Jalan Rusak 4 Kilomter Ratusan Warga Harapkan Belas Kasihan Bupati
*Protes Dengan Memasang Pesan Menuju Kawasan Gunung Kelud
KEDIRI-RADAR- Akibat terus dianaktirikan akhirnya kesabaran warga Sepawon dan Petungombo Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri mencapai puncaknya, mereka memprotes Bupati Kediri ir H Sutrisno, akibat akses jalan menuju Pare lewat perkebunan Ngrangkah Sepawon rusak berat sepanjang 4 kilometer. Protes dilakukan dengan memasang tulisan di jalan kawasan Gunung Kelud yang sering digunakan bupati lewat.
Menurut pengakuan warga sebelum protes dengan mamasang tulisan di akses jalan yang sering dilewati bupati saat menuju kawasan wisata Gunung Kelud, sebenarnya warga telah berulang kali mengajukan proposal agar jalan yang menghubungkan Pare lewat Ngancar tersebut segera diperbaiki. Namun kenyataanya Pemkab Kediri tidak menggubrik tuntutan warga Sepawon dan sekitarnya tetapi malah terus-terusan a membangun jalan menuju kawasan wisata Gunung Kelud dengan dana miliaran rupiah.
“ Padahal kalau dipikir juga sama, jalan di daerah Sepawon- Petungombo ini juga menjadi jalan alternatif menuju kawasan Gunung Kelud. Namun kenyataanya Pamkab Kediri hanya memperhatikan jalan-jalan yang ada di Kecamatan Ngancar,” kata Parni warga Petungombo pada RADAR Surabaya, Selasa (21/11).
Dari pantuan RADAR Surabaya, protes warga yang dipampang di perempatan Balai Desa Sugih Waras tergolong mencolok dan siapa saja yang lewat pasti membacanya. Di blok warna putih ada tulisan merah berbunyi “ Jalan ke Plosoklaten – Pare Sangat Memprihatinkan, dari warga Sepawon “
Tidak hanya itu, ketika RADAR Surabaya mencoba menelusuri jalan yang dikatakan warga rusak ternyata memang rusak berat. Sepeda motor pun kalau dipaksakan lewat hanya akan membuat pantat sakit. Tidak ada alternatif untuk melewati jalan di kaki Gunung Kelud ini kecuali jalan kaki. (aro)

Tewas

Di Uncategorized dalam November 22, 2006 pada 06:20 am11
Seorang Gadis Ditemukan Tewas di Dasar Sumur
KEDIRI-RADAR- Rivantin (30) gadis asal Desa Sumber Lumbu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, Selasa (21/110 sekitar pukul 05.30 ditemukan tewas di dasar sumur rumahnya oleh Puryanti (37) kakak korban.
Puryanti yang pada waktu itu hendak menimba air untuk mengisi kamar mandi dikejutkan ketika ada sesuatu yang menyembul dari dasar sumur,” Karena agak gelap kepala saya sampai saya masukkan ke dalam bibir sumur. Setelah saya perhatikan ternyata adik saya,” kata Puryanti yang mengaku langsung berteriak meminta pertolongan.
Kuatir korban menjadi korban penganiayaan atau tewas akibat dibunuh keluarga korban langsung melapor ke Mapolsek Ngancar. Setelah polisi datang di TKP dan memintai keterangan kepada para saksi akhirnya korban langsung dibawa ke RSUD Pelem Pare untuk dilakukan visum. Saat ditemukan korban mengalami beberapa luka memar di sekujur tubuhnya akibat terbentur tembok sumur.
Kapolsek Ngancar AKP Sartana dikonfirmasi menyatakan kemungkinan besar korban tewas akibat penyakit epelipsinya kambuh,” Berdasarkan keterangan keluarga korban, korban memiliki penyakit epelepsi yang sudah lama. Karakter orang yang memiliki penyakit ini biasanya dia akan kambuh ketika melihat air . Namun untuk kepastianya kita menunggu hasil visum,” kata Sartana. (aro)

Lho Kok Nyolongan !

Di Uncategorized dalam November 22, 2006 pada 06:20 am11
Kabag Kendaraan PT GG Tbk Dipolisikan
KEDIRI–RADAR- Imam Sulistyono Kepala Bagian Kendaraan PT Gudang Garam Tbk, dilaporkan oleh pihak managemen PT Gudang Garam Tbk ke Polresta Kediri karena diduga menggelapkan tape mobil Daihatsu Taft AG 537 CA milik perusahaan.
”Kami sudah menerima laporan tersebut dan beberapa saksi memang sudah diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Isbari, Selasa (21/11)
Ditambahkan Isbari berdasarkan keterangan beberapa saksi Imam diduga menggelapkan tape mobil pada akhir pekan lalu. Namun pihak manajemen baru memprosesnya pada Senin (20/11). ”Karena yang bertanggung jawab adalah Imam, maka kami akan memeriksanya juga,” kata Isbari.
Tape tersebut hilang ketika ada pengecekan di internal PT Gudang Garam. Saat mobil dicek, kondisinya dalam keadaan normal. Tidak ada tanda-tanda mobil tersebut dipreteli atau dicuri spare partnya. Namun ketika dicek di dalam mobil, ternyata radio dan tape sudah hilang dari posisinya.
Semula kasus ini akan diselesaikan secara internal, tetapi karena sudah menjurus pada tindak pidana maka dibawa ke pihak berwajib. Vidya R Boediantio, Wakil Kabag Humas PT GG Tbk enggan berkomentar terkait permasalahan tersebut ketika dikonfirasi. Ia mengatakan, bahwa semua yang menyangkut masalah karyawan ditangani Divisi Sumber Daya Manusia. Pihaknya belum bisa menjelaskan terlebih dulu karena lintas divisi. “Jadi yang berhak menjelaskan detail masalah itu, adalah pihak Divisi SDM,” katanya saat dihubungi melalui HP-nya. (aro)

Polisi Cuek Bebek

Di Uncategorized dalam November 22, 2006 pada 06:20 am11
Polisi Membantah Menembak Warga Saat Penggrebekan Judi Sabung Ayam
* Kapolwil Akui Tindakan Polisi Sudah Sesuai Prosedur.
KEDIRI –RADAR- Meski penggrebakan judi sabung ayam yang dilakukan oleh petugas Polres Tulungagung dan Polwil Kediri membawa korban akibat peluru nyasar petugas, dan melukai Karmini ( 55) warga Dusun Klatek, Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung pada Minggu (19/11). Namun Polwil Kediri tidak akan menyelidiki insiden pasca penggerebekan di dekat rumah korban tersebut.
Hal itu disebabkan, apa yang dilakukan petugas menurut Kapolwil Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki sudah sesuai prosedur. ” Tidak ada penyelidikan terkait kasus tersebut,” tegasnya. Seperti diketahui Karmini terluka pada pangkal paha bagian kanan akibat proyektil peluru nyasar.
Diduga proyektil peluru tersebut berasal dari anggota tim gabungan Polres Tulungagung dan Polwil Kediri, saat mengerebek judi sabung ayam. Luka yang dialami Karmini cukup serius sehingga harus dirawat di RS Bhayangkara selama 12 jam. Pangkal paha itu mengalami luka robek sepanjang 5 cm, dengan kedalaman 1 cm.
Pihak keluarga korban hanya memasrahkan semuanya kepada petugas. Apakah diselidiki atau tidak ”Kami ini rakyat kecil, biar petugas saja yang tahu,” kata Sudomo suami korban.
Dikonfirmasi terpisah Kasubag Reskrim Polwil Kediri, Kompol Gigih Swasana yang memimpin penggerebekan mengatakan, sebelum dilakukan penggerebekan, sebagai pimpinan mengaku sudah memberi arahan kepada anggota. ”Sebelum dilakukan penggrebekan saya sudah memberikan perintah untuk memberikan tembakan peringatan ke atas dan tidak menembak ke arah kerumunan massa,” kata Gigih menjelaskan.
Gigih berani menjamin kalau anak buahnya menembak ke atas semua. Sehingga, Gigih tidak yakin kalau paha Karmini kena peluru nyasar petugas. ”Anggota sudah terlatih, jadi saya kira terkena pada Karmini bukan peluru,” bantahnya. (aro)

Pertemuan Langitan Final

Di Uncategorized dalam November 20, 2006 pada 06:20 am11
Pertemuan Forum Langitan Final
*Antara Melanjutkan PKNU dan Tidak Membuat Partai
KEDIRI-RADAR- Pasca pertemuan kiai-kiai Forum Langitan membahas pendirian partai pengganti alternatif PKB yakni Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Ponpes Putri Al Falah Ploso Mojo Kediri, Sabtu (11/11) lalu, rencananya hari ini (besok,red) akan ada pertemuan final antara meneruskan membuat partai dan tidak di Ponpes Langitan Tuban.
Penjelasan tersebut disampaikan salah satu anggota tim 17 KH Idris Marzuqi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri,Senin (20/11),” Insya Allah pertemuan langitan besok (hari ini,red) adalah pertemuan final dan itu yang kita harapkan. Sehingga kita tidak teromabang-ambing. Kalau memang membuat partai maka kita akan total untuk membidani, tetapi kalau tidak kita juga akan tinggalkan itu dan lebih mengutamakan menata umat dan santri,” kata Gus Idris panggilan Kiai dengan 10 ribu santri tersebut.
Disoal apakah ada bocoran terkait nama jika formula pertemuan tersebut tetap membahas partai baru. Sebab dalam pertemuan Ploso beberapa hari lalu hampir mayoritas kiai tidak setuju dengan nama belakang partai yang akan dilahirkan yakni Nasional Ulama. Para kiai hanya setuju dengan nama PK (Partai Kebangkitan) sementara terusan yang belakang akan dibahas dalam pertemuan di Langitan hari ini (21/11).
Seperti diberitakan RADAR Surabaya beberapa waktu lalu, pertemuan di Ponpes Putri Al Falah Ploso Kediri di kediaman KH Nurul Huda Djazuli salah satu anggota tim 17 berakhir “bengkerengan” antar kiai. Hingga akhirnya nama PKNU yang telah didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM dimentahkan oleh Forum Langitan sendiri.
Dalam pertemuan tersebut nampak sekali perpecahan di internal para kiai dan tim 17 yang bertugas melahirkan partai pengganti PKB dari hasil pertemuan di Ponpes Lirboyo pada 20 September lalu.
Dari pantauan RADAR Surabaya dalam pertemuan yang digelar setengah tertutup tersebut nampak ada dua kubu yang memiliki kepentingan.Antara lain kubu Cak Anam yang mendapat dukungan dari Gus Ubaidilah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban dan kubu Syaifullah Yusuf yang didukung para kiai-kiai yang mempertanyakan pendirian PKNU yang dianggap menelikung para kiai, sebab banyak nama kiai yang dicatut oleh Cak Anam tanpa adanya persetujuan.
KH Nurul Huda Djazuli adalah salah satu kiai yang mengaku namanya dicatut oleh Cak Anam dalam pendaftaran PKNU,” Padahal dalam pertemuan di Lirboyo sebelum puasa lalu saya hanya tanda tangan daftar hadir. Namun kenyataanya tanda angan saya digunakan Cak Anam untuk mendaftarkan partai baru yang bernama PKNU, ini kan sudah salah,” kata Gus Dah panggilan akrab KH Nurul Huda Djazuli pada RADAR Surabaya.
Lebih jauh KH Nurul Huda Dzazuli menjelaskan, beberapa hari sebelum wafatnya Habib Anis Asegaf, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, 7 November lalu, beliau (Habib Anis,red) pernah beristikhoroh untuk memilih nama yang tepat untuk partai baru. Nama hasil istikhoroh tersebut adalah Partai Kebangkitan Najatul Ummah
Nama Najatul Ummah tersebut diyakni lebih bersifat legaliter dengan mengajak kepada seluruh umat untuk bangkit dalam memperbaiki kondisi bangsa dan umat. Sementara PKNU versi Cak Anam dianggap lebih elitis dengan hanya mencantumkan nama ulama.
Anehnya meski berkali-kali Choirul Anam menegaskan bahwa pendirian PKNU telah mendapat restu dari para kiai, namun giliran kiai siapa saja yang mendukung ia tidak bisa menyebutkan satu persatu,” Ya pokoknya ada lah termasuk salah satunya dari Langitan,” tukas Cak Anam.
Adanya bukti Ponpes Langitan mendukung Cak Anam mendirikan PKNU sangat terlihat ketika Gus Ubaid (Ubaidilag Faqih,red) yang menjadi moderator dalam pertemuan tersebut terkesan menyetir dan mengarahkan para kiai agar menerima dengan PKNU dengan alasan sudah terlanju didaftarkan dan didengar oleh masyarakat luas.
Meski berkali-kali diperingatkan agar Gus Ubaid tidak memaksakan kehendaknya salah satunya dari mantan Menteri BUMN era Presiden Gus Dur KH Rozi Munir yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut, tetap saha Gus Ubaid ada kesan “kong kalikong” dengan Cak Anam yakni tetap mengarahkan agar kiai menerima PKNU. Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan besar oleh para kiai yang datang dalam pertemuan tersebut.
Mereka antara lain, KH Idris Marzuqi Lirboyo, KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso Mojo Kediri, KH Sholeh Qosim Sidoarjo, KH Ahmad Subadar, KH Warsun Munawwir Yogjakarta, KH Muhaiminan Gunardo Temanggung Jateng, KH Hasbullah Cilacap,KH Aniq Pati Jateng, KH Iskandar Jogjakarta, Gus Syaifullah Yusuf , KH Rozi Munir Jakarta, KH Yahya C Staquf Rembang
KH Idris Marzuqi dari Ponpes Lirboyo mengaku setuju dengan pendirian partai baru , namun ada pertanyaan besar apakah partai yang telah didaftarkan layak dijual atau tidak,” Kita masih sanksi PKNU layak dijual kepada umat, namun saya tetap setuju pendirian partai baru tapi bukan PKNU,” kata Kiai Idris.
Lain halnya dengan KH Idris, KH Zainuddin Djazuli secera tegas menolak,” Secara pribadi saya tidak mendukung didirikanya partai baru. Lebih baik kiai sekarang ini mengurus santri . Sebab jumlah pesantren salaf (tradisional,red) mulai berkurang . Hal ini diakibatkan serangkaian konflik internal, pribadi dan lain-lain,’ kata KH Zainuddin Djazuli.
Lalu bagaimana tanggapan KH Abdullah Faqih yang kemarin juga turut hadir dalam pertemuan tersebut terkait pendirian PKNU. Dimana Kiai Faqih selama ini dianggap menjadi kiblat para kiai. Meski berkali-kali “tebakannya” mbeleset seperti diungkapkan Gus Syaifullah Yusuf yang dengan berani mengkritik kiai sepuh tersebut.
” Dari hasil istikhoroh saya yang ada hanya bendera hijau dengan tulisan PK saja, bukan PKNU yang sekarang ini muncul. Untuk itulah perlu adanya pembicaraan tingkat lanjut terkait nama partai,” terang KH Abdullah Faqih.
Sementara itu dalam tanggapan akhir atas pendapat para kiai, Syaifullah Yusuf kembali menegaskan dihadapan para kiai bahwa apa yang dilakukan Cak Anam dengan mendaftarkan partai baru dengan alasan terlambat adalah kabar yang tidak valid.
“ Kalau itu alasanya itu maka Cak Anam terlalu mengada-ada, sebab pendaftaran itu bisa dilakukan sampai bulan Desember dan ini tidak ada aturan baku. Kalau kemudian ada kiai yang tidak tahu termasuk saya atas pendirian PKNU itu bukan berarti kami mengada-ada,” kata Gus Ipul.
Ditambahkan Gus Ipul karena banyak orang yang mendukung pembentukan partai baru namun karena namannya kurang menjual akhirnya banyak yang mundur,” Jika kemudian saya mempertanyakan ini bukan berarti saya ambisi. Saya justru akan mengatakan tidak tidak mau masuk dalam kepengurusan partai baru ini. Apalagi menjadi Ketua Umum, tugasnya sangat berat apalagi harus mengibarkan tinggi-tinggi bendera partai,” tambahnya.
Setelah perdebatatan panjang selesai melalui juru bicara para ulama, KH Abdurahman Khudori, para kiai sepakat untuk tetap solid dengan mendukung pembentukan partai baru.
“Perlu diketahui, para kiai hingga saat ini masih solid dan tidak pecah dalam menyikapi pembentukan partai baru ini. Hanya saja masih perlu dilakukan revisi atas partai tersebut, termasuk kepanjangan NU dalam PKNU,” jelas kiai yang akrab disapa Mbah Dur ini.
Menurutnya, singkatan nama PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) seperti yang didaftarkan Choirul Anam kurang mendapat tanggapan positif dari para kiai.
Untuk itu tim 17 yang sudah dibentuk untuk membidani lahirnya partai baru paska keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan bertugas merumuskan nama baru dan serta melakukakan revisi terhadap langkah yang sudah diambil Cak Anam. (aro)

Buruh Mogok Kerja

Di Uncategorized dalam November 20, 2006 pada 06:20 am11
Ratusan Buruh Pabrik Kayu Mogok Kerja
KEDIRI-RADAR- Ratusan buruh pabrik kayu PT Astra Jaya di Desa Ngrancangan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Senin pagi (20/11) melakukan aksi mogok kerja massal. Mogoknya para buruh ini diakibatkan gaji mereka sejak 12 September lalu belum diberikan oleh perusahaan
200 karyawan yang bekerja di pabrik pengolahan meubel setengah jadi tersebut menuntut kepada perusahaan untuk segera mencairkan upah mereka.
“Jika gaji kami tidak segara dicairkan kami akan terus melakukan aksi mogok. Sebab sudah berbulan-bulan keluarga kami tidak mendapatkan nafkah, mereka kan juga butuh makan,” kata Nanang salah seorang buruh pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Nanang setiap buruh per hari rata-rata mendapatkan upah antara Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per hari,” Tinggal ngalikan saja mas sejak 12 September lalu. Dengan terpaksa kami untuk kebutuhan sehari-hari kami harus ngutang. Dan saat ini kesbaran kami sudah habis sehingga tiada jalan lain kecuali mogok kerja,” tambahnya.
Setelah melakujkan aksi mogok dengan cara bergerombol di depan perusahaan dari jam 07.00 hingga 09.30 akhirya mereka membubarkan diri dan berlarian menuju kantor perusahaan untuk menemui Gunadi Wijaya bos perushaan yang baru datang.
Tanpa memberi kesempatan kepada Gunadi , para buruh langsung mencerca pertanyaan kepada Gunadi terkait kapan gaji mereka akan diberikan. Karena tidak ingin ribut diluar sebab kelihatan orang banyak dan juga wartawan, akhirnya Gunadi mengajak bicara para buruhnya masuk ke dalam perusahaan.
Setelah dijelaskan secara panjang lebar terkait kelesuan perusahaan akhirnya disepakati gaji akan diberikan pada Sabtu depan. Meski sebelumnya para buruh menolak dengan tawaran yang diberikan perusahaan , namun akhirnya menyetujui.
Rencananya Sabtu depan gaji buruh akan diberikan 40 persen dari keseluruhan gaji,sementara untuk kekurangan yang 60 persen masih belum jelas.
” Yang jelas perusahaan memang dalam keadaan mengkuatirkan. Bayangkan per hari kita hanya mampu mengirim barang sebanyak satu kontainer. Padahal untuk boleh dibilang laba per hari kita harus mengirim barang 7 kontainer,” kata Gunadi pada wartawan tanpa menjelaskan apakah barang tersebut dikirim ke luar negeri atau hanya untuk kebutuhan domestik saja.
Sementara itu setelah mendapatkan kejelasan dari perusahaan terkait gaji 40 persen yang akan diberikan pada Sabtu depan. Akhirnya para buruh kembali bekerja meski dengan perasaan nggrundel. (aro)

Ditempeleng

Di Uncategorized dalam November 20, 2006 pada 06:20 am11
Ditempeleng Guru Lapor Polisi
KEDIRI-RADAR- Mengaku dianiaya oleh dua gurunya Purbana Lubis siswa kelasa III A SMPN Negeri II Gurah Kabupaten Kediri, Senin (20/11) didampingi ayahnya Kuswadi melapor ke Mapolsek Gurah.
Kedatang korban bersama orang tuanya juga membawa hasil visum dari Rumah Sakit Khodijah Gurah yang berisi keterangan kondisi korban akibat penganiayaan yang dilakukan dua oknum guru PW dan Y.
“ Kejadian ini bermula kita kami anak kelas III mau mengadakan study tour ke Jawa Tengah. Karena kondisi saya kurang sehat saya akhirnya membeli minuman penambah energi. Karena memang saya dalam keadaan lemah oleh teman-teman saya diteriaki mabuk saat berada dalam bus sebelum berangkat,” kata Purbana pada RADAR Surabaya.
Mengetahui teriakan teman-teman korban dua oknum guru langsung menggelandangnya ke raung kepala sekolah,” Sejak keluar dari dalam bus hingga ke ruang kepala sekolah itulah saya dipukuli dan ditendang hingga berkali-kali. Guru saya menuduh kalau saya mabuk, padahal memang kondisi saya dalam keadaan tidak fit,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut Purbana akhirnya diputusak dilarang ikut dalam rombongan study tour. Karena memang salah satu larangan dari pelaksanaan study tour tidak boleh ada yang mabuk akibat minum-minuman keras.
Berdasarkan keterangan Ruba’I Spd Kepala Sekolah SMPN II Gurah berdasarkan keterangan dua guru yang menangani Purbana. Purbana diduga kuat minum minuman yang memabukkan,” Itu terlihat jelas dari perilakunya dan bau mulutnya yang berbau alcohol,” katanya.
Disoal dilaporkanya dua oknum guru karena diduga melakukan penganiayaan Ruba’I menjelaskan akan melakukan pembicaraan dengan keluarga Purbana,” Karena memang Purbana itu anaknya nakal dan sudah bisa diatur,” tambahnya.
Sementara itu Kapolsek Gurah AKP Sumilih dikonfirmasi mengaku tetap akan memproses kasus tersebut sesui pasal 352 KUHP. Namun pihaknya akan tetap memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menempuh jalan damai. (aro)

Dicekal

Di Uncategorized dalam November 20, 2006 pada 06:20 am11
Diserang KHV Ribuan Ikan Koi Blitar Dicekal
BLITAR- Sedikitnya 1033 petani ikan koi di Kabupaten dan Kota Blitar sejak 2002 hingga 2006 ini, mengalami kerugian miliaran rupiah. Ini disebabkan, 192 ribu ikan koi yang dikirim ke luar pulau dari Blitar dicekal karena terserang virus yang dikenal dengan koi herpes virus (KHV).
”Kami sangat mengeluhkan pencekalan itu. Dalam hitungan kami, setiap bulannya sejak 2002 hingga 2006, kami tidak bisa mengirim sekitar 4000 ekor ikan koi. Bila dikalikan selama 4 tahun, silakan hitung sendiri,” kata Agus Riyanto, Ketua Blitar Koi Club (BKC), disela penyelenggaraan Blitar Koi Show di kawasan Wisata Candi Penataran, Minggu (19/11)
Agus menjelaskan, selama ini petani ikan koi sudah mengajukan pencabutan pencekalan terhadap dirjen perdagangan antar pulau. Namun hingga empat tahun berlalu, pencekalan tersebut tidak segera dicabut. Sehingga pengiriman hanya sebatas di pulau jawa, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, dan Bandung.
Padahal, pangsa pasar petani ikan koi Blitar, sudah mencapai luar pulau. Diantaranya, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. ”Alasan kami sangat masuk akal, sebab beberapa kali kita ekspor ke luar negeri tetapi tidak ada yang mencekal. Bahkan ikan koinya juga tidak mati. Justru di dalam negeri kita kena cekal,” jelasnya.
Akibat pencekalan yang masih terus berkelanjutan tersebut menjadikan petani ikan koi yang dulunya berjaya kini mengalami penurunan. Namun hal tersebut masih beruntung sebab Pemkab dan Pemkot Blitar ikut turun tangan . Salah satunya mencoba membangkitkan petani ikan koi, dengan pembangunan gedung sub raiser di kawasan Candi Penataran.
”Itu sangat membantu kami, dalam menampung ikan yang akan dijual ke luar pulau maupun lura negeri. Apalagi dilengkapi laboratorium guna meneliti penyakit ikan,” kata Agus.
Selama 18-19 November 2006, BKC menggelar kontes ikan koi di kawasan Penataran. Disela-sela itu, juga diresmikan Sub Raiser Ikan Hias Penataran dari Raiser di Cibinong yang dikembangkan Dirjen Perikanan Budidaya.
Proyek Sub Raiser tersebut dibangun di atas tanah seluas sekitar 2 hektare, dan telah menelan biaya Rp1.5 miliar. Dana sebesar itu, hanya digunakan sekitar 20 persen dari rencana total Sub Raiser Ikan Hias di Penataran.
Rencananya, sub raiser akan dilengkapi hall, tempat parkir , Musola, rumah tamu, sarana air, dan dilengkapi sarana pelatihan. ”Kita sangat menyambut baik pembangunan sub raiser ini. Sebab, ini akan membangkitkan petani ikan koi di Blitar ,” tandas Bupati Blitar, Ir Hery Noegroho saat meresmikan fasilitas sub raiser.
Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya, Departeman Perikanan dan Kelautan, Made L Harjam, menjawab keluhan petani ikan koi, mengatakan, pihaknya masih berupaya mencabut pencekalan dari dirjen perdagangan itu.
Selain itu, untuk memudahkan petani ikan koi, pihaknya akan menerbitkan rekomendasi agar ikan koi dari Blitar bisa kembali di pasarkan ke luar pulau. ”Saat ini, kami sedang meninjau celah hukum apa yang bisa digunakan mencabut pencekalan itu,” katanya jelasnya. (***)

Lagi Tolak Bush

Di Uncategorized dalam November 20, 2006 pada 06:20 am11
Anak-Anak Juga Tolak Bush
KEDIRI- Tidak hanya orang-orang dewasa di Kediri yang menolak kehadiran Presiden AS George Walker Bush anak-anakpun juga melakukan hal yang sama. Minggu siang (19/11) sekitar 15 anak di Kediri, turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya menolak kedatangan Bush hari ini.
Anak usia sekolah dasar itu menamakan dirinya Kelompok Belajar Anak (KBA) Lebak Tumpang, Lebak Tumpang adalah sebuah Dusun di Kaki Gunung Wilis yang masih masuk wilayah Kota Kediri.
Akasi anak-anak kecil itu dilakukan di Bundaran Sekartaji Kota Kediri, bersama elemen pemuda dan mahasiswa. Para pengunjuk rasa mengaku prihatin dengan kondisi Indonesia sebagai negara kaya dan makmur, namun tidak bisa menikmati kekayaan alamnya sendiri.
“Justru kekayaan alam kita ini dikuras habis oleh negara-negara yang memiliki modal besar atau kapitalis seperti Amerika Serikat,” kata Heri selaku koordinator aksi dalam orasinya.
Ironisnya, menurut dia, kondisi ini semakin diperparah dengan kesediaan pemerintah Indonesia mengeluarkan dana Rp6 miliar untuk meyambut kedatangan Bush di Istana Bogor, Jabar. “Betapa rendahnya martabat bangsa ini, sudah kekayaan alam dikuras habis, tapi malah diagung-agungkan kedatangannya,” ujarnya.
Ia menganggap, pemerintah telah melakukan pengkhianatan besar karena di tengah rakyat kecil kesulitan ekonomi justru uang Negara dihambur-hamburkan untuk kepentingan tamu asing yang datang hanya enam jam itu.
Heri dan para pengunjjuk rasa lainnya menyayangkan hal itu, karena pemerintahan sekarang yang dipilih oleh rakyat justru tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
“Oleh sebab itu kami minta kepada pemerintah untuk menolak kedatangan Bush yang membawa kepetingan negaranya sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu meski aksi damai itu berlangsung singkat, yakni sekitar 30 menit, namun sejumlah personil Polri dan TNI dikerahkan ke Bundaran Sekartaji untuk melakukan tugas pengamanan. (***)

Tiga DPD Demo Bush

Di Uncategorized dalam November 19, 2006 pada 06:20 am11
Tiga DPD PKS Tolak Kedatangan Bush
KEDIRI-RADAR – Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS ) dari tiga DPD yakni Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk menggelar aksi unjuk rasa di depan alun alun Kota Kediri Sabtu petang (18/11). Aksi digelar merupakan kelanjutan protes terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush di Istana Bogor, Senin (20/11) nanti.
“Jelas kedatangan Bush membawa kemudlaratan bagi bangsa ini. Kami di sini, memrotes standar ganda Amerika dalam menghadapi masalah palestina, Israel, Iran, Korut, dan negara lain dalam konteks politik international,” kata M Jauhar Arif koordinator aksi pada RADAR Surabaya
Aksi dimulai sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 tersebut diikuti kurang lebih 500 massa terdiri ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak kecil. Puluhan aparat keamanan menjaga aksi tersebut karena aksi sempat mengganggu pengguna jalan utama di Kota Kediri yakni Jl Panglima Sudirman. Meski sempat membuat macet jalan, namun aksi berjalan dengan tertib.
Selain memprotes standar ganda Amerika, pendemo juga menyatakan berduka atas kedatangan George Walker Bush. Pasalnya, kedatangan orang nomor satu di negeri Paman Sam itu, merugikan miliaran rupiah uang rakyat Indonesia.
“Apalagi rakyat sampai diminta mematikan HP radius 2 km dari Kebun Raya Bogor. Ini sungguh mengebiri hak azasi rakyat Indonesia, dan sangat keterlaluan. Apa yang perlu ditakuti atas seorang George Bush karena dia hanya seorang pecundang” lanjut Jauhar. (aro)

Atasi DB Dengan Ikan

Di Uncategorized dalam November 18, 2006 pada 06:20 am11
Atasi DB 200 Ribu Ikan Black Molly Disebesar di 57.310 Rumah di Kota Kediri
KEDIRI-RADAR- Dikarenakan hampir 75 persen kelurahan yang ada di Kota Kediri merupakan endemis demam berdarah Dinas Kesehatan Kota Kediri terus berupaya meminimalisir pengembangbiakan nyamuk mematikan ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penyebaran ikan pemakan jentik jenis black molly.
Sedikitnya ada kurang lebih 200 ribu ikan yang disebar di 57.310 rumah di 1356 RT di Kota Kediri dan tempat-tempat umum yang pindistribusianya dimulai pada Jumat (17/11) hingga 1 Desember mendatang.
Dan untuk hari pertama kemarin Dinas Kesehatan membagikan kepada lima kelurahan dengan total ikan yang dibagikan sebanyak 12.930. Kelima kelurahan tersebut antara lain Setono Gedong, Banjaran, Ringinanom, Rejomulyo dan Ngampel.
“ Ini merupakan bagian strategi penecagahan menuju Kota Kediri bebas demam berdarah. Selain ikanisasi missal juga ada program-program yang lain antara lain Gerakan Kesadaran Masyarakat Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah ( Gerdamas PSN-DB). Pemantuan Jentik Berbasis Masyarakat dan Abatisasi Massal,” kata Nurul Qomari Kusumawati Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Masyarakat pada RADAR Surabaya, Jumat (17/11).
Ditambahkan Nurul, program ikanisasi massal ini di Kota Kediri merupakan kali pertama di Jawa Timur . Ia berharap dengan program ini pengembangbiakan nyamuk demam berdarah dapat diminimalisir.
Sebab berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kediri jumlah penderita demam berdarah terus mengalami peningkatan tiap tahunya. Data tahun 2004 jumlah pendirita positif DB mencapai 234 dengan jumlah korban meninggal 5 orang. Tahun 2005 tersangka positif DB mencapai 350 dengan korban meninggal 3 orang dan tahun 2006 hingga bulan Nopember jumlah tersangka positif mencapai 526 dimana 4 diantaranya meninggal dunia.
“ Karena di Kota Kediri kita mengenal siklus tiga tahunan, ini yang kita kuatirkan, apalagi saat ini memasuki musim penghujan. Dan langkah untuk pencegahannya yang kami yakini manjur saat ini untuk didalam ruangan adalah ikanisasi ini selain abatisasi. Tetapi kalau diluar ruangan tetap harus ada gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang kita lakukan serentak di seluruh Kota Kediri setiap hari Jumat,” tambahnya.
Yuni Purwatini (37) warga RT03 RW 05 Kelurahan Rejomulyo salah satu warga yang menerima ikan, mengaku senang dengan program yang dilakukan Pemkot Kediri untuk memberantas nyamuk demam berdarah.
“Kita masyarakat sangat senang dengan program ini. Namun kita berharap tetap ada upaya pencegahan lain agar DB benar-benar bisa hilang, meski ini memerlukan waktu dan juga usaha bersama dan juga kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan,” kata Yuni pada RADAR Surabaya.
Meski program ini bagus namun dari kalangan wakil rakyat sempat mempertanyakan upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan ini, khususnya alokasi anggaran pemberantasan DB yang didalam APBD 2006 dianggarkan kurang lebih 350 juta.
“ Program ini tidak secara terperinci dijelaskan di APBD untuk program ikanisasi massal ini khusus untuk penanggulangan DB. Jika Dinkes tidak segera memberikan keterangan kepada dewan maka kita akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan,” kata Ahmad Tsalis anggota Komisi C pada RADAR Surabaya.
Namun tuduhan Tsalis tersebut dibantah oleh Nurul Qomari Kusumawati Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Masyarakat,” Dalam PAK kemarin ini sudah kita cantumkan, yakni Rp40 juta dari total Rp350 juta untuk penanggulangan DB adalah untuk ikanisasi ini, jadi saya kira tidak masalah,” kata Nurul. (aro)

Dukung Bush

Di Uncategorized dalam November 18, 2006 pada 06:20 am11
GPN Dukung Kedatang Bush
KEDIRI-RADAR- Meski banyak pihak mengecam kedatangan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush di Istana Bogor pada 20 Nopember, namun Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kediri justru malah mendukung kedatangan oleh banyak orang sebagai “Mbahe Teroris” ini. GPN melakukan aksi dukunganya di depan alun alun Kota Kediri dengan melakukan aksi damai, Jumat (17/11)
“ Dia kan tamu maka kita menyatakan menerima kedatangannya di Indonesia kita hanya menolak kebijakannya bukan kedatanganya. Asal tidak melakukan intervensi terhadap kedaulatan Negara, asal memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada rakyat Indonesia yang telah mengeluarkan Rp6 miliar untuk menyambut kedatanganya yang hanya 6 jam itu,” kata Dominikus Batekoda koordinator aksi pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Dominikus meski GPN menyatakan menerima kedatangan Bush namun GPN tetap menanganggp Bush adalah teroris nomor wahid yang harus diadili,” Dia harus direkomendasikan ke Mahkamah Internasional sehingga luka para korban yang menjadi korbanya segera terobati. Kita juga meminta kepada dia tidak menjajah Indonesia dan ASEAN atas nama IMF,” tambahnya.
Sayang aksi yang diikuti kurang lebih 30 anggota GPN tersebut kurang mendapat perhatian masyakarakat, Karena selain berbau dukungan juga dilakukan di depan alun alun yang tertutupi oleh PKL yang berjualan di sekitar alun alun.
Selain melakukan aksi di alun alun GPN juga melakukan aksi di kantor DPRD Kota Kediri. Di gedung wakil rakyat tersebut GPN membacakan tuntunya di hadapan Wakil Ketua DPRD Drs H Sujud Kendar.
Ada dua tuntutan yang dibacakan GPN salah satunya untuk Pemerintah Indonesia dan kedua bersifat umum. Untuk pemerintah GPN meminta kepada agar pembicaraan dengan Bush diperjelas, antara soal PT Free Pord . Kedua meninjau kembali hasil perjanjianm dengan PT Exxon Mobil khususnya di blok Cepu Bojonegoro dan operasi PT Newmont NTB dan ketiga mengakhiri intervensi kebijakan Pemerintah Indonesia.Sedangkan tuntutan yang bersifat umum, GPN meminta kepada AS agar mengakui kedulatan Palestina dan Timur Tengah sebagai pusat peradaban. (aro)

Salat Istisqo’

Di Uncategorized dalam November 18, 2006 pada 06:20 am11
5000 Santri Lirboyo Salat Minta Hujan
KEDIRI-RADAR Akibat kemarau panjang di beberapa wilayah Indonesia dan khususnya Kota Kediri dan sekitarnya yang akhir-akhir ini panasnya mencapai 36 derajad celcius. Sekitar 5000 santri Ponpes Lirboyo Kediri usai Salat Jumat (17/11) melakukan Salat Istisqo’ (Salat minta hujan,red) di lapangan terbuka komplek Aula Al Muktamar.
Salat diimami langsung oleh salah satu Pengasuh Ponpes Lirboyo yakni KH Anwar Mansyur . Sebelum melakukan salat Istisqo’ para santri diwajibkan puasa selama empat hari berturut-turut.
Selain puasa saat salat para santri juga diperintahkan untuk memakai pakaian yang biasa dan tidak yang mahal atau mewah. Sebelumnya juga ada ritual khusus yakni para pengasuh Pondok menyerukan kepada masyarakat agar menjauhkan diri dari maksiat dan segala kejahatan yg dilakukan, serta memperbanyak ibadah.
Setelah tata cara Salat Istisqo’ dilaksanakan barulah dilakukan Salat Sunnah dua rakaat dilaksanakan. Dari pantauan RADAR Surabaya, KH Anwar Mansyur Khatib sekaligus Imam Salat, memulai khutbahnya d dengan membaca istighfar (Astaghfirullah) sebanyak 9x di khutbah pertama, dan 7x di khutbah kedua.
Isi khutbah yang disampaikan dengan menggunakan bahasa arab tersebut berisi puji-pujian, syahadat, dan shalawat yang diikuti dengan nasehat dan ajakan untuk bertaubat serta memperbanyak ibadah.
“ Ini baru cobaan yang ringan diberikan Allah kepada kita dan ini belum berat. Kenapa ini terjadi kerena banyaknya kemaksiatan yang dilakukan manusia di muka bumi ini,” kata KH Anwar Mansyur. (aro)

Persik

Di Uncategorized dalam November 18, 2006 pada 06:20 am11
Dua Cedera, Dua Kelebihan Berat Badan
KEDIRI-RADAR- Meski Ketua Umum Persik Maschut mendeadline kerangka tim Persik harus terbentuk akhir Nopember namun setidaknya masih juga mempertimbangkan pemain-pemain yang pernah membesarkan dan menjadi “simbol” Persik hingga menjadikan Persik Juara pada Ligina tahun 2003 lalu yang kini mengalami luka.
Salah satu pemain tersebut adalah Musikan yang kabarnya bakal dicoret dari deretan pemain persik akibat cidera otot ligamen
“ Saat ini ada dua pemain Persik yang mengalami luka khususnya mengalami perobekan di otot legimen. Pertama Musikan dan Johan Prasetyo, untuk Musikan saya perkirakan akan sembuh pada Januari mendatang demikian juga Johan. Dan rekam medis keduanya telah saya sampaikan kepada pelatih dan pihak menegemen untuk mempertimbangkan mereka pada kompetisi mendatang,” kata dr Fauzan Adima Ketua Tim Medis tim kesebelasan Persik Kediri pada RADAR Surabaya, Jumat (17/11).
Ditambahkan Fauzan luka yang dialami Musikan ini berbeda dengan Johan Prasetyo,” Kalau Johan ini barusan saja lukanya yakni ketika beberapa hari lalu saat latihan perdana. Karena lama tidak main dan digenjot akhirnya ia mengalami luka yang sama dengan Musikan. Dan keduanya saya yakin akan segera sembuh karena masih dalam pengawasan kami. Tidak hanya itu kita juga merekomendasi untuk pengobatan kedapada keduanya di Jakarta,” tambah Fauzan.
Selain kasus luka, dua pemain Persik yakni duet Brazil saat ini juga kena masalah yakni kelebihan berat badan atau obesitas. Kedua pemain yang kelebihan berat badan tersebut adalah Daniello Fernando (gelandang), dan Sandro Soares (belakang).
“Berat badan Diniello saat ini mencapai 80 kg padahal idealnya dia adalah 78 kg. Sedangkan Sandro Soares beratnya mencapai 89 kg, karena kelebihan berat badan makanya keduanya dalam pengawasan kami untuk diet ketat agar berat badanya proporsional,” kata Fauzan. (aro)

Mogok

Di Uncategorized dalam November 17, 2006 pada 06:20 am11
Puluhan MPU Jurusan Wates-Pare Mogok
KEDIRI-RADAR- Akibat kebijakan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri memberikan ijin operasi kepada mobil plat hitam. Puluhan Mobil Penumpang Umum (MPU) jurusan Wates-Pare melakukan aksi mogok untuk memprotes kebijakan tersebut, Kamis (16/11). Akibat aksi mogok tersebut, para penumpang terutama anak sekolah menjadi terlantar. Sebuah truk polisi dari Polres Pare terpaksa dikerahkan untuk mengangkut para penumpang ke tempat tujuan
Aksi mogok dilakukan 27 armada ini dimulai sejak pukul 07.00 pagi. Sebagai bentuk protes para awak kendaraan memarkir MPU mereka di pinggir jalan di perempatan Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Hari Supriono Ketua Paguyuban Sopir menyatakan aksi mogok ini dilakukan setelah ia dan rekan-rekannya menjumpai adanya kendaraan pribadi yang juga mengangkut penumpang di jurusan Wates-Pare.
Akibat beroperasinya angkutan gelap tersebut, pendapatan para sopir menurun drastis hingga 20 persen, dari Rp 80 ribu menjadi 60 ribu per hari,” Mereka sudah beroperasi sejak dua minggu lalu secara sembunyi-sembunyi. Akibatnya pendapatan kami menurun sampai 20 persen,” kata Hari pada RADAR Surabaya Kamis (16/11)
Setelah lama melakukan aksi mogok beberapa lama akhirnya para sopir berinisiatif untuk mencegat kendaraan gelap tersebut. Anehnya, saat ditanya tentang ijin trayek, ternyata mereka mengantongi rekomendasi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri.
Dalam surat bernomor 55121/157/421.45/2006, yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri tanggal 15 Nopember 2006 dan ditandatagani Kepala Dishub Kediri, Sudibyo Gatot Sunarko tersebut tertulis bahwa Dishub memberikan ijin khusus kepada kendaraan yang dimiliki perorangan atas nama Huda Helmani, untuk mengangkut siswa sekolah dan rombongan keluarga.
Surat tersebut berlaku hingga tanggal 15 Mei 2007 mendatang, dan harus diperbarui untuk mendapatkan perpanjangan. Surat inilah yang kemudian dipergunakan Huda Helmani dan sejumlah angkutan gelap lainnya untuk menarik penumpang. (aro)

Rebutan

Di Uncategorized dalam November 17, 2006 pada 06:20 am11
Soal SDN Burengan II, Komisi A Yakin 99 Persen Aset Pemkot Kediri
KEDIRI-RADAR- Kasus rebutan SDN Burengan II di Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri antara Pemkot Kediri dan Pemkab Kediri terus berlanjut. Kamis (16/11) Komisi A DPRD Kota Kediri mengundang pihak-pihak terkait khususnya dari eksekutif untuk memperkuat nilai tawar di Pemprov Jatim yang menangani kasus tersebut.
“ Setelah kami pelajari dan juga keterangan dari berbagai pihak, kami yakin bahwa SDN Burengan II yang kini diklaim oleh Pemkab Kediri 99 persen adalah asset Pemkot Kediri,” kata Heru Ansori Ketua Komisi A pada wartawan, Kamis (16/11).
Ditambahkan Heru, melihat kenyataan seperti itu pihaknya akan mendesak kepada Pemprov Jatim agar segera memberikan putusan siapa yang berhak atas lahan sekolahan yang berada di wilayah Kota Kediri tersebut.
“ Sebab kenyataan di lapangan meski pembangunan yang dilakukan Pemkab Kediri telah dihentikan karena tidak memiliki IMB, namun mereka tetap melakukan aktivitas renovasi di lahan yang masih menjadi sengketa tersebut,” tambah Heru.
Dikonfirmasi terpisah Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Kediri Drs Nur Muhyar menjelaskan pihaknya tidak mengkuatirkan apa yang dilakukan Pemkab Kediri yang hingga kini terus melakukan renovasi di lahan yang masih disengketakan tersebut.
“ Biar saja nanti kita tinggal mengganti berapa biaya yang telah dikeluarkan Pemkab Kediri dalam renovasi tersebut, karena kita yakin bahwa 99 persen lahan tersebut berdasarkan sejarahnya adalah asset Pemkot Kediri. Selain ini kita juga tidak boleh merugikan pihak ketiga dalam hal ini pemborong yang saat ini melakukan renovasi,” kata Nur Muhyar pada RADAR Surabaya.
Seperti diberitakan RADAR Surabaya beberapa waktu lalu kedua belah pihak ( Pemkot dan Pemkab Kediri) menyerahkan permasalahan tersebut ke Bakorwil Jatim di Bojonegoro. Kasus rebutan SDN Burengan II tidak malah berhenti, Pemkab Kediri justru malah menunjukkan sikap arogansinya dengan mengklaim merasa memiliki dan melakukan renovasi.
Namun karena Pemkab Kediri menyalahi aturan main dengan melakukan renovasi di bekas sekolahan yang oleh Pemkot Kediri diyakini menjadi miliknya karena ada dasarnya yakni akte tanah.
Akhirnya pada Jumat (6/10) sekitar pukul 11.15 para “punggawa” Pemkot Kediri terdiri Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Hukum, Kantor Pelayanan Perijinan dan Satpol PP memasang nambor dilarang diteruskannya renovasi oleh Pemkab Kediri dengan alasan tidak memiliki IMB.
“Kami memerintahkan kepada dinas terkait untuk melarang dieruskannya pembangunan di lokasi SDN Burengan II Kota Kediri. Ini kami lakukan karena apa yang dilakukan Pemkab Kediri di wailayah Kota Kediri melanggar Perda 6/2000 tentang ijin mendirikan bangunan,” kata HM Zaini Sekkota Kediri mewakili Wali Kota Maschut pada RADAR Surabaya, Jumat (6/10).
Namun tiga hari setelah pemasangan papan pelarangan oleh Satpol PP Pemkot Kediri di lokasi renovasi pembangunan SDN Burengan II yang kini diperebutkan antara Pemkot dan Pemkab Kediri yang terletak di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Senin (9/10) giliran Satpol PP Pemkab Kediri mencabutnya dan membuang di belakang lokasi pembangunan.
Atas tindakan tersebut Pemkot Kediri berencana melakukan somasi ke Pemkab Kediri. Babak baru perselisihan yang semakin membuat jarak antara Pemkot dan Pemkab Kediri dua pemerintahan yang dahulunya pernah bersatu itu pecah.
“Pencabutan itu kami lakukan untuk memasukkan material bahan bangunan yang kami gunakan untuk renovasi. Tapi kami berjanji tidak akan meneruskan renovasi hingga ada kepastian hukum tentang siapa yang berhak atas gedung ini,” alasan Gembong Kepala Satpol PP Pemkab Kediri mewakili Pemkab Kediri pada wartawan, Senin (9/10).(aro)

Tidak Ambisi

Di Uncategorized dalam November 16, 2006 pada 06:20 am11
Gus Ipul Tidak Berkeinginan Menjadi Ketua Umum PPP
JOMBANG-RADAR- Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan tidak berkeinginan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), meski disebut-sebut sebagai salah satu kandidat ketua umum dalam Muktamar PPP pada Januari 2007.
“Tidak ada niat dan keinginan untuk mencalonkan diri, karena kami tidak akan ikut-ikutan urusan muktamar. Biarlah itu urusan kader PPP sendiri,” kata Gus Ipul saat bersama Menteri Sosial Bachtiar Chamsah yang juga kader PPP dalam kunjunganya di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, Jombang, Kamis (15/11).
Ditambahkan Gus Ipul yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor itu menegaskan, apa yang dilakukannya bersama kader PPP sekarang ini tidak lebih dari sekadar menengok ‘rumah lama’.
“Sudah kami katakan, sekarang ini kami menengok ‘rumah lama’ dulu, persoalan singgah atau tidak, itu urusan nanti,” kata mantan Sekjen DPP PKB hasil Muktamar Yogjakarta.
Ia menampik, jika kedatangannya ke Jombang dan Malang bersama Bachtiar Chamsah, Kamis, sebagai bagian dari safari politik dalam memperkenalkan tokoh-tokoh PPP ke kantong-kantong NU.
“Kebetulan tugas saya sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan Pak Bachtiar selaku Mensos selalu berkaitan, jadi tidak ada urusannya dengan masalah politik,” ujarnya menampik segala tuduhan tersebut.
Meski demikian, Gus Ipul mengungkapkan bahwa tidak ada lagi jalan lain dalam menyelesaikan konflik internal di PKB yang telah membesarkan namanya itu. “Sebagai salah satu alternatif setelah konflik internal di PKB memang kami mengajak para ulama untuk menengok PPP sebagai ‘rumah lama’,” ujarnya menjelaskan. (aro)

Persik

Di Uncategorized dalam November 15, 2006 pada 06:20 am11
Maschut Deadline Kerangka Tim Persik Harus Terbentuk Akhir Nopember
KEDIRI – Walikota Kediri HA Maschut memberikan batas waktu kepada manajemen tim sepakbola Persik untuk membentuk kerangka tim hingga akhir bulan November ini.
“Setidak-tidaknya akhir bulan Nopember ini kerangka tim harus segera terbentuk,” tukas Maschut yang juga Ketua Umum Persik itu di Kediri, Rabu (15/11).
Menurutnya , sejauh ini ada tiga pemain, yakni Kurnia Sandi, Aris Budi Sulistio, dan Erol FX Iba yang masih dalam proses penjajagan kontrak dengan tim kebanggaan warga Kota Kediri itu.
“Sebenarnya urusan dengan Persik sudah selesai, tinggal menunggu surat kepindahan dari pihak Arema selaku klub lama mereka,” katanya menambahkan.
Sedang mengenai rencana merekrut stoper Persikota Firmansyah, Maschut menyatakan, belum ada kepastian karena yang bersangkutan masih mengikuti program Pelatnas PSSI.
Sejumlah pemain Persik yang seharusnya habis masa kontraknya pada bulan Desember dipastikan akan diputus sebulan lebih awal seiring dengan terbentuknya kerangka tim pada akhir Nopember nanti.
Sementara itu menanggapi masih adanya beberapa pemain berstatus PNS di lingkungan Pemkot Kediri yang sampai kini masih memperkuat tim-tim lain, Maschut memberikan toleransi hingga satu musim kompetisi mendatang.
“Kalau kontraknya sudah berakhir, kami minta mereka kembali lagi menjalankan tugas sesuai kewajibannya masing-masing,” ujarnya.
Dari beberapa mantan pemain Persik berstatus PNS, baru lima orang yang sudah kembali menjalankan tugas di lingkungan Pemkot Kediri, yakni Siswantoro, Agung Sandiono, Kuncoro, Fatmawi, dan Didit Thomas.
Sementara sebagian besar mantan pemain Persik yang berstatus PNS sebagai penghargaan atas kesuksesan meraih juara Piala Presiden pada Ligina IX/2003 lalu sampai sekarang masih terikat kontrak dengan beberapa tim baik Divisi I maupun Divisi Utama.
“Biasanya mereka mengajukan ijin setiap tahun sekali. Tapi setelah dua tahun, baru kami memberikan pengertian kepada mereka agar tidak melalaikan tugasnya,” kata Maschut
Meski tidak menjalankan tugas sebagaimana PNS pada umumnya yang masuk pada hari Senin – Jumat dari jam 07.00 hingga pukul 15.00. Namun para PNS “Istimewa” ini setiap bulan tetap mendapatkan gaji penuh layaknya PNS lain,” Mereka tetap mendapatkan gaji sebagaimana PNS pada umumnya, sebab mereka bukan mangkir kerja tetapi ada ijinnya untuk melaksanakan tugas penting,” kilah Maschut. (***)

Terbaik ASEAN

Di Uncategorized dalam November 15, 2006 pada 06:20 am11
Pemuda Pelopor Tingkat Asean Diraih Putri Kediri
KEDIRI-RADAR- Setelah melalui seleksi panjang Sri Wulandari lajang kelahiran Kediri 16 Pebruari 1981 menjadi pemuda pelopor terbaik I Bidang Pendididikan sekaligus mewakili Indonesia di tingkat ASEAN.
Atas kesuksesan yang diraih anak pertama dari empat bersaudara anak pasangan Waluyo dan Sugianti ini ini, Rabu (15/11) diterima secara resmi oleh Walikota Kediri di ruang kerjanya.
Tidak semudah membalik tangan, menurut Wulan panggilan akrab Sri Wulandari, untuk meraih kesuksesan memerlukan kerja yang panjang. Dimana ia mulai merintis bersama teman-temannya yang tergabung di Forum Putra Daerah Peduli Pendidikan (FPDP2) sejak awal 2003 lalu.
Dan terbukti setelah seleksi tingkat provinsi, nasional. Empat terbaik I bidang Pendidikan, Wirausaha, Tehnologi Tepat Guna, Seni Budaya dan Pariwisata tingkat nasional ini ini terbang ke Malaysia untuk mempresentasikan kepeloporannya pada acara ASEAN Youth Day Meeting XIII.
Acara yang berlangsung tanggal 4-8 Nopember di Kuala Lumpur Malaysia tersebut di hadiri oleh 10 negara ASEAN yakni Malaysia, Singapura, Philipina, thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, Brunei Darussalam dan Indonesia. Hadir pula 3 negara Asia lainnya yakni Cina, Korea dan Jepang serta 2 peserta khusus dari Jerman dan Sudan.
Tidak dengan tangan kosong, Wulan pulang dengan medali atas penghargaannya yang diterimanya melalui seleksi dan presentasi makalah dari Committee for ASEAN Youth Cooperation dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia.
Didampingi Wawali, Bambang Edianto, Walikota Kediri H A Maschut menerima secara simbolis penghargaan-penghargaan Wulan mulai dari tingkat regional hingga Asean,” Saya bangga dengan apa yang telah diraih Wulan yang mengharumkan nama Kota Kediri di kancah Asean dan dunia,” kata HA Maschut saat memberikan sambutan
Di hadapan tamu undangan Wulan yang tengah bersiap untuk berangkat ke Turki Februari mendatang untuk mengikuti seleksi pemuda pelopor tingkat dunia, mengaku bahwa keberhasilannya pada event nasional maupun internasional ini tidak semata-mata karena dirinya seorang.
“Ini adalah kerja tim,” tuturnya, “semua ini tak lepas peran rekan-rekan dan organsisasi yang menaungi saya yaitu Forum Putra Daerah Peduli Pendidikan (FPDP2).” jelasnya merendah
Tidak hanya mengharumkan Kota Kediri, Wulan juga membawa oleh – oleh dari keberhasilan yang telah diraihnya tersebut. Yakni rencanannya Kota kediri akan dijadikan sentral pusat pelatihan pendidikan Bahasa Inggris tingkat Asean. (aro)

Nyaris Bentrok

Di Uncategorized dalam November 14, 2006 pada 06:20 am11
Dialog GTT/PTT Nyaris Bentrok
KEDIRI- Dialog yang yang digelar 30 anggota Forum Komunikasi (Forkom) Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap Kota Kediri di gedung DPRD Kota Kediri, nyaris bentrok dengan Ketua Forkom, Pinto Hadi, Selasa (14/11). Bentrok diakibatkan Pinto Hadi tidak lagi mengurus anak buahnya setelah ia diterima menjadi CPNS.
”Setelah data Pinto Hadi masuk data base Badan kepegawaian Negara, dia sepertinya tak memperhatikan lagi Forkom GTT/PTT. Ini yang membuat sebagian teman-teman sedikit emosi,” ungkap Binti Roisyah, juru bicara GTT/PTT.
Seyogyanya dialog yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Arifin Asror, juga akan dihadiri Sekretaris Kota Kediri, HM Zaini, dan Kepala Dinas Pendidikan, Maki Ali. Namun kedua pejabat s tersebut berhalangan hadir karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan.
Sedangkan, Bambang Sumaryono, mantan Kepala Dinas Pendidikan yang kini menjadi Kepala Badan Pengawas Daerah, yang dituntut ikut berdialog, juga tidak bisa hadir dengan alasan sudah mendapat ijin dari walikota
Dialog tersebut merupakan kelanjutan aksi unjukrasa GTT/PTT di depan gedung dewan, akhir pekan lalu. Pada saat itu, mereka menanyakan statusnya sebagai GTT/PTT yang dibiayai APBD.
Sehingga dengan dasar itu, mereka meminta SK pengangkatan yang ditandatangani pejabat eselon II, agar masuk database Badan Kepegawaian Negara. Dengan harapan bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil.
Dialog dilakukan di ruang sidang paripurna DPRD Kota Kediri selaian dihadiri seluruh anggota fraksi DPRD Kota Kediri juga diikuti 30 orang GTT/PTT mewakili ratusan GTT/PTT yang lain .
Dalam pembukaan dialog, pembicaraan masih berkutat pada status para guru dan pegawai tidak tetap. Pinto Hadi Ketua GTT/PTT angkat bicara, ia menyesalkan tidak ada pemberitahuan dialog yang digelar GTT/PTT dengan dewan. ”Sebagai Ketua Forkom kami tidak diberitahu kegiatan ini. Kami sangat menyesalkan,” kata Pinto menyesalkan sikap anggotannya.
Kontan pertanyaan Pinto Hadi langsung membuat marah anggota GTT/PTT yang hadir. ”Anda sebagai ketua sudah tak pernah mengurusi kami sejak identitas anda masuk ke dalam database,” sambung salah satu PTT.
Silang pendapat yang sudah menjurus panas, membuat sidang diskors 10 menit. Diluar dialog ketika Ketua Forkom, Pinto Hadi bertemu dengan puluhan GTT/PTT, terjadilah adu mulut hingga menjurus baku hantam. Untungnya jiwa pendidik mereka, membuat semuanya relatif terkendali.
“Pada intinya kami tetap meminta semua GTT/PTT diberi SK dari pejabat eselon II agar bisa masuk ke dalam database BKN,” tukas Pinto saat dikonfirmasi.
Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan membahas tuntutan guru bantu. Sebelum ditutup, dewan menyepakati akan memperjuangkan tuntutan GTT/PTT dengan menghadirkan Sekkota dan Kadiknas. “Kita tunda dulu sampai Sekkota pulang dari Jakarta, dan Kadiknas bisa hadir di sini,” jelas Arifin Asror.(***)

Kencing Manis…

Di Uncategorized dalam November 14, 2006 pada 06:20 am11
Orang Indonesia Usia 40 Tahun ke Atas Rawan Diabetes
KEDIRI- Awas ! Masyarakat Indonesia yang berusia 40 tahun ke atas atau usia produktif beresiko tinggi terkena penyakit kencing manis (diabetes mellitus/DM).
Penjelasan tersebut disampaikan pakar diabetes RS Santo Vincentius A Paulo Surabaya dr Dany Irawan Sp.PD di Kediri, Selasa (14/11) mengungkapkan, hal itu disebabkan perubahan pola hidup sebagai dampak dari modernisasi.
“Orang Indonesia itu cenderung ingin enak terus. Naik gedung bertingkat harus menggunakan lift, terima telepon menggunakan wireless sehingga tidak perlu jalan. Justru pola hidup yang tidak banyak menggunakan tenaga fisik seperti ini mengakibatkan penyakit DM semakin merajalela. Berbeda dengan di negara-negara maju penyakit ini cenderung menyerang pada orang berusia di atas 60 tahun,” ujarnya saat ditemui usai menjadi pembicara dalam Talk Show “Let’s Talk About Diabetes” itu.
Berdasarkan data Persatuan Indo Krinologi Indonesia dari tahun ke tahun jumlah penderita DM di Indonesia terus bertambah, pada tahun 2005 jumlahnya telah mencapai delapan juta kasus atau sekitar 4 persen dari seluruh jumlah penduduk.
“Pada tahun ini diperkirakan jumlahnya bisa mencapai sembilan juta lebih seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk, usia harapan hidup semakin tinggi, dan derasnya arus urbanisasi,” ujarnya.
Jumlah penderita DM di Indonesia menduduki rangking keempat dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Ia menjelaskan, DM sendiri adalah suatu penyakit yang disebabkan peningkatan kadar gula dala darah akibat kekurangan hormon insulin dengan gejala-gejala seperti kencing berlebihan, rasa haus berlebihan, kelemahan fisik akibat tidak adanya glukosa dalam otot, penurunan berat badan, mata kabur akibat adanya gula darah tinggi membuat lensa mata menjadi bengkak, dan gatal di sekitar kemaluan.
Kegemukan atau obesitas merupakan salah satu faktor penyebab penyakit DM dan dalam pengobatannya selain obat-obatan anti diabetes perlu ditunjang dengan terapi diet untuk menurunkan kadar gula darah.
Penderita DM ini, lanjut Dany, sangat mungkin terkena komplikasi yang dapat mengakibatkan strok, jantung koroner, gagal ginjal, kebutaan, hingga menyebabkan kematian.
“Penyakit DM adalah penyakit dengan biaya tinggi, tapi bisa dicegah dengan biaya yang sangat murah, yaitu melakukan modifikasi gaya hidup dengan cara olahraga secara teratur dan mengubah pola makan tergantung kebutuhan kadar kalori,” katanya menambahkan.
Menurut dia, untuk mengetahui seseorang menderita DM atau tidak yaitu
dengan cara memeriksakan kadar gula darah. Kadar gula darah normal pada saat puasa 80 sampai 110 mg/dl dan`setelah makan 110 sampai 160 mg/dl.
Dany menambahkan, penyakit DM tidak dapat disembuhkan, tapi dengan kemauan keras penyakit ini dapat dikendalikan dan dengan berbekal pengetahuan yang cukup dan keinginan yang kuat, maka penyakit ini bukan penyakit yang menakutkan. (***)

Petani Dikenai Hukuman Percobaan

Di Uncategorized dalam November 14, 2006 pada 06:20 am11
Dituduh MeniruBenih Jagung Buatan PT BISI, Petani Kediri Dihukum Percobaan
KEDIRI- Akhirnya Suyadi bin Kertomerjo (49) petani warga Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, divonis penjara 3 bulan penjara dengan masa hukuman percobaan 6 bulan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Selasa (14/11). Terdkawa dianggap bersalah karena melanggar pasal 55 ayat 1 UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
Pada sidang sebelumnya, Suyadi dituntut hukuman penjara 1 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Iwan. Dia didakwa melakukan sertifikasi tanpa ijin atas benih jagung produksi PT BISI (Benih Inti Subur Intani) Kediri.
Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Eri Mustianto dengan
anggota Ansor Majid dan Muhammad Irfan itu, terdakwa tidak didampingi pengacara. Terdkawa hanya didampingi sejumlah aktifis dari KIBAR (Kediri Bersama Rakyat) yang ikut memberi dukungan moril pada terdakwa.
“Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman pidana penjara 3 bulan yang tidak perlu dijalani dalam 6 bulan masa percobaan karena terbukti bersalah melanggar pasal 55 ayat 1 UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman,” kata Ketua Majelis Hakim, Eri Mustianto.
Usai siding, Suyadi menyatakan putusan itu sama sekali tidak benar. Namun dia bisa menerima putusan itu dan belum ada rencana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Menurutnya, kasus itu bermula dari ketika dia mendapatkan benih jagung dari Rohman, warga Desa Kasreman, Kandangan, Kediri.
Rohman memberi bibit jagung 18 kilogram seharga Rp 10 ribu per kilogram. Biaya bibit itu dibayar ketika panen. “Ternyata sebelum panen, pada bulan Juli lalu malah dipanggil polisi dan disangka memalsukan bibit PT BISI. Padahal saya tidak tahu-menahu soal darimana asalnya bibit itu,” kata Suyadi.
Dian Pratiwi, Ketua LSM KIBAR (Kediri Bersama Rakyat) yang mendampingi Suyadi menyatakan, PT BISI dan PN Kabupaten Kediri sengaja merekayasa ketentuan yang diatur dalam UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman untuk menjerat para petani.
Menurutnya sangat tidak masuk akal petani dipidana dengan tuduhan memalsukan dan menjiplak bibit. “Saya kira UU No 12/1992 sama sekali tidak mengatur soal itu. Namun faktanya sudah puluhan petani masuk penjara karena dituduh menjiplak bibit produksi PT BISI. Kami akan melakukan kampanye agar pemerintah melindungi kreatifitas petani,” kata Dian Pratiwi. (***)

Pupuk Bersubsidi

Di Uncategorized dalam November 13, 2006 pada 06:20 am11
Sindikat Penyelundup Pupuk Bersubsidi Ditangkap
KEDIRI–Dugaan kuat kelangkaan pupuk di Kediri disembunyikan para sendikat terbukti. Jajaran Kepolisian Resort Kediri berhasil menggulung sindikat penyelundup pupuk bersubsidi, Senin (13/11).
Dalam penggerebagan di tiga gudang milik komplotan penyelundup, polisi menyita 16,6 ton pupuk urea produk PT Pupuk Kaltim. Selain menyita 16,6 ton pupuk, polisi juga menangkap tiga anggota sindikat penyelundup pupuk, masing-masing, Ali (35), warga Pace, Kabupaten Nganjuk, Suparnyo (35), warga Kedungsari, Tarokan, Kabupaten Kediri dan Pandi (36), warga Purwodadi, Papar, Kabupaten Kediri.
“ Aksi penyelundupan yang mereka lakukan sangat merugikan petani dan pemerintah. Untuk itu kami akan memgembangkan penyelidikan dan pemeriksaan untuk mengungkap jaringan penyelundupan lebih luas,” kata AKP Didit Tri Hantoro, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kediri, Senin (13/11).
Menurut AKP Didit, penggerebegan dan penangkapan tersangka dilakukan di tiga gudang milik komplotan penyelundup, yaitu di Papar dan Tarokan, Kabupaten Kediri serta di Pace, Kabupaten Nganjuk pada Senin (13/11) dinihari.
“ Para tersangka mengaku mendapatkan pupuk dari seorang warga Solo dan Madiun. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan telepon selular dan transaksi dilakukan di tepi jalan di kawasan Kabupaten Ngawi,” kata AKP Didit.
Modus penjualan dan distribusi yang dilakukan para anggota sindikat penyelundup dengan cara menjual langsung ke petani dengan memanfaatkan situasi kelangkaan pupuk. Pupuk itu mereka jual dengan harag Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per sak.
Padahal HET (harga eceran tertinggi) pupuk bersubsidi di pasaran hanya berkisar Rp 60 ribu per sak. Para tersangka diancam pasal berlapis, yaitu Undang Undang (UU) No 31/1999 tentang korupsi, UU No 5/1999 tentang monopoli perdagangan serta PP No 10/1962 tentang pelanggaran harga standard,” jelas Didit. (***)

Kembali

Di Uncategorized dalam November 13, 2006 pada 06:20 am11
Wacana Syaifullah Yusuf Ditindalanjuti DPP PPP* Petinggi DPP PPP Sowan Kiai Lirboyo 

KEDIRI-RADAR- Wacana Syaifullah Yusuf fungsionaris DPP PKB versi Muktamar Surabaya terkait rencananya  bergabung dengan partai berlambang Ka’bah ditindaklanjuti sejumlah fungsionaris DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).  Senin pagi (13/11) para petinggi DPP PPP  mendatangi para pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.             Kedatangan enam orang petinggi DPP PPP termasuk dua orang  ketua  Arif Aris Mudasir dan Khafidz Makshum di pondok pesantren yang memiliki kurang lebih 10 ribu santri  untuk “sowan” ke rumah KH Idris Marzuqi dan KH Imam Yahya Mahrus di kompleks Ponpes Lirboyo.            Usai pertemuan, Arif Aris Mudasir mengaku, kedatangannya ke Ponpes Lirboyo untuk silaturrahmi sekaligus meminta restu atas penyelenggaraan Muktamar DPP PPP pada bulan Januari 2007 mendatang.            “Tapi kami juga berkeinginan agar para kiai NU bisa bergabung lagi dengan partai kami,” ujar salah satu kandidat Ketua Umum DPP PPP itu menambahkan.            Ia berjanji, partainya nanti akan memberikan porsi yang lebih  kepada para ulama, bahkan beberapa ulama NU akan diberikan posisi yang strategis dalam susunan pengurus di DPP PPP.            Dalam kesempatan itu Arif menolak anggapan jika partainya sengaja memancing di air keruh menyusul perpecahan di tubuh PKB dengan terbentuknya partai baru bernama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).            Dimana para kiai khosh sendiri dalam pertemuan di Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jumat (10/11) lalu masih belum menyepakati sepenuhnya dengan pembentukan PKNU dan masih akan dimusyawarahkan lagi pada 21 Nopmeber mendatang di Ponpes Langitan Tuban.            Menanggapi kedatangan fungsionaris DPP PPP, pengasuh Ponpes  Lirboyo KH Idris Marzuqi mengaku belum bisa menerima ajakan bergabung dengan partai pimpinan mantan Wapres Hamzah Haz itu.            “Sebisa mungkin, kami akan membenahi partai yang didirikan ulama  NU dulu. Kalau tugas sudah rampung, kami akan kembali ke pondok pesantren,dan kami  tidak memiliki ambisi untuk berebut kedudukan di jalur politik,” kata KH Idris. (aro)

Diserbu Penonton

Di Uncategorized dalam November 12, 2006 pada 06:20 am11
Pameran Gambar dan Lukisan Raja Denmark Diserbu Penonton
KEDIRI-RADAR- Pameran gambar dan lukisan Raja Denmark sebagai tindak lanjut lomba mewarna dan melukis dengan tema “ Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” dipamerkan di halaman Gedung Nasional Indonesia (GNI) Minggu (12/11). Ratusan penonton menyerbu pameran gambar-gambar Raja-Raja Denmark yang mempunyai tujuan sebagai gerakan sistematis untuk melawan pelecehan-pelecahan dengan mengedepankan intelektualitas dan kecerdasan
“Kita ingin tahu, apakah publik di Denmark bisa menerima kartun yang kita buat tentang raja mereka. Jika ternyata mereka marah dan emosional atas kartun yang kita buat, mengapa mereka selalu menjelak-jelakkan Nabi Muhammad SAW, itu saja tujuan utama kita” kata Drs Agus Sunyoto Ketua Yayasan Lembaga Pemberdaayaan Umat Ansorullah sekaligus penanggungjawan Radio Komunitas RADIKAL FM (Radio Pendidikan Keluarga) pada RADAR Surabaya, Minggu (12/11).
Dalam acara pemeran tersebut panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba seperti yang dijanjikan dengan total hadiah Rp5 juta rupiah .
Para pemenang lomba untuk kategori anak anak juara 1 diraih Cindy FEN Putri (6) warga Jl Karya Tani Sukorame Mojoroto Kota Kediri, juara II Idzah Risa MP (7) warga Semampir Tengah Nomor 91 dan juara III Geby (7) warga Jl Banjaran Gang II No 19 B Kota Kediri.
Untuk kategori remaja juara I diraih Tivania (10) siswa SD Kristen Santa Maria III Kota Kediri, juara II Halim Wiranatha (13) siswa SMP Santo Yosef Malang dan juara III Beny (13) warga Jl KH Agus Salim Gang 6/4 Kota Kediri.
Sedangkan untuk kategori umum juara I diraih Saifuddin Asro warga Dawuhan Kidul Papar Kabupaten Kediri, juara II diraih Sulaiman warga Wanengpaten Purwotengah Papar Kediri dan juara III Rezky Gladiolina Adi Maryanto warga Perum Griya Intan Permai Blok J/7 Mrican.
Mohammad Yasin M Ag Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri yang juga turut menonton acara pemeran mengaku prihatin dengan tindakan yang dilakukan orang-orang Denmark yang menghina Rosulullah.
“Dengan seringnya negara barat menjelek-jelakkan Nabi Muhammad, ini sudah merupakan babak baru dalam peperangan dengan kaum kafir dan kita tidak bisa tinggal diam. Dan saya salut dengan cara-cara yang dilakukan teman-teman di Kediri yang tidak emosional menyikapi masalah ini , tetapi malah menyikapi dengan mengedepankan intelektualitas dan kecerdasan,” katanya
Selain dipamerkan , gambar-gambar para pemenang akan dikirimkan ke Keduataan Denmark di Jakarta dan ke Kerajaan Denmark. Selain itu menurut Agus Sunyoto gambar akan juga dipamerkan di beberapa kota di Jawa Timur antara lain, Malang, Pasuruan, Surabaya dan lain-lain.
“ Kenapa kita pamerkan di beberapa tempat, karena lomba yang kita adakan ini mendapat respon baik di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional. Hal ini terbukti dengan banyaknya media baik cetak maupun elektronik dan juga portal memuat acara kita dan hampir semua memberi tanggapan positif dan mendukung gerakan kita,” jelas Agus Sunyoto. (aro)

Ancam

Di Uncategorized dalam November 11, 2006 pada 06:20 am11
Syaifullah Yusuf Ancam Masuk PPP
KEDIRI-RADAR- Menganggap konflik yang berkepanjangan di tubuh PKB, Syaifullah Yusuf yang juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal mengancam dihadapan para kiai akan masuk ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sabtu (11/11).
Diterangkan Syaifullah Yusuf saat ini banyak pihak yang telah melobinya untuk kembali ke rumah lama PKB yakni PPP jika konflik di internal PKB tak kunjung selesai.
“ Yang jelas hingga detik ini saya masih ikut dawuhnya para kiai, sebenarnya ada banyak tawaran salah satunya dari PPP pada saya agar bergabung. Saya katakan kepada mereka jika rumah lama (PPP,red) sudah diperbaiki kamar-kamarnya ada AC nya dan segala fasilitasnya enak mengapa tidak kembali ke rumah lama saja daripada di rumah baru gegeran,” kata Syaifullah Yusuf. (aro)

PKNU Mentah

Di Uncategorized dalam November 11, 2006 pada 06:20 am11
PKNU Dimentahkan Forum Langitan
KEDIRI-RADAR- Pertemuan kiai-kiai Forum Langitan membahas pendirian partai pengganti alternatif PKB yakni Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dari kubu PKB Choirul Anam di Ponpes Putri Al Falah Ploso Mojo Kediri, Sabtu dini hari (11/11) berakhir “bengkerengan” antar kiai. Hingga akhirnya nama PKNU yang telah didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM akhirnya dimentahkan oleh Forum Langitan sendiri.
Dalam pertemuan yang digelar di kediaman KH Nurul Huda Djazuli tersebut nampak sekali perpecahan di internal para kiai dan tim 17 yang bertugas melahirkan partai pengganti PKB dari hasil pertemuan di Ponpes Lirboyo pada 20 September lalu.
Dari pantauan RADAR Surabaya dalam pertemuan yang digelar setengah tertutup tersebut nampak ada dua kubu yang memiliki kepentingan.Antara lain kubu Cak Anam yang mendapat dukungan dari Gus Ubaidilah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban dan kubu Syaifullah Yusuf yang didukung para kiai-kiai yang mempertanyakan pendirian PKNU yang dianggap menelikung para kiai, sebab banyak nama kiai yang dicatut oleh Cak Anam tanpa adanya persetujuan.
KH Nurul Huda Djazuli adalah salah satu kiai yang mengaku namanya dicatut oleh Cak Anam dalam pendaftaran PKNU,” Padahal dalam pertemuan di Lirboyo sebelum puasa lalu saya hanya tanda tangan daftar hadir. Namun kenyataanya tanda angan saya digunakan Cak Anam untuk mendaftarkan partai baru yang bernama PKNU, ini kan sudah salah,” kata Gus Dah panggilan akrab KH Nurul Huda Djazuli pada RADAR Surabaya.
Lebih jauh KH Nurul Huda Dzazuli menjelaskan, beberapa hari sebelum wafatnya Habib Anis Asegaf, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, 7 November lalu, beliau pernah beristikhoroh untuk memilih nama yang tepat untuk partai baru.
Saat itu Anis Asegaf sempat menyampaikan kepada sejumlah kiai bahwa nama tersebut adalah Partai Kebangkitan Najatul Ummah (PKNU), bukan Partai Kebangkitan Nasional Ulama seperti ide Cak Anam.
Nama Najatul Ummah tersebut diyakni lebih bersifat egaliter dengan mengajak kepada seluruh umat untuk bangkit dalam memperbaiki kondisi bangsa dan umat. Sementara PKNU versi Cak Anam dianggap lebih elitis dengan hanya mencantumkan nama ulama.
Anehnya meski berkali-kali Choirul Anam menegaskan bahwa pendirian PKNU telah mendapat restu dari para kiai, namun giliran kiai siapa saja yang mendukung ia tidak bisa menyebutkan satu persatu,” Ya pokoknya ada lah termasuk salah satunya dari Langitan,” tukas Cak Anam.
Adanya bukti Ponpes Langitan mendukung Cak Anam mendirikan PKNU sangat terlihat ketika Gus Ubaid (Ubaidilag Faqih,red) yang menjadi moderator dalam pertemuan tersebut terkesan menyetir dan mengarahkan para kiai agar menerima dengan PKNU dengan alasan sudah terlanju didaftarkan dan didengar oleh masyarakat luas.
Meski berkali-kali diperingatkan agar Gus Ubaid tidak memaksakan kehendaknya salah satunya dari mantan Menteri BUMN era Presiden Gus Dur KH Rozi Munir yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut, tetap saha Gus Ubaid ada kesan “kong kalikong” dengan Cak Anam yakni tetap mengarahkan agar kiai menerima PKNU. Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan besar oleh para kiai yang datang dalam pertemuan tersebut.
Mereka antara lain, KH Idris Marzuqi Lirboyo, KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso Mojo Kediri, KH Sholeh Qosim Sidoarjo, KH Ahmad Subadar, KH Warsun Munawwir Yogjakarta, KH Muhaiminan Gunardo Temanggung Jateng, KH Hasbullah Cilacap,KH Aniq Pati Jateng, KH Iskandar Jogjakarta, Gus Syaifullah Yusuf , KH Rozi Munir Jakarta, KH Yahya C Staquf Rembang
KH Idris Marzuqi dari Ponpes Lirboyo mengaku setuju dengan pendirian partai baru , namun ada pertanyaan besar apakah partai yang telah didaftarkan layak dijual atau tidak,” Kita masih sanksi PKNU layak dijual kepada umat, namun saya tetap setuju pendirian partai baru tapi bukan PKNU,” kata Kiai Idris.
Lain halnya dengan KH Idris, KH Zainuddin Djazuli secera tegas menolak,” Secara pribadi saya tidak mendukung didirikanya partai baru. Lebih baik kiai sekarang ini mengurus santri . Sebab jumlah pesantren salaf (tradisional,red) mulai berkurang . Hal ini diakibatkan serangkaian konflik internal, pribadi dan lain-lain,’ kata KH Zainuddin Djazuli.
Lalu bagaimana tanggapan KH Abdullah Faqih yang kemarin juga turut hadir dalam pertemuan tersebut terkait pendirian PKNU. Dimana Kiai Faqih selama ini dianggap menjadi kiblat para kiai. Meski berkali-kali “tebakannya” mbeleset seperti diungkapkan Gus Syaifullah Yusuf yang dengan berani mengkritik kiai sepuh tersebut.
” Dari hasil istikhoroh saya yang ada hanya bendera hijau dengan tulisan PK saja, bukan PKNU yang sekarang ini muncul. Untuk itulah perlu adanya pembicaraan tingkat lanjut terkait nama partai,” terang KH Abdullah Faqih.
Sementara itu dalam tanggapan akhir atas pendapat para kiai, Syaifullah Yusuf kembali menegaskan dihadapan para kiai bahwa apa yang dilakukan Cak Anam dengan mendaftarkan partai baru dengan alasan terlambat adalah kabar yang tidak valid.
“ Kalau itu alasanya itu maka Cak Anam terlalu mengada-ada, sebab pendaftaran itu bisa dilakukan sampai bulan Desember dan ini tidak ada aturan baku. Kalau kemudian ada kiai yang tidak tahu termasuk saya atas pendirian PKNU itu bukan berarti kami mengada-ada,” kata Gus Ipul.
Ditambahkan Gus Ipul karena banyak orang yang mendukung pembentukan partai baru namun karena namannya kurang menjual akhirnya banyak yang mundur,” Jika kemudian saya mempertanyakan ini bukan berarti saya ambisi. Saya justru akan mengatakan tidak tidak mau masuk dalam kepengurusan partai baru ini. Apalagi menjadi Ketua Umum, tugasnya sangat berat apalagi harus mengibarkan tinggi-tinggi bendera partai,” tambahnya.
Setelah perdebatatan panjang selesai melalui juru bicara para ulama, KH Abdurahman Khudori, para kiai sepakat untuk tetap solid dengan mendukung pembentukan partai baru.
“Perlu diketahui, para kiai hingga saat ini masih solid dan tidak pecah dalam menyikapi pembentukan partai baru ini. Hanya saja masih perlu dilakukan revisi atas partai tersebut, termasuk kepanjangan NU dalam PKNU,” jelas kiai yang akrab disapa Mbah Dur ini.
Menurutnya, singkatan nama PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) seperti yang didaftarkan Choirul Anam kurang mendapat tanggapan positif dari para kiai.
Untuk itu tim 17 yang sudah dibentuk untuk membidani lahirnya partai baru paska keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan bertugas merumuskan nama baru dan serta melakukakan revisi terhadap langkah yang sudah diambil Cak Anam. (aro)

Dooooorr

Di Uncategorized dalam November 10, 2006 pada 06:20 am11
Kawanan Pencuri Kabel “Dlosor” Ditembus Timah Panas
KEDIRI-RADAR- Jengkel selalu membuat ulah di wilayah hukum Kediri, kawanan pencuri kabel PLN ditembak petugas Polwil Kediri saat menjalankan aksinya di Jl Brigjen Katamso Kota Kediri, Jumat (10/11).
Dua tersangka sial tersebut antara lain Agus Setiawan (24) warga Desa Kanongan Kecamatan Kanongaran Bangkalan Madura dan Warsito (32) warga Petemon Sidomulyo Kelurahan Sawahan Sidoarjo.
Akibat perbuatanya tersebut Warsito yang ditangkap saat menjalankan aksinya terpaksa ditembak telapak kaki kanannya ketika mencuri kabel ground/ arde di gardu listrik Jl Brigjen Katamso.
“ Dia waktu itu sedang naik, sementara Agus temannya menunggu dibawah. Sudah kita peringatkan namun tetap tidak mau turun terpaksa ia kita tembak,” kata Kompol Gigih Swasana Kasubag Reskrim Polwil Kediri pada RADAR Surabaya, Jumat (10/11).
Ditambahkan Gigih dari tangan kedua tersangka petiugas berhasil mengamankan kabel tembaga untuk ground/arde seberat 20 kilogram, pipa sepanjang dua meter dan tang.
“Pengakuan tersangka mereka telah lama beroperasi di wilayah Kediri. Untuk di Kota Kediri yang pernah menjadi sasaranya antara lain gardu listrik di Jl Imam Bonjol dan Jl Letjen Sutoyo,” tambahnya.
PLN APJ Kediri menurut Gigih selama ini mengaku kehilangan kabel ground/arde seberat 5 ton akibat ulah para tersangka,” Kalau di nominalkan kurang lebih Rp300 juta, sebab per kilonya tersangka menjual di Surabaya dengan harga Rp60 ribu per kilo,” jelasnya.
Sementara itu hampir dalam waktu bersamaan petugas Polsek Ngadiluwih juga mengamankan dua tersangka pencuri travo listrik di daerah Ngadiluwih. Dua tersangka yang diamankan tersebut antara lain Aryati alias Pendek (23) dan Yasin alias Sadel (27) keduanya warga Banjarejo Ngadiluwih. Akibat perbuatannya kedua tersangka kini diamankan di Mapolsek Ngadiluwih. (aro)

Demo

Di Uncategorized dalam November 9, 2006 pada 06:20 am11
Puluhan GTT/PTT Ngluruk Dewan
KEDIRI-RADAR- Menganggap kurang transparan soal rekruitmen CPNS oleh Pemkot Kediri, sedikitnya 25 orang Pegawai Tidak Tetap dan Guru Tidak Tetap (PTT/GTT) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri,Kamis (9/11)
“Bentuk tidak transparan itu bisa dilihat dalam database, ada sejumlah nama PTT/GTT yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus tes. Tapi sebulan kemudian mereka diterima,” ungkap juru bicara Forum Komunikasi PTT/GTT Binti Roisah, sambil menyebut beberapa nama pengurus teras forum tersebut yang akhirnya mendapatkan SK pengangkatan CPNS.
Menurut Binti Pemkot Kediri telah bertindak tebang pilih dan tidak transparan dalam menjalankan sistem pengangkatan PTT/GTT menjadi CPNS. Sampai saat ini masih ada sekitar 112 orang PTT/GTT di Kota Kediri yang masa kerjanya di atas lima tahun, namun masih berbekal SK dari kepala sekolah masing-masing.
“Justru sebaliknya, ada beberapa tenaga honorer yang mengabdi kurang dari satu tahun, tapi langsung mendapatkan SK pengangakatan. Ini sudah keterlaluan,” ucap Binti Roisah yang mengaku telah 12 tahun mengabdikan diri di SMK Negeri I Kediri.
Mereka membubarkan diri, setelah lima perwakilan diterima Ketua DPRD Kota Kediri Bambang Harianto di ruang kerjanya.
“Seminggu lagi kami akan difasilitasi dewan untuk bertemu dengan Dinas Pendidikan, mudah-mudahan ada hasil yang baik dalam pertemuan nanti,” ujarnya saat ditemui usai berdialog dengan Ketua DPRD Kota Kediri. (aro)

Campak

Di Uncategorized dalam November 9, 2006 pada 06:20 am11
Anak-Anak di Kaki Gunung Wilis Diserang Campak
*Akibat Minimnya Air Bersih
KEDIRI-RADAR- Akibat minimnya air bersih pada kemarau panjang ini membawa dampak buruk bagi anak-anak di wilayah kaki Gunung Wilis tepatnya di wilayah Selopanggung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. 11 anak dinyatakan mengidap penyakit campak dimana satu diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit.
Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Adi Laksono menjelaskan dari 11 anak-anak yang terkena campak ini beumur antara 1-9 tahun.
“Karena minimnya air bersih air yang digunakan terbayas dan mandi secara bersama-sama akibatnya satu kena maka yang lain juga terkena virus ini. Namun Alhamdulillah sudah bisa kita atasi meski satu diantaranya terpaksa kita rujuk ke rumah sakit karena kondisinya parah,” kata Adi pada RADAR Surabaya, Kamis (9/10). (aro)

TNI Hijaukan Gunung Klotok

Di Uncategorized dalam November 8, 2006 pada 06:20 am11
TNI Hijaukan 173 Hektar Kawasan Gunung Klotok
KEDIRI-RADAR- Gundulnya hutan di kawasan Gunung Klotok akibat penebangan hutan secara liar membuat prihatin TNI yang ada di Kediri . Bentuk keprihatinan tersebut diwujudkan dengan gerakan penghijauan yang dilakukan pada Rabu (8/11) dengan melibatkan kurang lebih 400 anggota TNI dari Kodim 0809 Kediri dan Yonif 521.
Untuk tahap pertama menurut Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol (inf) Endi Servendy ada kurang lebih 10 ribu pohon yang telah ditanam. Pohon yang ditanam tersebut antara lain jenis sono keling dan sengon buto ,” Karena ini mendekati musim penghujan jadi saya kira waktunya sangat tepat. Target kita kita akan meghijaukan kawawan Gunung Klotok yang masuk dalam wilayah kita seluas 173 hektar. Kita berharap jika bisa tumbuh dengan baik nantinya bisa menjadi paru-paru kota Kediri dan menghijaukan kawasan yang sebelumnya gundul,” kata Endi pada RADAR Surabaya, Rabu (8/11). (aro)

Nyamuk Aedes Aegypti Mengamuk di Kediri

Di Uncategorized dalam November 8, 2006 pada 06:20 am11
Demam Berdarah Serang Kabupaten Kediri
*Januari –Oktober 993 Kasus, 16 Meninggal
KEDIRI-RADAR- Dalam waktu sepuluh bulan hingga Oktober kemarin di Kabupaten Kediri jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DB) akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti mencapai 993 kasus, dimana 16 diantaranya meninggal dunia.
Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Adi Laksono menjelaskan dibandingkan tahun 2005 jumlah penderita DB mengalami peningkatan hingga 25 persen. Dimana pada tahun 2005 Januari – Desember mencapai 1647 kasus dengan jumlah korban meninggal 12 orang.
Ditambahkan Adi dari 344 desa yang ada di Kabupaten Kediri 50 desa merupakan daerah endemic, 240 desa sporadis dan 54 desa bebas DB,” Dari 24 kecamatan yang sudah terjangkit mencapai 17 kecamatan dari 24 kecamatan yang ada,” tambah kata Adi.
Menurut Adi ada beberapa kecamatan yang dulunya dalam kategori aman untuk DB kini juga diserang antara lain Tarokan dan Wates,” Penyebaran boleh dikatakan sekarang merata,” tukasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut menurut Adi pihaknya telah memerintahkan kepada puskesmas-puskesmas untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai bentuk upaya pencegahan sekaligus melakukan gerakan 3 M secara serentak,” Selain itu juga ada gerakan fogging dan abatisasi,” jelasnya. (aro)

Soal Lapindo

Di Uncategorized dalam November 8, 2006 pada 06:20 am11
5 Persen Debit Keluar Saluran Mrican Kiri Untuk Grojok Lumpur Lapindo
KEDIRI- Untuk mengatasi macetnya lumpur Lapindo di Sungai Porong, Timnas Penanggulangan Lumpur Lapindo meminta Perum Jasa Tirta AS III Kediri untuk menggelontorkan air dari Sungai Brantas. Atas permintaan tersebut, Perum Jasa Tirta akan menggelontorkan 5 persen air dari Bendungan Gerak Waru Turi di Gampengrejo dari saluran Mrican Kiri.
“ Setelah kita konsultasikan dengan Dinas Pengairan terkait permintaan Timnas Penanggulangan Lumpur Lapindo akhirnya kita setujui. Air yang kita alirkan ini hanya 5 persen dari total 95 persen yang kita miliki. Penggelontoran air itu dipastikan tidak akan mengganggu pengairan untuk wilayah Kediri dan Nganjuk. Sebab total air untuk kebutuhan irigasi 85 persen, sedangkan yang kita alirkan hanya 5 persen dari total 95 persen outflow,” kata Kusmartini Kepala Devisi Jasa ASA III Perum Jasa Tirta Kediri. (aro)

Menggugat

Di Uncategorized dalam November 8, 2006 pada 06:20 am11
Tiga Anggota DPRD Gugat DPD Golkar dan Gubernur Jatim
KEDIRI-RADAR- Akibat akan digeser posisinya dari keanggotaaan DPRD Kabupaten Kediri, tiga anggota Partai Golkar yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kediri melayangkan gugatannya kepada Ketua DPD Partai Golkar Jatim dan Gubernur Jawa Timur.
Tiga anggota Partai Golkar yang melayangkan gugatan tersebut antara lain Soekarno, Suprapto dan Imam Mursyid. Informasi yang diperoleh RADAR Surabaya dilayangkanya gugatan tersebut karena mereka tidak terima jika posisinya sebagai anggota dewan digeser dan diganti oleh anggota dewan yang lain.
Berdasarkan catatan RADAR Surabaya pada pemilu 2004 lalu ketiga anggota DPRD ini perolehan suara bilangan pembagi pokok (BPP) yang diperoleh tidak memenuhi batas yang ditentukan . Namun karena mereka dalam urutan nomor awal hingga akhirnya mendapat kesempatan menjadi anggota DPRD. Sebab saat itu menggunakan sistem proporsional terbuka bukan distrik murni.
“ Pada waktu itu karena tidak memenuhi BPP ketiganya melakukan perjanjian dimana setengah perjalanan akan diteruskan oleh PAW. Namun pada kenyataanya saat tibwa waktunya ketiganya menolak dengan alas an tidak ada dasar hukumnya.Padahal waktu itu yang menjabat sebagai sekretaris dan yang merancang draf PAW adalah Suprapto tiga dinatara orang yang menggugat ini. Dimana pada waktu itu Suprapto adalah Sekretaris DPD Golkar Kediri, ini kan aneh,” kata Suyitno Ketua DPD Golkar Kediri, Rabu (8/11).
Dengan alasan terus didesak oleh DPD Golkar Kediri, DPD Golkar Jatim dan sudah turunnya SK Gubernur terkait PAW. Akhirnya pada Rabu Rabu (08/11) lewat kuasa hukumnya Karyono SH ketiganya mendaftarkan gugatannya ke PN Kabupaten Kediri dengan nomor pendaftaran 48/ PDTG/2006/ PN Kab. Kediri. Selain itu dalam kenyataanya mereka mengaku selama ini juga tidak melanggar yang mencoreng nama baik partai atau melanggar aturan sebagai anggota DPRD.
Meski mereka melayangkan gugatanya kepada Ketua DPD Golkar Jatim dan Gubernur Jatim DPD Golkar Kediri mengaku tidak menggubrisnya,” Sebab ketiganya telah kami pecat karena melanggar aturan partai,” kata Suyitno.
Sementara itu dihubungi terpisah Ketua PN Kabupaten Kediri Soeharto SH membenarkan adanya gugatan yang dilayangkan tiga orang atas nama Soekarno, Suprapto dan Imam Mursyid.
“Namun kami belum bisa menentukan kapan jadwal siding akan kami laksanakanm karena kami masih berkoordinasi dengan PN Surabaya dan PN Kota Kediri karena salah satu penggugat ada yang berasal dari Kota Kediri,” katanya.
Namun demikian PN Kabupaten Kediri telah mempersiapkan majelis hakim yang akan memimpin siding gugatan tersebut. Anggota majelis hakim tersebut antara lain, Eri Mustianto, SH, Polapo Hutagalung SH dan Moh Irfan SH. (aro)

Wafat Dinaungi Sebentuk Cincin Awan

Di Uncategorized dalam November 7, 2006 pada 06:20 am11
Wafatnya Putra Pengarang Kitab Sirojuttholibien Dinaungi Awan Cincin
*Seluruh Takziah Mengucapkan “Subhanallah”
KEDIRI-RADAR- KH Abdul Malik bin Ihsan (68) Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan Jampes Gampengrejo Kabupaten Kediri, Selasa pagi (7/11) meninggal dunia akibat sakit mendadak ketika hendak dibawa ke RS Bhyangkara Kediri. Meninggalkan putra pengarang Kitab ‘Taswauf” Sirojuttholiben sebuah syarah atau komentar dari Kitab Minhajul ‘Abiidin karya Imam Al Ghozali kitab yang cukup terkenal dan menjadi literatur perguruan tingggi seantero jagad ini digemparkan dengan munculnya awan hitam berbentuk cincin yang dikelilingi pelangi menutupi matahari saat prosesi pemakaman sekitar pukul 11.35.
Yang terlontar dari mulut para takziah saat perjalanan mengantarkan jenazah ke komplek pemakaman keluarga atau 1 kilometer dari rumah duka sekitar pukul 11.00 adalah ucapan “ Subhanallah” (Maha Besar Allah,red) saat mereka menengadahkan wajahnya ke langit.“ Kita baru sadar bahwa kiai adalah kekasih Allah, sebab Allah melindungi beliau dari panasnya matahari dengan ditupi awan. Yang saya tahu kiai tidak sakit sebab malamnya sekitar pukul 01.00 baru pulang dari makam Sunan Ampel dan paginya menerima tamu, kemudian mendadak sakit akhirnya meninggal saat dibawa ke rumah sakit,’ kata H Fathur Rohman salah satu takziah yang juga keluarga dekat pondok pada RADAR Surabaya, Selasa (7/11).
Dari pantuan RADAR Surabaya yang melihat dengan mata kepala sendiri, pada saat kedatangan jenazah suasana sangat redup sekali. Matahari yang tepat diatas kepala tiba-tiba ditutupi mendung yang dikelilingi oleh pelangi, sangat indah.
Kiai Abdul Malik adalah putra Kiai Ihsan bin Dahlan ( Kiai Dahlan adalah kakek Kiai Idris Marzuqi Lirboyo). Sedangkan Kiai Dahlan adalah putra Kiai Sholeh Banjarmlati Kota Kediri. Kiai Adbdul Malik adalah putra ketiga dari 6 bersaudara. Beliau mulai mengasuh Pondok Al Ihsan Jampes sejak tahun 1978 menggantikan kakaknya KH Muhammad yang meninggal pada tahun 1978 yang juga pengganti pengasuh pondok sepeninggal KH Ihsan pada tahun 1952.
Wafatnya KH Abdul Malik selain meninggalkan kurang lebih 1000 santri juga meninggalkan 3 istri ( Nyai Sarofah, Nyai Azizah dan Nyai Mia Hermiati) dan 7 putra-putri ( 4 empat putra dari istri pertama dan 3 putra dari istri kedua, untuk istri ketiga belum memiliki putra)
Pondok yang awalnya bernama Pondok Pesantren Jaten karena didaerah tersebut banyak pohon jatinya didirikan pada 1886 masehi oleh KH Dahlan. Setelah KH Dahlan Wafat pada tahun 1928 Pondok Pesantren Jampes diserahkan kepada KH Kholil yang juga adik KH Dahlan. Namun empat tahun kemudian karena faktor usia. KH Kholil menyerahkan pesantren Jampes Kepada KH Ihsan yang tidak lain adalah putra KH Dahlan.
Terhitung sejak tahun 1932 KH Ihsan yang nama kecilnya Bahrul ‘Ulum dan diganti setelah ia melaksanakan ibadah haji mulai memimpin Ponpes Jampes dan mulai menunjukkan kepiawaiannya dalam mengembangkan pesantren Jampes khususnya di dunia pendidikan dimana waktu itu santrinya hampir mencapai 1000 orang karena tahun pada tahun 1942 KH Ihsan telah mendirikan madrasah.
Tidak hanya mengembangkan dunia pendidikan ayah Almarhum Kiai Abdul Malik ini juga telah membuat prestasi gemilang yakni mengarang Kitab ‘Taswauf” Sirojuttholiben sebuah syarah atau komentar dari Kitab Minhajul “Abiidin karya Imam Al Ghozali kitab yang cukup terkenal dan menjadi literatur perguruan tinggi seantero jagad . Konon kitab tersebut diselesaikan KH Ihsan dalam waktu dua tahun sambil menonton film di gedung bioskop Volta di Jl Patimura depan Pasar Pahing Kediri (sekarang gedung film sentral,Red). (Imam Mubarok)

TNI “Gadungan” Perdayai Gadis

Di Uncategorized dalam November 7, 2006 pada 06:20 am11
Mengaku Anggota TNI, Perdayai Gadis Desa
* Empat Kali Digauli
KEDIRI-RADAR – Sutiono (34) warga Desa Tegalan Kecamatan Kandat Kabupten Kediri yang kini bertempat tinggal di Sidoarjo, Senin sore (6/11) ditangkap anggota Koramil Kras saat apel di rumah sang pacar di Desa/Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Penangkapan tersangka terkait pengakuanyan sebagai anggota Batalyon 511 Blitar.
Penangkapan tersangka ini dilakukan setelah pihak keluarga melapor ke Koramil Kras, karena Sutiono yang pekerjaan aslinya penjual jagung ini sering membawa pergi anaknya “Melati” (20) dan tidak dipulangkan.“ Kami sudah merasa geram dengan perilaku Sutiono, hingga akhirnya ia saya laporkan ke Koramil saat dia mengapeli Melati,” kata salah seorang keluarga korban yang namannya tidak mau dikorankan.
Saat petugas dating, Sutiono mencoba lari namun karena rumah sudah dikepung akhirnya tersangka menyerahkan diri. Selama ini pengakuan tersangka pada keluarga korban adalah anggota Batalyon 511 Blitar. Wajar pada awalnya keluarga korban percaya karena perawakan Sutiono memang mirip anggota TNI.
Saat dimintai keterangan petugas dirumah korban oleh anggota Koramil Kras, Sutiono mengaku kalau dirinya adalah bukan anggota TNI beneran,” Saya terpaksa melakukan ini karena saya ingin banyak mendapatkan gadis-gadis untuk saya perdayai,” akunya pada petugas Koramil.
Akibat tindakan bejat ini keluarga Melati merasa dicoreng mukannya. Sebab selain dipermalukan calon menantu yang ternyata anggota TNI gadungan ini, Sutiono juga telah menodai kesucian melati.“Saya empat kali berhubungan badan dengannya, perbuatan itu saya lakukan di rumah teman saya di daerah Kalidawir Tulungagung,” aku tersangka.
Seandainya anggota Koramil tidak segera dating mengamankan tersangka kemungkinan besar anak gadisnya yang telah dinodai tersangka akan hilang. Sebab kedatangan tersangka ke rumah tersangka pada Senin sore (6/11) untuk membawa lari Melati ke Kalimantan,” Sebenarnya dia saya mau ajak lari cari pekerjaaan ke Kalimantan, namun keburu saya ditangkap. Pada waktu itu saya membuat alasan kepada orang tuanya saya akan keluar dari anggota TNI karena gajinya tidak mencukupi dan mencari pekerjaan lain di Kalimantan,” kata tersangka.
Saat ini tersangka Sutiono diamankan di Makodim 0809 Kediri untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya karena mengaku menjadi anggota TNI. Sementara itu Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Endi Servandy dikonfirmasi RADAR Surabaya membenarkan kejadian tersebut(aro)

Ba’asyir “Ngruki” Protes

Di Uncategorized dalam November 6, 2006 pada 06:20 am11
Ba’asyir Tolak Aliran Kepercayaan Sebagai Agama
KEDIRI-RADAR- Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukohardjo Jawa Tengah Abu Bakar Ba’asyir menyatakan menolak tegas rencana pemerintah mengakui aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai agama.
Menurut pimpinan Majelis Mujahidin Indoensia (MMI) itu, langkah pemerintah itu jelas-jelas melanggar semua aturan agama yang ada di dunia.
“Kami memperingatkan pemerintah agar tidak meneruskan rencana itu karena bisa menjerumuskan bangsa Indonesia ke jurang kesesatan. Seharusnya yang diakui sebagai agama adalah agama yang memiliki kitab suci, bukan aliran yang lain. Pemerintah jangan gegabah soal itu,” kata Abu Bakar Ba’asyir saat ditemui sejumlah wartawan usai memberikan ceramah pada Tabligh Akbar Forum Bersama Umat Islam di masjid Al-Ikhlash, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri,Senin (6/11) dinihari.
Menurut Abu Bakar Ba’asyir, pada jaman Orde Baru pernah muncul gagasan mengakui aliran kepercayaan sebagai agama. Namun saat itu semua kalangan menolak. Jika sekarang pemerintah memunculkan lagi gagasan itu, menurutnya sikap pemerintah sangat gegabah karena tidak belajar dari sejarah.
“Kami akan membawa masalah ini ke forum Majelis Mujahidin untuk menentukan langkah strategis menolak rencana itu, termasuk menjajagi kemungkinan beraudiensi dengan DPR,” kata Abu Bakar Ba’asyir.
Lebih jauh Abu Bakar Ba’asyir menjelaskan, rencana pengakuan aliran kepercayaan sebagai agama itu jelas-jelas bertentangan dengan spirit perjuangan MMI. Karena agenda perjuangan MM adalah memformalkan syari’at Islama sebagai hukum resmi negara Indonesia.
Semua Undang Undang harus direkonstruksi dan dicocokkan dengan hukum-hukum Islam. Untuk mewujudkan itu, MMI berjuang lewat dakwah dan langkah lain yang strategis.
“Perlu dipamahi semua bangsa Indonesia, spirit kami bukan bertujuan untuk memperkeruh suasana, namun hanya menolong bangsa ini agar tidak terjerumus ke jurang kesesatan. Karena Islam itu din (agama,red) yang sangat kontekstual dengan kehidupan dan bisa menjadi undang undang. Namun kami juga menghargai umat beragama lain asalakan tidak mengganggu umat Islam,” jelas Abu Bakar Ba’asyir. (aro)

Wajah Babi Raja-Raja Denmark Dipamerkan

Di Uncategorized dalam November 5, 2006 pada 06:20 pm11
Hasil Lomba Mewarnai dan Lukis Raja Denmark dan Babi Akan Dipamerkan
KEDIRI-RADAR- Setelah lomba mewarnai dan melukis “Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” yang diselenggrakan Radio Komunitas Radio Pendidikan Keluarga (Radikal FM) digelar pada Minggu (5/11),panitia berencana akan memamerkan hasil karya-karya para peserta pada pada Sabtu hingga Minggu depan sekaligus mengumumkan para pemenangnya di halaman Kantor Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri Jl Mayjen Sungkono.
“ Ini aksi lanjutan kita setelah menggelar lomba mewarnai “Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” terlaksana dengan sukses . Kita akan pamerkan karya-karya mereka yang peduli terhadap gerakan kita yakni menyadarkan bangsa barat atas tindakan mereka yang keliru,” kata Agus Sunyoto penanggungjawab acara.
Salah satu bentuk kepedulian itu menurut Agus adalah keikutsertaan umat non muslim atas tindakan sekelompok orang Denmark yang mengkartunkan Nabi Muhammad.
Dicontohkan Agus, Halim Wiranata (13) siswa SDK Santo Yoseph Malang salah satu peserta non muslim menyajikan lukisan berjudul “King Circus of Copenhagen” .
Halim menjadi perhatian para peserta lain dan dewan juri bukan karena ia salah satu peserta non muslim, namun juga karena tangan-tangan cekatan Halim saat menggoreskan pensil dan crayon warna-warni di atas kertas putih berukuran poster begitu indahnya.
Pada perlombaan tersebut Halim mengetengakan lukisan sosok Raja Denmark berwajah babi sedang menduduki singgasana kerajaan sirkus yang dilengkapi dengan bendera Denmark.
“Saya tahu bendera Denmark ini dari atlas. Layaknya raja-raja di Eropa jaman dulu, maka wajah babi ini saya beri kumis dan cambang,” ujarnya polos.
Tak mau kalah dengan sang kakak, Tifania Wiranata (10), siswa SDK Santa Maria Kediri, juga mengetengahkan lukisan Ratu Denmark dengan judul King Of Denmark, yang menggambarkan Ratu Denmark berwajah babi lengkap dengan atribut-atribut kerajaan.
Namun lukisan pensil dan crayon karya Tifania ini lebih menggelitik karena Ratu Denmark yang digambarnya itu dilengkapi dengan tetek bayi. Botol berisi susu bayi dituangkan pada lubang telinga kiri raja, sementara lubang telinga kanan ditutup dengan biskuit.
“Telinga kanan ini ditutup dengan biskuit, supaya susunya tidak tumpah,” ungkapnya lugu sambil terus merapikan komposisi warna pada lukisan tersebut dengan pinset.
Sementara di bawah singgasana, terdapat seekor katak menjulurkan lidah di ujung jari kaki sang ratu yang menurut pelukisnya digambarkan sebagai ekspresi ejekan.
Beginilah imajinasi yang dikembangkan dua anak non muslim dari sejumlah peserta lomba yang diikuti sebanyak 73 orang dari berbagai kalangan dan kelompok umur.
Yoseph Mujianto (47), orang tua Halim dan Tifania, mengaku tidak memberikan arahan tertentu pada sang anak dalam memgikuti lomba tersebut.
“Sebelumnya kami hanya memberikan gambaran mengenai tema lomba ini, seterusnya imajinasi anak sendiri yang berkembang sehingga menjadikan lukisan seperti tadi,” ujarnya.
Demikian pula keikutsertaan Halim dan Tifania, menurut dia, sebagai bentuk keprihatinan seorang warga Indonesia atas pelecehan yang dilakukan sekelompok orang di Denmark terhadap agama tertentu.
“Sebetulnya apa yang diajarkan agama itu tidak ada yang salah. Tapi mengapa masih saja ada orang yang melecehkan simbol-simbol agama tertentu,”kata Yoseph.
Sebagai bentuk keprihatinan itu, dia mengajak kedua anaknya untuk memberikan pelajaran kepada warga Denmark agar lebih menghargai pemeluk agama lainnya termasuk simbol-simbol yang disakralkan.
Masih menurut Agus Sunyoto selain bertujuan menyadarkan bangsa-bangsa yang menghina Islam juga mempunyai tujuan memberikan pendidikan kepada seluruh anak di Indonesia terkait doktrin berpikir masyarakat Eropa.
“Sebetulnya teori Darwin itu mengilmiahkan nenek moyang mereka berupa hewan. Sedang lomba ini sebagai upaya memisualisasikan teori mereka dalam bentuk lukisan, hanya kebetulan kejadiannya di Denmark yang nenek moyangnya berasal dari binatang babi,” ujar penulis sejumlah buku sejarah dan sastra itu.
Sementara itu Ketua Panitia Lomba Lukis Legenda Raja Denmark dan Babi, Imam Mubarok, menyebutkan jumlah peserta keseluruhan mencapai 73 orang, empat di antaranya adalah non muslim. “Selain piagam penghargaan, panitia juga memberikan hadiah kepada para peserta berupa uang tunai seluruhnya mencapai Rp5 juta,” ujarnya. (aro)

Diikuti Juga Peserta Non Muslim

Di Uncategorized dalam November 3, 2006 pada 06:20 am11
Lomba Mewarnai dan Lukis Raja-Raja Denmark dan Babi Digelar 5 Nopember
* Peserta Non Muslim Juga Banyak yang Ikut Mendaftar
KEDIRI-RADAR- Setelah persiapan panjang yang dilakukan panitia dan negoisasi kepada beberapa pihak yang mengkuatirkan acara tersebut diselenggarakan akhirnya lomba mewarnai dan melukis dengan tema “Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” dipastikan digelar pada Minggu 5 Nopember lusa
Antusias masyarakat terhadap pelaksanaan lomba mewarnai dan lukis yang diselenggarakan Radio Komunitas Radikal (Radio Pendidikan Keluarga) FM ternyata tidak hanya umat Islam saja, namun juga dari umat non muslim
Hal ini terbukti ketika pendaftaran dibuka pada sejak Senin(17/10) hingga Jumat kemarin (3/11) di kantor Radikal FM Jl Mayor Bismo 23 Kediri sudah ratusan pendaftar yang menyatakan ikut serta.
“ Alhamdulillah acara ini akhirnya terselenggara setelah sebelumnya ada beberapa proses negoisasi. Karena ada beberapa pihak yang tidak saya sebutkan mengkuatirkan acara ini terselenggara. Setelah saya jelaskan dengan rinci runtutanya akhirnya mereka paham dan mengijinkan acara ini terselenggara,” kata Imam Mubarok Ketua Panitia acara, Jumat (3/11).
Acara yang dibawah tanggungjawab budayawan Agus Sunyoto sekaligus penanggungjawab Yayasaan Lembaga Pemberdayaan Umat Ansorullah (YLPUA) Lembaga itulah yang menaungi Radio Radikal FM mengaku bangga dengan banyaknya pendaftar yang tidak hanya dari kalangan umat Islam saja.
“Saya mengucapkan terima kasih ternyata yang mendukung acara ini tidak hanya dari umat Islam tetapi juga agam lain. Lomba lukis ini merupakan alternatif peperangan dengan nagara barat. Dengan seringnya negara barat menjelek-jelakkan Nabi Muhammad, ini sudah merupakan babak baru dalam peperangan dengan kaum kafir dan kita tidak bisa tinggal diam,” kata Agus Sunyoto .
Menurut Agus umat Islam tidak perlu terpancing menjadi anarkis atas pelecehan itu. Namun harus ada gerakan sistematis untuk melawan pelecehan-pelecahan itu dengan mengedepankan intelektualitas dan kecerdasan.
“Kita ingin tahu, apakah publik di Denmark bisa menerima kartun yang kita buat tentang raja mereka. Jika ternyata mereka marah dan emosional atas kartun yang kita buat, mengapa mereka selalu menjelak-jelakkan Nabi Muhammad SAW,” tambah Agus Sunyoto.
Dengan memahami legenda dan mitos yang dipercaya oleh bangsa Denmark, umat Islam di seluruh dunia khususnya di Indonesia diharapkan dapat memahami sikap benci orang-orang Denmark kepada agama Islam dan terutama kepada Nabi Muhammad SAW selaku penyiarnya.
Dimana ajaran Islam yang menempatkan binatang babi sebagai hewan paling najis, sangat menyinggung perasaan bangsa Denmark yang menurut legendanya raja-raja mereka adalah keturunan babi.
“ Jadi kalau mereka kemudian marah dan menista Nabi Muhammad SAW harus difahami sebagai ungkapan alam bawah sadar suatu komunitas keturunan babi. Hal serupa, telah terbukti pula saat bangsa Denmark mendukung gerakan Nazi dalam ethnic-cleansing membantai etnis Yahudi di era Perang Dunia II, karena Agama Yahudi juga mengajarkan bahwa babi adalah hewan najis Dan satu lagi legenda itu sudah tertulis dalam buku yang ditulis orang Denmark yakni H.R Elis Davidson dengan judul “ Goods and Myths Of Northern Europe “,” pungkas Agus. (aro)

Pajak Pemkot Nyantol Rp1,2 Miliar

Di Uncategorized dalam November 3, 2006 pada 06:20 am11
Penghasila Pajak Kota Kediri Nyantol Rp1,2 Miliar
KEDIRI- Target penerimaan pajak Kota Kediri yang “batas akhirnya” pada September 2006 kemarin ternyata tidak terpenuhi. Hingga awal Nopember 2006 ini penerimaan pajak Kota Kediri yang masuk masih Rp6.977.975.000 atau 87 persen, padahal targetnya adalah Rp8.007.830.000.
Akibat masih nyantol 13 persen atau Rp1,2 miliar dari wajib pajak yang terdiri dari pengusaha, perorangan dan instansi. Walikota Maschut langsung mengadakan sidak di Dispenda Kota Kediri pada Jumat siang (3/11)
“ Ini semua karena belum ada aturan yang tegas terkait masalah pajak ini missal perda. Oleh karena itu untuk menanggulangi permasalahan ini kami akan mengajukan reperda kepada DPRD agar bisa disahkan menjadi perda yang mengatur tentang pelanggar pembayar pajak. Sebab selama ini aturan terlalu lunak bagi mereka yang telat membayar pajak missal hanya dikenakan denda beberapa persen dari total pajak,” kata Maschut pada RADAR Surabaya, Jumat (3/11).
Menanggapi masih nyantolnya uang pajak dari wajib pajak tersebut Kepala Dinas Pendapatan Kota Kediri Drs Adiwiyono menyatakan akan menargetkan pada bulan Nopember ini untuk menyelesaikan PR nya tersebut.
“Sebenarnya kita telah berusaha namun karena banyaknya kendala akhirnya targe tidak memenuhi sasaran. Beberapa kendala tersebut antara lain wajib pajak yang mangkir , alamat wajib pajak yang tidak sesuai dan lain sebagainya,” kata Adi. (aro)

Anggaran Bola Diusulkan Masuk APBN

Di Uncategorized dalam November 3, 2006 pada 06:20 am11
Ketua Umum Persik Minta Anggaran Sepakbola Masuk APBN
KEDIRI-RADAR- Ketua Umum Persik Kediri Drs HA Maschut mengusulkan kepada pemerintah agar anggaran sepakbola masuk dalam APBN. Sebab selama ini khususnya tim-tim yang masuk di Devisi Utama menguras sendiri-sendiri dari APBD yang nilainya hingga puluhan miliar.
“ Kenapa saya mengusulkan hal tersebut, karena ketika ada monopoli sponsor devisi utama, maka ada pihak-pihak lain yang dirugikan. Salah satu contohnya adalah Persik Kediri, yakni ketika PT Djarum menjadi sponsor utama, maka PT Gudang Garam tidak lagi mengucurkan danannya pada Persik Kediri sepeserpun. Padahal selama ini yang menjadi andalan Persik selain dari APBD adalah kucuran dana dari PT GG,” kata Maschut pada RADAR Surabaya, Jumat (3/11).
Menurut Maschut jika anggran bola masuk dalam APBN maka nantinya tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan,” Kenyataanya seperti itu, dan ini jika tidak ada penyelesaian akan menjadi blunder. Apalagi penggunaan anggaran dari APBD saat ini cukup diketati,” tambahnya.
Maschut mengaku akan mengusulkan permasalahan yang sebenarnya telah lama menjadi uneg-unegnya yakni sejak PT Djarum menjadi sponsor tunggal Devisi Utama awal 2006 lalu pada anggota DPR RI yang berada daerah pemilihan VI Kediri dan sekitarnya. (aro)

PKNU Berdiri PKB Gembira

Di Uncategorized dalam November 2, 2006 pada 06:20 am11
PKB Akui Senang Atas Berdirinya PKNU
* Siap Menampung Para Kiai yang Berseberangan
KEDIRI-RADAR- Telah didaftarkanya Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) partai alternatif yang didirikan oleh Choirul Anam Ketua DPP PKB versi Muktamar Surabaya yang pendaftaranya ditolak oleh MA serta Menteri Hukum dan HAM beberapa waktu lalu dipandang oleh PKB hasil Muktamar Semarang adalah langkah yang terbaik.
Imam Nahrowi yang juga Ketua DPW PKB Jawa Timur mewakili Ketua DPP Muhaimin Iskandar menyatakan senang dengan terbentuknya PKNU tersebut maka tidak ada permasalahan lagui di tubuh PKB. “ Dengan terbentuknya PKNU tersebut maka PKB hanya ada satu yakni PKB hasil Muktamar Semarang itu aja dan ini jalan terbaik untuk mengakhiri konflik” tambahnya.
Ditambahkan Nahrowi dengan begitu nantinya antara PKNU dan PKB akan bisa berkompetisi secara sehat dan fair,” Orientasi semuanya adalah demi kesejahteraan masyarakat,” tukasnya pada RADAR Surabaya, Kamis petang di Kediri (2/11).
Disoal apakah ini berarti PKB tidak ada lagi yang mengganggu lagi ? “ Saya kira bukan itu , yang terpenting adalah bagaimana kita saling menghormati antara satu dengan yang lain,” jelasnya.
Bagaimana dengan para kiai yang selama ini mendukung PKB Choirul Anam tetapi kenyataanya ketika didirikan PKNU para kiai ditelikung, apakah PKB akan mengakomodir,” Saya kira sejak awal PKB didirikan oleh NU dan dilahirkan oleh para ulama. Dan tentunya kita tidak akan lepas beliau-beliau dan ini sesuai seruan kami, mari kita semua kembali ke PKB,” kata Nahrowi yang juga anggota Komisi III DPR RI pada RADAR Surabaya. (aro)

Pelanggan Speedy Mbangkang

Di Uncategorized dalam November 2, 2006 pada 06:20 am11
Puluhan Pelanggan Speedy di Kediri “Mbangkang”
KEDIRI-RADAR- Dari 150 pelanggan akses internet cepat (speedy) di Kota Kediri 35 diantaranya “mbangkang” alias belum membayar hingga dua bulan terakhir ini.
“ Mbangkangnya” para netter ini seperti yang dikeluhkan ke pelayanan Telkom Kediri, karena speedy terlalu mahal dibandingkan telkomnetinstan. Hingga akibatnya setelah menikmati pelayanan speedy dua bulan mereka akhirya pikir – pikir antara meneruskan berlangganan atau tidak.
“ Sebenarnya biasa kalau ada pelanggan telkom yang terlambat mbayar. Namun karena mereka belum membayar hingga dua bulan dengan terpaksa kami memutus sementara,” kata Ali Sartono Kepala Cabang Telkom Kediri pada RADAR Surabaya , Kamis (2/11).
Ditambahkan Ali, jika para pelanggan speedy tersebut segera melunasi tuggakan mereka dipastikan akan segera disambungkan. Selain 35 yang mbangkang ada satu diantara 150 pelanggan yang meminta diputus jaringan speedynya.“ Satu pelanggan tersebut karena merasa keberatan,” tambahnya.
Ani salah satu pelanggan speedy pada RADAR Surabaya mengkritik teknik pembayaran speedy,” Sebab digunakan atau tidak maka kita tetap membayar sesuai yang ditentukan oleh Telkom. Harusnya telkom memberikan layanan cepat namun dengan tarip terendah personal tidak Rp300 ribu yakni Rp100 ribu. Sebab dengan harga personal (minimal pemakaian terendah ,red) Rp300 ribu tidak akan mencapai sasaran untuk kalangan kelas bawah. Apalagi hamper 75 persen pelanggan speedy di Kediri adalah pelanggan personal,” katanya. (aro)

Soal Tommy Soeharto

Di Uncategorized dalam November 2, 2006 pada 06:20 am11
Komisi III Usulkan Pemanggilan Menkum dan HAM
* Terkait Pembebasan Bersyarat Tommy Soeharto
KEDIRI-RADAR – Komisi III DPR RI berencana akan mengusulkan pemanggilan terhadap Menteri Hukum dan HAM Hamid Awwaluddin terkait pembebasan bersyarat atas putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto yang dianggap telah menjalani dua pertiga dari massa hukumanya.
“ Yang menjadi pertanyaan kami mengapa terjadi diskriminasi terhadap seorang napi yang bernama Tommy Soeharto. Remisi datang begitu banyak dan cepat . Padahal kita menginginkan penegakan supremasi hukum ini ditegakkan dengan baik,” kata Imam Nahrowi anggota Komisi III DPR RI pada RADAR Surabaya, Kamis petang (2/11) saat kunjungan ke Kediri dengan beberapa anggota DPR RI untuk melakukan penjaringan aspirasi masyarakat di Pemkot Kediri.
Ditambahkan Nahrowi, karena serba tidak jelas maka dirinya akan mengusulkan kepada ketua komisi III untuk melakukan pemanggilan terhadap Menkum dan HAM.
“ Tentunya pemanggilan ini nanti diharapkan menjadi jelas semuanya dan masyarakat tidak lagi bertanya. Sebab yang terjadi saat ini justru masyarakat bertanya mengapa hokum di Indonesia masih terjadi diskrimasi,” tambah Nahrowi.
Seperti diketahui Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto telah dibebaskan bersyarat pada Senin (30/10) namun ia masih wajib melapor selama masih dalam masa pengawasan hingga Juli 2007 mendatang.
Selama masa pengawasan tersebut, pihak Balai Permasyarakatan Jakata Pusat juga wajib mendampinginya, baik di dalam rumah maupun kegiatannya di luar rumah. Apabila Tommy melakukan suatu tindakan di luar yang dijaminkan maka ia dapat dimasukkan kembali ke dalam tahanan atas rekomendasi Menteri Hukum dan HAM. (aro)

Pemkot Kulakan Iwak

Di Uncategorized dalam November 2, 2006 pada 06:20 am11
Atasi Jentik, Pemkot Kediri Obral Ikan
KEDIRI-RADAR – Untuk mengantisipasi penyebaran jentik di Kota Kediri , Tim Terpadu Penanggulangan Demam Berdarah (T2PDB) akan mendatangkan ikan pemakan jentik jenis “Black Molly” sebanyak 120 ribu ekor.
Ikan-ikan tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat di tiga kecamatan Kota kediri melalui puskesmas di masing-masing wilayah,” Teknik ini lebih ampuhh dibandingkan dengan fooging yang selama ini kita terapkan dan lebih murah,’ kata Ir Bambang Basuki Hanugerah Ketua T2PDB pada RADAR Surabaya , Rabu (1/11).
Total anggaran yang dikeluarkan untuk mendatangkan “proyek ikan” ini menurut Kepala Dinas Kesehatan Dr Gatot Widiatoro yang juga anggota tim T2PDB kurang lebih Rp40 juta. Anggaran tersebut diambilkan dari anggaran penangulangan demam berdarah tahun 2006 sebesar Rp350 juta. (aro)

Bandar Pil Koplo Diamankan

Di Uncategorized dalam November 2, 2006 pada 06:20 am11
Ribuan Pil Koplo Kembali Diamankan
*4 Tersangka Ditahan
KEDIRI-RADAR- Satuan Reserse Narkoba Polresta Kediri dan Kepolisian Sektor Ngadiluwih Polres Kediri , Rabu (1/11) berhasil mengamankan kurang lebih 2080 butir pil jenis artane atau yang lebih dikenal double L.
Mariono (27) salah satu tersangka warga Jl Kartosari Rt 02 RW 03 Desa Kandat Kecamatan Kandat ditangkap Sat Reskoba Polresta Kediri saat melintas di Jl Veteran Kota Kediri .
Sayang saat ditangkap dua teman Mariono berhasil melarikan diri. Mariono yang pernah masuk penjara gara-gara kasus pengroyokan pada tahun 1999 mengaku baru dua bulan menjalani profesi barunya tersebut. Sebab sebelumnya profesinya adalah menjadi tukang tebang mewarisi pekerjaan ayahnya alias ATT (anake tukang tebang,red).
“ Yang jelas saya dijebak, sebab ketika transaksi saya dengan Bendol warga Selosari Kandat di Sumber Kartosari Kandat yang menjadi pemasok saya ada dua orang yang mengaku anggota intel. Dua orang ini kemudian mengajak saya ke kota yang alasanya mau diajak jalan-jalan, tetapi ternyata saya ditangkap,” kata Mariono yang saat ditangkap membawa barang bukti sebanyak 1150 pil jenis double L.
Atas pengakuan Mariono yang katanya dijebak tersebut, Kasat Reskoba Polresta Kediri Iptu Sudadi membantahnya. Menurutnya penangkapan itu berdasarkan penyelidikan yang selama ini dikembangkan. Karena Mariono adalah pemain lama kabupaten yang beroperasi di Kota Kediri .
Sementara itu dalam waktu yang bersamaan Kepolisian Satuan Sektor Ngadiluwih juga mengamankan tiga tersangka dengan BB 930 butir pil jenis double L.
Tiga tersangka yang diamankan tersebut antara lain Kukuh Prasetyo alias Komik (19) warga Dusun Sentono Kecamatan Ngadiluwih, Ahmad Khoiruddin (25) dan Anang Alifiah alias Jeto (22) keduanya warga Tamanan Nambakan Kecamatan Ringinrejo.
Keterangan Kapolsek Ngadiluwih AKP Totok BH ketiga tersangka adalah pemain lama yang lama menjadi target operasi Polsek Ngadiluwih,” Pertama yang kita tangkap Kukuh dengan BB 30 butir kemudian kita kembangkan dengan menangkap Anang dengan BB 900 pil . Anang merupakan orang kedua dalam jaringan ini dan bandarnya adalah Ahmad Khoiruddin. Ketiganya kita tangkap di rumahnya masing-masing,” kata Totok pada RADAR Surabaya , Rabu (1/11). (aro)

Gus War Bantah Dukung Cak Anam

Di Uncategorized dalam November 1, 2006 pada 06:20 am11
Gus War Bantah Telah Dimintai Restu Cak Anam
KEDIRI-RADAR- KH Anwar Iskandar Ketua Tim Asistensi pembentukan partai baru pengganti PKB yang juga Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB Muktamar Surabaya membantah keras jika Choirul Anam Ketua DPP PKB versi Muktamar PKB Surabaya telah meminta restu kepada para kiai atas pembentukan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang telah didaftarkan kepada Menteri Hukum dan HAM.
“ Anam memberitahu saya ketika kabar pendaftaran PKNU tersebut mulai dimuat di media. Padahal tim 17 yang mempersiapkan lahirnya partai baru belum memberikan restu kepadanya,” kata KH Anwar Isknadar, Selasa (31/10).
Atas tindakan yang dilakukan Cak Anam tersebut, Gus War meminta kepada tim 17 untuk segera melakukan rapat. Sebab jika tidak segera disikapi maka hal ini akan memecah belah para kiai.
Menurut Gus War adal lima hal yang perlu diperhatikan untuk pembentukan partai baru. Pertama adalah dasar partai, kedua tentang posisi ulama dalam partai, platform dalam kaitanya keislaman dan kenegaraan, nama partai dan personil yang diberi mandat untuk mengelola partai.
“ Pembentukan partai baru tidak hanya perkembangan rasio tapi juga perlu adanya istikhoroh. Untuk membentuk partai abot apa enteng ( berat atau tidak,red) maka itu perlu dipikirkan,” tambahnya. (aro)

Cak Anam Dikecam

Di Uncategorized dalam November 1, 2006 pada 06:20 am11
Cak Anam Dikecam Para Kiai, Bentuk PKNU Alternatif Pengganti PKB
* Kiai-Kiai Merasah Dilangkahi
KEDIRI-RADAR- Ketua PKB hasil Muktamar Surabaya Choirul Anam yang pendaftaran kepengurusanya ditolak oleh Mahkamah Agung serta Menteri Hukum dan HAM dikecam para kiai khususnya tim 17 yang berencana membentuk partai pengganti PKB. Kecaman terhadap Cak Anam disebabkan dirinya dianggap “lancang” karena sudah membentuk partai baru dan sekaligus mendaftarkan ke Menteri Hukum dan HAM dengan nama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Padahal menurut keterangan juru bicara tim 17 yang juga anggota tim asistensi Syaifullah Yusuf, para ulama belum pernah diajak berembuk sama sekali terkait partai yang sudah didaftarkan Cak Anam tersebut. Apalagi Cak Anam adalah bagian dari tim pembentukan partai baru tersebut.
“ Sebagaian kiai menginginkan pendaftaran atau pembentukan partai baru itu ditinjau ulang. Karena pertama tidak sesuai prosedur dalam arti para kiai itu mempunyai prinsip “Iqomatul Haq Wal Adl” ( menegakkan yang haq dan berbuat adil). Dan pendirian partai adalah alternatif terakhir ketika “alat” yang mau di dandani itu tidak bisa lagi dimanfaatkan,” kata Gus Ipul di kediaman KH Idris Marzuqi kompleks Ponpes Lirboyo usai usai “roadshow” ke beberapa ulama di daerah tapal kuda dan Jawa Tengah
Ditambahkan Gus Ipul yang juga didampingi KH Ahmad Subadar dan KH Idris Marzuqi, kiai-kiai saat ini masih dalam proses musyawarah untuk menuju ke arah pilihan terakhir yakni membentuk partai baru dan juga masih berusaha sekuat tenaga keras membenahi PKB. “Kalau toh pada akhirnya harus mendirikan partai itu bukan karena kecewa atau kalah. Tetapi ingin semata-mata menunjukkan kebenaran dan keadilan,” tambah Gus Ipul yang juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal pada RADAR Surabaya , Selasa (31/10)
Menurut Gus Ipul nama partai yang sudah didaftarkan oleh Cak Anam tersebut tidak mewakili tim 17 dan tim asistensi yang jumlahnya 9 yang pembentukanya dilakukan di Ponpes Lirboyo pada 21 September 2006 lalu.
“ Nama PKNU sendiri itu sulit dipahami banyak yang salah paham dengan nama itu. Ada juga yang menyebut ahistoris tidak ada sambungan sejarahnya, nasional dengan ulama. Demikian juga susunan pengurusnya terputus dengan era seblumnya yang ini menimbulkan kebingungan umat,” katanya.
Oleh karena atas nama tim 17 Cak Ipul mengharapkan Cak Anam agar menerima saran para kiai untuk tidak tergesa-gesa,” Permasalahan pembentukan partai baru ini hendaknya ditinjau ulang didiskusikan kembali dan ditemukan solusi terbaik. Apalagi sebagian kiai masih belum paham maksud dengan pendaftaran yang dipercepat dalam tanda kutip oleh Cak Anam tersebut,” jelasnya.
Masih menurut Gus Ipul pendaftaran PKNU oleh Cak Anam tersebut tidak bisa dibuat main-main,” Ini tidak sekedar prematur tetapi langkah yang tidak tepat, tidak nyambung dengan skenario. Makanya itu perlu ditinjau ulang.Nanti kalau PK kalah partai coba-coba tadi di pakai namun jika PK menang maka PKNU tidak dipakek. Maka ini namannya main-main, itu tidak serius dan tidak menunjukkan apa yang terjadi didalam hati para ulama dan pengikutnya,” ungkap Gus Ipul
Oleh karena itu Gus Ipul menyarankan kepada Cak Anam agar menyerahkan permasalahan tersebut kepada para dan tidak mengedepankan nafsu dan ambisi,” Intinya saya karena menjadi bagian dalam perjuangan ini, maka saya menyampaikan apa yang diresahkan kiai terkait pembentukan PKNU,” pungkas Gus Ipul yang juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal.
Sementara itu bocoran dari KH Idris Marzuqi rencanannya terkait pembentukan PKNU tersebut. Cak Anam pada 28 syawal 1427 Hijriyah atau 20 Nopember mendatang akan “disidang” oleh para kiai di Ponpes Langitan,” Apa mau disidang atau mau apa yang jelas Cak Anam akan dimintai keterangan,” kata KH Idris. (aro)

Hari Pertama Masuk Walikota Maschut Sidak PNS

Di Uncategorized dalam Oktober 30, 2006 pada 06:20 am10
Walikota Sidak “Silaturrohim”
*Kepala Bawaskot Jamin 100 Persen PNS Pemkot Masuk Semua
KEDIRI- RADAR- Masuk hari pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri langsung didakan sidak oleh Wali Kota Kediri Drs HA Maschut beserta petinggi Pemerintah Kota Kediri yang lain, Senin (30/10).
Sidak yang dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tersebut sempat membuat PNS yang berada di secretariat Pemkot Kediri, kantor-kantor dan dinas-dinas yang dikunjungi “ gelagapan” . Meski boleh dipastikan para PNS ini tidak ada yang mbolos.
“Mereka sadar bahwa sanksinya sangat berat jika mereka membolos. Namun saya melihat ini adalah bentuk kesadaran yang mereka lakukan tanpa beban dan saya pastikan mereka masuk 100 persen. Sebab mulai dari walikota, wawali, sekda dan yang lainnya juga masuk,” kata Kepala Bawaskot Bambang Sumaryono pada RADAR Surabaya ditengah-tengah acara sidak yang dilakukan oleh walikota.
Dari pantuan RADAR Surabaya saat mengikuti sidak , Wali Kota Maschut nampak tidak “mempermasalahkan” apakah anak buahnya masuk atau tidak. Justru Maschut memanfaatkan momen sidak tersebut untuk silaturrohim sekaligus meminta maaf kepada anak buahnya. “ Inilah momen penting pada hari Raya Idul Fitri untuk saling memaafkan, sekaligus melihat kinerja bawahan” kata Maschut.
Beberapa tempat yang disidak oleh Walikota Maschut dan petinggi-petinggi Pemkot antara lain, Sekretariat Pemkot Kediri, Kantor Kecamatan Kota, Kantor Kecamatan Pesantren, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Disperindag dan Kantor Kecamatan Pesantren. (aro)

KA Gajayana Terbakar

Di Uncategorized dalam Oktober 29, 2006 pada 06:20 am10
Kereta Api Gajayana Terbakar di Kertosono
NGANJUK-RADAR- Restorasi Kereta Api Gajayana jurusan Malang -Jakarta, Minggu (29/10) sekitar pukul 06.50 terbakar di Stasiun Kertosono Nganjuk. Terbakarnya restorasi tersebut diakibatkan hubungan arus pendek akibatnya salah satu kabelnya putus.
Menurut Kepala Stasiun Kertosono Yogi Kuncoro dikonfirmasi RADAR Surabaya Minggu (29/10)api mulai nampak berkobar ketika di Baron Nganjuk yakni beberapa kilometer dari Stasiun Kertosono.
“Kami mendapat laporan langsung mengontak PMK dari Jombang yang tiba bersamaan dengan kereta masuk stasiun. Hingga akhirnya tim PMK langsung melakukan pemadaman. Dan api dapat baru dipadamkan kurang lebih setengah jam kemudian,” kata Yogi.
Gerbong restorasi yang terbakar merupakan rangkaian ketiga dari belakang dari total 10 gerbong. Beruntung dalam kejadian tim PMK cekatan memadamkan api, sehingga tidak sempat merembet ke gerbong yang lain.
Alfonso salah satu saksi mata di stasiun menjelaskan bahwa ketika mengetahui gerbong restorasi terbakar para penumpang Kereta Api Gajayana langsung semburat menyelamatkan diri masing-masing.
“Mereka salaing berdesakan untuk menyelamatkan diri, beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban. Paling-paling hanya satu dua yang terluka karena berdesak-desakan pengen keluar dari gerbong,” tambahnya.
Setelah api dapat dipadamkan dan dinyatakan aman kereta akhirnya melanjutkan perjalananya menuju Malang,” Karena tidak ada yang dikuatirkan akhirnya kereta melanjutkan perjalanan termasukl kereta yang terbakar,” kata Yogi Kuncoro. Karena kejadian tersebut jadwal kedatangan di Satsiun Kediri dan Malang akhirnya terlambat beberapa jam. (aro)

Perusak Moral Generasi Muda

Di Uncategorized dalam Oktober 27, 2006 pada 06:20 am10
Lebaran Dimanfaatkan Penjual Pil Koplo
* Reskoba Polresta Kediri Panen Tersangka
KEDIRI-RADAR- Bagi para pengedar pil koplo momen lebaran ternyata sangat bagus untuk mengeruk keuntungan. Selain anggapan mereka sepi pengawasan petugas, aksi jual beli “benda haram” tersebut juga tidak terlalu menyolok dilakukan.
Namun sayang anggapan tersebut keliru, ternyata polisi tidak 100 persen “tidur” menikmati lebaran. Buktinya dalam beberapa hari terakhir ini Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polresta Kediri mengamankan 7 tersangka dan BB ratusan pil jenis lexotan dan artane.
Para tersangka tersebut antara lain Adi Setyawan (23) warga Bujel Gang III Kecaatan Mojoroto. Dari tangan Adi yang ditangkap di Jl Ronggowarsito saat melakukan transaki petugas mengamankan 23 pil jenis lexotan.
Tidak hanya Adi yang ditangkap dalam aksi penggrebekan di tengah jalan raya tersebut, Catur Didik Handoko (20) warga Tinalan Gang I Kecamatan Pesantren dan Danang Setio Budi (29) warga Banjaran Kota Kediri juga diamankan. Kedua orang inilah yang selama ini menjadi pemasok bagi bisnis Adi.
Dalam waktu yang bersamaan petugas yang lain juga berhasil mengamankan M Kurnia Yahya (20) warga Jl KH Wahid Hasyim 25 Kecamatan Mojoroto yang tertangkap basah hendak menjual 108 butir pil jenius artane (double L).
Tak puas mendapatkan empat tersangka petugas kembali melakukan operasi. Pada Jumat (27/10) polisi kembali mengamankan tiga tersangka yang masuk dalam satu jaringan.
Mereka adalah Joni Santoso (28) warga Mipitan Plosoklaten Kabupaten Kediri dengan BB 9 butir jenis lexotan. Dian Ramadani (26) warga Pranggang Plosoklaten dengan BB 15 butir pil jenis lexotan dan Johan Kurniawan (23) warga Jarak Kidul Kecamatan Plosoklaten dengan jumlah BB 15 butir pil jenis lexotan.
Ketiga tersangka ditangkap di Jl Yos Sudarso Kediri ketika hendak mencari pelanggan di Kota Kediri,” Para tersangka ini kita jerat pasal 60 sub pasal 62 UU 5/1997 tentang psykotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata AKP Sudadi Kasat Reskoba pada RADAR Surabaya, Jumat (27/10). (aro)

Ketupat

Di Uncategorized dalam Oktober 27, 2006 pada 06:20 am10
Si Kuning yang Jadi Rebutan Setelah Lebaran
Tak lengkap jika lebaran tanpa adanya ketupat (kupat/jawa,red), seperti halnya sayur tanpa garam. Begitulah tradisi yang turun temurun khususnya di tanah Jawa usai melakukan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh. Karena sudah merupakan tradisi banyak orang yang memanfaatkan keahlian membuat ketupat untuk di jual. Tak ayal penjual musiman ini menjamur di berbagai tempat dengan memanfaatkan momen lebaran.
Seperti halnya yang dilakukan Mbok Darmi (60) penjual ketupat yang mangkal di depan Pasar Setono Betek Jl Patimura Kota Kediri. Ia mengaku telah puluhan tahun menjual janur (bahan untuk ketupat,red) dan ketupat yang sudah jadi.
Kepada RADAR Surabaya Darmi yang sebelumnya menjual bunga khusus untuk persediaan ziarah ke makam-makam di malam lebaran terpaksa memutar haluan menjadi penjual ketupat karena prospek menjual bunga sesudah hari keempat lebaran tak lagi menguntungkan.
“Malam hari raya kemarin satu tas kresek penuh bunga mawar bisa menghasilkan uang Rp75 ribu sampai Rp50 ribu. Namun kini hanya laku Rp7.500, itupun jarang sekali yang menawar, karena semua sudah ziarah makam . Karena ada yang lebih menguntungkan makannya saya putar haluan jualan ketupan dan bahannya yakni janur,” kata Mbok Darmi perempuan asal Ngadiluwih yang juga diamini Wiji (37) penjual yang bersebelahan dengannya.
Untuk bahan baku Darmi i mengaku memetik dari tanaman kelapannya sendiri dan juga membeli dari orang-orang yang ada di wilayah Kabupaten antara lain Kandat, Wates dan Ngadiluwih sendiri. Karena di daerah tersebut masih banyak ditemui tanaman pohon kelapa. Per 100 janur menurut Lasmini ia membeli Rp7.500.
” Ya kalau diecer per 10 janur saya jual Rp1.000,- jadi kalau dihitung laba per 100 janur laba 3.000. Sedangkan untuk ketupat yang sudah jadi per 10 ketupat saya menjual Rp2.500, disesuikan kenaikan BBM” ujarnya.
Dari dua model ketupat yang ia jual yakni model ketupat shinto atau ketupat berkaki empat dan ketupat kodok, yang paling laris menurut Darmi adalah ketupat shinto. Karena memang ketupat shinto adalah ketupat peninggalan jaman nenek moyangnya,” Kalau ketupat kodok kan kreasi anak muda sekarang ,” jelasnya.
Meski saat ini belum ramai pembeli, menurut perkiraan Lasmini dan teman-temannya sesama penjual ketupat. Puncak pembeli akan tiba hari ini, Sabtu (28/10) dan Senin besok (29/10),” Karena itu pas bertepatan dengan hari kelima dan keenam lebaran. Biasannya hari itulah umat Islam melaksanakan tradisi ketupat,” jelas Wiji.
Namun dibalik itu ia juga menyayangkan, meski secara ekonomi ia diuntungkan. Namun secara tradisi banyak generasi muda yang tidak bisa membuat ketupat karena lebih dienakkan untuk membeli yang sudah jadi.
drg J Sutjahjo Gani (48) tokoh budaya Kediri dikonfirmasi RADAR Surabaya juga menyayangkan banyak generasi muda yang tidak paham dengan makna ketupat atau kupat.
Menurutnya ketupat atau biasa disebut kupat mempunyai makna filosofis yang cukup dalam.” Kupat itu artinya nyukupne barang papat (menyelesaikan empat pekerjaan,red) yakni puasa Ramadan, Sholat Iedul Fitri, mengeluarkan zakat dan puasa syawal. Namun banyak orang yang tidak paham dan hanya ikut-ikutan. Jadi jika sudah melakukan keempatnya itu baru merayakan atau menikmati makan ketupat. Ini ajaran sesepuh-sesepuh kita, ini semua “tamsil” (perumpamaan,red). Dimana wali songo juga yang mengajarkan,” kata Gani pada RADAR Surabaya.
Sebagai ungkapan syukur karena sudah melaksanakan empat pekerjaan tersebut menurut Gani masyarakat jawa mempunyai kebiasaan membagi-bagikan ketupat ke tetangga sekitar.,” Kalau di desa tradisi saling menghantarkan ketupat masih ada, kalau di kota tradisi ini saya kira sudah hilang. ,” ujarnya. (Imam Mubarok)

Macet

Di Uncategorized dalam Oktober 26, 2006 pada 06:20 am10
H+ 3 Jalur Tulungagung-Surabaya Macet 4 Kilometer
*Akibat Perbaikan Jembatan Purwoasri
KEDIRI-RADAR – Kekuatiran macetnya jalur selatan yang menghubungkan Trenggalek –Tulungagung- Kediri- Surabaya pada H+3 Hari Raya Idul Fitri terbukti, tepatnya di wilayah Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Dari pantuan RADAR Surabaya kemacetan pada Rabu sore (25/10) hingga mencapai kurang lebih 4 kilometer.
Kemacetan jalur utama yang menghubungkan Tulungagung-Surabaya ini disebabkan jembatan utama di wilayah Purwoasri mengalami kerusakan dan saat ini sedang dalam proses perbaikan total.
Untuk mengantisipasi kemacetan ini, bus, truk dan mobil boks dari arah selatan ke utara dilewatkan jalur alternatif yakni Papar- Plemahan-Pare-Badas- Ngoro-Jombang. Sedangkan untuk arah utara ke selatan tetap melewati jembatan Purwoasri meski berjalan dengan marayap.
“ Pengalihan ini dilakukan untuk memperlancar kendaraan dari arah utara ke selatan (Surabaya- Trenggalek,red). Sebab perbaikan jembatan hingga saat ini juga belum selesai. Selain di jembatan Purwoasri kemacetan juga terjadi di arah Madiun- Jombang lewat Mengkreng ,” kata Ipda Shohib Dimyati Kepala Pos Mengkreng Purwoasri Kediri pada RADAR Surabaya, Kamis (26/10)
Ditambahkan Shohib kemacetan yang diperkirakan berlangsung hingga Kamis dini hari ternyata hingga Kamis siang (26/10) . Sebab rata-rata para pemudik kembali ke asalnya masing-masing,” Ini merupakan puncak arus balik, jadi kita hanya bisa mengatur bagaimana lancarnya saja,” tambahnya. (aro)

Pasien RSUD Gambiran Membludak

Di Uncategorized dalam Oktober 26, 2006 pada 06:20 am10
Teks Foto : UGD RSUD Gambiran pada H+3 Idul Fitri tidak pernah sepi pasien khususnya korban kecelakaan. (ARO/RADAR)
Pasien RSUD Gambiran Kediri Meningkat 300 Persen
*Hampir 90 Persen Korban Kecelakaan
KEDIRI-RADAR- Kepadadatan jalan raya pada hari ketiga Idul Fitri mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Hal ini terbukti dari jumlah pasien yang dirujuk di RSUD Gambiran mengalami peningkatan hingga 300 persen dan sebagian besar adalah korban akibat kecelakaan.
Dari pantauan RADAR Surabaya pada Kamis siang hingga petang (26/10) pasien yang dirujuk ke RSUD Gambiran tidak hanya dari Kota Kediri tetapi dari Kabupaten Kediri, Nganjuk, Blitar dan Tulungagung.
“Di hari biasa biasanya jumlah pasien yang masuk antara 15 – 20 pasien. Namun sejak hari raya kedua hingga ketiga hari ini jumlah yang pasien yang masuk mencapai 90 orang dan sebagian besar adalah korban kecelakaan,” kata dr Andre Gunawan dokter spesialis radiology mewakili Dirut RSUD Gambiran dr Endang Wahyu Laksmiwati MARS pada RADAR Surabaya, Kamis petang (26/10).
Ditambahkan Andre karena sebagian besar korban kecelakaan maka di bagian cityscan dan radiology petugasnya standby 24 jam,” Ini dilakukan untuk mempermudah penanganan pasien sebab dengan begitu akan cepat diketahui apa yang yang harus dilakukan terhadap pasien,” tambahnya.
Meski jumlah pasien akibat korban kecelakaan hamper 90 persen namun yang meninggal hanya satu orang yakni atas nama Moh Ali Martono (51) warga Mojokerto yang ditabrak seorang bocah dari belakang di Jl Dr Saharjo Kota kediri hingga akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan di RSUD Gambiran.
Namun sangat disayangkan meski menjadi rumah sakit Gambiran menjadi rujukan namun tidak disertai pelayanan yang maksimal. Hal ini terbukti dari pengurusan jenazah Ali Martono yang memakan waktu cukup lama kurang lebih 3 jam, sebab petugas bagian visum pulang kampung mudik leberan di daerah Nganjuk.
Iman Wahyudianto salah satu keluarga Ali Martono mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit yang setengah hati tersebut,” Masak pengurusan jenazah lamanya minta ampun, apalagi petugas ternyata tidak standby di rumah sakit,” kata Iman yang juga wartawan The Jakarta Post pada RADAR Surabaya. (aro)

Sepakbola Jalanan

Di Uncategorized dalam Oktober 25, 2006 pada 06:20 am10
Reuni Lebaran Sepak Bola di Jalan Raya
Bagi pemuda Kelurahan Setono Pande Kecamatan Kota Kediri sepak bola ada olah raga yang paling mahal, lantaran mereka tidak memiliki lapangan sepak bola. Meski telah berusaha berkali-kali agar bisa bermain di Stadion Brawijaya, namun lobi tersebut selalu ditolak oleh managemen Persik Kediri. Wal hasil akhirnya akhirnya mereka memilih Jl Patimura yakni jalan utama Kota Kediri yang padat pertokoan dijadikan tempat bermain.
Meski tidak dilakukan siang hari permainan bola ini , namun setidaknya permainan mereka tetap saja mengganggu pengguna Jl Patimura yang tidak pernah sepi oleh orang lalu lalang dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Selain bertujuan untuk olah raga, tradisi pemuda Setono Pande ini ternyata ini juga menjadi ajang reuni para pemuda ketika mereka pulang kampung dari perantauan saat lebaran tiba,” Pemuda yang masih menetap menjadi panitianya, dan mereka yang merantau biasanya juga ikut bermain saat lebaran seperti ini ,” kata Widodo koordinator sepak bola jalan raya ini pada RADAR Surabaya, Rabu dini hari ((25/10).
Ditambahkan Widodo permainan sepak bola jalanan sebenarnya dimulai sejak awal Ramadan namun puncaknya dilakukan pada hari Raya idul Fitri sampai hari kelima,” Ini sekedar menjadi ajang silaturohim antar pemuda yang pulang kampung. Disamping itu juga untuk melanggengkan tradisi para pendahulu kita,” tambahnya.
Ada yang menarik dalam permainan ini dibandingkan sepak bola pada umumnya. Yakni ketika salah satu tim kebobolan gawangnya, maka tim yang kalah melakukan push up secara ramai-ramai. Dalam sekali pertandingan aksi push up ini tidak hanya sekali dua kali dilakukan namun hingga berkali-kali, lantara gawang memang dibiarkan kosong tanpa penjaga gawang.
Selain itu dalam pertandingan ini juga tidak dibatasi oleh jumlah pemain yang biasanya hanya dibatasi 11 orang, tidak ada wasit, tidak ada penerangan keculai hanya mengandalkan lampu-lampu toko ,” Inilah yang membedakan antara sepak bola asli dengan sepak bola jalanan” ungkap Widodo.
Disoal apakah tidak pernah mendapat teguran dari aparat keamanan lantaran mengganggu pengguna jalan dan juga pemilik toko yang tentunya mereka sedang menikmati istirahat sebab sepak bola dilakukan mulai pkul 24.00 hingga pukul 03.00 dini hari.
“ Kami sudah kebal dengan peringatan dan teguran, namun saat kita desak apakah mereka bisa memberikan solusi ternyata tidak bisa, akhirnya kita so must go on saja,” kata Widodo.
Widodo dan kawan-kawan berharap kedepan mendapat perhatian dari pemerintah setempat, lantaran di Kota Kediri sudah tidak ada lagi tempat bermain. Ada ruang publik yang dekat dengan tempat para pemuda Setono Pande ini, namun sekarang “direbut” oleh Pemkot untuk memenuhi ambisinya yakni membangun Plasa Dhaha di sekitar lokasi alun alun.
Tidak hanya itu Pemkot yang juga kebingunan menata PKL dengan “terpaksa” akhirnya juga mengepras alun alun untuk dibuat kios para PKL. Walhasil ruang publik di Kota Kediri yang sangat dibutuhkan menjadi kebutuhan yang mahal. Lagi-lagi ini adalah ego pejabat yang ingin menjadikan kotanya tampak maju namun tanpa memperhitungkan perkembangan remajanya untuk merdeka dan merasa memiliki kotanya. (imam mubarok)

Nekat !!!

Di Uncategorized dalam Oktober 23, 2006 pada 06:20 am10
Takbiran Jualan Pil Koplo, Tiga Pemuda Ngadiluwih Diamankan
KEDIRI-RADAR- Malam Takbiran jelang Hari Raya Idul Fitri, Senin malam (22/10) tiga pemuda Kendal Doyong Ngadiluwih diamankan jajaran Polsek Ngadiluwih saat operasi Ketupat Semeru.
Tiga tersangka yang diamankan tersebut antara lain Aan Tri Handoko (23), Heri Efendi (20) dan Daroini alias Gondel (33) ketiganya warga setempat. Menurut petugas Polsek Ngadiluwih ketiganya ditangkap saat berboncengan bertiga melintas di Jl Raya Ngadiluwih.
“ Kesanya mereka ikut Takbiran tetapi dalam keadaan kopler , kami kejar ternyata semuanya dalam keadaan tidak 100 persen. Setelah kita geledah ternyata di sakunya kami temukan 30 butir pil jenis artane yang masuk daftar G yang menurut mereka mau didistribusikan kepada beberapa temannya,” kata AKP Totok Budi Hartono Kapolsek Ngadiluwih pada RADAR Surabaya, Selasa (24/10)
Ditambahkan Totok karena melanggar UU Psykotropika ketiga tersangka langsung diamankan dan ditahan di Mapolsek Ngadiluwih,” Namun karena belum 100 persen mereka belum kita mintai keterangan termasuk darimana ia mendapatkan pil koplo tersebut,” tambahnya. (aro)

Korban Laka

Di Uncategorized dalam Oktober 21, 2006 pada 06:20 am10
Rem Blong,Bus Tabrak Pengguna Jalan Hingga Tewas
* 1 Meninggal , 6 Luka Berat
KEDIRI-RADAR – Kepadatan arus balik mengakibatkan kecelakaan lalu lintas diruas jalanSurabaya Malang Kediri,tepatnya diruas jalan Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri.Dalam kecelakaan tersebut,seorang meninggal dunia dan 6 lainnya mengalami luka parah, Sabtu (21/10).
Wiyarto (36) saksi mata yang tinggal dekat lokasi kejadian menuturkan, kecelakaan bermula ketika Kaderi (40) warga Bareng Jombang sopir Bus PO Baruna dari arah Surabaya Nopol W 6340 FU yang berhenti di traffic light Simpang Lima Gumul tidak bias mengendalikan busnya lantaran remnya blong . Akibatnya bus yang dikemudikannya langsung melibas iring-iringan sepeda motor yang saat itu juga berhenti di lokasi.
Sebanyak 5 sepeda motor yang ditumpangi 7 orang tertabrak bus.Akibatnya,ke 7 orang yang rata-rata hendak pulang kampung tersebut langsung terpental dimana satu diantaranya yakni Sapto Nugroho (28) warga Jl Kawi Pare langsung tewas di tempat dengan kepala pecah. Sedang 6 lainnya mengalami luka-luka,dibagian kaki dan kepala, pasca kejadian tersebut baik korban meninggal atau yang terluka dibawa ke RSUD Pelem Pare.
Meski sudah menabrak 5 sepeda motor,namun bus tetap melaju hingga 300 meter dan baru berhenti setelah menabrak pohon,tepat didepan kantor dinas pertanian dan tanaman pangan Kabupaten Kediri.Seluruh penumpang bus selamat,meski tampak shock.
Sementara dikonfirmasi RADAR Surabaya Kanit Laka Polres Kediri Iptu Kusumadji membenarkan kejadian,” Atas kejadian sudah mengamankan sopir bus yang sudah kami nyatakan sebagai tersangka,” katanya. (aro)

Berebut Sedekah

Di Uncategorized dalam Oktober 21, 2006 pada 06:20 am10
Ribuan Orang Antri Berebut Sedekah Gudang Garam
KEDIRI-RADAR- Kurang lebih 12 ribu pemburu sedekah dari berbagai daerah Sabtu(21/10) menyerbu pabrik rokok Tjap PT Gudang Garam Tbk Unit I Jl Semampir II. Kedatangan mereka dalam rangka memburu rejeki yang dibagi tiap menjelang Idul Fitri oleh perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu .
Bahkan hanya untuk uang Rp10 hingga Rp30 ribu ribu ada sebagian pemburu rejeki yang rela menunggu sejak pukul 03.00 dini hari.
Mulai dari bayi yang digendong ibunya , anak-anak, ABG , bapak-bapak hingga nenek-nenek ikut antri untuk mendapatkan “rejeki nomplok” tersebut. Akibat menunggu terlalu lama sebab pembagian “angpao” yang baru dibuka pembagianya pada pukul 08.00 akibatnya jalan utama menuju unit I itu dibanjiri lautan manusia.
” Ini sudah tradisi kakek nenek dulu saya mas, jadi saya melestarikan untuk mendapat rejeki dari PT GG Tbk ini. Kami datang ke sini rombongan nyarter mobil, biaya kita tanggung bareng-bareng, lumayan mas daripada kerja lebih baik antre dapat uang,” kata Sulis warga Kertosono Nganjuk pada RADAR Surabaya
Meski antisipasi yang dilakukan aparat sudah maksimal yakni memasang kawat berduri menghindari lautan massa yang ingin masuk semua, tetap saja jebol. Sebab ketika giliran pintu kecil dibuka untuk mendata giliran masuk, massa yang belakang mendorongnya. Beruntung dalam rebutan rejeki tahun ini tidak menimbulkan korban seperti tahun sebelumnya. Dari catatan RADAR Surabaya saat itu ada 12 orang pingsan akibat terinjak-injak.
Wakil Kepala Humas PT Gudang Garam Tbk Vidya Rahayu Boedianti menyatakan, pihaknya tidak membeda-bedakan golongan masyarakat penerima sedekah karena yang terpenting mereka bersedia mengantre di depan kantor.
Menurut dia, jumlah penerima sedekah lebaran tahun ini meningkat sekitar 25 persen dibandingkan dengan penerima lebaran tahun sebelumnya yang berkisar sekitar 9.500 orang.
Selain terdapat puluhan personil TNI dan Polri, tampak pula satu unit mobil PMK dan dua unit mobil ambulance turut disiagakan dalam pembagian sedekah tersebut. (aro)

Laka 2 Meninggal

Di Uncategorized dalam Oktober 20, 2006 pada 06:20 am10
Mengantuk Dua Orang Tewas, 5 Luka Berat
NGANJUK–RADAR- Akibat sopir mengantuk kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Kertosono-Nganjuk, Jumat (20/10) sekitar pukul 04.30 menyebabkan dua orang tewas dan lima orang lainnya luka-luka berat
Korban tewas yang berada didalam mobil Isuzu Panther nomor polisi K-8969-F adalah Suwandi (40) sopir warga Wonogiri dan Eko Chandra (33) warga Bolowegayen, Grobogan, Purwodadi, Jateng. Keduanya meninggal dunia di tempat kejadian. Sampai saat ini, jenazah dua korban tewas masih berada di RSUD Nganjuk untuk menunggu pihak keluarga yang mengambilnya
Sedang lima korban luka, yakni Sulistiono (23), Siswanti (34), Wahyu Sri (8), Suranto (33), dan Sumarno (40), semuanya warga Bolowegayen, Grobogan, Purwodadi, Jateng, sampai sekarang masih dirawat intensif di RS Bhayangkara, Nganjuk.
“Peristiwa kecelakaan itu diduga sopir Isuzu Panther mengantuk, karena dalam perjalanan jauh dari Bali,” kata Kanit Kecelekaan Satlantas Polres Nganjuk Iptu Burhanudin di Nganjuk, Jumat. (20/10)
Ditambahkan Burhanuddin, laju Panther yang dikemudikan Suwandi (40), warga Wonogiri, Jateng dari arah Kertosono itu terlalu ke kanan, bahkan sampai melewati tiga lajur di sebelahnya. “Posisi Panther justru berada di lajur paling kanan, sehingga menabrak bak truk sebelah kiri,” kata Burhanudin menjelaskan.
Oleh sebab itu, menurut Burhanuddin pengemudi truk AG-7177-UA, Wahyudi, warga Kanigoro, Taman, Madiun, tidak bisa dijadikan tersangka dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Kertosono-Nganjuk, tepatnya di Desa Ngrajek, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, “Meski demikian, dia tetap belum diijinkan pulang karena terus kami mintai keterangan sehubungan dengan peristiwa ini,” ujarnya. (aro)

Suksesi Gubernur

Di Uncategorized dalam Oktober 20, 2006 pada 06:20 am10
Dukungan Untuk Seotjipto Dideklarasikan di Makam BK
KEDIRI-RADAR- Ratusan kader dan fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) wilayah eks Karesidenan Kediri Jumat Sore (20/10) mendeklarasikan Calon Gubernur Jawa Timur Ir Soetijpto di kompleks Makam Bung Karno Blitar.
Setelah salat Jumah, ribuan keder PDIP dari wilayah eks Karesidenan Kediri yang meliputi, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri, Nganjuk, Tulungagung, dan Trenggalek terus berdatangan ke makam proklamator RI yang berlokasi di Kelurahan Bendo Gerit, Kota Blitar itu.
Mereka menyatakan dukungannya kepada Ketua Bidang Dalam Negeri dan Otonomi Daerah DPP PDIP Ir Soetjipto untuk maju sebagai calon gubernur Jatim dari partai berlambang banteng gemuk bermulut putih dalam lingkaran itu pada Pilkada 2008.
Juru bicara Tim Sukses Pemenangan Soetjipto, Adi Sutarwijono mengatakan, dengan adanya deklarasi ini, kekuatan dukungan terhadap Sutjipto semakin menguat karena deklarasi yang sama sebelumnya juga dilakukan kader dan fungsionaris PDIP wilayah eks karesidenan Madiun, Minggu (15/10) lalu di Kota Madiun.
Sedang ditempatkannya deklarasi di Makam Bung Karno untuk eks karesidenan Kediri, menurut Adi, merupakan simbol kesetiaan para kader PDIP terhadap kepemimpinan Megawati Sukarnoputri yang juga putri dari presiden pertama RI itu.”Selain itu sebagai partai beraliran nasionalis, PDIP tidak bisa dari ajaran nasionalisme yang ditanamkan oleh Bung Karno,” ujar Adi menambahkan.
Ia berharap dengan adanya Dekalrasi di makam Bung Karno, Soetjipto bisa mengemban amanat dari rakyat Jawa Timur sesui ajaran Bung Karno yang senantiasa merakyat.(aro)

Tawuran Antar Kampung

Di Uncategorized dalam Oktober 20, 2006 pada 06:20 am10
Akibat Dendam Pribadi, Pemuda Tiga Dusun di Dua Desa Terlibat Tawuran
KEDIRI-RADAR- Sangat ironis, bulan Ramadan yang diharapkan bisa membuat manusia mengendalikan emosi tetapi malah emosi dipelihara. Akibatnya ratusan pemuda di tiga dusun di dua desa di Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Jumat dini hari (20/10) tawuran massal, 10 oang diamankan dalam kejadian ini.
Keterangan Kapolres Kediri AKBP Aris Wahyu Sutikno, kejadian tawuran ini berawal ketika seminggu yang lalu Komari (28) warga Dusun Tulungrejo Desa Kapi Kecamatan Kunjang yang sudah lama menaruh dendam terhadap Pepe (27) warga Dusun Mojoayu Desa Kapas Kecamatan Kunjang meledak saat Pepe memasang lampu penerangan jalan.
Karena menganggap musuh bebuyutan Komari sengaja memancing agar Pepe benar-benar marah dengan “meraung—raungkan” motornya di depan rumahnya bolak-balik.
Karena kesal tidak mereaksi akhirnya Komari datang dengan membawa 8 orang temannya untuk membuat perhitungan dengan Pepe. Tanpa banyak tanyak Pepe dihajar dirumahnya sendiri oleh Komari dan kawan-kawan.
Merasa kalah dan dilecehkan, akhirnya Pepe menyanggupi untuk bertemu lagi dengan Komari. Diwaktu yang ditentukan yakni Jumat dini hari ternyata Komari membawa pasukan yang jumlahnya ratusan terdiri dari warga Dusun Tulungrejo Desa Kapi, Dusun Mojoayu dan Pandasari Desa Kapas Kecamatan Kunjang.
“Yang menyerbu itu juga termasuk pemuda asal Pepe sendiri yakni Dusun Mojoayu. Kami yang telah mendengar rencana adanya tawuran massal langsung mengamankan lokasi. Ketika pasukan Komari datang mereka telah mempersiapkan segala sesuatunya seperti pentungan dan lain sebagainya,” kata Aris Wahyu Sutikno Kapolres Kediri pada wartawan, Jumat siang (20/10).
Namun kedatangan puluhan aparat keamanan dilokasi boleh dibilang agak telat. Pasalnya sebelum mereka datang, para pemuda sebelumnya telah melakukan bentrok didepan rumah Pepe, dimana kubu Pepe akhirnya kalah karena minimnya pendukung. Setelah sempat bentrok akhirnya mereka membubarkan diri melihat aparat keamanan datang dengan membawa senjata lengkap dan beberapa menembakkan ke udara agar pertempuran antar kampong disudahi.
Kedatangan aparat tidak hanya mengamankan lokasi tetapi juga menangkap dalang kerusuhan,” Kita telah amankan 10 orang termasuk diantarannya Komari, Mardianto dan Sulton. Kesepuluh orang ini telah kita tahan di Mapolres untuk dimintai keterangan terkait tawuran yang melibatkan ratusan massa,” tambah Aris. (aro)

Polresta Kediri Amankan Rp598 Juta Upal

Di Uncategorized dalam Oktober 18, 2006 pada 06:20 am10
Polresta Kediri Amankan Upal Rp 0,5 Miliar Lebih
* Dua Tersangka Terpaksa Didor Kakinya
KEDIRI-RADAR- Sendikat pembuat uang palsu (upal) di Jawa Timur berhasil diungkap tim Resmob Polresta Kediri dalam operasi pengembangan kasus sehari sebelumnya, Rabu (18/10). Dari tangan para tersangka petugas berhasil mengamankan uang senilai Rp598 juta berikut alat untuk mencetak uang.
Pengungkapan kasus terbesar sepanjang sejarah kepolisian di Jatim layak mendapat acungan jempol. Sebab sehari sebelumnya anggota lantas Polresta Kediri berhasil menangkap dua pelaku pengedar upal yang dibekuk di sekitar alun alun Kota Kediri dengan BB Rp25,5 juta.
“Dari penangkapan awal itulah akhirnya kami perintahkan kepada anggota untuk terus mengungkap kasus ini, dan Alhamdulillah mendapatkan hasil,” kata Kapolresta Kediri AKBP Drs Adnas Msi pada RADAR Surabaya, Rabu (18/10).
Keberhasil pengungkapan ini juga berkat keterangan dua tersangka sebelumnya yang telah ditangkap yakni Sholikin (54) warga Sumobito Jombang dan Qusairi (22) warga Dusun Sumbersari Desa Ceweng RT 04 RW 05 Kecamatan Diwek Jombang yang memberikan keterangan darimana uang tersebut didapat.
Atas dasar keterangan para tersangka inilah akhirnya polisi langsung menuju sarang komplotan yang ditunjukkan yakni Perum Gading Fajar Sidoarjo. Saat digrebek komplotan ini sedang melakukan aktivitas mencetak uang pecahan Rp100 ribu.
Saat digrebek beberapa orang yang didalam rumah langsung menyerahkan diri saat moncong senjata petugas mengarah ke mereka. Mereka yang menyerahkan diri tersebut antara lain, Sunardi (41) warga Dusun Tejo Desa/Kecamatan Mojoagung, Ashari (27) warga Dusun Kademangan Desa/Kecamatan Gudo Jombang dan Sumo Kamim (52) warga Dusun Sambisari Kecamatan Diwek Jombang.
Sementara dua tersangka lainnya Suyanto (35) dan Sulhan Amri (38) yang saat digrebek mencoba melarikan terpaksa dilumpuhkan kaki kanannya dengan timas panas petugas karena berusaha kabur saat petugas menggrebek tempat mereka mencetak uang palsu.
Dari keteragan para tersangka ini, akhirnya diketahui Suyanto dan Sulhan Amri lah otak pemalsuan uang untuk wilayah Jawa Timur, Bali hingga NTT. Keduanya ini adalah mahasiswa lulusan desain grafis salah satu perguruan seni terkenal di Yogjakarta.
Selain melumpuhkan para tersangka petugas juga berhasil mengamankan uang siap edar pecahan Rp50 ribu senilai Rp 90 juta dan juga lembaran uang Rp100 ribuan edisi terbaru yang belum dipotong senilai Rp508 juta. Tidak hanya uang yang diamankan petugas , tetapi juga peralatan sablon hingga mesin – mesin khusus untuk mencetak uang palsu.
“Rencanannya uang yang Rp90 juta pecahan Rp50 ribu itu akan diedarkan di Kediri. Tapi sebelum dilempar ke pasaran berhasil kita sikat. Dalam menjual uang mereka mengguanakan patokan 1 : 3. Yakni setiap kita membeli Rp1 juta maka kita mendapatkan 3 juta uang palsu,” tambah Adnas
Adnas mengaku tidak puas dengan komplotan ini, ia mengaku akan mengembangkan kasus ini dan mengejar palaku lainya yang masuk komplotan ini, khususnya sel-sel yang ada ditingkat daerah. Sebab, komlotan ini mengaku telah setahun lebih beroperasi.
Seperti diberitakan RADAR Surabaya sebelumnya, pengedar uang palsu berhasil berhasil diamankan jajaran Polresta Kediri Selasa (17/10). Sholikin (48) dan Moh Qusairi (23) keduanya warga Jombang ditangkap saat diadakan operasi Ketupat Semeru di depan alun alun Kota Kediri. Dari kedua tersangka polisi berhasil mengamankan BB berupa uang pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu senilai Rp25,5 juta.
Meski sudah diamankan dan kedua tersangka telah dimintai keterangan di Mapolresta Kediri, namun petugas belum berani mengekspos kasus ini karena memburu otak pencetak uang palsu .
Sumber RADAR Surabaya di menerangkan penangkapan terhadap kedua tersangka ini saat keduanya melintas di alun alun Kota Kediri. Karena mencurigakan oleh petugas akhirnya mobil Isuzu Panther Nopol W 475 NE warna hitam dihentikan.
“Saat digeledah ternyata kedua orang ini menyimpan uang palsu yang telah dibungkus tas di bawah jok mobil. Didalamnya berisi uang pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp19 juta dan pecahan Rp50 ribu sebanyak Rp6,5 juta. Karena terbukti keduanya langsung diserahkan peugas ke Reskrim Polresta Kediri,” kata sumber RADAR Surabaya yang enggan disebutkan namannya.
Sebelumnya pada awal Juni lalu Sat Reskrim Polresta Kediri berhasil mengamankan komplotan Mujianto (42) warga Gang Carik, Desa Kwadungan, Gampengrejo, Kediri otak peredaran uang palsu di Kediri yang beroperasi sejak 2001 lalu .
Pelaku tertangkap basah menggunakan uang palsu saat membayar angusaran kredit sepeda motor OTO Finance dengan 4 lembar pecahan RP 100 ribu palsu.
Dari penangkapan Mujianto petugas akhirnya kembali membekuk 5 orang komplotan Mujianto termasuk salah satunya seorang dosen, Selasa (6/6) dengan BB uang pecahan Rp100 senilai Rp13 juta.
Kelima kompolotan yang diamankan dimana salah satunya perempuan tersebut adalah DE (41) , AR (42) keduanya warga Kelurahan Ngadiredjo Kota Kediri, AP (52) oknum PNS warga Semampir Kota Kediri, EB (47) seorang dosen warga Wilis Mukti Kota Kediri dan ZA ( 43) warga Sarugunan Sragen Jawa Tengah.
“ Pengembangan kelima tersangka ini setelah sebelumnya kita mengamankan tersangka utama saat melakukan pembayaran kredit motor di OTO Finance dengan menggunakan uang palsu,” kata AKBP Adnas MSi Kapolresta Kediri pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Adnas setelah memintai keterangan pada Mujianto yang ternyata beroperasi di Kota Kediri sejak 2001 lalu, polisi akhirnya melakukan penangkapan kepada para tersangka lainya
” Empat orang dari Kediri dan satu orang dari Sragen Jawa Tengah. Dan kini kita masih mengembangkan kasus ini hingga ke Bekasi, karena memang pusat uang palsu seperti keterangan tersangka dari daerah Bekasi,” tambahnya. (aro)

Petani Diperkarakan

Di Uncategorized dalam Oktober 17, 2006 pada 06:20 pm10
Kembali Petani Diperkarakan PT BISI
KEDIRI- RADAR- PT Benih Inti Subur Intani (BISI) seakan tidak pernah ada habisnya memperkarakan para petani yang dituduh melakukan sertifikasi tanpa ijin atas benih jagung. Setelah puluhan petani diperkarakan dan berujung di penjara, kini kembali seorang petani atas Suyadi bin Kertomerjo (49) petani warga Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri dituntut hukuman penjara 1 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Iwan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, Selasa (17/10).
Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Eri Mustianto dengan anggota Ansor Majid dan Muhammad Irfan itu, terdakwa tanpa didampingi pengacara.
Saat JPU Iwan usai membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim mempertanyakan berkas tuntutan yang seharusnya diberikan kepada terdakwa, karena JPU hanya memberikannya kepada majelis hakim.
“Saya minta jaksa segera memberikan berkas tuntutan kepada terdakwa. Sangat tidak masuk akal jika anda menuntut seseorang, sementara orang yang anda tuntut tidak mengetahui apa yang anda tuntutkan,” kata Hakim Eri Mustianto kepada jaksa Iwan.
Atas teguran hakim, jaksa Iwan berjanji untuk menyiapkan esok harinya dan terdakwa diminta mengambilnya sendiri di Kejaksaan Negeri Kediri. Karena tidak didampingi pengacara, terdakwa Suyadi hanya mengangguk, mengiyakan. Padahal jika JPU tidak bisa menyediakan berkas tuntutan, seharusnya jaksalah
yang pro aktif mengirimkan ke terdakwa.
Menurut Jaksa, Suyadi terbukti bersalah melanggar pasal 55 ayat 1 UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. “Untuk itu karena kesalahannya, kami menuntut terdakwa hukuman penjara 1 bulan penjara,” kata JPU Iwan.
Atas tuntutan itu, majelis hakim meminta terdakwa memberikan pembelaan pada tanggal 1 November 2006. Karena tidak memiliki pengacara, hakim mempersilahkan terdakwa membuat catatan di kertas untuk dibacakan pada sidang pembelaan terdakwa.
“Tapi sebelum seidang pembelaan terdakwa saya minta jaksa besok memberikan berkas tuntutannya agar bisa dipelajari terdakwa,” kata hakim Eri Mustianto.
Sementara Suyadi menyatakan tuduhan jaksa sama sekali tidak benar. Menurutnya, kasus itu bermula dari ketika dia mendapatkan benih jagung dari Rohman, warga Desa Kasreman, Kandangan, Kediri. Rohman memberi bibit jagung 18 kilogram seharga Rp 10 ribu per kilogram. Biaya bibit itu dibayar ketika panen.
“Ternyata sebelum panen, pada bulan Juli lalu malah dipanggil polisi dan disangka memalsukan bibit PT BISI. Padahal saya tidak tahu-menahu soal darimana asalnya bibit itu,” kata Suyadi.
Suyadi sempat bertanya kepada majelis hakim, mengapa Rohman justru tidak dipanggil ke persidangan, sebagai pemilik bibit jagung tersebut. Selain itu yang yang mendapatkan bibit jagung dari Rohman bukan hanya dirinya, tetapi masih banyak petani yang lainya.
Atas pertanyaan Suyadi, hakim mempersilahkan Suyadi menghadirkan Rohman atau Siswoyo ( mewakili petani yang lain yang juga membeli bibit kepada Rohman,red) jika memang bisa dianggap sebegai saksi meringankan. Sayangnya Suyadi tidak tahu prosedur pemanggilan karena dia tidak memiliki kuasa hukum.
Dian Pratiwi, Ketua LSM KIBAR (Kediri Bersama Rakyat) yang mendampingi Suyadi menyatakan, PT BISI dan PN Kabupaten Kediri sengaja merekayasa ketentuan yang diatur dalam UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman untuk menjerat para petani.
Menurutnya sangat tidak masuk akal petani dipidana dengan tuduhan memalsukan dan menjiplak bibit. “Saya kira UU No 12/1992 sama sekali tidak mengatur soal itu,” kata Dian Pratiwi.(aro)

Uang Palsu

Di Uncategorized dalam Oktober 17, 2006 pada 06:20 pm10
Pengedar Upal Asal Jombang Diamankan
*BB Rp25,5 Juta
KEDIRI-RADAR- Lagi pengedar uang palsu berhasil berhasil diamankan jajaran Polresta Kediri. Sholikin (48) dan Moh Qusairi (23) keduanya warga Diwek Jombang ditangkap saat diadakan operasi Ketupat Semeru di depan alun alun Kota Kediri, Selasa (17/10). Dari kedua tersangka polisi berhasil mengamankan BB berupa uang pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu senilai Rp25,5 juta.
Meski sudah diamankan dan kedua tersangka telah dimintai keterangan di Mapolresta Kediri, namun petugas belum berani mengekspos kasus ini.
Sumber RADAR Surabaya di menerangkan penangkapan terhadap kedua tersangka ini saat keduanya melintas di alun alun Kota Kediri. Karena mencurigakan oleh petugas akhirnya mobil Isuzu Panther Nopol W 475 NE warna hitam dihentikan.
“Saat digeledah ternyata kedua orang ini menyimpan uang palsu yang telah dibungkus tas di bawah jok mobil. Didalamnya berisi uang pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp19 juta dan pecahan Rp50 ribu sebanyak Rp6,5 juta. Karena terbukti keduanya langsung diserahkan peugas ke Reskrim Polresta Kediri,” kata sumber RADAR Surabaya yang enggan disebutkan namannya.
Masih menurut sumber RADAR Surabaya, rencanannya uang tersebut mau diedarkan ke wilayah Tulungagung. Namun sayang sebelum uang beredar ke masyarakat petugas berhasil ditangkap. Dari mana uang tersebut didapat oleh kedua pelaku sumber RADAR Surabaya belum berani memastikan.
Kapolresta Kediri AKBP Drs Adnas MSi dikonfirmasi RADAR Surabaya membenarkan adanya penangkapan terhadap kedua pelaku ini,” Benar kami mengamankan pengedar uang palsu, tapi tolong jangan diekspos dulu sebab masih kita kembangkan kasusnya, sebab masih ada BB yang disembunyikan,” katanya.
Sebelumnya pada awal Juni lalu Sat Reskrim Polresta Kediri berhasil mengamankan komplotan Mujianto (42) warga Gang Carik, Desa Kwadungan, Gampengrejo, Kediri otak peredaran uang palsu di Kediri yang beroperasi sejak 2001 lalu .
Pelaku tertangkap basah menggunakan uang palsu saat membayar angusaran kredit sepeda motor OTO Finance dengan 4 lembar pecahan RP 100 ribu palsu.
Dari penangkapan Mujianto petugas akhirnya kembali membekuk 5 orang komplotan Mujianto termasuk salah satunya seorang dosen, Selasa (6/6) dengan BB uang pecahan Rp100 senilai Rp13 juta.
Kelima kompolotan yang diamankan dimana salah satunya perempuan tersebut adalah DE (41) , AR (42) keduanya warga Kelurahan Ngadiredjo Kota Kediri, AP (52) oknum PNS warga Semampir Kota Kediri, EB (47) seorang dosen warga Wilis Mukti Kota Kediri dan ZA ( 43) warga Sarugunan Sragen Jawa Tengah.
“ Pengembangan kelima tersangka ini setelah sebelumnya kita mengamankan tersangka utama saat melakukan pembayaran kredit motor di OTO Finance dengan menggunakan uang palsu,” kata AKBP Adnas MSi Kapolresta Kediri pada RADAR Surabaya.
Ditambahkan Adnas setelah memintai keterangan pada Mujianto yang ternyata beroperasi di Kota Kediri sejak 2001 lalu, polisi akhirnya melakukan penangkapan kepada para tersangka lainya
” Empat orang dari Kediri dan satu orang dari Sragen Jawa Tengah. Dan kini kita masih mengembangkan kasus ini hingga ke Bekasi, karena memang pusat uang palsu seperti keterangan tersangka dari daerah Bekasi,” tambahnya. (aro)

Lomba Lukis Raja Denmark dan Babi Dibanjiri Pendaftar

Di Uncategorized dalam Oktober 17, 2006 pada 06:20 pm10
Pendaftar Lomba Lukis Legenda Raja Denmark dan Babi Membludak
KEDIRI-RADAR- Antusias masyarakat terhadap pelaksanaan lomba lukis dengan tema “ Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” yang diselenggarakan Radio Komunitas Radikal (Radio Pendidikan Keluarga) FM ternyata tidak hanya diminati anak-anak, tetapi sejumlah mahasiswa juga ikut mendaftar.
Hal ini terbukti ketika pendaftaran dibuka pada Selasa (17/10) di kantor Radikal FM Jl Mayor Bismo 23 Kediri kurang lebih 100 pendaftar ikut antri mendaftar. Antusiasme para pendaftar ini dikarenakan Nabi Muhammad dilecehkan oleh warga Denmark, meski pelaksanaan lomba baru akan dilaksanakan pada 5 Nopember mendatang.
“ Saya sangat senang dengan diadakan lomba lukis ini , sebab dengan begitu saya dapat membela Nabi Muhammad, nabi yang sangat saya hormati. Selain itu hadiahnya juga besar yakni Rp5 juta” kata Made (8) salah satu pendaftar yang ikut antri di pembukaan hari pertama tersebut .
Tidak hanya Made, Agnes (18) mahasiswi Universitas Islam Kediri (Uniska) mengaku dirinya terpanggil untuk ikut lomba lantara pelecehan yang dilakukan warga Denmark terhadap Nabi Muhammad sudah sangat keterlaluan.
Penyelenggaraan lomba lukis “ Legenda Raja-Raja Denmark dan Babi” itu dibawah tanggungjawab budayawan Agus Sunyoto sekaligus penanggungjawab Yayasaan Lembaga Pemberdayaan Umat Ansorullah (YLPUA) Lembaga itulah yang menaungi Radio Radikal FM mengaku bangga dengan banyaknya pendaftar.
“Lomba lukis ini merupakan alternatif peperangan dengan nagara barat. Dengan seringnya negara barat menjelek-jelakkan Nabi Muhammad, ini sudah merupakan babak baru dalam peperangan dengan kaum kafir dan kita tidak bisa tinggal diam,” kata Agus Sunyoto pada RADAR Surabaya, Selasa (17/10).
Menurut Agus umat Islam tidak perlu terpancing menjadi anarkis atas pelecehan itu. Namun harus ada gerakan sistematis untuk melawan pelecehan-pelecahan itu dengan mengedepankan intelektualitas dan kecerdasan.
“Kita ingin tahu, apakah publik di Denmark bisa menerima kartun yang kita buat tentang raja mereka. Jika ternyata mereka marah dan emosional atas kartun yang kita buat, mengapa mereka selalu menjelak-jelakkan Nabi Muhammad SAW,” tambah Agus Sunyoto.
Dengan memahami legenda dan mitos yang dipercaya oleh bangsa Denmark, umat Islam di seluruh dunia khususnya di Indonesia diharapkan dapat memahami sikap benci orang-orang Denmark kepada agama Islam dan terutama kepada Nabi Muhammad SAW selaku penyiarnya.
Dimana ajaran Islam yang menempatkan binatang babi sebagai hewan paling najis, sangat menyinggung perasaan bangsa Denmark yang menurut legendanya raja-raja mereka adalah keturunan babi.
“ Jadi kalau mereka kemudian marah dan menista Nabi Muhammad SAW harus difahami sebagai ungkapan alam bawah sadar suatu komunitas keturunan babi. Hal serupa, telah terbukti pula saat bangsa Denmark mendukung gerakan Nazi dalam ethnic-cleansing membantai etnis Yahudi di era Perang Dunia II, karena Agama Yahudi juga mengajarkan bahwa babi adalah hewan najis,” pungkas Agus. (aro)

Lagi, TKI Meninggal Dunia

Di Uncategorized dalam Oktober 16, 2006 pada 06:20 am10
Lagi, TKI Ilegal Tewas Di Malaysia
BLITAR – Kembali Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Blitar meninggal di Malaysia. Ana Anwar (30) warga Jl Asahan III, Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, meninggal saat bekerja sebagai TKI di Johor Baru Malaysia.
Sebelum meninggal Anwar sempat sakit 2 hari, ia mengeluh demam tinggi dan pusing-pusing. Namun Ketika akan dibawa ke rumah sakit nyawanya tidak tertolong lagi
Hingga kemarin, jenazahnya belum bisa dibawa pulang ke Indonesia. Almarhum Ana, merupakan putra kelima dari pasangan (alm) Djaed dan Rumini. Ia bekerja di Malaysia sudah 11 bulan, dengan status TKI ilegal. Jejaka ini bekerja sebagai buruh bangunan di Meing Sing, Taman Pantai Timur, Johor Baru Malaysia.
Ia dilaporkan tewas, pada Jumat(12/10) pukul 10.00 waktu setempat. “Kami mendapat kabar dari temannya yang berada di Malsyia melalui hubungan telepon. Begitu mendapat kabar duka ini, keluarga kebingungan bagaimana caranya memulangkan jenazahnya,” ujar Sutadji kakak almarhum Ana Anwar, Senin (16/10). (aro)

Pemudik Tujuan Kediri Membludak

Di Uncategorized dalam Oktober 16, 2006 pada 06:20 am10
Pemudik Jakarta – Bandung Membludak
KEDIRI- Kedatangan para pemudik dari Jakarta, Bandung dan beberapa kota besar lainnya di Jawa Tengah yang menggunakan jasa kereta api dengan tujuan Kediri terus membludak, Senin (15/10).
“Dari hari ke hari jumlah penumpang kereta api yang turun di Kediri terus mengalami peningkatan. Tapi puncak kedatangan para pemudik diperkirakan, baru akan terjadi Rabu (18/10) lusa,” kata Kepala Stasiun Kereta Api Kediri, Suparlan.
Ia menyebutkan, kedatangan penumpang di Stasiun Kediri pada Sabtu (14/10) lalu tercatat mencapai 261 orang, namun pada Minggu (15/10) turun menjadi 132 orang.
“Hari ini jumlah penumpang yang datang ke Stasiun Kediri kembali meningkat menjadi 298 orang, Rabu depan setelah memasuki masa liburan sekolah bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan hari ini,” ujarnya.
Menurut dia, penumpang yang tiba di Stasiun Kediri itu diangkut dengan empat rangkaian kereta api, yakni kereta api eksekutif Gajayana dari Jakarta menuju Malang, kereta api ekonomi Matarmaja (Jakarta-Malang), kereta api Brantas (Jakarta-Kediri), dan Kahuripan (Bandung-Kediri). (aro)

100 Brimob Bersenjata Lengkap Amankan Lebaran

Di Uncategorized dalam Oktober 16, 2006 pada 06:20 am10
100 Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan Berjaga-Jaga di Titik-Titik Rawan Kriminal
KEDIRI –RADAR Untuk mengamankan beberapa tempat yang dapat memicu tindakan kriminal di beberapa titik rawan Kepolisian Wilayah (Polwil) Kediri mengerahkan sedikitnya 100 orang personil Brimob bersenjata lengkap
“Seratus personil Brimob itu kami tempatkan di titik-titik kemacetan, terutama di sekitar lokasi perbaikan jalan dan jembatan,” kata Kapolwil Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki, Senin (16/10).
Menurut dia, bukan tidak mungkin titik-titik kemacetan panjang di wilayahnya itu menjadi tempat bersarangnya pelaku tindak kriminal. “Bisa jadi di tempat-tempat tersebut ada upaya pemerasan, bajing loncat, dan praktik kejahatan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu secara keseluruhan jumlah personil yang dilibatkan dalam pengamanan lebaran di wilayah eks karesidenan Kediri tercatat sekitar 3.500 orang.
“Secara serentak apel gelar pasukan di beberapa Polres akan dilakukan Senen sore, bersamaan dengan pendirian posko taktis di beberapa lokasi rawan kecelakaan,” ujarnya.
Ia mengimbau kepada para pemudik selama dalam perjalanan dapat memanfaatkan posko taktis semaksimal mungkin. “Kalau capek di tengah perjalanan, silakan istirahat di posko taktis. Kami membangun posko ini untuk dimanfaatkan para pemudik sebaik mungkin,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas pengamanan lebaran, petugas kepolisian dibantu aparat Satpol Pamong Praja, petugas Kamtibmas dan tenaga sukarelawan dari PMI.
Tjuk mengingatkan kepada para pemudik untuk mewaspadai titik-titik kemacetan seperti ruas jalan raya Kertosono-Kediri, Kertosono-Madiun, Kediri-Tulungagung-Trenggalek, dan Tulungagung-Blitar.
Di ruas jalan raya Kertosono-Kediri ada dua titik kemacetan panjang, yakni perbaikan gorong-gorong di Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri dan perbaikan jembatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Sedang satu titik kemacetan panjang juga terlihat di ruas jalan raya Kediri-Tulungagung, tepatnya lokasi perbaikan jembatan Kepuhrejo, Ngantru, Tulungagung. (aro)

Pemkot Kewalahan Atasi Ulah Penambang Pasir Liar

Di Uncategorized dalam Oktober 15, 2006 pada 06:20 pm10
Penambang Pasir di DAS Brantas Kediri Semakin Gila
KEDIRI-RADAR-Musim kemarau di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Kediri ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para penambang pasir liar, karena mereka tidak terlalu sulit mencari pasir menyusul pendangkalan sungai. Akibat tak terkendalinya penambangan ini beberapa jembatan yang dilalui aliran Sungai Brantas di wilayah Kota Kediri terancam mengalami kerusakan.
Meski telah ditertibkan berulang kali ternyata efek jera tetap tidak ada. Dikonfirmasi RADAR Surabaya, Minggu (15/10) Sekretaris Pemerintah Kota Kediri (Sekkota) Kediri HM Zaini menyatakan, akan kembali menertibkan aktifitas para penambang pasir yang kian hari pertumbuhannya bagaikan cendawan di musim hujan.
“Kalau tidak segera ditertibkan, keberadaan mereka dapat mengancam kelestarian lingkungan di Sungai Brantas,” katanya pada RADAR Surabaya.
Zaini sendiri mengaku resah dengan keberadaan penambang pasir di Sungai Brantas, terutama yang menggunakan peralatan mesin mekanik. “Sudah berkali-kali diperingatkan, tapi mereka tetap saja beroperasi. Sepertinya mereka tidak menghargai keberadaan kami,” tambah Zaini.
Sebelumnya Pemkot Kediri setempat dan Perum Jasa Tirta telah menentukan peta lokasi diijinkannya penambangan pasir di sepanjang Sungai Brantas.
Tapi ketentuan tersebut tidak dihiraukan, bahkan sekarang ini aktifitas penambangan pasir sudah mengepung beberapa jembatan yang ada di Kota Kediri. Aktifitas penambangan pasir dengan menggunakan mesin mekanik terlihat semakin liar di sebelah selatan dan utara Jembatan Semampir yang merupakan jembatan terbesar di Kota Kediri.
Demikian halnya penambangan pasir di belakang gedung DPRD Kota Kediri semakin tak terkendali, meski beberapa waktu sebelumnya Walikota HA Maschut telah mengeluarkan larangan, namun tetap tiak digubris. Lantaran keberadaan para penambang pasir liar ini dibekingi oleh parpol tertentu. (aro)

Parkir Jl Dhoho Naik 500 Persen

Di Uncategorized dalam Oktober 15, 2006 pada 06:20 pm10
Jelang Lebaran Parkir di Kediri Naik Hingga 500 Persen 

KEDIRI-RADAR- Tarif parkir di beberapa jalan Kota Kediri jelang Idul Fitri 1427 H naik hingga 500 persen lebih. Anehnya yang menetapkan kenaikan tersebut justru bukan Pemerintah Kota Kedir tetapi juru parkir musiman, selain itu Dinas Perhubungan sendiri tidak banyak berbuat atas kenaikan tersebut.            Dari pantauan RADAR Surabaya di jalan utama Kota Kediri yakni Jl Dhoho dari tarif sesuai perda yakni Rp 300 rupiah sekali parkir. Kini bisa menjadi Rp1000 hingga Rp2000 sekali parkir untuk sepeda motor. Dan mobil dari tarif biasa Rp500 bisa menjadi Rp5.000 untuk sekali parkir.            “ Yaitu mas anak-anak muda itu menggeser lahan parkir kita, kita tidak bisa  berbuat banyak lantaran jumlah mereka banyak. Apalagi mereka dengan seenaknya sendiri menerapkan tarif sesuka hati mereka,” kata Suminto salah seorang juru parkir di Jl Dhoho, Minggu (15/10).            Yang dirugikan dari aksi juru parkir musiman ini tidak hanya Pemkot Kediri dalam hal ini Dinas Perhubungan, tetapi juga para juru parkir asli yang selama ini mengais rejeki dari motor-motor yang parkir.            “Padahal sampean tahu sendiri menjelang hari hari seperti ini jumlah motor yang parkir di Jl Dhoho mencapai ribuan tiap jamnya. Kalau kemudian mereka yang diuntungkan kita menjadi terkalahkan maka kami mohon kepada Dinas Perhubungan untuk menertibkan para preman ini,” kata Gimin juru parkir yang lain.            Menanggapi kenaikan sepihak oleh para ‘preman’ ini Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Drs H Harry Muller menyatakan pada prinsipnya dinasnya tidak menaikkan tarif.            “ Terima kasih informasinya, yang jelas itu bukan anak buah kami yang melakukan tarikan hingga menaikkan 500 persen dari tarif aslinya. Itu pasti ulah preman-preman yang tidak bertanggungjawab.  Oleh karena itu akan segara kita tertibkan,” kata Harry pada RADAR Surabaya. (aro) 

  Read the rest of this entry »

Mamin Disita

Di Uncategorized dalam Oktober 13, 2006 pada 06:20 am10
Tanpa Lebel Halal Makanan di 12 Swalayan Disita
KEDIRI-RADAR- Kerena tidak mencantumkan label halal ratusan produk makanan asal Malaysia yang beredar di Kota Kediri, disita petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dari 12 swalayan.
Kabid Farmasi, Makanan, dan Minuman (Farmakmin) Dinkes Kota Kediri, Poedji Astoeti, menyatakan, makanan asal Malaysia tersebut kebanyakan berupa biskuit. “Selain itu, pada kemasannya tidak mencantumkan keterangan berbahasa Indonesia sebagaimana ketentuan Depkes RI,” ujar Poedji Jumat (13/10).
Menurutnya produk makanan asal Malaysia dan makanan impor lainnya banyak dijumpai di swalayan dan toko kue lainnya di Kota Kediri.
Selain itu, petugas juga menyita beberapa produk makanan dari 12 swalayan tersebut yang kemasannya rusak. “Makanan yang kemasannya rusak itu sangat beresiko kemasukan bakteri, sehingga dapat membahayakan bagi kesehatan,” paparnya. (aro)

Stok Darah Menipis

Di Uncategorized dalam Oktober 13, 2006 pada 06:20 am10
Stok Darah di PMI Kediri Turun Drastis
* PMI Berburu ke Gereja-Geraja
KEDIRI-RADAR- Bulan Suci Ramadan ternyata berdampak pula pada persediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Kediri. Per hari diluar bulan Ramadan pendonor bisa mencapai 15 orang, namun selama Ramadan ini hampir tidak ada sama sekali yang mendonorkan darahnya.
Hal ini dijelaskan Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia Kota Kediri, dr Indrakso Soeprapto Jumat (13/10).
“Bulan puasa begini jarang orang mendonorkan darahnya, sebenarnya tidak masalah bagi kesehatan, tapi memang berpengaruh pada kondisi tubuh,” ujarnya.
Menurut dia, pada Jumat pagi ini stok darah di UTD PMI Kota Kediri tinggal 50 kantong untuk darah golongan A, 12 kantong golongan B, 18 kantong golongan 0, dan empat golongan AB. “Stok ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Kediri hingga lebaran mendatang,” katanya.
Pada hari-hari biasa, jumlah pendonor di Kota Kediri rata-rata 15 orang, namun selama bulan Ramadan ini rata-rata tiga orang per hari, bahkan sehari tidak ada sama sekali.
Untuk menyiasati minimnya pendonor darah itu, PMI Kota Kediri memburu pendonor dari gereja ke gereja. Dan ini terbukti, menurut Idrakso selama bulan Ramadhan ini pihaknya telah mendapatkan 96 orang sukarelawan dari kalangan gereja yang bersedia mendonorkan darahnya.
Sementara itu selama tahun 2006 ini PMI Kota Kediri tidak menemukan
satu kantong darahpun yang diindikasikan terkontaminasi virus HIV/AIDS. “Berbeda dengan tahun 2005 lalu, kami mendapati dua kantong darah diindikasikan terjangkit virus HIV/AIDS,” ujarnya.
Sejak dua tahun terakhir ini, PMI Kota Kediri juga sudah tidak lagi memburu para pendonor ke beberapa lokasi beresiko, seperti lokalisasi dan lembaga pemasyarakatan.”Khusus untuk lapas, tahun lalu kami mendapatkan surat dari Depkes RI untuk tidak melakukan donor di sana karena sangat beresiko,” Pungkas Indrakso (aro)

Kejaksaan Kediri Setengah Hati

Di Uncategorized dalam Oktober 12, 2006 pada 06:20 am10
Kejaksaan Negeri Kediri Pilih Kasih Tangani Kasus Korupsi
* Terkenadala Ijin, Mantan Anggota DPRD Akhirnya Lolos Diperiksa
KEDIRI-RADAR- HM Firjaun Barlaman mantan anggota DPRD Kabupaten Kediri Periode 1999-2004 akhirnya lolos dari pengungkapan kasus korupsi senilai Rp1,4 miliar yang dilakukan oleh anggota DPRD secara berjamaah pada waktu itu. Alasan yang disampaikan Kajari Kediri Eddy Rakamto SH, pengurusan ijin untuk memeriksa Firjaun terkendala deadline yang waktu untuk mengungkap kasus korupsi yang ditargetkan tiga bulan.
Pasalnya Firjaun saat ini masih aktif dan menjabat sebagai anggota DPRD Pemprov Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Karena untuk memeriksa Gus Firjoun butuh ijin dari Mendagri, kami tidak akan mengarah ke sana. Sebab waktunya akan lama dan yang pasti di luar deadline kami tiga bulan untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Eddy Rakamto pada wartawan, Kamis (12/10)
Seperti diketahui sebanyak 10 anggota DPRD Kabupaten yang masih Kediri sebelumnya telah diperiksa Kejaksaan Negeri Kediri terkait dugaan korupsi perjalanan dinas senilai Rp 1,4 miliar yang diambilkan dari APBD tahun 2004.
Kepala Kejaksaan Negeri Kediri, Eddy Rakamto SH, menjelaskan pemeriksaan yang sempat tertunda cukup lama ini dilakukan setelah izin pemeriksaan dari Gubernur Jatim turun.
“Kita sudah terima izin dari Gubernur Jatim untuk memeriksa anggota dewan, baik yang menjabat ketua maupun anggota,” jelas Eddy Rakamto SH kepada RADAR Surabaya
Kesepuluh anggota dewan itu adalah Ketua DPRD Erjik Bintoro, Muhaimin Hadi dan Suyitno, ketiganya masih aktif sebagai pimpinan dewan. Fathanuddin Abbas, Zaenal Mustofa (mantan Ketua DPRD Periode 1999-2004) , Suprapto, Heru Sungkono, Amrianto, Sukarn dan Murdihantoro. Sedangkan satu anggota dewan yang lain yakni HM Firjaun Barlaman (mantan anggota DPRD Kabupaten Kediri yang juga masih aktif menjadi anggota dewan di DPRD Pemprov Jatim untuk PKB akhirnya gagal diperiksa karena terkendala ijin) .
Seluruh wakil rakyat tersebut berasal dari Fraksi PDIP, PKB dan Fraksi Golkar. Kajari menargetkan akan bisa menyelesaikan kasus ini dalam tempo 90 hari. Dalam bulan pertama sejak pihaknya memeriksa saksi di luar anggota dewan.
Bulan kedua akan memeriksa anggota non aktif (kurang lebih 32 orang,red) , dan bulan ketiga anggota dewan aktif. Jadwal pemeriksaan ini dilakukan secara maraton. Kasus dugaan korupsi perjalanan dinas itu, mulai disidik sejak 2004. Saat itu penyidik kejaksaan telah menetapkan satu tersangka dari anggota dewan, Zaenal Mustofa.
Saat itu Zaenal menjabat sebagai ketua DPRD periode 1999-2004, dan mengetahui aliran dana tersebut. Dan akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton Kepala Kejaksanaan Negeri Kediri, Eddy Rakamto, menegaskan jika mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri periode 1999-2004, Zainal Mustofa, ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus korupsi keuangan dewan sebesar Rp 1,5 miliar.
Keyakinan tersebut diketahui setelah pihaknya memeriksa sedikitnya 15 mantan anggota dewan periode itu, baik yang sudah pensiun maupun yang masih menjabat. Ia berdalih, pelaku yang bisa dijerat oleh UU Korupsi adalah yang benar-benar terlibat secara langsung atas perbuatan itu.
“Berdasarkan hasil penyelidikan kami sementara, para anggota dewan itu mengaku tidak tahu-menahu dengan keputusan yang diambil Zainal Mustofa sebagai ketua dewan,” ujar Eddy Rakamto.
Menurutnya, anggaran yang diselewengkan tersebut meliputi perjalanan dinas tetap Rp1.750.000, operasional Rp1.481.034 dan uang penghargaan Rp1.337.980 ( nilai satuan per anggota,red) yang dilakukan antara bulan Januari-Agustus 2004.
Sementara itu HM Firjaun Barlaman dikonfirmasi RADAR Surabaya, Kamis (12/10) mengaku biasa-biasa saja setelah Kejaksaan Negeri Kediri meloloskanya dari pemeriksaan ,” Kalau mau periksa saya ya silahkan ijin ke Mendagri, tapi kenyataanya Kejaksaan tidak mau karena terkendala waktu,” kata Firjaun.
Disoal apakah dirinya senang karena lolos dari pemeriksaan ? ,” Terus terang saya tidak senang, ada satu hal yang perlu digarisbawahi dari kasus ini. Yakni sebenarnya kasus tersebut telah selesai dan tidak bisa dilanjutkan. Karena dasar memakai uang pada waktu itu adalah UU 110/2000, padahal UU tersebut oleh Mahkamah Konstitusi telah dibatalkan,” tambahnya. (aro)
Selain Gunakan Dasar PP 110/2000, Untuk Melakukan Korupsi Berjamaah DPRD Kabupaten Kediri Juga Gunakan UU 22/1999 dan Tatib Dewan
Sementara itu upaya anggota DPRD Kabupaten Kediri periode 1999-2004 untuk bisa lepas dari jeratan korupsi adalah tetap berkeyakinan apa yang dilakukan oleh mereka tidak bisa diteruskan. Pasalnya permasalahan tersebut telah berhenti yakni dengan keluarnya Peraturan Presiden yang menyatakan presiden akan mengayomi beberapa pejabat dan penyelenggara negara terkait PP 110/2001 karena PP tersebut telah dinyatakan batal oleh Mahkamah Konstitusi
Namun ternyata Kejaksaan Negeri Kediri juga telah mempesiapkan jurus ampuh yakni tidak menggunakan UU 110/200 tersebut. Sebab yang dihentikan penyidikan kesalahan adalah prosedur terkait PP 110/200. Namun pada kenyataanya kasus di DPRD Kabupaten Kediri selaian menggunakan landasan PP 110/2001 ternyata juga menggunakan dasar UU 22/1999 dan Tatib Dewan untuk melakukan korupsi berjamaah.
Kepala Kejaksaan Negeri Kediri, Eddy Rakamto, meganggap PP tersebut sangat debatable dan mengandung banyak kelemahan. Apalagi sejak Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk membatalkan PP tersebut, praktis seluruh penegak hukum menghindari penggunaan PP itu.
“Kami sadar, PP 110 itu sangat debatable. Jadi tidak kami gunakan untuk menjerat mereka. Kami akan mencari landasan yuridis lain yang bisa menyeret mereka,” ujar Eddy Rukamto
Ia menjelaskan, dengan adanya kelemahan yang dimiliki PP tersebut, sejak tanggal 23 Maret 2003 lalu Mahkamah Konstitusi telah membatalkannya. Pengertian pembatalan ini berbeda dengan batal demi hukum, yang secara otomatis tidak berlaku sejak keputusan MK dikeluarkan.
Pengertian pembatalan untuk PP 110 tahun 2000 ini mulai berlaku 3 bulan ke depan, yakni sejak tanggal 23 Maret 2006. Dengan demikian, PP itu menjadi tidak berlaku sejak tanggal 23 Juni 2006. Faktor inilah yang membuat Eddy optiomis bisa menjerat para pelaku korupsi di tubuh DPRD Kabupaten Kediri.
Ia juga tidak akan menerapkan hukum positif yang ada secara materiil, namun secara formil. Hal itu untuk memenuhi syarat korupsi, yakni melawan hukum dan terjadinya kerugian negara.
“Kalau kita berjalan berdasarkan hukum formil, yakni seluruh perda yang mengatur tentang perimbangan keuangan dewan, saya rasa tidak akan salah langkah,” tegasnya. (aro)

Pejabat Teras PLN Kediri Diduga Terlibat

Di Uncategorized dalam Oktober 11, 2006 pada 06:20 am10
Kajari : Korupsi di PLN Kediri Libatan Pejabat Teras
KEDIRI- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kediri Eddy Rakamto menengarai kerugian negara yang diakibatkan oleh manipulasi Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) melibatkan beberapa pejabat teras PT PLN Area Pelayanan (AP) Kediri.
“Sementara ini berkas yang sudah masuk kepada kami hanya pejabat rendahan saja yang jadi tersangka dengan nilai kerugian negara hanya Rp90juta. Kami yakin ada pejabat teras yang terlibat dalam kasus ini,” kata Edy Rabu (11/10).
Menurut dia, kasus yang penyidikannya ditangani oleh Polresta Kediri itu hanya permukaannya saja berdasar rekening listrik yang dibayarkan oleh pelanggan.
“Kami akan mencoba menginvestigasi masalah PPJU ini lebih lanjut, karena sebenarnya pengungkapannya sangat simpel, yakni dari rekening pembayaran dan database dalam komputer,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa berkas perkara kasus tersebut telah lengkap (P-21) dan tinggal dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan.
Sebelumnya Polresta Kediri telah menetapkan lima orang pegawai PT PLN sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni Sumarsono (mantan pejabat fungsional ahli tata usaha dan pelayanan), Yadi Priyadi (staf bagian penagihan dan pejabat pembuat laporan), Ketut Ananta (pejabat PT PLN UPPTR Pare), Sri Yuliani (staf PT PLN AP Kediri), Dwi Winarno (mantan pejabat UPPTR Kediri). Namun jumlah tersangka yang ditahan itu kini tinggal empat orang, karena Winarno meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2005 lalu. (aro)

Kapolwil Lakukan “Pemerasan”

Di Uncategorized dalam Oktober 11, 2006 pada 06:20 am10
Kapolwil Kediri “Peras” Pejabat dan Pengusaha
KEDIRI- Kepala Kepolisian Wilayah ( Kapolwil) Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki mengaku namannya sering digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk memeras pejabat dan pengusaha khususnya mendekati lebaran di wilayah Kediri.
Beruntung empat diantarannya orang yang diperas oleh oknum yang mengaku Kapolwil tersebut segara menghubungi Polwil Kediri yang diteruskan ke Kapolwil “asli” langsung,” Bahkan Kepala RSUD Gambiran Kota Kediri sudah mau akan mentransfer Rp35 juta ke rekening orang yang mengaku saya dan karena segera melapor akhirnya saya perintahkan untuk membatalkan,”kata Tjuk Basuki pada RADAR Surabaya, Rabu (11/10)
Tjuk Basuki mengaku saat ini telah memerintahkan anggotanya untuk melacak orang-orang yang mengaku menjadi dirinya dan melakukan pemerasan,” Sebab sesuai atensi dari Kapolri sekarang ini kita tidak dibenarkan untuk meminta sumbangan khususnya mendekati hari Raya Idul Fitri kepada para pengusaha dan lain sebagainya. Tetapi kalau diberi tetap kita terima,” ujar Tjuk Basuki ? . (aro)

Operasi MAMIN Jelang Lebaran

Di Uncategorized dalam Oktober 11, 2006 pada 06:20 am10
Empat Swalayan Terjaring Operasi Mamin
KEDIRI- Empat swalayan yang ada di Kota Kediri terjaring razia karena kedapatan menjual barang kadaluarsa dan kemasannya rusak . Keterngan tersebut disampaikan pihak Disperindag Kota Kediri usai menggelar razia, Rabu (11/10).
Empat swalayan yang bermasalah tersebut tiga diantaranya berada di Jl Wahid Hasyim yakni dua swalayan Indomaret dan satu swalayan Alfamaret. Sedangkan yang satu lagi berada di Jl Dr Saharjo Perum Wilis Kediri.
” Rata-rata barang yang ditemukan kadaluarsa adalah susu kaleng, ada juga beberapa barang yang ditemukan kemasannya mengalami kerusakan/peyok. Oleh Disperindag temuan ini telah dilaporkan kepada Bapak Wali Kota Drs HA Maschut,” Kata Kabag Humas Pemkot Kediri Ir Haris Candra Purnama saat mendampingi Kadisperindag Arie Koesnandar SH, Rabu (11/10). (aro)

Pemkot dan Pemkab Kediri Akhirnya Genjatan Senjata

Di Uncategorized dalam Oktober 11, 2006 pada 06:20 am10
Pemkot dan Pemkab Kediri “Gencatan Senjata”
* Setelah Pemkot Terjunkan Juru Runding Tengahi Soal SDN Burengan II
KEDIRI-RADAR- Setelah terjadi “perang” antara dua pemerintahan bertetangga yakni Pemkot dan Pemkab Kediri gara-gara rebutan lahan yang diatasnya ada sekolahan SDN Burengan II . Akhirnya antara Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (11/10) melakukan genjatan senjata untuk tidak sama-sama mengotak atik lokasi SDN Burengan II.
Kesepakatan genjatan senjata tersebut dilakukan setelah juru runding Pemkot Kediri yakni Asisten I Pemerintahan Drs HA Sudrajad M Si menemui Sekretaris Kabupaten Kediri Drs Joko Suharno di Pemkab Kediri.
“ Hasil pembicaraan pada intinya adalah kedua pemerintahan tidak akan sama-sama mengotak-atik lokasi SDN Burengan II, karena masih dalam sengketa. Kedua belah pihak menunggu keputusan dari Pemprov Jatim akan diberikan kepada siapa nantinya,” kata Kabag Humas Pemkot Kediri Haris Candra Purnama saat mendampingi Asisten I Pemerintahan Drs H Ahmad Sudrajad pada RADAR Surabaya, Rabu (11/10).
Seperti diketahui rebutan SDN Burengan II di Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri antara Pemkot Kediri dan Pemkab Kediri berlanjut setelah sebelumnya beberapa waktu lalu kedua belah pihak menyerahkan permasalahan tersebut ke Bakorwil Jatim di Bojonegoro.
Namun karena Pemkab Kediri menyalahi aturan main dengan melakukan renovasi di bekas sekolahan yang oleh Pemkot Kediri diyakini menjadi miliknya karena berdasarkan yakni akte tanah yang dimiliki Pemkot Kediri.
Akhirnya pada Jumat (6/10) sekitar pukul 11.15 para “punggawa” Pemkot Kediri terdiri Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Hukum, Kantor Pelayanan Perijinan dan Satpol PP memasang nambor dilarang diteruskannya renovasi oleh Pemkab Kediri dengan alasan tidak memiliki IMB.
Tiga hari setelah pemasangan papan pelarangan oleh Satpol PP Pemkot Kediri di lokasi renovasi pembangunan SDN Burengan II giliran Satpol PP Pemkab Kediri mencabutnya dan membuang di belakang lokasi pembangunan.
Atas tindakan tersebut Pemkot Kediri berencana melakukan somasi ke Pemkab Kediri. Babak baru perselisihan yang semakin membuat jarak antara Pemkot dan Pemkab Kediri dua pemerintahan yang dahulunya pernah bersatu itu pecah. (aro)

Kapolwil Kediri Jualan Minyak Tanah

Di Uncategorized dalam Oktober 10, 2006 pada 06:20 pm10
Kapolwil Kediri Jualan Minyak Tanah
KEDIRI- Kapolwil Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki di Balai Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri Selasa (10/10) berjualan minyak tanah kepada warga sekitar. Karena dijual hanya Rp2000 per liter dan stock hanya 1800 liter antrean panjang pun terjadi.
Apa yang dilakukan Kapolwil tersebut dalam rangka hari ulang tahun Polwan ke-58 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-54 di wilayah Polresta Kediri yang dipusatkan di tiga kecamatan yang ada di Kota Kediri. Masyarakat tidak hanya mendapatkan minyak tanah murah yang setiap KK dijatah 5 liter, tetapi juga mereka mendapatkan mie instan sebanyak 5 bungkus per kepala yang dipersembahkan oleh Polwan dan HKGB Polresta Kediri.
“Secara keseluruhan total kita mendapatkan jatah dari Pertamina yakni 35 ribu liter dan kita bagikan ke masing-masing Polres/ Polresta masing-masing 5.000 liter. Karena dalam rangka ulang tahun Polwan dan HKGB sekalian membantu masyarakat jelang lebaran maka kita hanya jual Rp2.000 per liter, sementara yang Rp200 sesuai harga dari Pertaminan Rp2.200 per liter saya yang menanggung. Sedangkan untuk bantuan lain tergantung kreasi polres masing-masing,” kata Tjuk Basuki didampingi Kapolresta Kediri AKBP Drs Adnas M Si pada RADAR Surabaya. (aro)

4000 Polisi Dikerahkan Jelang Idul Fitri 1427 H

Di Uncategorized dalam Oktober 10, 2006 pada 06:20 am10
4000 Polisi Dikerahkan Jelang Lebaran
KEDIRI-Dua pertiga dari jumlah personil Polri di Wilayah Kepolosian Wilayah Kediri bakal dikerahkan untuk menghadapi lebaran 1427 H. Selain pengamanan dalam rangka Hari Raya idul Fitri juga dalam rangka penataan jalur yang khusus disiapkan untuk ancang-ancang pemudik yang dari arah lewat wilayah Kediri karena ditutupnya jalur Porong-Malang akibat luapan lumpur PT Lapindo.
“ Dari 6000 personil yang ada kurang lebih dua pertiganya akan kita kerahkan untuk pengamanan Idul Fitri dimana secara resmi akan kita mulai hari ini untuk pos pelayanan di jalan . Sebab kelihatanya Kediri dan sekitarnya akan dijadikan jalur mudik setelah adanya informasi macetnya wilayah Porong menuju Malang dan sekitarnya,” kata Kombes Pol Tjuk Basuki pada RADAR Surabaya, Selasa (10/10). (aro)

Pemkot Kediri Sembunyikan Database Honda

Di Uncategorized dalam Oktober 10, 2006 pada 06:20 am10
Terkatung-Katung PTT dan GTT Kediri Protes
*Pemkot Kediri Sembunyikan Database Honda
KEDIRI-RADAR- Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kota Kediri, mengancam menggelar mogok massal. Hal itu dilakukan untuk menyikapi ketidaktransparannya pemerintah daerah dalam memasukkan nama-nama GTT/PTT dalam database pemerintah pusat.
“Pemkot Kediri tidak transparan dalam memasukkan nama-nama GTT/PTT ke database pemerintah pusat yang kemarin katanya akan diwadahi dan dijanjikan menjadi PNS meskipun harus antri. Tapi kenyataan di lapangan pemberkasannya yang dilakukan di Pemkot Kediri terkesan sembunyi-sembunyi. Karena tidak mendapatkan database terpaksa kita mencari sendiri di internet, tapi tetap saja nama kami belum ada” kata Binti Roisah, anggota Forum Komunikasi GTT/PTT Kota Kediri, pada RADAR Surabaya yang mengaku telah 12 tahun mengabdi menjadi PTT di SMK 1 Negeri Kediri , Selasa (10/10).
Menurut Binti sedikitnya empat ribu GTT/PTT yang mengajar di sejumlah sekolah negeri maupun swasta merenungi nasib yang kian tak jelas. “Sudah bertahun-tahun, nasib kami terkatung-katung. Malah ada diantara GTT/PTT yang bekerja kurang dari setahun, tiba-tiba langsung menjadi CPNS, ini jelas tidak beres. Dan kami memiliki buktiu tentang itu jika memang diperlukan” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Kediri, Ahmad Salis, mengatakan, telah memperoleh informasi mengenai ketidaktransparan dalam pemberkasan dan memasukkan nama-nama GTT/PTT dalam database pemerintah pusat. Sejauh ini kami belum menelusuri, dimana dan siapa yang bertanggung jawab atas nasib GTT/PTT ini. Tapi yang jelas hal ini akan kita tindaklanjuti,” kata Tsalis.(aro)

Kapolwil Kediri Jadi “Tukang” Minyak

Di Uncategorized dalam Oktober 10, 2006 pada 06:20 am10
Kapolwil Kediri Jualan Minyak Tanah
KEDIRI- Kapolwil Kediri Kombes Pol Tjuk Basuki di Balai Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri Selasa (10/10) berjualan minyak tanah kepada warga sekitar. Karena dijual hanya Rp2000 per liter dan stock hanya 1800 liter antrean panjang pun terjadi.
Apa yang dilakukan Kapolwil tersebut dalam rangka hari ulang tahun Polwan ke-58 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-54 di wilayah Polresta Kediri yang dipusatkan di tiga kecamatan yang ada di Kota Kediri. Masyarakat tidak hanya mendapatkan minyak tanah murah yang setiap KK dijatah 5 liter, tetapi juga mereka mendapatkan mie instan sebanyak 5 bungkus per kepala yang dipersembahkan oleh Polwan dan HKGB Polresta Kediri.
“Secara keseluruhan total kita mendapatkan jatah dari Pertamina yakni 35 ribu liter dan kita bagikan ke masing-masing Polres/ Polresta masing-masing 5.000 liter. Karena dalam rangka ulang tahun Polwan dan HKGB sekalian membantu masyarakat jelang lebaran maka kita hanya jual Rp2.000 per liter, sementara yang Rp200 sesuai harga dari Pertaminan Rp2.200 per liter saya yang menanggung. Sedangkan untuk bantuan lain tergantung kreasi polres masing-masing,” kata Tjuk Basuki didampingi Kapolresta Kediri AKBP Drs Adnas M Si pada RADAR Surabaya. (aro)

Radio Kediri Lomba Lukis Raja Denmark dan Para Babi

Di Uncategorized dalam Oktober 9, 2006 pada 06:20 pm10
Mereaksi Denmark Lecehkan Nabi Muhammad, Radio di Kediri Bikin Lomba Lukis Raja Denmark dan Para Babi
KEDIRI-RADAR- Setelah beberapa waktu lalu Koran Denmark memuat kartun Nabi Mohammad yang kemudian menyulut amarah umat Islam di dunia yang akhirnya beberapa hari lalu ditindaklanjuti oleh Pemuda Partai Rakyat Denmark dengan mengadakan Lomba pengartunan Nabi Muhammad, kini umat Islam kembali bereaksi
Salah satunya reaksi unik itu muncul dari sebuah stasiun radio komunitas di Kediri, Radikal FM. Radio yang memiliki kepanjangan ‘Radio Pendidikan Keluarga’ itu berencana menggelar lomba lukis Raja Denmark dengan tema “Denmark’s King and Pigs”.
Penyelenggaraan lomba lukis “Raja Denmark dan Para Babi” itu dibawah tanggungjawab budayawan Agus Sunyoto sekaligus penanggungjawab Yayasaan Lembaga Pemberdayaan Umat Ansorullah (YLPUA). Lembaga itulah yang menaungi Radio Radikal FM.
“Lomba lukis ini merupakan alternatif peperangan dengan nagara barat. Dengan seringnya negara barat menjelek-jelakkan Nabi Muhammad, ini sudah merupakan babak baru dalam peperangan dengan kaum kafir dan kita tidak bisa tinggal diam,” kata Agus Sunyoto pada RADAR Surabaya, Senin (9/10).
Menurut Agus umat Islam tidak perlu terpancing menjadi anarkis atas pelecehan itu. Namun harus ada gerakan sistematis untuk melawan pelecehan-pelecahan itu dengan mengedepankan intelektualitas dan kecerdasan.
“Kita ingin tahu, apakah publik di Denmark bisa menerima kartun yang kita buat tentang raja mereka. Jika ternyata mereka marah dan emosional atas kartun yang kita buat, mengapa mereka selalu menjelak-jelakkan Nabi Muhammad SAW,” tambah Agus Sunyoto.
Sementara, Mubarok salah seorang panitia lomba lukis ini menyatakan bahwa diadakanya lomba tersebut dikhususkan bagi anak-anak. Pelaksanaanya sendiri akan dilakukan pada 5 Nopember mendatang. Bagi yang berminat bisa mendaftarkan diri di studio Radikal FM, komplek masjid Baiturrahmah, Jalan Mayor Bismo Kota Kediri .
“Para pemenang lomba akan mendapat hadiah total Rp 5 juta dan hasil karyanya akan dikirimkan ke kerajaan Denmark. Dan setiap peserta cukup membayar biaya pendaftaran Rp2.500,” kata Mubarok
Terkait akan diadakanya lomba tersebut KH Idris Marzuki, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo menyatakan sangat mendukung pelaksanaan lomba tersebut.
“Saya setuju pengadaan lomba lukis raja Denmark yang diadakan Radio Radikal FM. Kita tidak perlu melakukan tindakan anarkis untuk memprotes tindakan tidak bermoral orang-orang barat. Kita memang merasa terhina, tapi harus tetap bersabar dan menyampaikan protes kita dengan cara terhormat,” kata KH Idris Marzuqi. (aro)

Menhut Larang Aparat Keamanan “Minta Kutipan”

Di Uncategorized dalam Oktober 9, 2006 pada 06:20 pm10
MS Kaban Larang Aparat Keamanan Minta Kutipan Kendaraan Pengangkut Kayu
KEDIRI-RADAR – Terkait banyaknya kutipan oleh aparat terhadap kendaraan pengangkut kayu hasil lelang Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban meminta aparat keamanan tidak lagi mencegat dan meminta kutipan
“Sekarang ini sudah ada era baru dalam meningkatkan efisiensi dan meningkatkan nilai kayu dengan dilakukan sistem lelang yang terbuka dan betul-betul transparan. Oleh karena itu kami minta agar aparat keamanan tidak lagi mencegat dan meminta kutipan hasil lelang,” ujarnya dalam kunjungan kerja meninjau proses lelang tegakan pohon sengon di Wilayah Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jatim, Senin (9/10)
Sesuai dengan surat Menhut pada 27 September 2006 Perum Perhutani mulai 2006 ini membuat suatu mekanisme baru proses pelelangan dengan sistem tegakan atau lelang pada kayu hasil hutan sebelum ditebang.
Menurut dia, proses lelang tegakan ini lebih terbuka dan bisa diikuti oleh seiapa saja, baik perorangan, koperasi, maupun perusahaan.
“Demikian pula kepada Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH) bisa langsung tahu jatah pembagian keuntungan dari hasil lelang tegakan sehingga tidak ada lagi penyimpangan-penyimpangan,” ujarnya.
Kepada pihak perusahaan, Kaban meminta agar memperhitungkan dengan cermat, rasional, dan ekonomis dengan meminta bantuan tenaga ahli agar jangan sampai merasa dirugikan dengan mekanisme lelang yang baru pertama kalinya diperkenalkan di Kediri itu.
Ia juga meminta kepada pengusaha atau elemen masyarakat lainnya segera melapor kepada Dephut jika menemukan pelanggaran-pelanggaran dalam proses lelang tersebut.
“Mekanisme lelang ini masih baru sehingga perlu ada evaluasi. Kalau ada pengusaha yang menemukan adanya pelanggaran dalam proses lelang atau sudah ada yang mengatur harga di belakang layar, tolong informasikan kepada kami karena kami tidak ingin ada permainan,” ujarnya menegaskan.
Sementara untuk menghindari terjadinya monopoli, Dephut berencana membentuk suatu badan pengawas yang mampu memperhitungkan nilai ekonomi produksi hutan secara bersama-sama.
Kepala Biro Industri dan Pemasaran Perum Perhutani Unit II Jatim, Sriyono Winoto, menjelaskan sebelum dilaksanakan lelang di lahan sengon Pandantuyo Kecamatan Ngancar , setiap peserta wajib menyetorkan uang jaminan sebesar Rp125 juta paling lambat 17 Oktober 2006.Menurut dia, pengamanan tegakan, pelaksanaan tebangan, dan pengangkutan menjadi tanggung jawab pemenang lelang. (aro)

Satpol PP Pemkab Kediri “Tantang” Pemkot Kediri

Di Uncategorized dalam Oktober 9, 2006 pada 06:20 pm10
“Perang” Pemkot dan Pemkab Kediri Masih Saja Berlanjut
*Giliran Satpol PP Pemkab Kediri Cabut Papan Larangan yang Dipasang Pemkot Kediri.
KEDIRI—RADAR – Tiga hari setelah pemasangan papan pelarangan oleh Satpol PP Pemkot Kediri di lokasi renovasi pembangunan SDN Burengan II yang kini diperebutkan antara Pemkot dan Pemkab Kediri yang terletak di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Senin (9/10) giliran Satpol PP Pemkab Kediri mencabutnya dan membuang di belakang lokasi pembangunan.
Atas tindakan tersebut Pemkot Kediri berencana melakukan somasi ke Pemkab Kediri. Babak baru perselisihan yang semakin membuat jarak antara Pemkot dan Pemkab Kediri dua pemerintahan yang dahulunya pernah bersatu itu pecah.
Kejadian ini berawal ketika sekitar 40 anggota Satpol PP Pemkab Kediri di bawah Pimpinan Kepala Satpol PP Gembong memerintahkan anak buahnya untuk mencabut tanda larangan melakukan renovasi yang dipasang pihak Pemkot Kediri dengan alasan tidak memiliki Ijin Mindirikan Bangunan (IMB).
Tindakan yang dilakukan Satpol PP Pemkab Kediri yang diakhiri dengan membuang papan larangan di belakang lokasi renovasi gedung tanpa ada perlawanan oleh pihak Satpol PP Pemkot Kediri yang sedang melakukan patroli di sekitar lokasi.
“Pencabutan itu kami lakukan untuk memasukkan material bahan bangunan yang kami gunakan untuk renovasi. Tapi kami berjanji tidak akan meneruskan renovasi hingga ada kepastian hukum tentang siapa yang berhak atas gedung ini,” alasan Gembong mewakili Pemkab Kediri pada wartawan, Senin (9/10).
Atas pencabutan papan larangan itu, pihak Pemkot Kediri akan melakukan somasi, karena tindakan pencabutan itu sudah melanggar kesepakatan dan ketentuan hukum.
Kesepakatan yang dimaksud adalah tentang dibawanya kasus tersebut ke pihak Bakorwil (Badan Koordinator Wilayah) dan sat ini dalam taraf menunggu keputusan lembaga tersebut.
“Kami akan mensomasi tindakan itu. Selain masih menunggu keputusan Bakorwil, yang kami persoalakan adalah tidak adanya IMB (ijin mendirikan bangunan) dalam proses renovasi gedung tersebut,” kata Haris Candra Purnama, Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri pada RADAR Surabaya.
Keputusan somasi itu diambil setelah mengadakan rapat gabungan antara Satpol PP, Bagian Hukum, Kantor Pelayanan Perijinan dan Bagian Umum yang dipimpin Sekretaris Kota Kediri, M Zaini, Senin (9/10). (aro)

Korupsi PLN

Di Uncategorized dalam Oktober 9, 2006 pada 06:20 pm10
Berkas Korupsi Empat Pejabat PLN Kediri Dilimpahkan ke Kejaksaan
KEDIRI–RADAR- Berkas pemeriksaan lima pejabat PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Area Pemasaran Kediri (satu diantaranya meninggal dunia akibat kecelakaan,red) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Kediri atas kasus korupsi Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di PT PLN (Persero) senilai Rp90 juta rencanannya hari ini Senin ( /10) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kediri.
Keempat tersangka tersangka itu adalah Sumarsono (bekas pejabat fungsi ahli tata usaha dan layanan), Yadi Priyadi (staf bagian penagihan dan pejabat pembuat laporan), Ketut Ananta (pejabat PLN Ranting Pare) dan Sri Yuliani (staf PLN AP Kediri) sedangkan Winarno (bekas pejabat unit pelayanan pelanggan tegangan rendah) sudah meninggal dunia
” Senin (hari ini,red) kasusnya akan kita limpahkan ke kejaksaan setelah kejaksaan menyatakan kasus tersebut P-21,” kata AKP Isbari Kasat Reskrim Polresta Kediri pada RADAR Surabaya, Minggu (8/10)
Selain menyerahkan tersangka ke kejaksaan pihak kepolisian juga menyerahkan barang bukti berupa rekening pembayaran listrik PT Telkom Kediri dan rekening pembayaran listrik PT Serba Guna Pare sebagai barang bukti korupsi yang dilakukan para tersangka n sejak April-Agustus 2002.
Seperti diketahui penahanan hingga ditahannya mereka oleh Polresta Kediri setelah sebelumnya hasil audit yang dilakukan BPKP (badan pengawas keuangan dan pembangunan) menunjukkan para tersangka ini terbukti melakukan korupsi.
Hingga berhasil menahan para tersangka ini petugas memerlukan waktu yang cukup lamayan lama. Yakni penyelidikan dimulai pada tahun 2004 lalu, setelah ada laporan dana PPJU yang seharusnya masuk ke kas Dinas Pendapatan Daerah Pemkab Kediri namun tidak sesuai dengan saldo pembayaran dari pelanggan industri.
“Di komputer pengolahan data milik PT PLN AP Kediri ditemukan perubahan data pelanggan. Sejumlah data pelanggan di dalam komputer dihapus sehingga saldo berubah menyusut dan ada selisih yang diduga dikorupsi para tersangka,” kata Isbari
Ditambahkannya, karena data sudah dihapus tersangka, polisi akhirnya menghubungi PT Telkom dan PT Serba Guna Pare yang merupakan tempat pembayaran rekening listrik.Dari data di dua tempat pembayaran rekening itu terungkap aliran dana dari PPJU pelanggan industri.
Modus operandinya, para tersangka mengubah data pada data induk langganan yang berkode PPJU. Pelanggan Industri dari P diganti kosong. Perubahan itu dilakukan tanpa melalui perubahan data langganan (PDL), namun langsung diubah pada komputer Lahta (pengolahan data). Akibatnya, PPJU tak muncul baik pada rekening maupun daftar rekeningnya, sehingga saldo awal menjadi lebih kecil.
“Tersangka kemudian mencetak ulang rekening. Nilai PPJU yang sudah diubah di komputer Lahta dimasukkan kembali ke cetakan rekening palsu. Rekening asli pelanggan ditukar rekening palsu yang dipakai untuk menagih melalui UPPTR (unit pelayanan pelanggan tegangan rendah) Pare,” terang Isbari.
Atas perbuatan tersebut mereka diancam UU RI 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” Mereka kami jerat dengan Pasal 3 UU RI 31 Tahun 1999 Jo UU 20 Tahun 2001 Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya 15 tahun denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 Miliar serta penjara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkas Isbari. (aro)

Persik Sewa Pemain Seharga Rp1,3 Miliar

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Fagundez Resmi Memperkuat Tim Macan Putih
KEDIRI-RADAR Upaya tim kesebelasan jawara Liga Indonesia 2006, Persik Kota Kediri, Jawa Timur merengkuh Ronald Fagundez, striker PSM Makassar akhirnya terwujud.
Banderol nilai kontrak senilai Rp 1,3 Miliar akhirnya bisa ditawar hingga mencapai angka Rp 900 juta ditambah biaya transfer dari PSM Makassar ke Kediri sebesar Rp 250 juta.
“Angka itu jauh lebih murah dari harga semula yang mencapai Rp 1,3 Miliar. Biaya tranfer yang diminta manajemen PSM Makassar juga turun separuhnya, karena semula minta Rp 500 juta,” kata Iwan Budianto, manajer Persik, Jumat (6/10).
Tidak ada prosesi khusus untuk menyambut Fagundez saat memasuki tlatah penggemblengan tim macan putih. Ketika datang untuk kali pertama yang dilakukan Fagundez adalah menengok stadion Brawijaya sebagai home base Persik didampingi dua kali top scorer Persik, Christian Gonzalez dan sejumlah pemain serta pengurus Persik.
Setelah itu ratusan Persikmania turut menyambut dengan memberi penghormatan dari tribun VIP ketika Fagundez menginjakkan kakinya di rerumputan stadion Brawijaya.
Selain Fagundez, punggawa asing yang secara resmi direkrut Persik adalah Christian Gonzales dan Danillo Fernando. Bahkan nilai kontrak Christian mencapai Rp 1,4 Miliar, melampaui nilai kontrak Fagundez yang selama ini disebut-sebut sebagai pemain termahal.
Menurut Iwan, harga kontrak Christian itu jauh lebih murah dibanding kontrak yang ditawarkan tim lain pada Christian yang hampir mencapai angka Rp 2 Miliar.
“Ada tim yang menawari Christian Gonzales Rp 1,9 Miliar. Tapi ternyata dia tetap memilih mendukung Persik,” kata Iwan Budianto.
Christian dan Danillo sebenarnya sudah habis masa merumputnya di Indonesia sesuai aturan PSSI yang menyatakan pemain asing hanya boleh bermain dua kali masa kontrak. Namun manajemen Persik minta kebijaksanaan pada PSSI agar kedua pemain itu diberi dispensasi setahun lagi untuk mendukung Persik, mengingat keduanya ikut berjuang mengantarkan Persik merebut juara Liga Indonesia 2006. Selain itu, saat ini Christian Gonzales sedang mengurus ijin WNI (warga negara Indonesia).
“Ternyata permohonan kami pada PSSI dikabulkan, sehingga Christian dan Danillo tetap bisa memperkuat tim Macan Putih,” kata Iwan.
Langkah selanjutnya, saat ini Persik sedang melakukan pendekatan dengan pemain asal Brazil, Alenjadro Soarez. Namun kepastian bergabungnya Alenjandro baru akan diterima Persik 10 hari mendatang, karena saat ini Alejandro masih berpikir-pikir.
Alternatif legiun asing yang bakal memperkuat Persik pada musim depan adalah si ‘sepatu telepon’, Alcidio Fleitaz, striker PSMS Medan. Namun rencana masuknya Fleitaz masih menjadi tarik-menarik antara manajemen dengan pelatih, Daniel Roekito.
Menurut Roekito, yang dibutuhkan Persik saat ini adalah sosok stopper, bukan striker seperti Fleitaz. Untuk itu peluang masuknya Fleitaz masih fifty-fifty.
Terkait obsesi untuk mencomot pemaian muda bertalenta inggi asal Liberia, Zah Rahan, tampaknya mulai menunjukkan tanda-tanda kandas. Pasalnya pemain bintang tim Persekabpas Pasuruan itu hingga kini belum pulang. Dia sedang dipanggil pulang ke negerinya untuk mengikuti seleksi tim nasional junior di Liberia. (aro)

TKW Dibunuh

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Pembunuh TKW Ditangkap
* Pelakunya Suaminya Sendiri
KEDIRI-RADAR- M Hendra Arif, tersangka pembunuhan Emy Hermawati berhasil ditangkap polisi diraja Malaysia. Ia ditangkap beberapa hari setelah jenazah wanita asal Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ditemukan di kawasan hutan Kinabolu, Malaysia.
“ Saya sudah dapat info dari teman-teman di Konsulat Jenderal RI di Kinabolu. Ia telah ditetapkan menjadi tersangka,” ungkap Joko Sudibyo, kakak kandung almarhum Emy Hermawati, Jumat (6/10)
Ditemui seusai pemakaman, Joko mengatakan, kalau motif pembunuhan diduga karena kekerasan rumah tangga. Pihak kepolisian, belum mencurigai motif lain dibalik kematian Emy. “Kita hanya berharap pelakunya mendapat ganjaran setimpal perbuatannya,” ungkapnya.
Setelah sempat terlambat satu hari, akhirnya jenazah Emy Hermawati, korban pembunuhan di Kota Kinabolu, Srabah, Malaysia, tiba di rumah duka Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada Jumat (6/10)
Tiba di Kota Kediri sekitar pukul 13.00 jenazah kemudian disemayamkan di Musalla Al Amal. Jenazah putri ke enam dari delapan bersaudara itu, diberangkatkan Sekkota Kediri HM Zaini sekitar pukul 14.30 . Ia dikebumikan di dekat makam kedua orang tuanya di pemakaman umum Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Selain itu Pemkot Kediri sebagai ucapan bela sungkawa juga menyerahkan uang Rp 1 juta kepada pihak keluarga.
Seperti diketahui tubuh Emy Hermawati ditemukan meninggal di sebuah kebun kelapa sawit di Kinabolu, Malaysia, Minggu (25/9). Perwakilan konsulat jenderal RI di Kinabolu, mendapat laporan dari polisi diraja Malaysia, kalau ada satu warga RI yang tewas diduga akibat pembunuhan.
“ Informasi kemudian diteruskan melalui surat ke Walikota Kediri HA Maschut. Dari konfirmasi itu, kami mengecek ke rumah korban. Dan memang benar kalau jenazah yang diduga akibat pembunuhan itu merupakan warga kota Kediri,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Kediri, Budi Suharminto, SH (aro)

Hutan Terbakar

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Hutan Lindung di Pengunungan Wilis Kediri Terbakar
KEDIRI-RADAR- Ratusan hektar hutan di Pegununagn Wilis yang berbatasan langsung dengan Kediri-Nganjuk terbakar. Api yang membakar di wilayah pegunungan sebelah barat Kota Kediri itu, mengancam ekosistem hutan lindung yang berlokasi di lereng pegunungan Wilis
“ Di hutan lindung itu, masih ada kancil, monyet, maupun Elang Jawa yang selama ini dilindungi undang-undang. Kami sangat kuatir terjadi kerusakan lingkungan akibat tangan-tangan tak bertanggungjawab itu,” ungkap Asisten Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, Wawan Triwibowo kepada wartawan, Jumat (6/10).
Menurut Wawan, kebakaran di wilayah KPH Kediri terjadi sejak Kamis malam hingga Jumat kemarin. Api menjalar dari Petak 67 KPH Nganjuk menuju ke Petak 108 KPH Kediri. Hanya dalam tempo sehari, api sudah merembet ke wilayah Kediri. Wilayah kerja KPH Kediri yang berbukit-bukit sangat menguntungkan upaya pemadaman. ” Sejak kemarin, kami menerjunkan 50 personil ke lokasi kebakaran hutan itu,” tukas Wawan.
Untuk mengatasi merembetnya api menurut Wawan petugas yang diterjunkan membuat ilaran (memotong ilalang selebar 5 meter untuk memotong ramatan api) di lereng bukit Blok Sumur Buntet.
“ Di lokasi tersebut api telah membakar 25 hektare hutan ilalang. Setelah berhasil dilokalisir, api bergerak ke arah tenggara karena tiupan angin, dan berhasil membakar wilayah blok Selo Godeg,” jelas Wawan
Saat mengupayakan pemadaman, petugas terkendala kondisi perbukitan yang curam. ”Beruntung di Lembah Selo Godeg ini terdapat sumber air Sungai Banyakan. Sehingga diharapkan, api hanya membakar blok selo godeg dan padam karena dampak dari mata air Sungai Banyakan,” ungkapnya.
Sementara itu, hutan lereng Gunung Wilis yang terbakar di KPH Nganjuk mencapai 560 hektare. Semula titik api berada di Petak 67 RPH Bajulan, kemudian merembet ke hutan lindung Gunung Mayang yang berbatasan langsung dengan Petak 180 KPH Kediri.
Kebakaran yang dikhawatirkan merusak ekosistem hutan lindung itu, mulai berhasil dikendalikan petugas. Menurut Asper BKPH Loceret, Agus Ruswanda, pihaknya telah membuat ilaran agar api yang menjalar ke hutan lainnya.
Ia menengarai, penyebab kebakaran merupak tindakan orang tak bertanggung jawab. Dari bekas-bekas ilalang, kami menemukan ada upaya pembakaran. (aro)

Awas Daging Babi

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Awas ! Daging Babi Beredar di Kediri
KEDIRI-RADAR Dinas Kehewanan Kabupaten Kediri akan menyelidiki peredaran daging babi yang disisipkan para pedagang di sejumlah pasar tradisional di antara daging sapi.
“Kami mendapat informasi adanya penjualan daging celeng (babi) di sejumlah pasar. Tapi kami belum memastikan kebenarannya,” kata Kepala Dinas Kehewanan Kabupaten Kediri, Ketut Widanan, kepada wartawan di Kediri, Jumat (6/10).
Menurut dia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menerjunkan tim khusus ke lapangan untuk menindak lanjuti informasi tersebut.
Informasi yang diterimanya itu, kata dia, menyebutkan bahwa ada sejumlah pedagang yang sengaja menyisipkan daging babi pada daging sapi yang dijual di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Kediri.
Selain daging babi, Dinas Kehewanan Kabupaten Kediri juga akan Nmerazia peredaran daging glonggongan di sejumlah pasar tradisional.
“Penjualan daging glonggongan ini telah menyalahi aturan perundang-undangan tentang makanan. Dan sesuai tugas kami, semuanya itu harus dirazia,” kata Ketut Widanan saat ditemui usai siding paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Kediri.
Sementara itu Koordinator Lembaga Konsumen Indonesia Kediri (LKIK) Zainal Arifin menyatakan, sebenarnya informasi mengenai adanya daging babi yang disisipkan dalam penjualan daging sapi sudah lama terdengar.
“Tapi mengapa baru kali ini, setelah maraknya peredaran daging glonggongan di beberapa daerah,” ujarnya menyayangkan kelambanan Dinas Kehewanan. (aro)

Hubungan Pemkot dan Pemkab Kediri Kian Memanas

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Akhirnya Pemkot Kediri Pasang Papan Larangan Diteruskannya Pembangunan SDN Burengan II
* Hubungan Pemkot dan Pemkab Kediri Kian Memanas
KEDIRI-RADAR- Rebutan SDN Burengan II di Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri antara Pemkot Kediri dan Pemkab Kediri berlanjut setelah sebelumnya beberapa waktu lalu kedua belah pihak menyerahkan permasalahan tersebut ke Bakorwil Jatim di Bojonegoro.
Namun karena Pemkab Kediri menyalahi aturan main dengan melakukan renovasi di bekas sekolahan yang oleh Pemkot Kediri diyakini menjadi miliknya karena ada dasarnya yakni akte tanah.
Akhirnya pada Jumat (6/10) sekitar pukul 11.15 para “punggawa” Pemkot Kediri terdiri Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Hukum, Kantor Pelayanan Perijinan dan Satpol PP memasang nambor dilarang diteruskannya renovasi oleh Pemkab Kediri dengan alasan tidak memiliki IMB.
“Kami memerintahkan kepada dinas terkait untuk melarang dieruskannya pembangunan di lokasi SDN Burengan II Kota Kediri. Ini kami lakukan karena apa yang dilakukan Pemkab Kediri di wailayah Kota Kediri melanggar Perda 6/2000 tentang ijin mendirikan bangunan,” kata HM Zaini Sekkota Kediri mewakili Wali Kota Maschut pada RADAR Surabaya, Jumat (6/10).
Tanpa menunggu lama setelah surat perintah tugas turun pejabat yang berwenang dengan dikawal Polisi Satuan Pamong Praja akhirnya peringatan pelarangan penerusan pembangunan dipasang di lokasi sekolahan.
Sebagai pihak yang membangun tak seorangpun pejabat Pemkab Kediri nampak hadir dalam pemasangan nambor larangan tersebut. Namun saat dihubungi RADAR Surabaya Kabag Humas Pemkab Kediri mengaku menyesalkan dengan apa yang dilakukan Pemkot Kediri tersebut.
“Yang jelas kami menyesalkan apa yang dilakukan Pemkot Kediri. Sebab apa dalam pembagian asset daerah berdasarkan era otonomi daerah oleh Pemprov Jatim dijelaskan SDN Burengan II Kota Kediri menjadi asset Pemkab Kediri. Dan kami memiliki bukti tentang hal tersebut, jadi wajar jika kami membangun di lokasi tersebut,” katannya.
Terkait pelarangan diteruskan pembangunan di lokasi SDN Burengan II Sigit menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemkot Kediri,” Saya akan melaporkan permasalahan ini ke Bupati dan nanti akan kita tindak lanjuti apa langkah yang akan kami lakukan,” tambahya.
Seperti diberitakan RADAR Surabaya dua pemerintahan yang bertetangga yakni Pemkot Kediri dan Pemkab Kediri saat ini sedang bersetigeng menyangkut asset SDN Burengan II yang ada di Jl Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri.
Pemkab Kediri mengaku memiliki hak pasca penetapan era otonomi daerah sesuai pembagian asset oleh Pemprov Jatim. sementara Pemkot Kediri mengaku lebih berhak karena memiliki bukti akte tanah.
Kasus ini mulai mencuat ketika beberapa waktu lalu Pemkab Kediri melakukan renovasi sekolahan yang sudah sekian lama dibiarkan mangkrak karena statusnya yang kurang jelas.
“ Kami membiarkan saja Pemkab Kediri melakukan renovasi karena memang Pemkot Kediri telah menyerahkan masalah tersebut ke Bakorwil Bojonegoro, biar sana nanti yang memutuskan,” kata Ir Haris Candra Purnama Kabag Humas Pemkot Kediri pada RADAR Surabaya, Kamis (28/9).
Disoal bagaimana dengan langkah Pemkab Kediri yang mengaku berhak atas sekolahan tersebut. Dimana salah satu upaya atau bukti merasa memiliki sekolahan tersebut adalah Pemkab Kediri berani melakukan renovasi.
“Silahkan saja melakukan renovasi tapi secara hukum kita memiliki bukti otentik atas tanah dan sekolahan tersebut yakni berupa akte tanah. Diam kami saat ini bukan berarti kami pasrah, namun kami menunggu keputusan dari Bakorwil,” tambahnya. (aro)

Kisruh PKB

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Pembentukan Partai Baru Pengganti PKB Terancam Gagal
KEDIRI-RADAR- Rencana membuat partai baru pengganti PKB yang bakal digelar setelah Hari Raya idul Fitri oleh tim 17 dan 9 tim asistensi pasca pertemuan di Ponpes Lirboyo Kediri oleh para “Kiai Sepuh” pendukung PKB versi Cak Anam beberapa waktu lalu terancam gagal.
Pasalnya ada sinyal-sinyal bahwa para kiai telah “sadar” bahwa membuat partai baru tidak akan menyelesaikan masalah dan justru membuat masalah baru.
Ditemui RADAR Surabaya Selasa (3/10) KH Zainuddin Djazuli atau biasa dipanggil Gus Din salah satu tim 17 yang juga Pengasuih Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri menyatakan bahwa pertemuan setelah lebaran seperti yang dijadwalkan tetap akan digelar, namun untuk berbicara atau membahas partai baru tidak terlebih dahulu menurutnya.
“Kita saat ini sedang berfikir bagaimana menata umat, sebab membuat partai baru tidak menyelesaikan masalah namun malah membuat masalah baru. Jadi pertemuan yang akan digelar nanti paling bagaimana menyikapi segala permasalahan yang kita hadapi,” kata Gus Din.
Disoal apakah bentuk kesadaran ini “terilhami” dari surat KH Musthofa Bisri yang pada waktu pertemuan para kiai pendukung PKB versi Cak Anam di Ponpes Lirboyo Kediri Kamis (21/9) meminta para kiai untuk sadar dan menimbang Mafsadah dan Maslahahnya dalam membuat partai baru,” Tidak dan bukan karena itu yang jelas, tapi ada pertimbangan lain,” tambahnya.
Seperti diberitakan RADAR Surabaya sebelumnya, pasca ditolaknya Pendaftaran Kepengurusan Muktamar PKB Surabaya oleh MA serta Menteri Hukum dan HAM. Para kiai yang tergabung dalam kepengurusan PKB versi Surabaya Kamis petang (21/9) menggelar pertemuan di kediaman KH Idris Marzuqi di Komplek Ponpes Lirboyo Kediri.
Dimana salah satu hasil pertemuan tersebut adalah membentuk tim 17 yang akan bekerja setelah Hari Raya Idul Fitri yang dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu 9 orang tim asistensi.
Para pengurus yang hadir dalam pertemuan mendadak yang sedianya akan digelar di Ponpes Langitan Tuban tersebut antara lain, KH Idris Marzuqi (tuan rumah), KH Abdurrahman Chudlori (Ketua Dewan Syuro), KH Anwar Iskandar, KH Mohammad Subadar, KH Yahya Cholil Staquf, KH Warsun Munawwir, KH Nurul Huda Djazuli dan Cak Anam sebagai Ketua DPP PKB versi Muktamar Surabaya.
“Pertemuan ini dalam rangka menyikapi ditolaknya Pendaftaran Muktamar PKB Surabaya oleh MA serta Menteri Hukum dan HAM. Kita tidak bisa berdiam diri makanya kita menentukan langkah, salah satunya adalah pembentukan tim-17 untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan dibantu 9 orang tim asistensi,” kata KH Abdurrahman Chudlori atau biasa dipanggil Mbah Dur juru bicara pertemuan pada RADAR Surabaya.
17 orang yang masuk tim yang akan merumuskan lahirnya partai baru yang berazazkan Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah dimana empat diantarannya belum berhasil dikonfirmasi Mbah Dur antara lain.
KH Abdullah Faqih, KH Sofyan, KH Idris Marzuqi, KH Zainuddin Djazuli, KH Ahmad Warson Munawwir, KH Ma’ruf Amin, KH Sholeh Qosim, KH Muhaiminan Gunardo, KH Abdurrahman Chudlori, KH Nurul Huda Djazuli, KH Mohammad Subadar, KH Dimyathi Rois, KH Hasbullah Badawi dan KH Abdullah Schal.
Sedangkan 9 orang tim asistensi yang tugasnya membantu tim 17 antara, KH Anwar Iskandar, KH Ali As’ad, KH Noer Mohammad Iskandar, KH Ubaidilah Faqih, HM Rozi Munir, Hj Khofifah Indar Parawansa, H Choirul Anam, Gus Syaifullah Yusuf dan HA Fahrur Rozi.“ Tim ini untuk sementara mengendap sambil merumuskan langkah-langkah yang akan diambil nanti pasca hari raya,” ujar Mbah Dur. (aro)

Lalu Lintas Jelang Lebaran

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Jelang Lebaran Jalur Surabaya-Tulungagung Terancam Macet
*Akibat Perbaikan Jembatan dan Jalan Rusak
KEDIRI-RADAR – Jalur selatan yang menghubungkan kota Surabaya-Tulungagung-Trenggalek, terancam mengalami kemacetan lalu lintas menjelang derasnya arus mudik hari raya Idhul Fitri. Penyebab kemacetan itu adalah jembatan utama di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri mengalami rusak parah dan saat ini sedang dalam proses perbaikan total, Senin (2/10).
Saat ini saja, ketika situasi arus lalu lintas masih normal, kendaraan yang melintasi jembatan darurat harus bergantian, hingga memicu terjadinya antrian panjang hingga sejauh 2 kilometer. Hal itu terjadi karena jembatan darurat hanya bisa menampung satu badan mobil.
“Setiap hari di sekitar jembatan ini mengalami kemacetan 2 kilometer lebih. Yang lewat harus hati-hati dan sabar agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Darto , salah seorang penjaga palang pintu pengatur arus lalu lintas di jembatan darurat.
Zacky, salah seorang pekerja di proyek pembangunan jembatan itu menjelaskan, proses pengerjaan jembatan berlangsung 9 bulan. Namun penanganan pembangunannya masih membutuhkan waktu dua bulan lagi atau hingga akhir tahun 2006.
“Kalau lebaran harus jadi saya kira tidak mungkin. Karena dari 16 pondasi paku bumi yang menopang jembatan, saat ini baru terpasang 4 buah,” kata Zacky.
Selain jembatan rusak, arus lalu lintas jalur selatan juga terkendala perbaikan jalan dan gorong-gorong. Diantara jalan yang rusak dan perlu perbaikan adalah di daerah perbatasan kecamatan Purwoasri dan Papar.
Sedangkan gorong-gorong yang sedang diperbaiki berada di wilayah Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri dan di kawasan Kabupaten Tulungagung. Akibat penggalian dan perbaikan gorong-gorong, kendaraan harus antri satu per satu hingga menimbulkan kemacetan sejauh 1 kilometer. (aro)

Kekeringan

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Warga Kediri Protes, Bantuan Air Bersih PDAM Kediri Ke Wilayah Kekeringan Tidak Merata
KEDIRI-RADAR – Kekeringan yang melanda sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Kediri, membuat warga semakin merana. Pasalnya, bantuan air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang dikirimkan ke daerah yang dilanda kekeringan sama sekali tidak mencukupi dan pembagiannya tidak merata.
Ketika dilakukan pengiriman pertama pada Senin (2/10), ratusan warga langsung mengerubungi truk tangki PDAM dan dalam sekejap air yang berada di dalamnya langsung sirna.
“Setelah berulang kali berteriak minta bantuan air, baru sekarang ini kami mendapatkan bantuan air bersih. Sayangnya jumlahnya sangat terbatas dan tidak merata,” kata Suminah, warga Gunungbutak, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Senin (2/10) di sela-sela antri mendapatkan kucuran air dari mobil tangki PDAM.
Menurut Suminah, bantuan itu diberikan setelah warga berkali-kali menyampaikan permintaan bantuan air bersih ke Bupati Kediri, Sutrisno melalui perangkat desa setempat. Meskipun sejak bulan Juli warga mengajukan permohonan bantuan air bersih, namun baru dikirim memasuki bulan Oktober yang merupakan puncak kekeringan.
“Jadi selama ini kami mencari air bersih seadanya di sekitar sungai yang telah mengering. Jika ternyata jumlah bantuan air bersih sangat terbatas, kami terpaksa tetap mencari air di sepanjang sungai yang jarakanya cukup jauh,” kata Suminah.
M Kakam, Kepala Teknis Penyaluran Air Bersih PDAM ditemui saat ikut mengirimkan air bersih di Gunungbutak menjelaskan, ada 5 kecamatan yang menjadi target pengiriman air bersih. Kelima kecamatan itu adalah, Kecamatan Tarokan, Mojo, Kepung, Plosoklaten dan Ngancar.
Jumlah air yang dikirimkan memang terhitung sangat kecil. Setiap hari menurut Kakam, PDAM Kediri hanya mengirim dua truk tangki yang masing-masing berisi 400 liter air bersih, ke tiap titik daerah kekeringan.
“Setiap hari air bersih akan dikirimkan ke seluruh daerah kekeringan dengan jumlah yang telah ditentukan seperti itu,” kata Kakam.
Jumlah air tersebut memang sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga di tiap daerah yang dilanda kekeringan. Dari pantuan RADAR Surabaya, ketika mobil tangki dengan kapasitas 400 liter air itu memasuki perkampungan, warga langsung mengejar dan berebut membawa jirigen atau timba masing-masing. Dalam sekejap, air yang berada dalam tangki langsung kosong. (aro)

Makam Auliya’

Di Uncategorized dalam Oktober 6, 2006 pada 06:20 pm10
Tidak Hanya Pesantren, Makam Auliaya’ Juga Jadi Tujuan Santri Selama Ramadan
Bagi sebagian orang makam atau kuburan orang yang sudah meninggal adalah hal yang menakutkan, apalagi kalau di makam tersebut dikenal angker.
Namun, ternyata anggapan itu tidak semua benar, buktinya di Makam Auliya’ Tambak Ngadi Mojo Kabupaten Kediri dan Makam Setogono Gedong Kota Kediri justru ramai dikunjungi para peziarah yang belakangan disebut-sebut sebagai santri kuburan alias sarkub khususnya dari kalangan santri yang khusus membidangi hafalan Quran atau Tahfidzul Quran.
Bahkan para sarkub ini rela menginap hingga satu bulan penuh selama Ramadan.Motivasi mereka berlama-lama di makam orang yang selama di dunia dianggap dekat dengan Sang Pencipta adalah mencari berkah di makam para ulama.
Dari beberapa sarkub yang berhasil ditemui RADAR Surabaya khususnya di Makam Auliya’ Tambak Ngadi Mojo Kediri menyatakan bahwa mereka rela menghabiskan bulan Ramadan di makam sebagai sarana tawasul agar lebih dekat kepada Allah sekaligus ‘nglalar’ (melanyahkan) hafalan Quran yang telah diselesaikan 30 juz.
” Tujuan utama kita adalah ngalalar hafalan , sebab selain tempatnya lebih tenang juga karena makam para ulama ini penuh berkah,” Baidlowi santri asal Salatiga Jawa Tengah yang mengaku datang 10 hari sebelum Ramadan 1427 Hijriyah ini.
Dibandingkan nyantri di pesantren luar menurut Baidlowi di makam suasanya lebih tenang,namun tetap saja ada godaannya antara lain pengen melihat suasana luar.
Dari pantauan RADAR Surabaya tidak hanya Baodlowi yang nyantri di kuburan, beberapa yang lainya juga tampak datang silih berganti, bahkan ada diantaranya santriwati yang datang bersama rombongan.
“ Ya kalau Ramadan seperti ini makam sini pastai ramai selain dari pengunjung biasa juga diserbu para santri. Kedatangan mereka juga membawa suasana lain yakni jadi tambah ramai, apalagi mendekatio berbuka mereka ramai-ramai memasak secara bersama-sama,” kata Moh Irfan salah seoarang pengurus makam.
Saat ini di Makam Auliya’ Tambak Ngadi Mojo, makam yang terkenal sepeninggal Almarhum KH Hamim Djazuli ( Gus Mik) ini ada kurang lebih ada 22 ulama yang dimakamkan.
Antara lain, tiga makam Syekh dari timur tengah yang ditemukan almarhum Gus Miek, KH Fatah Tulungagung dan KH Mubusir Mundir Pengasuh Ponpes Ma’unasari Bandar Kidul Kediri sekitar 25 tahun silam. Yakni makam Syekh Maulana Abdul Qodir Khoiri Bin Ismail Al Iskandariyah, Syekh maulana Abdullah Sholeh Al Istambuli dan Syekh Herman Ar Rumani Ar Rumani.
Selain itu masih ada makam-makam yang lain seperti makam Gus Miek, KH Ahmad Sidiq , Jember (mantan Rois Aam PBNU) , KH Anis Ibrahim, KH Sochib Musthofa Al Khafid, KH Ma’ruf, KH Abdul Hamid, KH Yasin Yusuf, KH Rohmad Zubair, KH Hamzah Nur, KH Imtoha, Nyai Hj Dewi Hajar , KH Muslim Manan, KH Bani Askar, KH Asmu’i, KH Dahnan, KH Hamim Hasyim, KH Abdullah Bin H Ihsan dan masih banyak yang lainya lagi yang kesemuanya merupakan teman-teman dekat almarhum Gus Miek dan yang ikut membesarkan Jamiyah Sema’an Al Qur’an Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin.
Keterangan Gus Miek sebelum meninggal, di makam Tambak Ngadi Mojo tersebut nanti akan ada 41 ulama yang akan dimakamkan. Bahkan almarhum juga sempat berujar bahwa ramainya makam Auliyak’ Tambak Ngadi Mojo nanti akan seramai makam Sunan Ampel Surabaya.
Hal itu sedikit membawa kebenaran setelah Gus Miek meninggal pada tahun 1993 lalu. Dimana saat ini makam Auliya’ yang terletak diantara perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung atau 40 kilometer dari Kota Kediri itu selalu menjadi rangkaian tujuan peziarah ke wali songo.
Lalu bagaimana dengan Makam Setonogedong yang didalamnya ada makam yang Mbah Wasil atau yang lebih dikenal Makam Syekh Maulana Syamsuddin ulama dari timur tengah yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di Kota Kediri.
Dibandingkan Makam Auliya Tambak Ngadi Mojo, Makam Setonogedong lebih dekat dijangkau bagi para peziarah. Sebab selain tempatnya di pusat kota juga karena jalan menuju makam adalah jalan utama di Kota Kediri yakni Jl Dhoho. (imam Mubarok muslim)

Pengajian Kitab Kuning Ramadan

Di Uncategorized dalam September 29, 2006 pada 06:20 am09
Ribuan Santri di Kediri Lebih Memilih Nyantri Selama Ramadan
KEDIRI-RADAR Ribuan santri dari berbagai daerah memilih tetap bertahan di sejumlah pondok pesantren di Kediri untuk memperdalam ilmunya diluar bulan Ramadan sekaligus untuk mendapatkan berkah (tabarukan) di bulan suci Ramadhan ini dengan mengikuti program pengajian kitab kuning.
Pengurus Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Ali Muhsin, menyebutkan, sekitar 2.000 santri dari berbagai daerah mengikuti pengajian kitab kuning selama bulan Ramadhan di pesantren yang letaknya di Kabupaten Kediri bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung itu.
“Dari jumlah itu, sekitar 700 santri berasal dari ponpes lain di Pulau Jawa, sedang sisanya santri Ploso (Al Falah) sendiri yang memilih tidak pulang kampung, meski sebenarnya kegiatan belajar dan mengajar di bulan Ramadhan ini diliburkan,” katanya.
Pada Ramadhan tahun ini Ponpes Al Falah menjadwalkan satu kitab besar, yakni Tafsir Hadits Imam Muslim untuk ditamatkan dalam program pengajian kilat hingga hari ke-23 puasa Ramadhan.
Selain itu masih ada sekitar 54 kitab lain yang dijadwalkan tamat dalam pertengahan bulan Ramadhan karena tingkat ketebalannya relative lebih sedikit dibandingkan dengan Tafsir Hadits Imam Muslim.
Sementara itu di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, terdapat sedikitnya 4000 santri mengikuti tabarukan kitab kuning selama bulan Ramadhan ini.
Pengurus Ponpes Lirboyo, M Rodli menyebutkan, dari jumlah tersebut 500 orang diantaranya adalah santri dari ponpes lain dan masyarakat umum.
“Ramadhan tahun ini kami mengadakan pengajian kitab besar ilmu tata Bahasa Arab karya Ibnu ‘Aqil yang dijadwalkan tamat pada hari ke-21 puasa. ” ujarnya menjelaskan.
Ditambahkan Rodli selain mempelajari tata bahasa Arab karya Ibnu ‘Aqil masih terdapat sekitar 50 kitab lain yang diajarkan dalam program pengajian kilat bulan Ramadan mulai pagi hingga malam hari.
Sedang di Ponpes Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kediri terdapat sekitar 2.000 santri yang mengikuti program pengajian kilat selama bulan Ramadhan ini.
Menurut salah seorang pengajar, Ichwan Abdullah, dari jumlah tersebut, sebanyak 800 diantaranya adalah masyarakat umum, termasuk sembilan orang warga negara Malaysia.
“Bagi masyarakat umum, biasanya lebih memilih tinggal di rumah-rumah sewa di sekitar pondok ini, berbeda dengan santri yang memilih tetap tinggal di pondok,” ujarnya.
Materi pengajian selama bulan Ramadhan ini adalah menamatkan kitab suci Alquran beserta dengan terjemahannya yang terbagi dalam empat ruang berbeda tergantung tingkat kemampuan berfikir peserta program pesantren kilat di Ponpes LDII.
Program pengajian kilat yang diselenggarakan beberapa pesantren pada bulan Ramadhan ini merupakan program ekstra kurikuler dan bukan sebagai suatu kewajiban bagi para santri karena tahun pelajaran yang diterapkan di lingkungan ponpes biasanya diawali pada bulan Syawal dan berakhir pada bulan Rajab.(aro)

Dampak Lumpur Panas PT Lapindo

Di Uncategorized dalam September 29, 2006 pada 06:20 am09
Perubahan Jalur Kereta Akibat Jalur Porong Rusak, Dikeluhakan Petugas Stasiun
*
KEDIRI-RADAR Rencana pengalihan jalur kereta api jurusan Surabaya – Malang melalui Mojokerto dan Blitar akibat kerusakan rel kereta api yang terjadi di Porong, Sidoarjo, dikeluhkan sejumlah petugas stasiun yang dilintasi. Pasalnya, dengan semakin penuhnya jadwal kereta api namun tidak diimbangi dengan penambahan personil di masing-masing stasiun.
Menurut Kepala Stasiun Kediri, Suparlan, saat ini jumlah kereta api yang menggunakan lintasan itu sebanyak 8 KA, dengan 16 kali pemberangkatan. Mereka adalah KA Gajayana, Brantas, Matarmaja (jurusan Jakarta), KA Kahuripan dan Rapih Doho (jurusan Bandung) dan 3 rangkaian KA Rapih Doho jurusan Surabaya dan Malang.
Dengan penambahan 4 KA Penataran jurusan Surabaya – Malang melalui Mojokerto – Kediri – Blitar – Malang sebanyak 8 kali pemberangkatan, maka jumlah keseluruhan pemberangkatan kereta api sebanyak 22 kali dalam sehari. Rencananya, penambahan jadwal KA itu akan dimasukkan di sela-sela jadwal reguler yang ada.
“Secara teknis kami siap dengan penambahan jumlah pemberangkatan itu. Namun tentunya akan menambah keletihan fisik para pekerja kami yang pas-pasan,” ujar Suparlan kepada RADAR Surabaya saat ditemui di stasiun Kediri, Jumat (29/9).
Saat ini jumlah karyawan di stasiun Kediri sebanyak 31 orang, termasuk petugas peron dan penjaga perlintasan. Para pekerja itu bekerja dalam tiga shift, yakni pukul 06.00 – 14.00 , pukul 14.00 – 22.00 dan pukul 22.00 – 06.00. Dengan penambahan jadwal pemberangkatan itu, dipastikan mereka tidak akan bisa beristirahat dengan leluasa.
Lebih jauh Suparlan mengatakan, salah satu jalan yang bisa ditempuh manajemen PT KAI dengan melakukan penambahan personil. Namun hal itu tentunya akan menambah biaya operasional dan waktu untuk melatih mereka. “Padahal melatih seorang penjaga perlintasan saja butuh waktu lama, bagaimana mungkin dilakukan dalam waktu dekat,” keluh Suparlan.
Ia menambahkan, hal yang perlu diperhatikan manajemen PT KAI dengan perubahan jalur itu adalah kondisi para karyawan di sejumlah stasiun kecil yang dilintasi seperti Stasiun Susuhan, Ngadiluwih, Kras hingga Malang. Sebab saat ini jumlah karyawan di stasiun kecil itu berkisar 5 – 6 orang saja. (aro)

Hubungan Pemkot dan Pemkab Kediri Memanas

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Pemkot dan Pemkab Kediri Rebutan Sekolahan
KEDIRI-RADAR- Dua pemerintahan yang bertetangga yakni Pemkot Kediri dan Pemkab Kediri saat ini sedang bersetigeng menyangkut asset SDN Burengan yang ada di Jl Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri. Pemkab Kediri mengaku memiliki hak pasca penetapan era otonomi daerah, sementara Pemkot Kediri mengaku lebih berhak karena memiliki bukti akte tanah.
Kasus ini mulai mencuat ketika beberapa waktu lalu Pemkab Kediri melakukan renovasi sekolahan yang sudah sekian lama dibiarkan mangkrak karena statusnya yang kurang jelas.
“ Kami membiarkan saja Pemkab Kediri melakukan renovasi karena memang Pemkot Kediri telah menyerahkan masalah tersebut ke Bakorwil Bojonegoro, biar sana nanti yang memutuskan,” kata Ir Haris Candra Purnama Kabag Humas Pemkot Kediri pada RADAR Surabaya, Kamis (28/9).
Disoal bagaimana dengan langkah Pemkab Kediri yang mengaku berhak atas sekolahan tersebut. Dimana salah satu upaya atau bukti merasa memiliki sekolahan tersebut adalah Pemkab Kediri berani melakukan renovasi.
“Silahkan saja melakukan renovasi tapi secara hukum kita memiliki bukti otentik atas tanah dan sekolahan tersebut yakni berupa akte tanah. Diam kami saat ini bukan berarti kami pasrah, namun kami menunggu keputusan dari Bakorwil,” tambahnya. (aro)

Flu Burung

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Antisipasi Penyebaran Flu Burung, Ratusan Unggas Dimusnahkan
TULUNGAGUNG-RADAR- Kasus flu burung yang menimpa warga Tulungagung Eni Wulandari dan kini dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya membuat Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung melakukan upaya pencegahan. Salah satunya pada Kamis (26/9) melakukan pemusnahan ratusan unggas di Desa Kaligenthong, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung.
Menurut Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan, Nugraha Siswantara, saat ini pihaknya telah memusnahkan 252 unggas, dari 4.000 unggas yang ada di desa tersebut. Secara suka rela seluruh warga Desa Pucanglaban menyerahkan unggas mereka untuk dimusnahkan karena takut tertular virus mematikan itu.
“Total yang kita musnahkan hari ini sekitar 252 unggas, dari ayam kampung sampai burung dara. Kami sangat menghargai warga yang proaktif menyerahkan unggas-unggasnya,” ujar Nugraha Siswantara di sela-sela memimpin pemusnahan unggas, Kamis (28/9).
Sejak pagi, sekitar 50 warga berbondong-bondong di rumah Kabul, Ketua RT 2 RW 4 Desa Kaligenthong dengan membawa unggas peliharaan mereka masing-masing. Unggas itu kemudian disembelih oleh empat petugas Dinas Peternakan, di lahan perbukitan yang berada di belakang pemukiman warga.
Sebelumnya, petugas sudah membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter. Proses penyembelihan unggas itu membutuhkan waktu sampai 2 jam. Dengan disaksikan puluhan warga, bangkai unggas tersebut dibakar hingga hangus.
Ke depan, petugas juga akan menggelar vaksinasi massal pada unggas di Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Kaligenthong. Selain itu, juga digelar penyemprotan disinfektan setiap dua hari sekali guna mengantisipasi kembalinya virus AI.
Nugraha berharap, setelah pemusnahan terakhir ini, diharapkan tidak terjadi kasus penularan flu burung pada manusia. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar warga untuk sementara tidak membeli unggas dari luar daerah, terutama wilayah selatan..
Sementara itu, hasil tes yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap keluarga Abram (9), korban meninggal akibat flu burung yang juga adik kandung Eni Wulandari, dinyatakan negatif. Hal itu diketahui setelah petugas memeriksa sampel darah dan swap (cairan tenggorokan) milik Sutris dan Sriah (orangtua Abram), Winda (kakak sulung), Eni Wulandari (kakak nomor dua), Santik (kakak ketiga Abram) dan Tukinem (nenek Abram).
“Selain Tukinem yang diambil kemarin lusa, hasil tes semuanya negatif flu burung,” ungkap Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Baharuddin. (aro)

Kasus PLN

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
PLN dan Polwil Kediri Tetapkan 315 Tersangka Pencuri Strum Listrik
*Sebulan PLN Alami Kerugian Hampir Rp400juta
KEDIRI -RADAR- Operasi Pijar Semeru yang digelar kerjasama antara Kepolisian Wilayah Kediri dan Perusahaan Listrik Negara APJ Kediri dalam sebulan terakhir berhasil mengamankan 315 pelanggar. Akibatnya PLN mengalami kerugian lebih dari Rp400 juta di lima wilayah kota dan kabupaten.
Lima wilayah tersebut yakni Kota/Kabupaten Blitar, Kota/Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung.,” Berkat kerjasama yang kita lakukan dengan PLN kita berhasil menjaring 315 orang yang melakukan pencurian listrik dan kita jadikan tersangka,” kata Kompol Gigih Swasana Kasubag Reskrim Polwil Kediri pada RADAR Surabaya, Kamis (28/9).
Ditambahkan Gigih modus pencurian yang dilakukan antara lain dengan merusak meteran dan mengambil dari kabel utama langsung (menggantol,red). Akibatnya selama satu bulan terakhir PLN kehilangan daya hingga mencapai 756.000 kwh.
Selain menertibkan pencurian listrik, Polwil dan PLN APJ Kediri dalam sebulan terakhir ini juga mengamankan 10.900 Penerangan Jalan Umum (PJU) liar yang tersebar di lima wilayah yang menjadi sasaran pencurian listrik.
Sebagai sanksi atas pelanggaran yang dilakukan menurut Gigih ada beberapa tahapan yang akan diberikan. Pertama yakni dengan memberika peringatan, kedua mengembalikan uang yang diakibatkan pencurian yang dilakukan dan dilanjutkan pemutusan sambungan listrik dan yang ketiga hukuman penjara. (aro)

Persik Krisis Pemain

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Kompetisi Mendatang Persik Alami Krisis Pemain
KEDIRI-RADAR – Tim kesebelasan Persik Kediri dipastikan bakal mengalami krisis pemain dalam musim kompetisi mendatang, menyusul bergabungnya lima pemain inti tim kebanggaan warga Kota Kediri itu dalam Timnas PSSI yang dipersiapkan untuk Piala Asia 2007.
Ketua Umum Persik HA Maschut di Kediri, Jawa Timur, Rabu (27/9), mengeluhkan kondisi timnya itu karena sampai sekarang pihaknya masih kesulitan mencari pengganti lima pemain pilarnya yang bergabung dalam Timnas PSSI, yakni Budi Sudarsono, Harianto, Suswanto, Jefri Dwi Hadi, dan Wahyudi.
“Tidak ada jalan lain bagi kami, kecuali minta kearifan PSSI agar bersedia menyesuaikan jadwal pertandingan kompetisi mendatang dengan program latihan dan jadwal pertandingan Piala Asia,” ujar bapaknya “Macan Putih “ ini .
Pada tahun 2007 mendatang selain harus mengikuti kompetisi Divisi Utama, Persik juga menjadi wakil Indonesia yang kedua kalinya dalam kompetisi Liga Champions Asia bersama Arema Malang.
“Kami juga turut mengharumkan merah putih, untuk itu kami minta PSSI bersikap arif dengan menyesuaikan jadwal kompetisi agar sewaktu-waktu kami juga bisa menggunakan lima pemain inti kami,” tambah Manajer Persik, Iwan Budianto, itu.
Ia mengaku, sebenarnya berat juga melepas kelima pemain intinya yang sukses mengantarkan Persik menjuarai kompetisi Divisi Utama Ligina XII/2006 itu.
“Tadinya kami hanya memberikan Budi Sudarsono saja, tapi ternyata PSSI minta empat pemain lainnya ikut bergabung dalam Timnas,” ucap Iwan pasrah.
Untuk menghadapi kejuaraan Piala Asia yang berlangsung di Jakarta dan beberapa kota lain di kawasan Asia Tenggara pada 2007, PSSI menerapkan program pelatnas jangka panjang dibawah bimbingan pelatih berkebangsaan Inggris, Pieter Withe.
Agar program pelatnas jangka panjang itu berjalan sesuai harapan, PSSI memberikan uang kontrak dan gaji sesuai dengan yang diterima dari tim asal pemain yang bersangkutan, demikian halnya yang diterima lima pemain Persik. (aro)

Lintas Ramadan

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Ramadan Jam Pelajaran Dikurangi 15 Menit
KEDIRI- Memasuki hari kelima bulan Ramadan 1427 Hijriyah, Dinas Pendidikan Kota Kediri mengambil kebijakan dengan mengurangi jam mata pelajaran di seluruh SMU di Kota Kediri, Rabu (27/9)
Dari yang biasanya tiap mata pelajaran 45 menit dikurangi hingga menjadi 30 menit per mata pelajaran,” Kita berikan discount 15 menit per mata pelajaran khususnya utuk setingkat SMU , dikarenakan suasana Ramadan. Sebab jika disamakan dengan hari-hari biasa kasihan mereka,” kata Syaiful Khoiri Kabid Pendidikan Umum Dinas Pendidikan Kota Kediri. (aro)

Kasus TKW Nganjuk Jilid-II

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Pemkab Nganjuk Pertanyakan Asuransi Siti Asiyah
NGANJUK-RADAR- Pasca pemulangan secara sepihak terhadap Siti Asiyah (25) TKW asal Desa Gondang, Kecamatan Pace, oleh Pemerintah Malaysia karena diduga mengalami kelainan jiwa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mempertanyakan asuransi yang menjadi hak bagi Siti Asiyah
“Dia ini TKW legal yang bekerja pada sektor formal di Malaysia, mestinya dia berhak menerima asuransi karena dia menderita penyakit itu setelah berada di sana,” kata Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Harijanto, Rabu (27/9)
Menurut dia, sejauh ini PJTKI yang memberangkatkan Asiyah, PT Anugrah Usaha Jaya tidak memberitahukan pemulangan tersebut, termasuk faktor-faktor penyebab kepulangan TKW yang bekerja pada perusahaan elektronik di Johor Bahru, Malaysia, Pan Soundtech.
Oleh sebab itu dalam waktu dekat ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nganjuk akan memeriksa surat-surat yang dikirimkan dari Malaysia kepada PT Anugrah Usaha Jaya.
“Kalau ada surat dari perusahaan di Malaysia, maka dia dipulangkannya secara resmi dan berarti dia berhak mendapatkan asuransi,” kata Harijanto mengutip pernyataan Kepala Disnakertrans Kabupaten Nganjuk SW Warsito.
Ia menganggap, peristiwa yang terjadi pada diri Asiyah merupakan pengalaman berharga, terutama bagi PJTKI untuk lebih selektif lagi dalam memberangkatkan TKI dan TKW ke luar negeri.
Harijanto meminta semua PJTKI yang ada di Nganjuk memberlakukan tes kejiwaan bagi para calon TKI dan TKW sebelum dikirim ke luar negeri agar peristiwa yang dialami Asiyah tidak terulang lagi.
“Jadi jangan hanya tes kesehatan fisik saja, tapi PJTKI juga mewajibkan para calon TKI dan TKW untuk mengikuti tes kejiwaan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, PJTKI harus mengetahui riwayat keluarga calon TKI dan TKW karena riwayat keluarga Siti Asiyah ditengarai mengalami kelainan jiwa.
Seperti diberitakan RADAR Surabaya empat hari setelah dipulangkan tepatnya tanggal 20 Agustus 2006 oleh Pemerintah Malaysia, Asiyah dihampiri seorang tetangganya yang bernama Nur Jaenuri. Di lingkungannya, Nur Jaenuri ini dikenal sebagai penyalur tenaga kerja (sponsor).
Oleh Jaenuri, Asiyah dibawa ke rumah Bahrul Ulum di Desa/Kecamatan Tarokan, Kediri. Bahrul Ulum adalah direktur PJTKI AUJ perwakilan Nganjuk yang memberangkatkan Asiyah .
Sesampainya di rumah Bahrul Ulum, Asiyah langsung disergap lima laki-laki bertubuh kekar. Ia bahkan mengaku diberi minuman bercampur obat perangsang.
Selain itu lengan kanannya juga disuntik oleh Bahrul Ulum dengan cairan tertentu. Dengan kondisi kedua tangan diborgol ke belakang, Asiyah yang bertubuh mungil ini tidak bisa berbuat banyak selain menangis dan meronta. Hingga akhirnya pada 25 September 2006 Asiyah bisa meloloskan diri.
Dengan didampingi kakak dan dua aktivis LSM Aliansi Keadilan dan Transparansi (Alkatras), Asiyah pada Selasa kemarin menghadap Kapolwil Kediri, Kombes Pol Tjuk Basuki di Mapolwil Kediri.
Setibanya di halaman Mapolwil Kediri, seorang ajudan Kapolwil segera mengantarkan Asiyah yang masih mengenakan rantai di kakinya ke ruangan Kapolwil. Pertemuan yang berlangsung tertutup bagi wartawan itu hampir berjalan satu jam.
Selanjutnya, Kapolwil langsung memerintahkan Kasubag Reskrim Polwil Kediri, Kompol Gigih Swasana untuk menangani kasus itu. Didampingi kakaknya, Jaelani, Asiyah diperiksa langsung oleh Gigih Swasana di ruangannya.
Gigih Swasana yang ditunjuk untuk memberi keterangan pers oleh Kapolwil menjelaskan, saat ini pihaknya masih akan menelusuri penyebab penyekapan Asiyah serta bagaimana ia bisa meloloskan diri. “Yang masih menjadi pertanyaan kami adalah mengapa ia sampai disekap. Lalu bagaiamana ia bisa kabur,” ujar Gigih (aro)

Kasus TKW Nganjuk Jilid-I

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Disekap dan Disiksa Bos PJTKI, TKW Mengadu ke Kapolwil
KEDIRI.- RADAR – Setelah disekap, disiksa yang teramat berat akhirnya Asiyah (25) TKW warga Gondang Pace Nganjuk mencari keadilan dengan melaporkan Bahrul Ulum, oknum Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) Anugerah Usaha Jaya (AUJ) wargaTarokan Kediri.
Dengan didampingi kakak dan dua aktivis LSM Aliansi Keadilan dan Transparansi (Alkatras), Asiyah siang tadi menghadap Kapolwil Kediri, Kombes Pol Tjuk Basuki di Mapolwil Kediri, Selasa (26/9).
Setibanya di halaman Mapolwil Kediri, seorang ajudan Kapolwil segera mengantarkan Asiyah yang masih mengenakan rantai di kakinya ke ruangan Kapolwil. Pertemuan yang berlangsung tertutup bagi wartawan itu hampir berjalan satu jam.
Selanjutnya, Kapolwil langsung memerintahkan Kasubag Reskrim Polwil Kediri, Kompol Gigih Swasana untuk menangani kasus itu. Didampingi kakaknya, Jaelani, Asiyah diperiksa langsung oleh Gigih Swasana di ruangannya.
Kompol Gigih Swasana yang ditunjuk untuk memberi keterangan pers oleh Kapolwil menjelaskan, saat ini pihaknya masih akan menelusuri penyebab penyekapan Asiyah serta bagaimana ia bisa meloloskan diri.
“Yang masih menjadi pertanyaan kami adalah mengapa ia sampai disekap. Lalu bagaiamana ia bisa kabur,” ujar Gigih kepada RADAR Surabaya di ruangannya Selasa (26/9).
Kepada polisi, Asiyah berharap agar para pelaku penyekapan atas dirinya bisa ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. “Saya hanya ingin pelaku penyekapan dan penyiksaan bisa ditangkap dan dihukum,” pinta Asiyah.
Seperti dikatahui awal mula terjadinya kasus ini peristiwa ini bermula ketika Asiyah yang merupakan bungsu dari tujuh bersaudara ini memutuskan untuk mengadu nasib di luar negeri. Setelah melalui perjuangan yang berliku, gadis tamatan SD ini akhirnya bisa bekerja di Malaysia pertama kalinya pada tahun 2000, sebagai buruh pabrik.
Menginjak tahun ketiga, yakni 2003, Asiyah memutuskan untuk pulang ke tanah air. Tidak betah berlama-lama di rumah, ia kembali berangkat ke negeri Jiran sebagai penjahit di sebuah perusahaan konveksi. Meski sudah mengantongi uang gaji sebesar 480 Ringgit per bulan, Asiyah akhirnya kembali memilih pulang.
Setelah sempat berdiam diri di rumah selama beberapa tahun, ia memutuskan kembali merantau ke Malaysia sebagai TKW. Melalui PJTKI Anugerah Usaha Jaya, (AUJ) yang terletak di Sidoarjo, Surabaya, Asiyah akhirnya bisa kembali ke Malaysia setelah menyetorkan uang sebesar Rp 6 juta.
Tiga hari menjalani Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) di kantor AUJ Sidoarjo, Asiyah akhirnya berangkat ke Malysia ketiga kalinya pada 18 Mei 2006. Di sana, ia diterima sebagai karyawan oleh PAN Sountech Electronic, SDM BHD, No 18 Jl Firma 1/5, Kawasan Perindustrian, Tebrau Johor Bahru, Johor, 81100 Johor.
Anehnya, saat diberangkatkan ke Malysia ini, paspor kerja Asiyah ditahan petugas PJTKI AUJ dengan alasan yang tidak jelas. Hal ini berakibat pada sikap perusahaan yang menaungi Asiyah enggan menerima. Hanya berselang 3 bulan, 2 minggu, Asiyah diminta pulang ke daerahnya untuk mengurus paspor.
Pada tanggal 20 Agustus 2006, Asiyah kembali menginjakkan kaki di tanah air. Setelah sempat beristirahat selama empat hari, ia dihampiri seorang tetangganya yang bernama Nur Jaenuri. Di lingkungannya, Nur Jaenuri ini dikenal sebagai penyalur tenaga kerja (sponsor).
Oleh Jaenuri, Asiyah dibawa ke rumah Bahrul Ulum di Desa/Kecamatan Tarokan, Kediri. Menurutnya, Bahrul Ulum adalah direktur PJTKI AUJ perwakilan Nganjuk. Karena itu ia sama sekali tidak menaruh curiga kepada Jaelani maupun Bahrul Ulum.
Sesampainya di rumah Bahrul Ulum, Asiyah langsung disergap lima laki-laki bertubuh kekar. Ia bahkan mengaku diberi minuman bercampur obat perangsang. Selain itu lengan kanannya juga disuntik oleh Bahrul Ulum dengan cairan tertentu. Dengan kondisi kedua tangan diborgol ke belakang, Asiyah yang bertubuh mungil ini tidak bisa berbuat banyak selain menangis dan meronta.
Selain itu, ia juga mengalami siksaan psikis yang tidak manusiawi. Seperti diminta mandi bersama laki-laki lain yang sama-sama menjadi “tahanan” PT AUJ dan direndam di bak mandi hingga berjam-jam. Bahkan karena hampir tiap hari ia dipaksa makan dengan menu seperempat kilogram cabe dicampur bawang putih dan kecap, Asiyah akhirnya menderita typus.
Bahkan selama itu pula kaki Asiyah dirantai seperti layaknya seekor anjing.
“Kedua kaki saya dirantai oleh anak buah Pak Bahrul Ulum. Saya juga dilarang berbicara dengan tahanan lain di sana,” ujar Asiyah berkaca-kaca di kantor LSM Alkatras, Nganjuk
Ironisnya, kakak Asiyah, Jaelani, juga pernah menjenguk adiknya selama dalam penyekapan. Namun karena Bahrul Ulum meyakinkan Jaelani jika adiknya menderita penyakit jiwa, ia akhirnya menerima dan tidak berusaha menolong Asiyah.
Karena tidak tahan, akhirnya Asiyah memberanikan diri kabur dari tempat penyekapan pada tanggal 25 September 2006, pukul 06.00 wib pagi. Selanjutnya, dengan berjalan kaki, ia menuju kantor DPRD Nganjuk. Karena tidak ada orang, Asiyah yang masih mengenakan rantai di kaki kanannya menuju ke Kantor Kejaksaan Nganjuk. Di tempat itulah ia diantar petugas kejaksaan ke LSM Aliansi Keadilan dan Transparan (Alkatras) yang dikoordinir Joko Sardono dan mulai saat itu Asiyah berada dalam perlindungan LSM tersebut.
“Kita akan segera melakukan upaya hukum atas apa yang menimpa Asiyah ini. Sebab saat ini masih ada korban lain yang berada di tempat penyekapan itu,” ujar Joko Sardono . (aro)

Krisis Air

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Pemkot Kediri Krisis Air Bersih
*Lirik Sumber Air Artesis Sedudo Nganjuk
KEDIRI-RADAR- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri melirik sumber air artesis di Sedudo Kabupaten Nganjuk untuk mengurangi kekurangan air di wilayah Kota Kediri khususnya Kediri bagian barat.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala PDAM Kota Kediri Ir H Syaiful Muslimin pada RADAR Surabaya, Selasa (26/9), ’’ Kita berencana melakukan kerjasama dengan Pemkab Nganjuk ,setelah sebelumnya telah kita lakukan dengan Pemkab Kediri. Sebab pada kenyataanya sumber air kita memang sudah tidak lagi mencukupi,’’kata Syaiful.
Ditambahkan Syaiful jika dipaksakan dengan jumlah pelanggan yang hampir mencapai 12 ribu lebih debit air akan terus mengalami penyusutan,’’ Air yang dihasilkan PDAM Kota Kediri dari 20 liter per detik kini mengalami penurunan hingga 14 liter per detik saat musim kemarau ini. Makanya dirasa sangat perlu pengembangan ke depan,’’ tambahnya.
Langkah kerjasama dengan Pemkab Nganjuk menurut Syaiful juga untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan khususnya untuk mencapai target tahun 2007 mendatang ,’’ Tahun 2007 tidak ada alasan lagi untuk air macet bagi PDAM Kota Kediri,’’ tambahnya.
Selain akan menggantungkan sumber air artersis dari Sedudo Nganjuk, PDAM Kediri dalam waktu dekat juga akan membuat dua sumber air di daerah Kelurahan Gayam dan Pojok. (aro)

Tempat Hiburan Tutup Memasuki Ramadan

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Pemkot Kediri Keluarkan Larangan- Larangan Ramadan
*Diskotik , Tempat Karaoke Libur Sebulan Penuh
KEDIRI-RADAR- Pemerintah Kota Kediri melalui SK Walikota Nomor 3/2006 tertanggal 21 September mengeluarkan larangan untuk semua warga Kota Kediri. Salah satunya adalah melarang diskotik, karaoke beroperasi selama bulan Ramadan. Sedangkan untuk pemutaran film di gedung bioskop masih diperbolehkan dengan teloransi diputar setelah Salat Tarawih.
Rencanannya pasca dikeluarkannya SK tersebut Satpol PP Pemkot Kediri juga akan bergerak melakukan operasi kemaksiatan,” Malam ini (Jumat malam) kita akan melakukan operasi di eks Lokalisasi Semampir . Selain menyebarkan luaskan kepada masyarakat terkait peraturan selama Ramadan 1427 H ini,” kata Drs Pasono Kasatpol PP Pemkot Kediri pada RADAR Surabaya, Jumat (22/9). (aro)

Hizbut Tahrir Indonesia

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
HTI Tuntut Ramadan Bersih Dari Segela Kemaksiatan
KEDIRI-RADAR- Ratusan Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai di depan alun alun Kota Kediri dalam rangka menyambut Ramadan 1427 Hijriyah. Dalam aksi tersebut HTI meminta kepada semua pihak agar ikut menjaga kebersihan Ramadan dari segala bentuk kemaksiatan.
Selain menyebarkan selebaran yang diperuntukkan kepada pengguna jalan mereka juga mengusung berbagi tulisan yang intinya ajakan bahwa Ramadan adalah bulan persatuan untuk menegakkan Syariah dan Khilafah,” Kita harapkan semua bisa menjaga kebersihan Ramadan dari berbagai noda kemaksiatan. Sebab Ramadan adalah bulan penuh keberkahan yang pahalanya serba dilipatgandakan,” kata Hatta juru bicara aksi damai pada RADAR Surabaya, Jumat (22/9). (aro)

Mbalelo

Di Uncategorized dalam September 28, 2006 pada 06:20 am09
Aksi Mogok Pejabat RT Kampung Ndalem Akhirnya Berakhir
* Setelah Ada “86” Lewat Juru Runding
KEDIRI-RADAR- Rencana aksi boikot untuk tidak membantu pelaksanaan Pemerintah Kota Kediri yang dilakukan oleh pejabat setingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai bentuk protes dampak pembangunan Mall Alun Alun akhirnya berakhir, Jumat (22/9).
Mereka akhirnya “menyerah” setelah dilobi oleh juru runding Pemkot Ir Syaiful Muslimin yang tidak lain adalah orang dibalik layer Pemkot untuk proyek Mall Alun Alun tersebut. Sempat tersiar kabar ‘manutnya’ pejabat tingkat bawah ini setelah ada deal-deal khusus alias 86.
Bagio (45) Ketua RT 03 RW 05 saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pada Kamis malam (21/9) di rumah dinas walikota mereka diundang untuk melakukan pembicaraan.
“ Akhirnya setelah dilakukan pembicaraan panjang dimana salah satu tuntutan kita pohon-pohon di sekitar alun alun tidak ditebang disetujui maka kami kami islah. Selain ada beberapa tuntutan kami yang disetujui oleh Pemkot, setalah ada deal-deal ” kata Bagio tanpa menjelaskan terperinci deal yang dimaksudkan.
Kabarnya aksi mogok ini membuat Wali Kota Maschut marah besar,” Nampak sekali pak wali tidak seperti biasanya dia agak marah ketika pertemuan berlangsung di rumah dinas dan memerintah kepada pak Syaiful untuk mengatasi kami,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah Syaiful Muslimin yang juga Kepala PDAM Kota Kediri sekaligus juru runding menjelaskan bahwa pembangunan Mall Alun Alun tidak mengalami kendala setelah digelarnya pembicaraan tersebut.
Termasuk tuntutan Bupati Kediri ir H Sutrisno MM yang menuntut tetap adanya akses jalan menuju Pendapa Pemkab Kediri. Seperti diketahui meski wilayah Kabupaten Kediri berada di luar Kota Kediri, namun pendapa Pemkab Kediri berada di wilayah Kota Kediri tepatnya di Kelurahan Kampung Ndalem atau berada di belakang alun alun Kota Kediri.
“ Dari hasil pembicaraan kita akan tetap membangunkan sebanyak 96 kios untuk para PKL yang berada di alun alun dengan jalan mengepras 10 meter tanah alun alun di sebelah utara sebagai imal balik pembangunan Mall Alun Alun. Dengan penataan itu dipastikan akses jalan ke pendapa Pemkab Kediri nantinya tidak ada kendala,” kata Syaiful (aro)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar